Author name: hes121

Direktur Sekolah Vokasi UMS Tekankan Keberanian dan Konsistensi dalam Beribadah

Surakarta, 23 Mei 2025 – kegiatan Baitul Arqam Kloter 19 resmi dibuka di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara yang akan berlangsung selama empat hari ini dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. Suranto, S.T., M.M., selaku Direktur Vokasi UMS.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan memperkuat ibadah sebagai wujud pengabdian. Ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, haji, dan membaca Al-Qur’an adalah bentuk ibadah yang murni kepada Allah. Tujuan utama dari ibadah ini adalah untuk mendapatkan ampunan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta membentuk karakter mulia pada setiap muslim.

Beliau juga mengingatkan para peserta untuk selalu berani dalam melakukan ibadah, meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan. Ibadah, jika terus dipraktikkan dengan niat ikhlas karena Allah SWT, akan menjadi kebiasaan yang membawa kebaikan. Ibadah ghairu mahdhah—seperti menolong orang lain, bersedekah, dan berbuat baik kepada sesama—ditekankan sebagai ibadah yang harus dijalani dengan penuh ketulusan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk membangun hubungan persahabatan yang positif. “Temanmu hari ini adalah teman masa depanmu,” pesan beliau, mengingatkan bahwa lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan di masa depan.

Dalam penutupan sambutannya, beliau menekankan pentingnya menebar kebaikan bersama, karena kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada kita dalam berbagai bentuk yang tak disangka-sangka. Ibadah yang baik, insyaAllah, akan mendatangkan keberkahan dunia dan akhirat, mulai dari rezeki, kesehatan, hingga teman yang mulia.

Direktur Sekolah Vokasi UMS Tekankan Keberanian dan Konsistensi dalam Beribadah Read More »

Modernisasi Pesantren Jadi Agenda Strategis PWM Jawa Tengah

ums.ac.id, SURAKARTA – Suasana Seminar Nasional Risalah Islam Berkemajuan di Ruang Seminar Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (10/5), berlangsung dinamis dan sarat gagasan. Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Wilayah Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang menyoroti strategi konkret dalam mencetak kader ulama melalui penguatan institusi pesantren.

Ketua LP2M PWM Jawa Tengah, Dr. K.H. Muhammad Irzal Fadholi, S.Th.I., M.Pd., M.Pd.I., tampil sebagai pembicara utama dengan gagasan-gagasan tajam. Ia menekankan perlunya reformasi manajerial dalam sistem pesantren agar lebih terukur dan berorientasi pada hasil.

“Penetapan Sekretaris LPP dan BDN se-Jawa Tengah harus diarahkan pada integrasi KPI dalam setiap kegiatan. Insyaallah akhir Juni kita adakan rapat koordinasi mudir se-Jawa Tengah di Unimus juga,” tegas Irzal, Sabtu (10/5).

Irzal menekankan pentingnya etos kerja baru di kalangan pengelola pesantren. “Kita nggak boleh lagi omon-omon, kita harus maksimal. Supaya pesantren kita juga maksimal. SDM-nya harus produktif, harus inovatif, jangan menunggu perintah,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Irzal menekankan tiga pilar utama dalam penguatan pesantren. Pilar pertama adalah membangun sumber daya manusia yang tangguh. Pilar kedua adalah sistem. Tak lupa, ia mengajak para mudir dan pengelola LPP-BDN memahami secara utuh tata kelola pesantren.

“Kurikulumnya harus jelas, pengasuhannya harus baik, kegiatan ekstrakurikulernya harus kumbul, dan studi lanjutnya harus clear. Empat komponen ini adalah sistem yang harus panjenengan semua bikin,” paparnya.

Sementara pilar ketiga adalah nilai atau value. Irzal mewanti-wanti agar pesantren Muhammadiyah tidak kehilangan ruh. “Jangan sampai alumni pesantren Muhammadiyah nggak punya nilai. Nggak care dengan pesantrennya. Padahal kalau pesantren bisa besar, itu karena alumninya,” ujarnya sambil mencontohkan tokoh yang sukses berkontribusi, seperti Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.

Lebih lanjut, Irzal menegaskan nilai dasar pesantren Muhammadiyah harus berlandaskan ruhul ikhlas. “Jangan pernah pesantren Muhammadiyah punya relasi dengan mencari duit dari santri. Itu haram hukumnya. Pesantren harus sederhana, disiplin, dan berbudi tinggi,” tegasnya. Tanpa kedisiplinan, menurutnya, seluruh kegiatan akan mudah berantakan.

