SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Qiyamul Lail yang ke-186 pada Jumat (10/10) pukul 03.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan pembinaan spiritual ini diikuti oleh para dosen dan tendik di UMS sebagai bagian dari upaya memperkuat iman dan ketakwaan para civitas akademika kampus.
Tausiyah dalam kajian tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H., yang menjelaskan bahwa iman bukan hanya sekadar keyakinan di dalam hati, tetapi juga harus diwujudkan dalam perbuatan baik dan cara hidup sehari-hari.
Prof. Kelik menekankan bahwa Islam selalu menghubungkan iman dengan tindakan nyata.
Beliau mengutip ayat Al-Qur’an dalam Surah Al-‘Ashr ayat 2–3:
“Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”
Menurut Prof. Kelik, ayat ini menyampaikan pesan bahwa iman yang tidak diiringi amal tidak akan memberikan manfaat, karena keimanan seharusnya mendorong seseorang untuk berperilaku jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak baik di kehidupan pribadi maupun profesional.
Selain itu, beliau juga membahas hadis Nabi Muhammad SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)
Menurut Prof. Kelik, hadis tersebut menjadi bukti bahwa iman harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi sosial dan kebaikan bagi sekitar.
“Iman yang tidak diwujudkan dalam tindakan, keputusan, dan pengabdian hanya akan menjadi konsep kosong.
Mukmin yang benar adalah yang mampu mencantumkan imannya dalam segala aspek kehidupan,” ujar Prof. Kelik.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, yang dipimpin untuk memohon agar seluruh civitas akademika UMS senantiasa diberikan kekuatan untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan.



