SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Qiyamul Lail pada Jumat (17/10) pukul 03.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang rutin diikuti dosen dan tenaga kependidikan ini menghadirkan tausiyah dari Dekan Fakultas Geografi UMS, Jumadi, Ph.D., yang mengangkat tema “Geografi dalam Al-Qur’an”.
Dalam pemaparannya, Jumadi menjelaskan bahwa dalam perspektif ilmu modern, geografi merupakan studi tentang tempat dan hubungan antara manusia dengan lingkungannya, termasuk elemen fisik bumi dan dinamika manusia. Penjelasan ini dihubungkan dengan bagaimana Al-Qur’an memuat berbagai isyarat ilmiah tentang bumi dan proses-proses geografi yang menyertainya.
Beliau memaparkan bahwa Al-Qur’an memuat ayat-ayat yang berkaitan dengan berbagai lapisan bumi dan kehidupan, antara lain:
- Atmosfer: 21 ayat
- Hidrosfer: 21 ayat
- Litosfer: 18 ayat
- Biosfer: 13 ayat
- Antroposfer: 17 ayat
“Struktur ayat-ayat ini membuat kita semakin takjub kepada Al-Qur’an. Kitab suci ini bukan buku geografi, tetapi memberikan petunjuk mendasar mengenai fenomena bumi yang sejalan dengan penemuan modern,” ujar Jumadi.
Salah satu pembahasan penting adalah ayat-ayat tentang pegunungan, terutama QS. An-Nahl ayat 15, yang menjelaskan fungsi gunung sebagai peneguh bumi. Dalam Al-Qur’an, kata gunung disebut 49 kali, dan 22 di antaranya menyinggung fungsinya sebagai pasak atau tiang pancang.
“Pasak adalah benda yang menancap ke dalam; bagian yang tampak jauh lebih kecil dibandingkan yang tertanam. Ayat ini menunjukkan hikmah bahwa bumi dipersiapkan agar stabil untuk dihuni manusia,” terang Jumadi.
Ia menegaskan bahwa ayat-ayat tersebut bukan mengajarkan teknis mekanika geologi seperti tektonik lempeng, tetapi menekankan kebijaksanaan penciptaan bumi sebagai tempat hidup yang stabil, memiliki pijakan, rute navigasi, sumber daya, dan perlindungan dari kondisi ekstrem.
“Justru dalam geologi modern, kita tahu bahwa gunung muncul karena tumbukan dan interaksi lempeng tektonik, yang juga memicu gempa. Namun Al-Qur’an mengajak kita melihat makna di balik itu: Allah menciptakan bumi dengan keseimbangan,” jelasnya.
Kegiatan Qiyamul Lail ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh sivitas akademika UMS semakin mampu mengambil pelajaran dari ayat-ayat kauniyah dan menguatkan integrasi ilmu dan iman.