Ia juga mengkritik sikap anti terhadap kelompok lain. “Nggak usah kita ini Muhammadiyah, dia NU, lalu dijauhkan. Kita rampul. Ambil nilai positifnya. Pesantren tradisional pun bisa jadi mitra. Kolaborasi ini kekuatan sosial. Jangan jadi sektarian,” serunya.

Pesan penting lainnya yang ditekankan Irzal adalah penguatan intelektualitas dan kemandirian berpikir. Ia menilai bahwa nadzir atau pemimpin pesantren harus berwawasan luas, tidak cukup hanya memahami Tarjih, melainkan mampu menggali berbagai sumber keilmuan.

Pola pikir kewirausahaan dan sikap independen, kata dia, wajib dimiliki oleh para calon ulama agar tidak tunduk pada tekanan oligarki. “Jadilah ulama yang menyatakan kebenaran, bukan yang membenarkan kenyataan,” tegas Irzal.

Dalam konteks pengembangan pesantren, ia menyebut bahwa beasiswa telah disiapkan bagi para santri dan alumni untuk melanjutkan studi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan sistem agar program tersebut berkelanjutan.

Seminar ini juga menghadirkan Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Syariah Bank Indonesia Ita Rulina, yang menggarisbawahi pentingnya membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui sinergi strategis dengan lembaga-lembaga keuangan nasional. Dalam paparannya, Ita menekankan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan moral, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi umat jika dikelola dengan baik.

“Kolaborasi dengan Bank Indonesia sangat krusial untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya di hadapan peserta seminar. Ia menjelaskan Bank Indonesia memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, mulai dari pelatihan literasi keuangan syariah, fasilitasi pembentukan koperasi pesantren, hingga pendampingan usaha mikro dan kewirausahaan santri.

Lebih jauh, Ita menyebut pesantren memiliki keunikan dalam model sosial dan kulturalnya yang bisa menjadi kekuatan ekonomi tersendiri. Dengan pendekatan komunitas yang solid dan jejaring alumni yang luas, pesantren memiliki basis untuk mengembangkan usaha kolektif yang berbasis nilai-nilai keislaman.

“Pesantren memiliki kekuatan sosial yang tidak dimiliki lembaga lain. Jika ini dikapitalisasi dengan baik melalui kolaborasi multipihak, dampaknya bisa luar biasa,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Seminar ini menjadi bukti komitmen kuat PWM Jawa Tengah untuk memperkuat posisi pesantren sebagai basis utama kaderisasi ulama yang unggul, terbuka, dan berintegritas. (Genis/Humas)

source: https://news.ums.ac.id/id/05/2025/modernisasi-pesantren-jadi-agenda-strategis-pwm-jawa-tengah/

Modernisasi Pesantren Jadi Agenda Strategis PWM Jawa Tengah Read More »

Prof. Harun Joko Prayitno Hadir Perdana di BAPS Ke-44 UMS, Tegaskan Nilai Profetik-Transendental

Surakarta, 8 Mei 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melalui Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK), sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) periode ke-44 pada hari Kamis, 8 Mei 2025. Acara ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, dimulai pukul 04.30 hingga 14.30 WIB.

Kegiatan diawali dengan sholat sunnah dan sholat subuh berjamaah. Pada sesi pertama, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., yang untuk pertama kalinya hadir sebagai Rektor UMS, menyampaikan materi Kepemimpinan Spiritual Profetik-Transendental. Dalam materinya, Prof. Harun menekankan bahwa kepemimpinan seorang sarjana harus dilandasi ilmu yang bermanfaat dan amal yang berdampak bagi sesama. Ia mengutip prinsip “Ilmu bukan yang dihafal, tetapi yang bermanfaat”, menekankan pentingnya nilai humanis, liberasi, dan transendental, serta mengajak peserta untuk menjadi agen perubahan yang menebar kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., yang memaparkan materi Karakter Sarjana Muhammadiyah. Beliau menekankan pentingnya akhlak Islam dan peran aktif dalam dakwah serta pembangunan peradaban.

Setelah istirahat, sesi ketiga diisi oleh Kasubid Baitul Arqam, Bapak Suwinarno, M.P.I., yang memaparkan Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Materi ini memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang pentingnya pengamalan ibadah yang sesuai ajaran Muhammadiyah.

