Author name: hes121

UMS Selenggarakan BAPS 48, Bekali Mahasiswa dengan Spirit Profetik dan Kesiapan Dunia Kerja

Surakarta, 9 Agustus 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-48. Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas ini menjadi wadah pembinaan akhir studi sebelum mereka terjun ke masyarakat.

Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan empat materi pokok yang mencakup dimensi spiritual, ideologis, moral, hingga praktis.

Pada sesi pertama, Prof. Harun Joko Prayitno menyampaikan materi PT IMAM Berdampak yang menekankan bahwa ilmu sejati adalah ilmu yang bermanfaat dan diamalkan. Mahasiswa diajak menginternalisasi konsep IMAM (Ilmu, Manfaat, Amal, Memberi) sebagai pedoman hidup agar mampu memberi dampak positif bagi lingkungan.

Sesi kedua menghadirkan Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. dengan materi Karakteristik Sarjana Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa mahasiswa Muhammadiyah harus berlandaskan Al-Islam dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Tidak hanya unggul secara intelektual, mahasiswa juga dituntut memiliki akhlak mulia, kemandirian, dan kepedulian sosial, serta menjunjung prinsip pembaruan, kerja sama, dan keberpihakan pada kaum lemah.

Pada sesi ketiga, Dr. Imron Rosyadi membawakan materi Peta Jalan Hidup Manusia. Ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia adalah perjalanan dari alam ruh, janin, dunia, kubur, hingga akhirat. Orientasi hidup seorang muslim sejati adalah meraih ridha Allah dengan iman, amal saleh, serta persiapan menghadapi kematian sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Materi sesi keempat disampaikan oleh Dr. Mahasri Shobahiya dengan topik Persiapan Memasuki Dunia Kerja: Sudah Siapkah Kita?. Ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat di era digitalisasi, remote working, dan kecerdasan buatan (AI). Mahasiswa didorong memperkuat hard skills, soft skills, pengalaman magang, serta personal branding yang profesional. Selain itu, sikap tanggung jawab, growth mindset, dan adaptabilitas menjadi kunci utama dalam meraih kesuksesan kerja.

Sementara itu, pada sesi kelima, Suwinarno, M.P.I. menyampaikan materi Taharoh dan Shalat. Ia menegaskan pentingnya bersuci sebagai syarat sah ibadah, memberikan penjelasan tata cara wudhu yang benar, kondisi yang mengharuskan mandi besar, serta hikmah shalat sebagai sumber ketenangan dan kekuatan dalam kehidupan seorang muslim.

Dengan menghadirkan keempat materi tersebut, BAPS 48 menjadi sarana strategis untuk membekali mahasiswa UMS agar siap menjadi lulusan yang unggul, Islami, berakhlak mulia, serta mampu bersaing di tingkat global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

UMS Selenggarakan BAPS 48, Bekali Mahasiswa dengan Spirit Profetik dan Kesiapan Dunia Kerja Read More »

LPPIK UMS Gelar Rapat Kerja 2025 Bahas Penguatan Program Keislaman Kampus

Surakarta, 9 Juli 2025 — Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2025 pada hari Selasa–Rabu, 8–9 Juli 2025, bertempat di Ruang Sidang LPPIK. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan staf LPPIK, Direktur Pesma, serta perwakilan dari Pondok Shobron.

Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Kepala LPPIK, yang menyampaikan sambutan serta arahan strategis untuk perencanaan program tahun berjalan. Selanjutnya, masing-masing bidang memaparkan rencana program kerja dan menyampaikan laporan kegiatan serta evaluasi pelaksanaan program sebelumnya.

Beberapa bidang yang turut menyampaikan laporan dalam Raker ini antara lain Bidang Pembelajaran AIK, Pengamalan AIK, Baitul Arqam Mahasiswa, Mentoring, serta laporan dari Pesma dan Pondok Shobron. Rapat berlangsung dalam suasana dinamis dan partisipatif, diwarnai dengan diskusi dan saran pengembangan program dari berbagai peserta.

Semoga seluruh program kerja yang telah disampaikan dalam rapat ini dapat terlaksana dengan baik dan membawa keberkahan serta kemajuan bagi LPPIK dan Universitas Muhammadiyah Surakarta secara keseluruhan.

