Mahasiswa Pertanyakan Perbedaan Mazhab, Dr. Jinan Tegaskan: Tauhid Tetap Satu

Surakarta, 10 September 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Baitul Arqam mahasiswa kloter 3 pada Rabu (10/9). Acara pembukaan diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., Wakil Rektor IV UMS, dengan tema “Peran Tauhid dalam Kehidupan”.

Dalam pemaparannya, Dr. Jinan menegaskan bahwa tauhid merupakan inti ajaran Islam yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga menjadi landasan ideologis dan praktis dalam menjalani kehidupan. Tauhid, menurutnya, harus diterjemahkan ke dalam amal saleh, interaksi sosial, pengembangan ilmu, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Beliau merinci tujuh peran penting tauhid yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

  1. Landasan ideologis dan praktis, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Luqman: 22.
  2. Pendorong amal saleh yang menuntun pada kemaslahatan umat (QS. An-Nahl: 97).
  3. Pilar kehidupan sosial, yang mendorong terciptanya keadaban publik dan sikap rendah hati (QS. Al-Furqan: 63).
  4. Pandangan hidup dan acuan segala aktivitas, sehingga seluruh tindakan harus berorientasi pada Allah (QS. Fussilat: 30-31).
  5. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan, dengan berlaku adil kepada siapapun (QS. Al-Maidah: 8).
  6. Dasar pengembangan ilmu, di mana belajar dan menuntut ilmu merupakan implementasi tauhid (QS. Luqman: 27).
  7. Menjaga moral dan lingkungan, sebagai wujud kesadaran bahwa bumi adalah amanah Allah (QS. Al-A’raf: 56).

“Ilmu Allah sangat luas, tidak ada habisnya untuk dipelajari. Karena itu, menuntut ilmu harus diniatkan atas nama Allah. Kalau sudah menguasai ilmu, kita tidak boleh sombong, tapi justru semakin dekat kepada Allah,” pesan Dr. Jinan.

Acara ini juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif. Salah satu peserta, Safa dari Program Studi Ilmu Gizi, menanyakan tentang kaitan tauhid dengan perbedaan mazhab dalam Islam. Menjawab hal tersebut, Dr. Jinan menjelaskan bahwa perbedaan mazhab muncul karena perbedaan pemahaman, lingkungan, dan konteks, namun prinsip tauhid tetap satu dan sama di seluruh dunia Islam.

“Tauhidnya satu, hanya cara mengamalkannya berbeda-beda. Seperti kerudung, model dan motifnya bisa berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu menutup aurat,” jelasnya.

Dengan materi ini, mahasiswa peserta Baitul Arqam diharapkan dapat menanamkan tauhid dalam setiap aspek kehidupan mereka, baik sebagai pribadi, akademisi, maupun bagian dari masyarakat, sehingga mampu menjalani kehidupan dengan adil, berilmu, dan berakhlak mulia.

Scroll to Top