Baitul Arqam Kloter 5: Dr. Noor Alis Setiyadi Tekankan Pentingnya Implementasi Aqidah

Surakarta, 19 September 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam mahasiswa. Pada kloter 5 yang dibuka Senin (19/9), kegiatan diawali dengan kuliah umum bersama Dr. Noor Alis Setiyadi, S.KM., M.K.M., Ph.D., selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan UMS.

Dalam paparannya berjudul “How to Implement Aqidah”, beliau menekankan pentingnya aqidah sebagai fondasi dalam membentuk karakter kepribadian seorang muslim. Aqidah, menurutnya, harus dipelajari sejak awal karena merupakan keyakinan dasar yang akan membentuk akhlak mulia. “Keyakinan yang kuat dan terikat dalam hati dapat menjadi sumber kekuatan yang hebat, sebagaimana dicontohkan Bilal bin Rabah,” ujarnya.

Mengutip QS. Ibrahim ayat 24,

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ

  1. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

Dr. Noor Alis menjelaskan bahwa iman yang kuat ibarat pohon yang baik, ketika akarnya kokoh maka batang, daun, dan buahnya akan memberikan manfaat bagi sekitar. Aqidah juga berlandaskan pada rukun iman sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 285: iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, hari kiamat, serta qada dan qadar.

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ

  1. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa aqidah bukan hanya persoalan teoretis, tetapi harus hadir dalam keseharian mahasiswa. Beberapa manfaat aqidah antara lain: membantu mengatur waktu dengan baik, membentengi diri dari krisis identitas, menjadi pintu kebaikan, menjauhi zina, serta mencegah perilaku tidak terpuji seperti plagiarisme dan mencontek.

“Jika menghadapi masalah dalam kehidupan, kembalikanlah penyelesaiannya pada Al-Qur’an dan Hadits,” pesannya. Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa di padang mahsyar kelak tidak ada naungan selain dari Allah, sehingga jauhi segala larangan-Nya agar mendapat keselamatan.

Kegiatan Baitul Arqam ini merupakan bagian dari program pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di UMS yang bertujuan membentuk mahasiswa berkepribadian islami, berintegritas, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi maupun akademik.

Scroll to Top