LPPIK UMS Gelar Rapat Kerja 2025 Bahas Penguatan Program Keislaman Kampus Read More »

BAPS ke-47: UMS Siapkan Lulusan Berkarakter dan Siap Hadapi Dunia Nyata

Surakarta, 5 Juli 2025 — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-47 melalui Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) pada Sabtu, 5 Juli 2025. Bertempat di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, kegiatan ini berlangsung dari pukul 04.30 hingga 14.30 WIB dengan diikuti oleh mahasiswa calon lulusan dari berbagai program studi.

Acara dimulai dengan shalat sunnah dan shalat Subuh berjamaah, menciptakan suasana spiritual yang mengawali rangkaian kegiatan. Pada sesi pertama, Dr. Mujazin, M.A., selaku Kabid Pembelajaran AIK, menyampaikan materi bertajuk Spiritual Leadership.

Sesi kedua diisi oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., yang mengangkat tema Karakter Sarjana Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa lulusan UMS harus menjunjung tinggi akhlak Islam dan memiliki peran aktif dalam dakwah serta pembangunan peradaban bangsa melalui kontribusi positif di masyarakat.

Usai istirahat, sesi ketiga menghadirkan Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., dengan materi Aqidah dan Akhlak dalam Islam. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kemurnian akidah dan memperkuat akhlak sebagai bekal hidup di tengah tantangan zaman.

Kemudian, Bapak Yayuli, M.P.I., selaku Kasubid Baitul Arqam, menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan prinsip tarjih Muhammadiyah yang bersumber dari dalil sahih dan rasional.

Sesi terakhir disampaikan oleh Nurhidayat, S.Pd., M.Pd., staf Wakil Rektor III, yang membawakan materi Persiapan Berkarir Pasca Studi. Dalam sesi ini, peserta dibekali strategi memasuki dunia kerja dengan kesiapan intelektual, emosional, dan spiritual, serta dibekali dengan etos kerja Islami.

Selama kegiatan, peserta diwajibkan menjalankan shalat berjamaah, membuat resume dari setiap materi, dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh panitia.

BAPS ke-47 ini menjadi bentuk nyata komitmen UMS dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para peserta membawa pulang ilmu, pengalaman, dan semangat baru untuk melangkah dengan mantap dalam menghadapi dunia pasca studi dan memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

BAPS ke-47: UMS Siapkan Lulusan Berkarakter dan Siap Hadapi Dunia Nyata Read More »

Rakor SATGAS AIK UMS Tegaskan Komitmen Perwujudan Kampus Islami

Surakarta, 4 Juli 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Rapat Koordinasi SATGAS AIK 2 pada hari Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang LPPIK dengan menghadirkan para pemangku kepentingan kampus, termasuk Rektor, Wakil Rektor, para Dekan, serta anggota Satuan Tugas AIK dari berbagai fakultas.

Rakor diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang menekankan urgensi penguatan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam seluruh aspek kehidupan kampus. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya sinergi antara LPPIK dan seluruh elemen pimpinan UMS dalam mewujudkan kampus yang benar-benar Islami, tidak hanya secara simbolik, tetapi juga dalam praktik keseharian akademik dan sosial.

Salah satu agenda utama rakor kali ini adalah pengisian kuesioner persepsi indikator Kampus Islami oleh para peserta. Kuesioner ini dimaksudkan untuk memetakan pemahaman dan persepsi pimpinan terhadap aspek-aspek utama dalam pembangunan budaya kampus Islami, termasuk kedisiplinan ibadah, budaya bebas rokok, etika sosial, serta kepemimpinan yang meneladani nilai-nilai Islam.

Selanjutnya, peserta bersama-sama membahas dokumen dan panduan Kampus Islami, termasuk kemungkinan revisi atau penguatan dokumen yang pernah ada sebelumnya, seperti dokumen “Al-Amin” yang sempat dirumuskan pada masa awal kepemimpinan Prof. Dr. Sofyan Anif. Dalam diskusi ini, disepakati pentingnya memiliki SK resmi yang menetapkan panduan dan arah kebijakan Kampus Islami UMS agar dapat diterapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Beberapa masukan strategis juga disampaikan, antara lain:

  • Pentingnya membentuk tim AIK di setiap fakultas untuk mengawal implementasi nilai-nilai Islam secara lebih dekat dengan mahasiswa.

  • Perlunya sosialisasi yang lebih masif tentang larangan merokok dan pentingnya sholat berjamaah.

  • Optimalisasi dokumen panduan dari Dikti sebagai pijakan legal dan konseptual dalam penguatan Kampus Islami.