Sesi keempat disampaikan oleh Kepala LPPIK, bapak Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang membahas Aqidah dan Akhlak dalam Islam, mengingatkan peserta untuk selalu menjaga iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi terakhir ditutup oleh Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., dengan materi Persiapan Berkarir Pasca Studi, memberikan panduan dan kiat-kiat penting bagi para peserta untuk memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang matang, baik secara akademis maupun personal.

Sepanjang acara, peserta diwajibkan melaksanakan sholat berjamaah, meresume materi yang telah disampaikan, serta menaati tata tertib yang ditetapkan panitia. BAPS ke-44 ini menjadi langkah konkret UMS dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berkarakter Islami dan siap menjadi agen perubahan yang berkualitas.

Dengan berakhirnya acara ini, para peserta diharapkan membawa pulang ilmu, pengalaman, dan semangat baru untuk menghadapi tantangan pasca studi dan berperan aktif di tengah masyarakat.

Prof. Harun Joko Prayitno Hadir Perdana di BAPS Ke-44 UMS, Tegaskan Nilai Profetik-Transendental Read More »

BAPS Ke-43 UMS: Momen Terakhir Prof. Sofyan Anif Beri Pesan Kepemimpinan Spiritual

Surakarta, 29 April 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melalui Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK), sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) periode ke-43. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, pada Selasa, 29 April 2025, mulai pukul 04.30 hingga 14.30 WIB.

Acara BAPS diawali dengan sholat sunnah dan sholat subuh berjamaah. Materi pertama disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., yang mengangkat tema Kepemimpinan Spiritual. Menariknya, ini menjadi momen terakhir bagi Prof. Sofyan untuk memberikan materi dalam acara BAPS, menjadikannya kesempatan istimewa bagi para peserta untuk menyimak langsung pesan dan nasihat beliau. Dalam penyampaiannya, Prof. Sofyan menekankan bahwa kepemimpinan seorang sarjana harus dilandasi nilai-nilai spiritual, integritas, dan ketulusan hati.

Selanjutnya, Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., memberikan materi Karakter Sarjana Muhammadiyah, menekankan pentingnya akhlak Islam dan peran aktif dalam membangun peradaban. Sesi ketiga disampaikan oleh Kabid Pengamalan AIK, Bapak Yayuli, M.P.I., yang membahas Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Sesi keempat diisi olehKepala LPPIK, bapak Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., tentang Aqidah dan Akhlak dalam Islam.

Sebagai penutup, Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., memberikan materi Persiapan Berkarir Pasca Studi. Peserta diwajibkan mengikuti sholat berjamaah, meresume materi, dan menaati tata tertib panitia.

Acara BAPS ke-43 ini menjadi bukti komitmen UMS untuk mempersiapkan lulusan yang unggul secara akademis dan berkarakter Islami. Diharapkan, para peserta dapat membawa pulang bekal ilmu, pengalaman, dan semangat baru sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

BAPS Ke-43 UMS: Momen Terakhir Prof. Sofyan Anif Beri Pesan Kepemimpinan Spiritual Read More »

Satgas AIK UMS Didorong Perkuat Pengawasan Nilai Islami di Kampus

Surakarta, 26 April 2025— Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan pertemuan Evaluasi Implementasi Kehidupan Islami di Kampus pada hari Sabtu, 26 April 2025, pukul 12.45 WIB di Ruang Sidang Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK). Pertemuan ini dihadiri oleh 28 anggota Satuan Tugas (Satgas) AIK yang bertugas untuk memastikan penerapan nilai-nilai Islami di lingkungan kampus UMS.

Pertemuan diawali dengan sambutan dan arahan dari Kabid Pengamalan AIK LPPIK UMS, bapak Yayuli, M.P.I. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya shalat sebagai sarana untuk menumbuhkan ketaatan kepada Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa shalat yang dilakukan secara berulang-ulang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan seorang Muslim kepada Allah. Untuk mencapai shalat yang menghadirkan ketaatan yang mendalam, Bapak Yayuli mengingatkan pentingnya pemahaman yang substantif mengenai makna dan hakikat shalat.

