Author name: hes121

“Jaga Iman, Jaga Kejujuran” — Prof. Dr. Anam Sutopo Tekankan Peran Aqidah dalam Membentuk Pribadi Progresif

Surakarta, 18 Oktober 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi mahasiswa kloter 12. Kegiatan ini dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan kuliah umum oleh Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS.

Dalam kuliah umumnya yang bertema “Implementasi Nilai-Nilai Aqidah dalam Membentuk Pribadi yang Mulia dan Berjiwa Progresif,” Prof. Anam mengingatkan pentingnya aqidah sebagai dasar dalam membentuk karakter seorang Muslim yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berjiwa kemajuan.

“Aqidah bukan hanya keyakinan, tetapi kekuatan yang menuntun kita untuk berbuat benar. Mahasiswa Muhammadiyah harus menjaga keimanannya, menjaga kejujurannya — tidak hanya di kampus, tapi juga di lingkungan masyarakat, hingga nanti ketika berkarir,” pesan Prof. Anam.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa tidak semua yang tampak baik menurut manusia, pasti baik menurut Allah. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 216:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

“Baik bagimu belum tentu baik bagi orang lain, dan baik bagimu belum tentu baik bagi Allah. Maka jadikan aqidah sebagai panduan dalam menilai dan bertindak, agar setiap langkah kita sejalan dengan kehendak-Nya,” tuturnya.

Kegiatan Baitul Arqam sendiri merupakan agenda rutin UMS untuk memperkuat nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya spiritualitas, akhlak, dan ideologi Islam sebagai dasar membangun kepribadian unggul dan berjiwa progresif.

Dengan semangat tersebut, Baitul Arqam kloter 12 diharapkan mampu melahirkan generasi muda UMS yang beriman kuat, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan bangsa.

“Jaga Iman, Jaga Kejujuran” — Prof. Dr. Anam Sutopo Tekankan Peran Aqidah dalam Membentuk Pribadi Progresif Read More »

Mengungkap Keajaiban Geografi dalam Al-Qur’an: Qiyamul Lail UMS Bersama Dekan Geografi

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Qiyamul Lail pada Jumat (17/10) pukul 03.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang rutin diikuti dosen dan tenaga kependidikan ini menghadirkan tausiyah dari Dekan Fakultas Geografi UMS, Jumadi, Ph.D., yang mengangkat tema “Geografi dalam Al-Qur’an”.

Dalam pemaparannya, Jumadi menjelaskan bahwa dalam perspektif ilmu modern, geografi merupakan studi tentang tempat dan hubungan antara manusia dengan lingkungannya, termasuk elemen fisik bumi dan dinamika manusia. Penjelasan ini dihubungkan dengan bagaimana Al-Qur’an memuat berbagai isyarat ilmiah tentang bumi dan proses-proses geografi yang menyertainya.

Beliau memaparkan bahwa Al-Qur’an memuat ayat-ayat yang berkaitan dengan berbagai lapisan bumi dan kehidupan, antara lain:

  • Atmosfer: 21 ayat
  • Hidrosfer: 21 ayat
  • Litosfer: 18 ayat
  • Biosfer: 13 ayat
  • Antroposfer: 17 ayat

“Struktur ayat-ayat ini membuat kita semakin takjub kepada Al-Qur’an. Kitab suci ini bukan buku geografi, tetapi memberikan petunjuk mendasar mengenai fenomena bumi yang sejalan dengan penemuan modern,” ujar Jumadi.

Salah satu pembahasan penting adalah ayat-ayat tentang pegunungan, terutama QS. An-Nahl ayat 15, yang menjelaskan fungsi gunung sebagai peneguh bumi. Dalam Al-Qur’an, kata gunung disebut 49 kali, dan 22 di antaranya menyinggung fungsinya sebagai pasak atau tiang pancang.

“Pasak adalah benda yang menancap ke dalam; bagian yang tampak jauh lebih kecil dibandingkan yang tertanam. Ayat ini menunjukkan hikmah bahwa bumi dipersiapkan agar stabil untuk dihuni manusia,” terang Jumadi.