Acara ditutup dengan kesepakatan bersama untuk mempercepat penyusunan dokumen final Kampus Islami serta mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen kampus untuk mendukung cita-cita UMS sebagai universitas yang unggul, Islami, dan berkemajuan.

Rakor SATGAS AIK UMS Tegaskan Komitmen Perwujudan Kampus Islami Read More »

BAPS ke-46 UMS: Integrasi Akademik dan Spiritual Menuju Lulusan Berkemajuan

Surakarta, 21 Juni 2025 — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) untuk periode ke-46 pada hari Sabtu, 21 Juni 2025. Bertempat di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, kegiatan ini berlangsung dari pukul 04.30 hingga 14.30 WIB dan diikuti oleh para mahasiswa calon lulusan.

Kegiatan diawali dengan shalat sunnah dan shalat Subuh berjamaah, sebagai bentuk penanaman nilai-nilai spiritualitas di awal kegiatan. Dalam sambutan dan sesi pertama, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan materi bertajuk Kepemimpinan Spiritual Profetik-Transendental. Beliau menekankan pentingnya menjadikan ilmu sebagai sarana kebermanfaatan, bukan sekadar hafalan. “Ilmu bukan yang dihafal, tetapi yang bermanfaat,” ujar Prof. Harun, seraya mengajak para sarjana untuk menjadi pemimpin yang menjunjung nilai humanis, liberasi, dan transendental serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan dan mencegah kemungkaran.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., yang memaparkan materi tentang Karakter Sarjana Muhammadiyah. Beliau menekankan bahwa lulusan Muhammadiyah harus memiliki akhlak Islam yang kuat dan semangat dakwah, serta menjadi kontributor dalam pembangunan peradaban umat.

Usai istirahat, sesi ketiga disampaikan oleh Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang mengangkat tema Aqidah dan Akhlak dalam Islam. Ia mengingatkan pentingnya menjaga iman, memperkuat akhlak, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata dari kepribadian muslim sejati.

Selanjutnya, Bapak Suwinarno, M.P.I., selaku Kasubid Baitul Arqam, memaparkan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih, yang memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan Muhammadiyah yang rasional dan bersumber dari dalil yang kuat.

Sebagai penutup, Nurhidayat, S.Pd., M.Pd., dari staf Wakil Rektor III, menyampaikan materi Persiapan Berkarir Pasca Studi. Ia membekali peserta dengan wawasan serta strategi dalam menghadapi dunia kerja secara profesional dan islami, baik dari sisi akademik, mental, maupun etika.

Sepanjang kegiatan, para peserta diwajibkan mengikuti shalat berjamaah, membuat resume dari setiap materi, serta mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan oleh panitia.

Dengan terselenggaranya BAPS ke-46 ini, UMS kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial. Para peserta diharapkan membawa pulang semangat baru, kesiapan mental, serta tekad untuk berkontribusi nyata dalam masyarakat sebagai sarjana Muslim yang berkarakter dan berkemajuan.

BAPS ke-46 UMS: Integrasi Akademik dan Spiritual Menuju Lulusan Berkemajuan Read More »

Kuliah Umum dan Pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 24: Menjemput Ridho Ilahi, Menata Visi Hidup Islami

Surakarta, 17 Juni 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 24. Kloter ini dimulai pada hari Selasa, 17 Juni 2025, dan akan berlangsung selama empat hari ke depan di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS.

Kegiatan ini diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, selaku Kepala LPPIK UMS. Dalam pemaparannya, beliau mengangkat tema mendalam tentang “Visi Hidup Seorang Muslim”, yang menekankan pentingnya menjadikan ridho Allah SWT sebagai orientasi utama dalam menjalani kehidupan.

“Tujuan tertinggi hidup seorang Muslim adalah mencari ridho Allah. Ridho manusia boleh jadi sulit dicapai dan tidak pasti. Tapi ridho Allah itu pasti dan dapat diraih dengan keikhlasan dan ketundukan kita terhadap ajaran-Nya,” ujar Dr. Imron di hadapan peserta Baitul Arqam.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam menjalani hidup, seorang Muslim tidak sepatutnya mengorbankan ridho Allah hanya demi mencari penilaian atau penerimaan manusia. Ridho manusia adalah hal yang relatif dan sering berubah-ubah, sementara ridho Allah bersifat kekal dan menjadi kunci keselamatan dunia dan akhirat.

