Author name: hes121

UMS Gelar Qiyamul Lail ke-185, Bahas Makna QS. Al-Baqarah Ayat 217

Surakarta, 3 Oktober 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Qiyamul Lail ke-185 pada Jumat dini hari (3/10), pukul 03.00 WIB. Acara yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) UMS.

Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. yang membahas kandungan QS. Al-Baqarah ayat 217. Ayat ini mengingatkan umat Islam tentang larangan berperang di bulan haram, sekaligus menekankan bahwa dosa besar tidak hanya terkait pembunuhan, melainkan juga mencakup tindakan menghalangi dakwah, mengusir orang beriman dari masjid, dan perbuatan syirik.

Dr. Imron Rosyadi menekankan bahwa peristiwa turunnya ayat ini tidak lepas dari ketegangan antara Quraisy dan kaum Muslimin pada masa Rasulullah SAW. Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa dakwah harus terus digiatkan, berjamaah di masjid perlu diperkuat, serta umat Islam wajib waspada terhadap bahaya syirik dan kemurtadan.

“Pesan utama dari ayat ini adalah bahwa fitnah dan kemusyrikan justru lebih berbahaya dibandingkan pembunuhan. Karena itu, kita sebagai umat Islam harus konsisten menjaga keimanan dan memperkuat ibadah,” jelasnya dalam tausiyah.

Kegiatan Qiyamul Lail UMS ini diakhiri dengan doa bersama, dengan harapan dosen dan tendik UMS senantiasa diberi kekuatan iman, istiqamah dalam dakwah, serta mampu meneladani nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

UMS Gelar Qiyamul Lail ke-185, Bahas Makna QS. Al-Baqarah Ayat 217 Read More »

Baitul Arqam Kloter 8 UMS: Wujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Berilmu

Surakarta, 1 Oktober 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam bagi mahasiswa yang dilaksanakan selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan kloter 8 yang berlangsung khidmat pada hari pertama.

Acara pembukaan dibuka dengan sambutan oleh Kepala Bidang Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Dr. Azhar Alam, Lc, S.E., M.SEI yang menyampaikan pentingnya kegiatan Baitul Arqam sebagai sarana pembinaan keislaman dan pembentukan karakter bagi mahasiswa UMS.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum oleh Prof. Supriyono , S.T., M.T., Ph.D, selaku Wakil Rektor V UMS, yang mengangkat tema tentang hakikat penciptaan manusia dalam perspektif Islam. Dalam paparannya, beliau mengutip Surat At-Tin ayat 4:

“لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ”

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Prof. Supriyono menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemuliaan manusia yang diciptakan Allah dengan fisik yang sempurna dan akal untuk berpikir. Dengan akal tersebut, manusia dituntut untuk menggunakan potensinya dalam kebaikan dan menegakkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya memahami rukun Islam sebagai fondasi kehidupan beragama. “Syahadat tidak boleh lepas dari kehidupan seorang Muslim. Dengan mengucap syahadat, kita mengakui bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Tidak boleh ada keraguan terhadap Allah,” tegasnya.

Prof. Supriyono juga mengingatkan bahwa seiring perkembangan ilmu pengetahuan, kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah semakin terbukti. “Jika ada seorang Muslim yang meragukan kebenaran yang ada dalam Al-Qur’an atau As-Sunnah, maka ia termasuk orang yang sangat bodoh,” ujarnya menegaskan.

Kegiatan Baitul Arqam ini akan berlangsung selama empat hari dengan berbagai rangkaian materi, diskusi, dan kegiatan pembinaan ruhiyah. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UMS mampu memperkuat pemahaman keislaman serta meneladani nilai-nilai kemuhammadiyahan dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Baitul Arqam Kloter 8 UMS: Wujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Berilmu Read More »

Pengajian Al-Maun LPPIK UMS Tekankan Kedisiplinan Ibadah Harian

Surakarta, 27 September 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian Al-Maun yang diperuntukkan bagi pekerja outsourcing di lingkungan kampus serta guru PAUD Aisyiyah di sekitar UMS.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala LPPIK, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak peserta merenungkan kebiasaan mereka dalam membaca Al-Qur’an. Pertanyaan sederhana mengenai seberapa sering membaca Al-Qur’an dalam sepekan menghasilkan beragam jawaban, mulai dari sekali, dua kali, hingga lebih. Ia juga menanyakan kebiasaan yasinan yang umumnya dilakukan di malam Jumat atau hari tertentu.

“Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca, melainkan juga dipahami dan diamalkan. Membacanya pun bukan hanya pada waktu-waktu tertentu, tetapi setiap hari, dari surat pertama sampai terakhir. Jika sudah khatam, maka mulai lagi dari awal,” jelas Dr. Mahasri.

Selain itu, ia menyinggung pentingnya memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah. Dari peserta yang hadir, sekitar 57% rutin melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid. “Perempuan pun diperbolehkan untuk shalat berjamaah di masjid sesuai dalil yang ada. Maka mari kita makmurkan masjid dengan shalat berjamaah,” pesannya.

Pengajian Al-Maun ini menjadi bagian dari upaya LPPIK UMS untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat ukhuwah bagi para pekerja dan guru yang berperan penting dalam mendukung ekosistem kampus dan masyarakat sekitar.

Pengajian Al-Maun LPPIK UMS Tekankan Kedisiplinan Ibadah Harian Read More »

UMS Dorong Mahasiswa Jadi Agent of Change Lewat Baitul Arqam Kloter 7

Surakarta, 27 September 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka kegiatan Baitul Arqam mahasiswa kloter 7 pada Sabtu (27/9). Acara pembukaan diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Dr. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam kuliah umum bertajuk “Implementasi Nilai-nilai Aqidah dalam Membentuk Karakter Mulia dan Berjiwa Progresif Berkemajuan”, Prof. Ihwan menekankan bahwa aqidah, syariah, dan akhlak adalah tiga pilar penting yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun karakter seorang Muslim. Aqidah menjadi dasar keyakinan, syariah hadir sebagai aturan yang mengatur kehidupan, sedangkan akhlak adalah refleksi nyata dari keimanan yang kokoh.

“Seorang Muslim dengan aqidah yang kuat akan menjalankan syariah sebagai bentuk ketaatan, dan akhlaknya akan menjadi teladan bagi orang lain,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan pentingnya optimisme, keteladanan, musyawarah, serta budaya tolong-menolong sebagai ciri generasi Islam berkemajuan. Dengan berlandaskan nilai-nilai tersebut, mahasiswa UMS diharapkan dapat berperan sebagai agent of change yang membawa kebaikan dan perubahan positif di masyarakat.

Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, LPPIK UMS berkomitmen untuk memperkuat pemahaman keislaman mahasiswa sekaligus menanamkan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

UMS Dorong Mahasiswa Jadi Agent of Change Lewat Baitul Arqam Kloter 7 Read More »

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 6: UMS Ajak Mahasiswa Jadi Generasi yang Membawa Manfaat

Surakarta, 23 September 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuka kegiatan Baitul Arqam mahasiswa kloter 6 pada Senin (23/9). Acara yang digelar diikuti oleh mahasiswa baru ini diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes.

Dalam materinya, Prof. Em mengawali dengan mengutip firman Allah:

ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” QS. Al-Baqarah:2.

Beliau menegaskan bahwa meskipun banyak buku dan jurnal yang membahas tentang kehidupan, kebenaran sejati hanya ada pada Al-Qur’an. “Aqidah dibangun dari iman, termasuk keyakinan terhadap takdir. Hati manusia sering berbolak-balik, maka berdoalah kepada Allah, yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘ala diinik,” pesannya.

Lebih lanjut, Prof. Em mengingatkan mahasiswa agar senantiasa berhusnuzhan terhadap setiap takdir yang Allah pilihkan. “Mungkin UMS bukan pilihan pertama kalian, tetapi percayalah, pilihan Allah selalu yang terbaik,” ungkapnya.

Beliau juga menekankan bahwa hidup yang baik adalah bagian dari rezeki Allah. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk mencari umur yang berkah, yakni ketika kehadirannya selalu dinantikan dan saat wafatnya banyak yang merasa kehilangan. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain (khairunnas anfa’uhum linnas),” pungkasnya.