Ia menegaskan bahwa ayat-ayat tersebut bukan mengajarkan teknis mekanika geologi seperti tektonik lempeng, tetapi menekankan kebijaksanaan penciptaan bumi sebagai tempat hidup yang stabil, memiliki pijakan, rute navigasi, sumber daya, dan perlindungan dari kondisi ekstrem.

“Justru dalam geologi modern, kita tahu bahwa gunung muncul karena tumbukan dan interaksi lempeng tektonik, yang juga memicu gempa. Namun Al-Qur’an mengajak kita melihat makna di balik itu: Allah menciptakan bumi dengan keseimbangan,” jelasnya.

Kegiatan Qiyamul Lail ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh sivitas akademika UMS semakin mampu mengambil pelajaran dari ayat-ayat kauniyah dan menguatkan integrasi ilmu dan iman.

Mengungkap Keajaiban Geografi dalam Al-Qur’an: Qiyamul Lail UMS Bersama Dekan Geografi Read More »

UMS Lanjutkan Kajian Tafsir Online Surah Al-Mursalat: Penguatan Iman melalui Tanda-Tanda Kekuasaan Allah

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengadakan Kajian Tafsir Online dengan membahas Surah Al-Mursalat dari ayat 25 sampai akhir. Kajian ini dipandu oleh Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I, M.Th.I, yang mengajak peserta untuk merenungkan keagungan Allah SWT lewat ciptaan bumi, keseimbangan alam, serta peringatan keras bagi manusia yang lalai mengenai tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Pada ayat 25-28, Dr. Ainur menjelaskan bahwa Allah menciptakan bumi sebagai tempat berkumpulnya semua makhluk, baik yang hidup maupun yang telah meninggal.

Ia mengungkapkan makna kata kifatan, yang menunjukkan bumi mampu menampung semuanya, termasuk dunia dan alam barzakh. “Tempatnya sama, hanya dimensinya berbeda,” katanya pada hari Kamis (16/10).

Selain itu, ia menegaskan bahwa ayat ini mengandung petunjuk ilmiah tentang kesempurnaan ciptaan Allah.

Ungkapan rāwāsiya syāmikhāt (gunung-gunung yang tinggi) dan mā’an furātan (air tawar yang Allah berikan) menjelaskan keseimbangan ekosistem yang ditetapkan Allah. “Gunung dan air bukan kebetulan, itu bagian dari sistem alam yang Allah atur untuk menjaga kehidupan. Maka celakalah mereka yang merusak tatanan itu,” tegasnya.

Kajian dilanjutkan ke ayat 29-34 yang menggambarkan kepedihan neraka.

“Api neraka lebih tinggi dari gedung pencakar langit. Jika manusia saja takut pada api kecil, bagaimana dengan api neraka yang menyembur seperti bunga api besar?” ungkapnya. Gambaran ini menjadi peringatan agar manusia tidak terjebak dalam kemewahan dunia dan lupa akan akhirat.

Pada ayat 35-37, dijelaskan bahwa di hari kiamat, mulut manusia akan dikunci dan anggota tubuh akan menjadi saksi atas setiap amal yang diperbuat.

“Hari itu adalah saat kebenaran terungkap sepenuhnya. Yang berbicara bukan kata-kata, tetapi amal yang nyata,” jelas Dr. Ainur.

Ayat 38-39 menyebut hari kiamat sebagai Yaum al-Fashl (Hari Keputusan), di mana semua manusia dikumpulkan tanpa memiliki kekuatan kecuali bantuan Allah SWT.

“Kita makhluk lemah, tanpa pertolongan Allah kita tidak bisa apa-apa. Jadi jangan sombong dengan jabatan, ilmu, atau kekuasaan yang hanya sementara,” pesan beliau.

Pada ayat 40 hingga akhir, beliau menjelaskan bahwa orang-orang yang bertakwa akan mendapat kenikmatan surga yang sejuk dan air yang mengalir.

Sebaliknya, mereka yang terlalu mengutamakan kesenangan dunia akan merasakan penyesalan.

Pada ayat penutup, disebutkan bahwa orang-orang yang berbuat dosa dan melalaikan salat akan dihisab secara teliti.

Salat dianggap sebagai amalan utama yang menjadi ukuran keimanan seseorang.

Kajian ditutup dengan ajakan bagi umat Islam untuk menganggap alam sebagai tanda keagungan Allah SWT.