Sebagai bagian dari pembinaan, Dr. Imron juga menyampaikan langkah-langkah dalam menggapai ridho Allah, yaitu:

  1. Menata niat dengan ikhlas karena Allah SWT dalam setiap amal perbuatan;
  2. Meneladani Rasulullah SAW sebagai panutan dalam beramal dan menjalankan syariat;
  3. Menjadikan ajaran Islam sebagai jalan hidup yang menyeluruh dan berkesinambungan;
  4. Mengingat kehidupan alam kubur, sebagai bentuk kesadaran bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara menuju kehidupan abadi.

Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa UMS untuk memperkuat ideologi, memperdalam pemahaman keislaman, serta membentuk karakter Islami yang kuat dan berkemajuan. Dalam empat hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai materi ibadah, diskusi, dan refleksi spiritual.

Melalui kegiatan ini, LPPIK UMS berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki visi hidup Islami yang kokoh, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Kuliah Umum dan Pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 24: Menjemput Ridho Ilahi, Menata Visi Hidup Islami Read More »

Kajian Manhaj Tarjih PCM se-Solo Raya: Implementasi Manhaj Tarjih sebagai Solusi Masyarakat Berkemajuan dan Berkeadaban

Surakarta, 14 Juni 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Manhaj Tarjih dengan tema “Implementasi Manhaj Tarjih Muhammadiyah sebagai Solusi Perwujudan Masyarakat Berkemajuan & Berkeadaban.” Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari PCM dan PCA se-Solo Raya yang datang dari Boyolali, Karanganyar, Surakarta, Klaten, hingga Sukoharjo.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kajian yang berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025 ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki pemahaman mendalam dalam bidang pemikiran keislaman dan ideologi gerakan Muhammadiyah.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ari Anshori, M.Ag dengan topik “Memahami Kembali Ideologi Muhammadiyah.” Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa ideologi Muhammadiyah merupakan sistem keyakinan dan perjuangan berbasis Islam yang tidak dogmatis, tetapi inklusif, terbuka, dan dinamis. Muhammadiyah melalui ideologi dan manhaj tarjih-nya memosisikan diri sebagai gerakan Islam yang menyatukan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan, serta mendorong terciptanya masyarakat adil, makmur, dan diridhai Allah.

Sesi kedua diisi oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag dengan materi “Implementasi Islam Berkemajuan: Meneladani Ahmad Dahlan.” Beliau mengurai bagaimana KH. Ahmad Dahlan mengimplementasikan Islam Berkemajuan melalui tajdid pemikiran, amal nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial. Manhaj tarjih Muhammadiyah, menurut beliau, adalah metode ijtihad kolektif yang menjawab tantangan zaman dan menjadi pemandu dalam membangun masyarakat berkemajuan yang tetap berpegang teguh pada prinsip keislaman.

Melalui kajian ini, para peserta diajak untuk merefleksikan kembali posisi strategis manhaj tarjih dalam menjawab dinamika kehidupan umat dan bangsa. Tarjih bukan semata proses pengambilan hukum, namun menjadi instrumen transformasi sosial menuju masyarakat yang berilmu, beradab, dan progresif.

Kajian Manhaj Tarjih ini menjadi wujud nyata konsolidasi ideologis dan intelektual antar PCM/PCA di Solo Raya dalam memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang mencerahkan dan membangun peradaban.

Kajian Manhaj Tarjih PCM se-Solo Raya: Implementasi Manhaj Tarjih sebagai Solusi Masyarakat Berkemajuan dan Berkeadaban Read More »

Sekolah Qur’an: Ikhtiar UMS Membumikan Al-Qur’an di Kalangan Mahasiswa

Surakarta, 4 Juni 2025 — Sebagai bagian dari penguatan spiritual mahasiswa, LPPIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Sekolah Qur’an yang diikuti oleh sekitar 700 peserta mentoring dari berbagai fakultas. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu malam (4 Juni 2025) bertempat di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS.

Kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, tilawah Al-Qur’an, dan sambutan dari Hartono, M.Ag., selaku Kepala Urusan Mentoring LPPIK. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Sekolah Qur’an ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an mahasiswa, terutama dalam hal bacaan dan pemahaman dasar sebagai bekal ruhani selama proses mentoring.

Acara utama dipandu oleh Dr. Fariz Yan Avicena selaku moderator, sementara Ust. Sri Hartanto, S.Ag. bertindak sebagai pemateri dengan tema “Metode Membaca Al-Qur’an (Metode Iqra’)”. Materi yang disampaikan meliputi:

  • Makhraj huruf

  • Tanda baca

  • Bacaan mad dan tasydid

  • Aturan waqaf

  • Mim sukun

  • Latihan praktik membaca

Materi disampaikan secara sistematis, disertai contoh bacaan dan penjelasan tajwid secara praktis. Antusiasme peserta terlihat tinggi, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab setelah materi utama disampaikan.