Kegiatan Baitul Arqam ini merupakan salah satu program pembinaan keislaman yang wajib diikuti mahasiswa baru UMS. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki dasar aqidah yang kuat serta mampu menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 6: UMS Ajak Mahasiswa Jadi Generasi yang Membawa Manfaat Read More »

Baitul Arqam Kloter 5: Dr. Noor Alis Setiyadi Tekankan Pentingnya Implementasi Aqidah

Surakarta, 19 September 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam mahasiswa. Pada kloter 5 yang dibuka Senin (19/9), kegiatan diawali dengan kuliah umum bersama Dr. Noor Alis Setiyadi, S.KM., M.K.M., Ph.D., selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan UMS.

Dalam paparannya berjudul “How to Implement Aqidah”, beliau menekankan pentingnya aqidah sebagai fondasi dalam membentuk karakter kepribadian seorang muslim. Aqidah, menurutnya, harus dipelajari sejak awal karena merupakan keyakinan dasar yang akan membentuk akhlak mulia. “Keyakinan yang kuat dan terikat dalam hati dapat menjadi sumber kekuatan yang hebat, sebagaimana dicontohkan Bilal bin Rabah,” ujarnya.

Mengutip QS. Ibrahim ayat 24,

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ

  1. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

Dr. Noor Alis menjelaskan bahwa iman yang kuat ibarat pohon yang baik, ketika akarnya kokoh maka batang, daun, dan buahnya akan memberikan manfaat bagi sekitar. Aqidah juga berlandaskan pada rukun iman sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 285: iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, hari kiamat, serta qada dan qadar.

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ

  1. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa aqidah bukan hanya persoalan teoretis, tetapi harus hadir dalam keseharian mahasiswa. Beberapa manfaat aqidah antara lain: membantu mengatur waktu dengan baik, membentengi diri dari krisis identitas, menjadi pintu kebaikan, menjauhi zina, serta mencegah perilaku tidak terpuji seperti plagiarisme dan mencontek.

“Jika menghadapi masalah dalam kehidupan, kembalikanlah penyelesaiannya pada Al-Qur’an dan Hadits,” pesannya. Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa di padang mahsyar kelak tidak ada naungan selain dari Allah, sehingga jauhi segala larangan-Nya agar mendapat keselamatan.

Kegiatan Baitul Arqam ini merupakan bagian dari program pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di UMS yang bertujuan membentuk mahasiswa berkepribadian islami, berintegritas, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi maupun akademik.

Baitul Arqam Kloter 5: Dr. Noor Alis Setiyadi Tekankan Pentingnya Implementasi Aqidah Read More »

BAPS 49 UMS Bekali Mahasiswa dari Spiritualitas hingga Kesiapan Karir

Surakarta, 18 September 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-49. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas fakultas sebagai pembinaan akhir studi sebelum mereka lulus dan terjun ke masyarakat.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan lima materi pokok yang mencakup aspek spiritual, ideologis, moral, hingga praktis.

Pada sesi pertama, Prof. Harun Joko Prayitno menyampaikan materi PT IMAM Berdampak, yang menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat dan diamalkan melalui konsep IMAM (Ilmu, Manfaat, Amal, Memberi).

Dilanjutkan dengan sesi kedua bersama Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., mahasiswa diajak memahami Karakteristik Sarjana Muhammadiyah. Seorang lulusan Muhammadiyah dituntut tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, peduli sosial, serta berpihak pada kemaslahatan umat.

Sesi ketiga menghadirkan Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H. dengan materi Persiapan Karir. Ia menyoroti tantangan dunia kerja seperti kesenjangan keterampilan, disrupsi AI, hingga ketidakpastian ekonomi global, sekaligus membuka wawasan mahasiswa pada peluang sektor teknologi, ekonomi hijau, kewirausahaan, serta pentingnya lifelong learning dan personal branding.

Materi keempat disampaikan oleh Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag. tentang Akhlak dan Aqidah. Ia mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia harus berorientasi pada ridha Allah melalui iman, amal saleh, dan kesiapan menghadapi kematian.