“Bumi, air, dan langit bukan hanya fenomena fisik, tetapi ayat-ayat Tuhan yang harus membuat kita tunduk dan bersyukur,” pungkasnya.

UMS Lanjutkan Kajian Tafsir Online Surah Al-Mursalat: Penguatan Iman melalui Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Read More »

Prof. Jati Waskito: Aqidah Kuat Menjadi Kunci Terbentuknya Karakter Mulia dan Mahasiswa Berkemajuan

Surakarta, 14 Oktober 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Baitul Arqam mahasiswa kloter 11 pada Selasa (14/10) di Masjid Sudalmiyah Rais. Kegiatan pembukaan ini diisi dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Jati Waskito, S.E., M.Si., CHRM., selaku Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jati membawakan materi bertema “Implementasi Nilai Aqidah dalam Membentuk Karakter Mulia dan Berjiwa Progresif Berkemajuan bagi Mahasiswa Muhammadiyah.” Ia menekankan bahwa aqidah merupakan pondasi utama dalam membentuk kepribadian dan arah hidup seorang Muslim.

“Nilai aqidah menuntun manusia untuk memiliki hati yang bersih, keyakinan yang kuat, dan orientasi hidup yang tidak hanya mengejar dunia, tetapi juga kebahagiaan akhirat,” ujar Prof. Jati di hadapan para peserta.

Beliau juga mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak pada pandangan materialistik yang menilai keberhasilan hanya dari harta dan jabatan. Menurutnya, kemuliaan sejati di sisi Allah terletak pada ketakwaan dan amal saleh, sebagaimana prinsip dasar ajaran Islam.

Lebih lanjut, Prof. Jati memaparkan konsep Islam Berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah — Islam yang berpijak pada tauhid, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, serta mendorong ijtihad dan tajdid agar ajaran Islam selalu relevan dengan tantangan zaman.

“Mahasiswa Muhammadiyah harus berjiwa progresif, berwawasan luas, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Inilah makna sejati dari Islam Berkemajuan,” jelasnya.

Kegiatan Baitul Arqam ini merupakan bagian dari program pembinaan ideologi dan spiritualitas bagi mahasiswa UMS. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, dan memiliki kesadaran dakwah serta tanggung jawab sosial.

Prof. Jati Waskito: Aqidah Kuat Menjadi Kunci Terbentuknya Karakter Mulia dan Mahasiswa Berkemajuan Read More »

UMS Kupas Hukum Perayaan Ulang Tahun dan Milad dalam Kajian Tarjih Online ke-195

SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih Online ke-195 dengan tema “Hukum Perayaan Ulang Tahun, Milad, dan Sejenisnya” pada Selasa (14/10). Kajian rutin ini dihadiri oleh Yayuli, S.Ag., M.P.I, yang juga dikenal sebagai KH. Jazuli al-Demaky, Kepala Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan dosen di Fakultas Agama Islam (FAI) UMS.

Dalam pemaparannya, Jazuli menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah yang menjadi dasar dalam menentukan hukum suatu tindakan, termasuk tradisi merayakan ulang tahun atau milad.

Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya semua bentuk muamalah diizinkan selama tidak ada dalil yang melarangnya.

Jazuli menjabarkan empat prinsip utama dalam bermuamalah:

  1. Semua muamalah secara dasar diizinkan.
  2. Dilakukan dengan sukarela tanpa ada tekanan.
  3. Memberikan manfaat dan tidak menimbulkan kerugian.
  4. Menjaga nilai keadilan dan menghindari kezaliman.

Selanjutnya, Jazuli membedakan antara perayaan ulang tahun pribadi dan peringatan milad yang memiliki nilai dakwah dan syiar.

Mengacu pada QS. Ali Imran ayat 104, ia menekankan bahwa istilah ummatun mencerminkan kesatuan visi dan tujuan, sehingga milad organisasi Islam bisa menjadi momen untuk memperkuat identitas dan dakwah.

Ia juga menyebutkan QS. Al-A’raf ayat 199 yang memerintahkan setiap amalan dilakukan dengan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Menurut Jazuli, jika milad dilakukan guna memperkuat persaudaraan, menyebarkan dakwah, dan memberikan manfaat, maka hukumnya diperbolehkan.