Acara ditutup dengan penyampaian pesan penutup dari Koordinator Mentoring Pusat (KMP), yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari aktivitas harian, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan akademik. Kegiatan berakhir pada pukul 21.30 WIB dengan pembacaan hamdalah secara bersama-sama.

Sekolah Qur’an: Ikhtiar UMS Membumikan Al-Qur’an di Kalangan Mahasiswa Read More »

LPPIK UMS Gelar Kuliah Dosen Tamu dan Koordinasi PKLPP: Perkuat Nilai Kemuhammadiyahan dan Sinergi Akademik!

Surakarta, 26 Mei 2025-Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Keislaman dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dosen Tamu Kemuhammadiyahan yang berlangsung di Ruang Sidang LPPIK. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen pengampu mata kuliah Kemuhammadiyahan.

Menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. dan Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., kegiatan ini membahas penguatan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan peran strategis dosen dalam mendampingi mahasiswa.

Selain kuliah tamu, dilakukan juga koordinasi terkait pelaksanaan PKLPP, termasuk kunjungan dosen ke ranting, persiapan UAS Kemuhammadiyahan, dan penarikan dana untuk PRM. Mahasiswa diwajibkan mempersiapkan luaran PKLPP berupa laporan individu dan artikel kelompok yang diunggah di web PKLPP serta diserahkan saat ujian.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan PKLPP dan UAS Kemuhammadiyahan, sekaligus memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan persyarikatan Muhammadiyah.

LPPIK UMS Gelar Kuliah Dosen Tamu dan Koordinasi PKLPP: Perkuat Nilai Kemuhammadiyahan dan Sinergi Akademik! Read More »

BAPS Ke-45 UMS: Semangat Kepemimpinan Spiritual dan Persiapan Karier Sarjana Muhammadiyah

Surakarta, 24 Mei 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melalui Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK), sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) periode ke-45 pada Sabtu, 24 Mei 2025. Acara yang berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, ini dimulai sejak pukul 04.30 hingga 14.30 WIB.

Kegiatan diawali dengan sholat sunnah dan sholat subuh berjamaah. Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Dalam materinya yang berjudul Kepemimpinan Spiritual Profetik-Transendental, Prof. Harun menekankan bahwa kepemimpinan seorang sarjana harus dilandasi ilmu yang bermanfaat dan amal yang berdampak positif bagi sesama. Beliau mengutip prinsip “Ilmu bukan yang dihafal, tetapi yang bermanfaat”, menekankan pentingnya nilai humanis, liberasi, dan transendental, serta mengajak peserta menjadi agen perubahan yang menebar kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., yang memaparkan materi Karakter Sarjana Muhammadiyah. Beliau menekankan pentingnya akhlak Islam dan peran aktif sarjana Muhammadiyah dalam dakwah dan pembangunan peradaban.

Setelah istirahat, sesi ketiga diisi oleh Kabid Pengamalan AIK, Bapak Yayuli, M.P.I., yang memaparkan Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pengamalan ibadah yang sesuai dengan ajaran Muhammadiyah.

Sesi keempat diisi oleh Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang membahas Aqidah dan Akhlak dalam Islam, mengingatkan peserta untuk senantiasa menjaga iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi terakhir ditutup oleh Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., dengan materi Persiapan Berkarir Pasca Studi. Dalam sesi ini, Prof. Ihwan memberikan panduan dan kiat-kiat penting bagi para peserta untuk memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang matang, baik dari segi akademis maupun keterampilan pribadi.

Sepanjang acara, peserta diwajibkan melaksanakan sholat berjamaah, meresume materi, dan menaati tata tertib yang ditetapkan panitia. BAPS ke-45 ini menjadi salah satu langkah konkret UMS dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter Islami dan siap menjadi agen perubahan yang berkualitas.

Dengan berakhirnya acara ini, para peserta diharapkan membawa pulang bekal ilmu, pengalaman, dan semangat baru untuk menghadapi tantangan pasca studi dan berperan aktif di tengah masyarakat.

BAPS Ke-45 UMS: Semangat Kepemimpinan Spiritual dan Persiapan Karier Sarjana Muhammadiyah Read More »

Scroll to Top