– Tujuan tiap sesi: pembelajaran Alquran dan pemberian materi keislaman.
– Alur: Pembukaan/doa, tadarus, pembelajaran, doa penutup.
– Bahan: Materi tematik keislaman, contoh adab dalam Islam.
– Tugas: Mentee diharapkan menerapkan nilai-nilai keislaman di dalam dan di luar kampus.
– Dialog reflektif: Diskusi mendalam tentang pengalaman mentee dan bagaimana mereka menerapkan nilai-nilai keislaman.
– Peer learning: Belajar bersama dengan sesama (mentee sebaya) untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.
– Tugas praktik: Mentor memberikan tugas kepada mentee untuk menerapkan nilai-nilai keislaman di dalam dan di luar kampus.
– Memberikan teladan yang riil menerapkan nilai-nilai keislaman di dalam dan di luar kampus.
– Membantu mentee mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam menerapkan nilai-nilai keislaman di dalam dan di luar kampus.
– Membuat rencana aksi untuk meningkatkan menerapkan nilai-nilai keislaman di dalam dan di luar kampus.
– Rekrutmen: Mencari mentor yang memiliki koitmen dakwah
– Pelatihan: Memberikan pelatihan tentang kementoringan dan pengembangan diri.
– Supervisi: Melakukan supervisi secara berkala (3 bulan) untuk memastikan mentor menjalankan tugasnya dengan baik.
– Mengidentifikasi kebutuhan dan minat mentee.
– Mencocokkan mentee dengan mentor yang sesuai.
– Mengevaluasi proses mentoring dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
– Kehadiran: Mengadakan pertemuan secara online atau offline secara teratur.
– Dinamika kelompok: Membangun komunikasi yang efektif dan membangun kepercayaan antar anggota kelompok. (Mentoring Award dan mentoring Games).
– Waktu: Membuat jadwal mentoring yang konkrit dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mentee.
– Fasilitas: Menyediakan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses mentoring.
– Memberikan pelatihan dan evaluasi kepada mentor dan mentee (setiap 3 bulan).
– Menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai.
– Mengevaluasi proses mentoring dan memberikan umpan balik.
– Kehadiran dan partisipasi mentor dan mentee dalam mentoring.
– Tugas-tugas yang diselesaikan oleh mentee.
– Perubahan perilaku mentee dalam menerapkan nilai-nilai keislaman di dalam dan di luar kampus..
– Mengadakan pertemuan secara teratur untuk membahas perkembangan mentoring.
– Menyinkronkan materi dan jadwal mentoring.
– Mengevaluasi proses mentoring dan memberikan umpan balik.
– Menggunakan teknologi untuk meningkatkan efektivitas mentoring (Sistem Informasi Mentoring).
– Mengembangkan program mentoring yang lebih spesifik dan terfokus pada kebutuhan mentee.
– Meningkatkan keterlibatan WD AIK setiap fakultas atau pihak lain dalam proses mentoring.