Namun, Jazuli mengingatkan agar perayaan tidak meniru adat yang berasal dari budaya non-Islam.

Ia mengambil contoh tradisi meniup lilin yang berasal dari ritual kuno Yunani sebagai penghormatan kepada Dewi Artemis. Menurutnya, hal ini tidak dianjurkan karena komponen penyerupaan.

Ia mengutip hadis Nabi: “Man tasyabbaha bi qawmin fahuwa minhum”—barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.

Dalam kesimpulannya, Jazuli menegaskan bahwa Milad Muhammadiyah serta Milad UMS termasuk perayaan yang diperbolehkan, karena kandungan nilai dakwah, sejarah perjuangan, dan penghargaan terhadap para pendirinya.

Kajian Tarjih Online UMS adalah acara rutin mingguan yang membahas isu-isu berkenaan fikih, aqidah, dan tantangan kehidupan modern. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh sivitas akademika UMS serta masyarakat umum yang ditayangkan pada channel youtube TvMu.

UMS Kupas Hukum Perayaan Ulang Tahun dan Milad dalam Kajian Tarjih Online ke-195 Read More »

Tanamkan Aqidah Kokoh, Bentuk Mahasiswa UMS Berkarakter Mulia dan Berjiwa Progresif

Surakarta, 10 Oktober 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuka kegiatan Baitul Arqam mahasiswa kloter 10. Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Sudalmiyah Rais UMS ini diawali dengan pembukaan resmi dan kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Triyono, M.Si., selaku Direktur Direktorat Akademik dan Admisi (DAA) UMS.

Dalam kuliah umumnya, Dr. Triyono mengangkat tema “Implementasi Nilai-nilai Aqidah dalam Membentuk Karakter Mulia dan Berjiwa Progresif Berkemajuan bagi Mahasiswa UMS.” Ia menekankan bahwa aqidah bukan sekadar keyakinan yang bersifat spiritual, tetapi menjadi fondasi moral dan penggerak kemajuan bagi mahasiswa.

“Aqidah yang kuat bukan berarti tertutup terhadap perubahan, justru menjadi energi penggerak untuk melahirkan generasi yang kritis, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujar Dr. Triyono di hadapan peserta.

Menurutnya, mahasiswa sebagai calon intelektual muda harus mampu menjadikan aqidah sebagai kompas kehidupan agar tidak terseret arus disrupsi moral dan ideologi. Aqidah yang kokoh akan menumbuhkan karakter jujur, tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki semangat fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan.

Dalam materinya, Dr. Triyono juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadi pribadi mukmin sejati yang beriman kuat, berpikir progresif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan Baitul Arqam ini merupakan salah satu program pembinaan karakter Islami bagi mahasiswa UMS yang diselenggarakan secara bertahap dalam beberapa kloter. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Muhammadiyah yang berakidah kokoh, berintegritas tinggi, serta siap membawa nilai-nilai Islam berkemajuan di berbagai bidang kehidupan.

Tanamkan Aqidah Kokoh, Bentuk Mahasiswa UMS Berkarakter Mulia dan Berjiwa Progresif Read More »

Prof. Kelik dalam Qiyamul Lail UMS: “Mukmin Sejati Tampak dari Amal Perbuatannya”

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Qiyamul Lail yang ke-186 pada Jumat (10/10) pukul 03.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan pembinaan spiritual ini diikuti oleh para dosen dan tendik di UMS sebagai bagian dari upaya memperkuat iman dan ketakwaan para civitas akademika kampus.

Tausiyah dalam kajian tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H., yang menjelaskan bahwa iman bukan hanya sekadar keyakinan di dalam hati, tetapi juga harus diwujudkan dalam perbuatan baik dan cara hidup sehari-hari.

Prof. Kelik menekankan bahwa Islam selalu menghubungkan iman dengan tindakan nyata.

Beliau mengutip ayat Al-Qur’an dalam Surah Al-‘Ashr ayat 2–3:

“Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”

Menurut Prof. Kelik, ayat ini menyampaikan pesan bahwa iman yang tidak diiringi amal tidak akan memberikan manfaat, karena keimanan seharusnya mendorong seseorang untuk berperilaku jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak baik di kehidupan pribadi maupun profesional.