Sesi terakhir ditutup dengan Dr. Azhar Alam, Lc, S.E., M.SEI yang membawakan materi Taharoh dan Shalat. Ia menegaskan pentingnya bersuci sebagai syarat sah ibadah dan menjelaskan hikmah shalat sebagai sumber ketenangan dan kekuatan hidup seorang muslim.

Melalui rangkaian materi tersebut, BAPS 49 menjadi wadah strategis bagi UMS untuk membekali mahasiswa agar menjadi lulusan unggul, berkarakter Islami, berakhlak mulia, serta mampu bersaing secara global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

BAPS 49 UMS Bekali Mahasiswa dari Spiritualitas hingga Kesiapan Karir Read More »

One ID One IMAM, Pesan Rektor UMS di Pembukaan Baitul Arqam Kloter 4

Surakarta, 15 September 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka kegiatan Baitul Arqam mahasiswa kloter 4 pada Senin (15/9) di masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari.

Kegiatan ini diawali dengan kuliah umum oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., yang mengusung tema “One ID One IMAM.” Dalam kesempatan tersebut, Rektor menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar, doa, ilmu, amal, dan pencarian ridho Allah SWT dalam kehidupan mahasiswa.

“Ikhtiar tanpa doa pincang, doa tanpa ikhtiar hampa – keduanya harus berjalan seimbang.”

Menurut Prof. Harun, One ID memiliki makna One sebagai satu kekuatan, energi, dan fokus untuk mencapai tujuan; I adalah Ikhtiar yang dilakukan dengan semangat tanpa batas; serta D adalah Doa, permohonan tulus kepada Allah dengan bahasa yang indah, khusyuk, dan rendah diri. “Ikhtiar dan doa harus berjalan seimbang (balance),” jelasnya.

Sementara itu, One IMAM diartikan sebagai One tujuan, kekuatan, dan fokus; I ilmu yang bermanfaat; M manfaat; A amal; serta M terakhir bermakna mencari ridho Allah SWT. “Apabila punya ilmu tetapi tidak diamalkan, ibarat pohon tanpa buah. Ridho Allah bergantung pada ridho orang tua,” tegasnya.

 “Dari ilmu lahir amal, dari doa tumbuh kekuatan, dan dari syukur hadir ketenangan hidup.”

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar mahasiswa selalu bersyukur dan tidak menghitung nikmat Allah yang tidak mungkin bisa dihitung. “Di balik perkataan ada doa, di balik doa ada kekuatan, di balik kekuatan ada energi positif, di balik energi positif ada mimpi, di balik mimpi ada kinerja, dan di balik kinerja ada syukur. Kita bersyukur agar tidak menjadi orang yang kufur dan takabur,” ujarnya.

“One ID One IMAM: membentuk generasi berilmu, beramal, dan selalu ingat Allah SWT.”

Rektor juga menutup dengan pesan agar mahasiswa selalu mengingat Allah SWT di manapun berada, sehingga ilmu dan amal mereka senantiasa membawa keberkahan.

Dengan dibukanya kloter 4 ini, LPPIK UMS melanjutkan rangkaian pelaksanaan Baitul Arqam yang menjadi wadah pembinaan ideologi Islam berkemajuan serta penguatan karakter mahasiswa UMS.

One ID One IMAM, Pesan Rektor UMS di Pembukaan Baitul Arqam Kloter 4 Read More »

Mahasiswa Pertanyakan Perbedaan Mazhab, Dr. Jinan Tegaskan: Tauhid Tetap Satu

Surakarta, 10 September 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Baitul Arqam mahasiswa kloter 3 pada Rabu (10/9). Acara pembukaan diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., Wakil Rektor IV UMS, dengan tema “Peran Tauhid dalam Kehidupan”.