Selain itu, Bapak Yayuli juga mengingatkan Satgas AIK untuk mengajak dosen dan karyawan (Doskar), serta mahasiswa untuk senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid-masjid yang direkomendasikan oleh UMS. Beliau juga menegaskan pentingnya melaporkan dan menindak tegas segala bentuk pelanggaran aturan Islami di kampus, seperti merokok, berkhalwat, dan aktivitas lain yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh UMS.

Pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen UMS untuk memastikan bahwa seluruh civitas akademika, termasuk dosen, karyawan, dan mahasiswa, mematuhi dan mengimplementasikan kehidupan Islami di kampus. Evaluasi ini juga menjadi ajang untuk memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih Islami dan kondusif bagi perkembangan spiritual seluruh warga kampus.

Satgas AIK UMS Didorong Perkuat Pengawasan Nilai Islami di Kampus Read More »

Bersama UMS, Mahasiswa Didorong Menjadi Agen Perubahan Persyarikatan Melalui PKLPP

Surakarta, 26 April 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) menyelenggarakan kuliah umum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube resmi UMS. Acara ini diikuti oleh mahasiswa semester 4 atau mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Kemuhammadiyahan.

Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Pengembangan Persyarikatan (PKL‑PP), sebuah program pengabdian mahasiswa dalam rangka penguatan peran kader Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan oleh Kepala LPPIK UMS, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, yang menyampaikan bahwa PKL‑PP merupakan bagian dari strategi UMS dalam menyiapkan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara ideologis dan sosial.

“PKL‑PP adalah ruang nyata untuk belajar hidup bersama masyarakat dan berkontribusi bagi Persyarikatan. Mahasiswa UMS diharapkan menjadi kader unggul yang siap mengabdi dan membina umat melalui nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” tutur Dr. Imron.

Sesi utama kuliah umum disampaikan oleh Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si, yang memaparkan filosofi, urgensi, serta kontribusi strategis dari program PKL‑PP. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu menjadikan PKL‑PP sebagai sarana aktualisasi diri dan latihan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di ranah akar rumput.

“Ini bukan sekadar praktik lapangan, tetapi pengkaderan dan penguatan jati diri sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah,” jelas Prof. Kuswaji.

Selanjutnya, penjelasan teknis pelaksanaan PKL‑PP disampaikan oleh Dr. Mujazin, M.A., selaku Kepala Bidang Pembelajaran AIK dan Kerja Sama LPPIK. Beliau memaparkan alur pelaksanaan, proses penempatan, sistem pendampingan, serta kewajiban laporan kegiatan oleh mahasiswa. Dr. Mujazin juga menekankan pentingnya komunikasi aktif antara mahasiswa dengan pihak PCM, PRM, maupun Amal Usaha Muhammadiyah setempat.

Acara yang berlangsung dinamis ini juga diisi sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pelaksanaan PKL‑PP. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara UMS dan persyarikatan Muhammadiyah, serta membentuk kader-kader muda yang militan, kompeten, dan berintegritas.

Bersama UMS, Mahasiswa Didorong Menjadi Agen Perubahan Persyarikatan Melalui PKLPP Read More »

LPPIK UMS Gelar Pengajian Al-Ma’un dan Penyerahan Bingkisan Jelang Idul fitri 1446 H

Surakarta, 26 Maret 2025 – Menjelang Idul fitri 1446 H, Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian Al-Ma’un dan pembagian bingkisan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 26 Maret 2025, ba’da salat Zuhur berjamaah di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS.

Acara dihadiri oleh para pegawai outsourcing UMS, guru TK/PAUD di sekitar UMS, serta para donatur dari Lazismu, Bank Jateng Syariah, dan CV. Niti Karya. Pengajian ini menghadirkan Wakil Rektor II UMS, Prof. Dr. Muhammad Da’i, M.Si., Apt., yang menyampaikan ceramah singkat mengenai dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa.

“Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa adalah saat berbuka dan saat bertemu dengan Allah kelak di akhirat,” tutur Prof. Da’i dalam tausiyahnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya meneladani nilai-nilai Al-Ma’un dengan berbagi kepada sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.

Setelah pengajian, acara dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan kepada peserta sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan Ramadan. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi serta membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Dengan semangat Al-Ma’un, LPPIK UMS terus berupaya menebarkan manfaat dan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat sekitar.