Selain itu, beliau juga membahas hadis Nabi Muhammad SAW:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

(HR. Ahmad)

Menurut Prof. Kelik, hadis tersebut menjadi bukti bahwa iman harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi sosial dan kebaikan bagi sekitar.

“Iman yang tidak diwujudkan dalam tindakan, keputusan, dan pengabdian hanya akan menjadi konsep kosong.

Mukmin yang benar adalah yang mampu mencantumkan imannya dalam segala aspek kehidupan,” ujar Prof. Kelik.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, yang dipimpin untuk memohon agar seluruh civitas akademika UMS senantiasa diberikan kekuatan untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan.

Prof. Kelik dalam Qiyamul Lail UMS: “Mukmin Sejati Tampak dari Amal Perbuatannya” Read More »

Hidup Hanya Sementara, Hari Pembalasan Pasti Tiba: Pesan Kajian Tafsir Online UMS

Surakarta, 9 Oktober 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengadakan Kajian Tafsir Online dengan topik membahas Surah Al-Mursalat ayat 1–28. Kajian ini dipandu oleh Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I, M.Th.I, yang menjelaskan makna sumpah Allah, tugas para malaikat, serta pasti terjadinya hari kiamat.

Dalam penjelasannya, Dr. Ainur menyampaikan bahwa di ayat 1–5, Allah bersumpah dengan para malaikat, nama-nama-Nya yang agung, serta segala makhluk yang diciptakan-Nya.

Kata Al-Mursalat berarti malaikat yang diutus untuk menyebarkan kebaikan, sementara kata Falfariqat menunjukkan peran malaikat dalam membedakan antara kebenaran dan kebatilan.

“Al-Mursalat juga bisa diartikan sebagai orang yang selalu membawa kebaikan dan manfaat untuk sesama,” terangnya.

Lanjutnya, di ayat 7, Allah menegaskan bahwa janji tentang hari kiamat itu pasti terjadi.

Hal ini didukung oleh ayat 8–11 yang menggambarkan tanda-tanda kehancuran alam semesta sebelum Hari Pembalasan.

Dr. Ainur menambahkan, di ayat 12–15 dijelaskan bahwa azab bagi orang-orang kafir tidak langsung diberikan di dunia, tetapi akan diberikan di hari keputusan akhir.

“Maka celakalah mereka para pendusta,” ujarnya, mengutip ayat sebagai pengingat agar manusia tidak mengingkari kebenaran wahyu Allah.

Kajian juga membahas ayat 16–19 yang menceritakan kehancuran umat-umat sebelumnya karena menolak kebenaran dan tidak percaya pada kebangkitan.

Menurutnya, kisah tersebut menjadi peringatan agar manusia tidak mengulangi kesalahan serupa.

Di ayat 20–24, Dr. Ainur menjelaskan bahwa Allah adalah pengatur takdir yang terbaik.

Manusia diciptakan dari air yang hina, namun diberi potensi besar untuk mencapai derajat yang mulia.

“Jika kita tidak bersyukur dan memanfaatkan takdir terbaik dari Allah, maka seluruh potensi kehidupan akan sia-sia,” tuturnya.

Kajian ditutup dengan pembahasan ayat 25–28 yang menggambarkan bumi sebagai tempat tinggal manusia, sumber rezeki, serta tempat kembalinya setelah meninggal.

Melalui kajian ini, Dr. Ainur mengajak peserta untuk memperkuat iman, meningkatkan amal saleh, dan menyebarluaskan manfaat bagi sesama.

“Surah Al-Mursalat mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan janji Allah tentang hari pembalasan adalah hal yang pasti dan tidak dapat dibantah,” pungkasnya.

Hidup Hanya Sementara, Hari Pembalasan Pasti Tiba: Pesan Kajian Tafsir Online UMS Read More »

Kajian Tarjih Online UMS ke-194 Bahas Fatwa tentang Mempercepat Shalat untuk Meringankan Jamaah

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara rutin menggelar Kajian Tarjih Online setiap hari Selasa pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal YouTube TvMu Channel.

