UMS Selenggarakan BAPS 48, Bekali Mahasiswa dengan Spirit Profetik dan Kesiapan Dunia Kerja

Surakarta, 9 Agustus 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-48. Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas ini menjadi wadah pembinaan akhir studi sebelum mereka terjun ke masyarakat.

Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan empat materi pokok yang mencakup dimensi spiritual, ideologis, moral, hingga praktis.

Pada sesi pertama, Prof. Harun Joko Prayitno menyampaikan materi PT IMAM Berdampak yang menekankan bahwa ilmu sejati adalah ilmu yang bermanfaat dan diamalkan. Mahasiswa diajak menginternalisasi konsep IMAM (Ilmu, Manfaat, Amal, Memberi) sebagai pedoman hidup agar mampu memberi dampak positif bagi lingkungan.

Sesi kedua menghadirkan Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. dengan materi Karakteristik Sarjana Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa mahasiswa Muhammadiyah harus berlandaskan Al-Islam dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Tidak hanya unggul secara intelektual, mahasiswa juga dituntut memiliki akhlak mulia, kemandirian, dan kepedulian sosial, serta menjunjung prinsip pembaruan, kerja sama, dan keberpihakan pada kaum lemah.

Pada sesi ketiga, Dr. Imron Rosyadi membawakan materi Peta Jalan Hidup Manusia. Ia menjelaskan bahwa kehidupan manusia adalah perjalanan dari alam ruh, janin, dunia, kubur, hingga akhirat. Orientasi hidup seorang muslim sejati adalah meraih ridha Allah dengan iman, amal saleh, serta persiapan menghadapi kematian sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Materi sesi keempat disampaikan oleh Dr. Mahasri Shobahiya dengan topik Persiapan Memasuki Dunia Kerja: Sudah Siapkah Kita?. Ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat di era digitalisasi, remote working, dan kecerdasan buatan (AI). Mahasiswa didorong memperkuat hard skills, soft skills, pengalaman magang, serta personal branding yang profesional. Selain itu, sikap tanggung jawab, growth mindset, dan adaptabilitas menjadi kunci utama dalam meraih kesuksesan kerja.

Sementara itu, pada sesi kelima, Suwinarno, M.P.I. menyampaikan materi Taharoh dan Shalat. Ia menegaskan pentingnya bersuci sebagai syarat sah ibadah, memberikan penjelasan tata cara wudhu yang benar, kondisi yang mengharuskan mandi besar, serta hikmah shalat sebagai sumber ketenangan dan kekuatan dalam kehidupan seorang muslim.

Dengan menghadirkan keempat materi tersebut, BAPS 48 menjadi sarana strategis untuk membekali mahasiswa UMS agar siap menjadi lulusan yang unggul, Islami, berakhlak mulia, serta mampu bersaing di tingkat global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Scroll to Top