LPPIK UMS Gelar Pengajian Al-Ma’un dan Penyerahan Bingkisan Jelang Idul fitri 1446 H Read More »

Kajian Ramadhan Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat: Menjalin Ukhuwah & Membangun Solidaritas

Surakarta, 23 Maret 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengadakan Kajian Ramadhan bersama tokoh agama dan masyarakat sekitar kampus. Mengusung tema “Menjalin Ukhuwah & Membangun Solidaritas Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Sekitar Kampus”, kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 23 Maret 2025, di Gedung J Ruang Seminar 2 Kampus 2 UMS.

Kepala LPPIK UMS, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini menjadi agenda tahunan yang diharapkan dapat mempererat hubungan antara UMS dan lingkungan sekitarnya. “Silaturahmi ini tidak hanya sebatas pertemuan fisik, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan kesamaan pandangan antara UMS dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. juga mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk turut serta dalam membimbing mahasiswa yang tinggal di lingkungan sekitar kampus. “Kami berharap dukungan dari para tokoh untuk ikut mengawal mahasiswa agar tetap berada dalam lingkungan yang positif dan mendukung perkembangan akademik serta keislaman mereka,” imbuhnya.

Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Rektor UMS, sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara UMS dan masyarakat sekitar dalam membangun lingkungan akademik yang kondusif serta memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan ini, yang bertepatan dengan bulan terakhir beliau menjabat sebagai Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menyampaikan rasa terima kasih kepada tokoh agama dan masyarakat sekitar UMS atas kerja sama dan dukungannya selama ini. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada mahasiswa yang berulah selama masa kepemimpinannya.

Salah satu perwakilan masyarakat turut menyampaikan harapannya, “Semoga dengan silaturahmi ini, UMS dan warga sekitar semakin kuat, UMS semakin maju, dan Pemerintah Daerah ikut menerima manfaatnya, sesuai dengan isi pengajian Pak Rektor tadi.”

Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi, kegiatan ini diakhiri dengan pembagian bingkisan kepada para peserta, serta diakhiri dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi jembatan ukhuwah yang semakin kuat antara UMS dan masyarakat sekitarnya.

Kajian Ramadhan Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat: Menjalin Ukhuwah & Membangun Solidaritas Read More »

LPPIK Isi Waktu Ramadan dengan Dauroh Manhaj Tarjih bagi Tendik UMS 2025

Surakarta, 22 Maret 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Dauroh Manhaj Tarjih bagi tenaga kependidikan (tendik) UMS selama dua hari pada 21-22 Maret 2025. Bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana UMS, kegiatan ini dihadiri oleh 35 tendik UMS yang antusias mendalami pemahaman Manhaj Tarjih sebagai pedoman dalam fatwa dan keputusan hukum Islam.

Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan Mars Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman Manhaj Tarjih dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi tendik UMS dalam mendukung visi keislaman kampus. Beliau juga secara resmi membuka kegiatan dauroh ini.

Pada hari pertama, materi pertama disampaikan oleh Lailatis Syarifah, Lc., M.A., dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang membahas “Wawasan dan Pendekatan dalam Manhaj Tarjih”. Beliau menjelaskan bahwa tarjih dalam Muhammadiyah berkembang maknanya menjadi kegiatan ijtihad kolektif dalam merespons persoalan keagamaan. Selain itu, beliau memaparkan tiga pendekatan dalam tarjih, yaitu bayani (teks Al-Qur’an dan Hadis), burhani (penalaran rasional), dan irfani (pengalaman batin). Sesi ini juga diwarnai dengan diskusi menarik mengenai shalat musafir, batasan aurat dalam shalat, serta hukum merapikan alis dalam Islam.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Yayuli, M.P.I., selaku Kepala Bidang Pengamalan AIK dan Kaderisasi Pondok HNS, dengan tema “Sumber Ajaran Islam menurut Manhaj Tarjih”. Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan sumber ajaran Islam menurut Manhaj Tarjih dan mempresentasikan hasil diskusi mereka. Ustadz Yayuli kemudian melengkapi informasi yang telah disampaikan oleh peserta, sehingga sesi ini menjadi lebih interaktif dan memperdalam pemahaman peserta terhadap materi. Sesi terakhir hari pertama diisi oleh Prof. Dr. M. Zuhri, M.A., yang mengulas “Otentisitas dan Pemahaman Hadis sebagai Sumber Ajaran Islam”.