Dalam pemaparannya, Dr. Jinan menegaskan bahwa tauhid merupakan inti ajaran Islam yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga menjadi landasan ideologis dan praktis dalam menjalani kehidupan. Tauhid, menurutnya, harus diterjemahkan ke dalam amal saleh, interaksi sosial, pengembangan ilmu, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Beliau merinci tujuh peran penting tauhid yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

  1. Landasan ideologis dan praktis, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Luqman: 22.
  2. Pendorong amal saleh yang menuntun pada kemaslahatan umat (QS. An-Nahl: 97).
  3. Pilar kehidupan sosial, yang mendorong terciptanya keadaban publik dan sikap rendah hati (QS. Al-Furqan: 63).
  4. Pandangan hidup dan acuan segala aktivitas, sehingga seluruh tindakan harus berorientasi pada Allah (QS. Fussilat: 30-31).
  5. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan, dengan berlaku adil kepada siapapun (QS. Al-Maidah: 8).
  6. Dasar pengembangan ilmu, di mana belajar dan menuntut ilmu merupakan implementasi tauhid (QS. Luqman: 27).
  7. Menjaga moral dan lingkungan, sebagai wujud kesadaran bahwa bumi adalah amanah Allah (QS. Al-A’raf: 56).

“Ilmu Allah sangat luas, tidak ada habisnya untuk dipelajari. Karena itu, menuntut ilmu harus diniatkan atas nama Allah. Kalau sudah menguasai ilmu, kita tidak boleh sombong, tapi justru semakin dekat kepada Allah,” pesan Dr. Jinan.

Acara ini juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif. Salah satu peserta, Safa dari Program Studi Ilmu Gizi, menanyakan tentang kaitan tauhid dengan perbedaan mazhab dalam Islam. Menjawab hal tersebut, Dr. Jinan menjelaskan bahwa perbedaan mazhab muncul karena perbedaan pemahaman, lingkungan, dan konteks, namun prinsip tauhid tetap satu dan sama di seluruh dunia Islam.

“Tauhidnya satu, hanya cara mengamalkannya berbeda-beda. Seperti kerudung, model dan motifnya bisa berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu menutup aurat,” jelasnya.

Dengan materi ini, mahasiswa peserta Baitul Arqam diharapkan dapat menanamkan tauhid dalam setiap aspek kehidupan mereka, baik sebagai pribadi, akademisi, maupun bagian dari masyarakat, sehingga mampu menjalani kehidupan dengan adil, berilmu, dan berakhlak mulia.

Mahasiswa Pertanyakan Perbedaan Mazhab, Dr. Jinan Tegaskan: Tauhid Tetap Satu Read More »

Tingkatkan Literasi Qur’ani, LPPIK UMS Sukses Selenggarakan TBA 2025

Surakarta, 30 Agustus 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Tes Baca Al-Qur’an (TBA) bagi mahasiswa baru angkatan 2025 pada tanggal 28-30 Agustus 2025. Kegiatan ini diadakan di masing-masing fakultas, dengan peserta kurang lebih 6634 mahasiswa baru.

Tes Baca Al-Qur’an ini merupakan salah satu langkah penting yang diselenggarakan oleh LPPIK UMS untuk mengukur kemampuan dasar baca Al-Qur’an para mahasiswa baru. Hasil dari tes ini akan digunakan sebagai dasar untuk membagi kelompok mentoring sesuai dengan tingkat kemampuan mahasiswa, sehingga bimbingan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan efektif.

“Tes ini sangat penting sebagai langkah awal dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang Al-Qur’an,” ujar perwakilan dari LPPIK UMS.

Kelulusan dari TBA juga menjadi syarat wajib bagi mahasiswa baru untuk dapat mengambil mata kuliah Islam dan IPTEK pada semester Gasal, yang merupakan bagian dari kurikulum yang harus ditempuh di UMS. Hal ini menunjukkan komitmen UMS, melalui LPPIK, dalam memastikan seluruh mahasiswa memiliki kemampuan dasar dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, yang menjadi fondasi penting dalam pendidikan Islam di kampus ini.

Pelaksanaan TBA yang diatur oleh LPPIK UMS alhamdulillah berlangsung dengan lancar. Setelah hasil TBA direkap, para mahasiswa akan dikelompokkan dalam mentoring yang sesuai dengan kemampuan mereka, memastikan setiap mahasiswa mendapatkan bimbingan yang optimal.

Dengan terselenggaranya TBA ini, LPPIK UMS berharap dapat terus mendukung perkembangan spiritual dan akademis mahasiswa, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tingkatkan Literasi Qur’ani, LPPIK UMS Sukses Selenggarakan TBA 2025 Read More »

Scroll to Top