Surakarta, 17 Juni 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 24. Kloter ini dimulai pada hari Selasa, 17 Juni 2025, dan akan berlangsung selama empat hari ke depan di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS.
Kegiatan ini diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, selaku Kepala LPPIK UMS. Dalam pemaparannya, beliau mengangkat tema mendalam tentang “Visi Hidup Seorang Muslim”, yang menekankan pentingnya menjadikan ridho Allah SWT sebagai orientasi utama dalam menjalani kehidupan.
“Tujuan tertinggi hidup seorang Muslim adalah mencari ridho Allah. Ridho manusia boleh jadi sulit dicapai dan tidak pasti. Tapi ridho Allah itu pasti dan dapat diraih dengan keikhlasan dan ketundukan kita terhadap ajaran-Nya,” ujar Dr. Imron di hadapan peserta Baitul Arqam.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam menjalani hidup, seorang Muslim tidak sepatutnya mengorbankan ridho Allah hanya demi mencari penilaian atau penerimaan manusia. Ridho manusia adalah hal yang relatif dan sering berubah-ubah, sementara ridho Allah bersifat kekal dan menjadi kunci keselamatan dunia dan akhirat.
Sebagai bagian dari pembinaan, Dr. Imron juga menyampaikan langkah-langkah dalam menggapai ridho Allah, yaitu:
- Menata niat dengan ikhlas karena Allah SWT dalam setiap amal perbuatan;
- Meneladani Rasulullah SAW sebagai panutan dalam beramal dan menjalankan syariat;
- Menjadikan ajaran Islam sebagai jalan hidup yang menyeluruh dan berkesinambungan;
- Mengingat kehidupan alam kubur, sebagai bentuk kesadaran bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara menuju kehidupan abadi.
Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa UMS untuk memperkuat ideologi, memperdalam pemahaman keislaman, serta membentuk karakter Islami yang kuat dan berkemajuan. Dalam empat hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai materi ibadah, diskusi, dan refleksi spiritual.
Melalui kegiatan ini, LPPIK UMS berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki visi hidup Islami yang kokoh, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.



