Surakarta, 14 Juni 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Manhaj Tarjih dengan tema “Implementasi Manhaj Tarjih Muhammadiyah sebagai Solusi Perwujudan Masyarakat Berkemajuan & Berkeadaban.” Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari PCM dan PCA se-Solo Raya yang datang dari Boyolali, Karanganyar, Surakarta, Klaten, hingga Sukoharjo.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kajian yang berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025 ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki pemahaman mendalam dalam bidang pemikiran keislaman dan ideologi gerakan Muhammadiyah.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ari Anshori, M.Ag dengan topik “Memahami Kembali Ideologi Muhammadiyah.” Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa ideologi Muhammadiyah merupakan sistem keyakinan dan perjuangan berbasis Islam yang tidak dogmatis, tetapi inklusif, terbuka, dan dinamis. Muhammadiyah melalui ideologi dan manhaj tarjih-nya memosisikan diri sebagai gerakan Islam yang menyatukan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan, serta mendorong terciptanya masyarakat adil, makmur, dan diridhai Allah.

Sesi kedua diisi oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag dengan materi “Implementasi Islam Berkemajuan: Meneladani Ahmad Dahlan.” Beliau mengurai bagaimana KH. Ahmad Dahlan mengimplementasikan Islam Berkemajuan melalui tajdid pemikiran, amal nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial. Manhaj tarjih Muhammadiyah, menurut beliau, adalah metode ijtihad kolektif yang menjawab tantangan zaman dan menjadi pemandu dalam membangun masyarakat berkemajuan yang tetap berpegang teguh pada prinsip keislaman.

Melalui kajian ini, para peserta diajak untuk merefleksikan kembali posisi strategis manhaj tarjih dalam menjawab dinamika kehidupan umat dan bangsa. Tarjih bukan semata proses pengambilan hukum, namun menjadi instrumen transformasi sosial menuju masyarakat yang berilmu, beradab, dan progresif.
Kajian Manhaj Tarjih ini menjadi wujud nyata konsolidasi ideologis dan intelektual antar PCM/PCA di Solo Raya dalam memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang mencerahkan dan membangun peradaban.