Kajian Tarjih merupakan kegiatan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi dosen dan tenaga kependidikan UMS. Pada pekan ini, Selasa (7/10), Kajian Tarjih Online UMS telah memasuki pertemuan ke-194 dengan mengangkat tema “Fatwa Tarjih Muhammadiyah tentang Mempercepat Shalat dalam Rangka Meringankan Jamaah.”
Kajian tersebut disampaikan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag.

Dalam materinya, Dr. Imron menjelaskan bahwa shalat yang benar adalah shalat yang dilaksanakan dengan tumakninah, yakni ketenangan dalam setiap gerakan dan bacaan shalat. Ia menegaskan bahwa shalat tanpa tumakninah dapat diibaratkan sebagai “mencuri shalat,” karena tidak memenuhi kesempurnaan rukun ibadah.
“Jika shalat dilakukan dengan tumakninah, insyaallah akan membawa kekhusyukan dan menghadirkan ketenangan jiwa,” tutur Dr. Imron.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa mewashulkan bacaan dalam shalat tidak dianjurkan, karena dapat menghilangkan kesempatan untuk mencapai tumakninah. Adapun meninggalkan bagian-bagian yang bukan termasuk rukun shalat memang diperbolehkan, namun hal tersebut akan mengurangi kesempurnaan shalat.

Dr. Imron juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi jamaah ketika menjadi imam. “Jika shalat dilaksanakan secara berjamaah, sebaiknya imam membaca surat-surat Al-Qur’an yang pendek, mengingat jamaah terdiri dari beragam usia, termasuk anak-anak dan orang tua,” jelasnya.

Melalui kajian ini, peserta diharapkan memahami bahwa mempercepat shalat bukan berarti mengabaikan ketenangan dan kekhusyukan. Shalat harus dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ dengan keseimbangan antara kemudahan bagi jamaah dan kesempurnaan ibadah.

Kajian Tarjih Online UMS ke-194 Bahas Fatwa tentang Mempercepat Shalat untuk Meringankan Jamaah Read More »

“Mahasiswa Harus Seperti Pohon yang Kuat dan Bermanfaat,” Pesan Prof. Muzakar Isa dalam Baitul Arqam Kloter 9

Surakarta, 6 Oktober 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan Baitul Arqam mahasiswa kloter 9 di Masjid Sudalmiyah Rais. Kegiatan pembinaan yang berlangsung selama empat hari ini dibuka dengan kuliah umum oleh Prof. Dr. Muzakar Isa, SE., M.Si., CSBA., CIPE., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.

Dalam pemaparannya bertema “Implementasi Nilai-Nilai Aqidah dalam Membentuk Karakter Mulia dan Berjiwa Progresif Kemajuan bagi Mahasiswa FEB UMS”, Prof. Muzakar menegaskan pentingnya aqidah sebagai fondasi utama pembentukan karakter.

“Mahasiswa harus seperti pohon yang akarnya menghunjam kuat ke bumi. Kokoh dalam prinsip, lentur menghadapi tantangan, dan mampu memberikan manfaat bagi sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa UMS, khususnya di lingkungan FEB, perlu menanamkan nilai-nilai aqidah dalam kehidupan akademik dan sosial agar menjadi pribadi yang berintegritas, produktif, dan berdampak. Aqidah yang kuat, lanjutnya, akan melahirkan akhlak mulia serta semangat berkemajuan yang menjadi ciri khas insan Muhammadiyah.

Dalam sesi interaktif, Prof. Muzakar juga mengajukan pertanyaan kepada peserta mengenai tujuan dari Muhammadiyah. Pertanyaan tersebut mengarahkan mahasiswa untuk merenungi kembali esensi gerakan Islam Berkemajuan yang menjadi dasar perjuangan Muhammadiyah.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa Islam mengajarkan tajdid (pembaruan), wasathiyah (keseimbangan), dan semangat membawa rahmat bagi semesta alam. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diimplementasikan mahasiswa dalam sikap, pemikiran, dan karya nyata di masa depan.

Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi bagian dari upaya UMS dalam menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kepada mahasiswa, sekaligus membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi pelopor kemajuan bangsa.

“Mahasiswa Harus Seperti Pohon yang Kuat dan Bermanfaat,” Pesan Prof. Muzakar Isa dalam Baitul Arqam Kloter 9 Read More »

Scroll to Top