Hari kedua diisi dengan materi “Ragam Metode dalam Manhaj Tarjih” yang disampaikan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. Selanjutnya, Ruswa Darsono, S.T., dari Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah, memberikan materi mengenai “Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT)”. Kegiatan diakhiri dengan sesi praktik tarjih yang dibagi dalam dua kelompok, dipandu oleh Ustadz Imron dan Ustadz Yayuli, dengan fokus pembahasan pada tayamum dan i’tidal. Dalam sesi ini, peserta menunjukkan pemahaman yang sangat baik dalam diskusi dan presentasi mereka.

Salah satu peserta menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya untuk semua dosen dan tendik, sehingga semakin banyak civitas akademika UMS yang memahami dan menerapkan Manhaj Tarjih dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta turut berkontribusi dalam pengembangan kajian tarjih di lingkungan UMS. Dauroh ini juga menjadi bagian dari upaya UMS dalam memperkuat pemahaman keislaman yang berbasis Al-Qur’an dan Hadis.

LPPIK Isi Waktu Ramadan dengan Dauroh Manhaj Tarjih bagi Tendik UMS 2025 Read More »

Dauroh Manhaj Tarjih Dosen UMS: Penguatan Keilmuan dalam Fatwa dan Hukum Islam

Surakarta, 15 Maret 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Dauroh Manhaj Tarjih bagi dosen UMS selama dua hari, pada 14-15 Maret 2025. Bertempat di Ruang Sidang LPPIK, kegiatan ini dihadiri oleh 30 dosen UMS yang bersemangat dalam mendalami manhaj tarjih sebagai bagian dari penguatan keilmuan Islam.

Kegiatan diawali pembukaan dan dilanjutkan dengan lantunan Mars Muhammadiyah, yang mencerminkan semangat keislaman dan kebangsaan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman manhaj tarjih bagi dosen dalam merumuskan fatwa dan keputusan hukum Islam. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membentuk akademisi yang tidak hanya memahami konsep tarjih, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan akademik dan sosial.

Pada hari pertama, para peserta menerima materi mengenai dasar-dasar manhaj tarjih. Mukhlis Rahmanto, Lc., M.A., Ph.D., dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, membuka sesi dengan membahas “Wawasan dan Pendekatan dalam Manhaj Tarjih”.

Ia menjelaskan bahwa tarjih merupakan metode pemilihan hukum Islam yang berbasis pada dalil yang kuat dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Selanjutnya, Ustadz Yayuli, M.P.I., selaku Kepala Bidang Pengamalan AIK dan Kaderisasi Pondok, menyampaikan materi “Sumber Ajaran Islam menurut Manhaj Tarjih”, yang menguraikan bagaimana Al-Qur’an dan Hadis menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan keislaman.

Materi terakhir pada hari pertama disampaikan oleh Prof. Dr. M. Zuhri, M.A., yang membahas “Otentisitas dan Pemahaman Hadis sebagai Sumber Ajaran Islam”, di mana ia menjelaskan metode kritik dan validasi hadis dalam manhaj tarjih.

Hari kedua difokuskan pada penerapan dan praktek tarjih dalam kehidupan sehari-hari. Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., membawakan materi “Ragam Metode dalam Manhaj Tarjih”, yang mengulas berbagai metode dalam tarjih, termasuk pendekatan kontekstual dalam memahami hukum Islam.

Kemudian, Ruswa Darsono, S.T., dari Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah, menyampaikan materi “KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal)”, yang menjelaskan konsep kalender hijriyah sebagai upaya menyatukan sistem penanggalan Islam secara global.

Sesi terakhir berupa Praktek Tarjih, di mana peserta dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing dipandu oleh Ustadz Imron dan Ustadz Yayuli.

Dalam sesi ini, peserta mendiskusikan dan menganalisis hukum tayamum dan shalat dalam perspektif tarjih, memberikan pengalaman langsung dalam proses tarjih.

Dauroh ini ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi yang berlangsung penuh semangat.

Para peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang diberikan dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk memperdalam pemahaman mereka tentang tarjih dan fatwa.

Melalui kegiatan ini, LPPIK-UMS menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kajian Islam berbasis tarjih. Diharapkan, dosen UMS tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga rujukan keilmuan bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Dengan semakin kuatnya pemahaman terhadap manhaj tarjih, nilai-nilai Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis dapat lebih diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan akademik dan sosial.

Dauroh Manhaj Tarjih Dosen UMS: Penguatan Keilmuan dalam Fatwa dan Hukum Islam Read More »

Scroll to Top