Surakarta, 10 Februari 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Baitul Arqam 2 (Ibadah dan Muamalah) Kloter 1 yang berlangsung selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS. Kegiatan ini resmi dibuka dengan kuliah umum oleh Wakil Rektor 4 UMS, Prof. Em Sutrisna, M.Kes.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Sutrisna mengingatkan bahwa segala aktivitas bisa menjadi ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar. “Belajar itu ibadah, kuliah itu ibadah, datang tepat waktu pun ibadah. Orang tua kalian telah berkorban banyak demi pendidikan dan masa depan kalian. Jangan kecewakan mereka,” tegasnya.

Beliau menekankan bahwa kesuksesan sejati berawal dari ketaatan dalam beribadah. “Ibadah, sukses, tertib ibadah. Jika ingin sukses, awali dengan disiplin dalam ibadah: sholat tepat waktu berjamaah di masjid, puasa Ramadhan dengan penuh, menunaikan zakat, dan haji bagi yang mampu. Tertibkan ibadah, maka kehidupan akan lebih bermakna,” lanjutnya.

Menggugah kesadaran akan akhir kehidupan, Prof. Sutrisna mengingatkan peserta untuk selalu bersiap menghadapi kematian dengan baik. “Setiap perlombaan ditentukan di garis akhir. Kita tidak tahu kapan kita akan berakhir, maka pastikan kita mengakhiri dengan husnul khotimah,” ujarnya penuh makna.

Dalam refleksi mendalamnya, beliau membahas hakikat ruh dari sudut pandang medis dan teologis. “Ruh adalah milik Allah, dan kita tidak tahu bagaimana wujudnya. Dari sisi medis, bayi bisa meninggal dalam kandungan karena banyak faktor, seperti kondisi ibu yang lemah, kekurangan oksigen, atau malnutrisi. Dari sisi teologis, ada yang berpendapat bahwa ruh tersebut tidak menjawab perjanjian bala syahidna,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa setiap manusia telah mengikrarkan janji kepada Allah sebelum lahir. “Saat kita lahir ke dunia, kita telah menandatangani janji itu (bala syahidna). Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (muslim), namun lingkungan dan didikan orang tua berperan besar dalam membentuknya,” tambahnya.

Mengakhiri sesi inspiratifnya, Prof. Sutrisna mengajak mahasiswa untuk menanamkan niat yang lurus dalam belajar. “Niatkan kuliah sebagai ibadah, dan buatlah orang tua bangga. Itu juga bagian dari ibadah,” pesannya.

Baitul Arqam 2 ini diharapkan dapat menjadi momen penting bagi mahasiswa UMS untuk lebih memahami esensi ibadah dan muamalah dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membentuk karakter yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Munadhoroh Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Batch 3 Tahun 2025, dalam rangka memperdalam pemahaman dan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini berlangsung sejak 6 -15 Februari 2025 dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan (Tendik) UMS.

Kepala Bidang Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS, Yayuli, M.P.I., menjelaskan bahwa Munadhoroh kali ini berfokus pada aspek ajaran akhlak.

“Alhamdulillah, pada kesempatan ini, Munadhoroh membahas aspek akhlak, baik akhlak terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun akhlak dalam bekerja, khususnya di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti UMS. Harapannya, nilai-nilai AIK benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya, Kamis (6/2).

Munadhoroh ini bukanlah kegiatan pertama, melainkan sudah memasuki putaran ketiga. Kegiatan ini dirancang secara berkala untuk memastikan pemahaman dan implementasi ajaran Islam terus berkembang di lingkungan UMS.

“Kali ini, Munadhoroh untuk dosen dilaksanakan pada 6, 7, 8, 13 Februari, sementara untuk tendik dijadwalkan pada 14-15 Februari. Karena jumlah dosen lebih banyak, maka diberikan porsi waktu yang lebih panjang,” tambahnya.

Ke depan, Munadhoroh akan terus diadakan secara berkelanjutan, mencakup berbagai aspek ajaran Islam lainnya, seperti muamalah yang meliputi persoalan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

“Kemungkinan Munadhoroh ini akan diadakan setiap semester, karena masih banyak aspek lain yang perlu dibahas, termasuk masalah muamalah,” ujarnya.

Dengan adanya Munadhoroh ini, lanjutnya, UMS berharap seluruh civitas akademika semakin memahami dan mengamalkan ajaran Islam, sehingga nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan semakin melekat dalam setiap aspek kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., memberikan materi dengan tema ‘Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah dalam Akhlak’.

Sofyan menegaskan bahwa dalam hidup, perlu untuk menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat.

“Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW dalam mempraktikkan akhlak mulia, sehingga menjadi uswah hasanah yang diteladani oleh sesama sesuai dengan QS. Ali Imron 110,” paparnya.

Akhlak ini, lanjutnya, ada kaitannya dengan Islam Berkemajuan. Islam secara teologis merupakan refleksi dari nilai-nilai transendensi, liberasi, dan humanisasi sebagaimana tersirat dalam QS. Ali Imron 110 dan 104.

“Bapak ibu kerja di UMS, luar biasa. Kita perlu bersyukur, suasananya beda sekali. Kalau di UMS, saya menekankan kerja menjadi senang, bahagia kalau konteks kerja kita niatkan untuk beribadah kepada Allah,” jelas Rektor UMS itu.

Menurutnya, untuk memberikan sumbangsih kemajuan UMS, atau kemajuan Persyarikatan itu dimulai dari hal kecil.

“Setiap warga Muhammadiyah dalam melakukan amal dan kegiatan hidup harus senantiasa didasarkan pada niat yang ikhlas dalam wujud amal-amal shalih dan ihsan. Serta menjauhkan diri dari perilaku riya, sombong, Isra, fasad, dahsyat, dan kemungkaran,” ujarnya.

Kemudian, setiap warga Muhammadiyah juga dituntut untuk menunjukkan akhlak yang mulia, sehingga disukai/diteladani dan menjauhkan diri dari akhlak yang tercela.

“Tak hanya itu, setiap warga Muhammadiyah di manapun bekerja dan menunaikan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari harus benar-benar menjauhkan diri dari praktik buruk yang merugikan banyak orang,” pungkasnya. (Fika/Humas)

 

Source : https://news.ums.ac.id/id/02/2025/munadhoroh-aik-batch-3-rektor-ums-kerja-harus-diniatkan-sebagai-ibadah/

Surakarta, 4 Februari 2025 — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) S1 awal Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 pada Selasa, 4 Februari 2025, bertempat di Ruang Sidang LPPIK, Kampus 2 UMS.

Acara ini diawali dengan kajian oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., yang menekankan pentingnya membumikan Risalah Islam Berkemajuan dalam dunia pendidikan, sejalan dengan tuntutan abad ke-21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan inovasi. Dalam pemaparannya, Prof. Anif menggarisbawahi bahwa Islam yang berkemajuan harus berlandaskan tauhid, kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, mengembangkan ijtihad, bersifat moderat (wasathiyah), dan menjadi rahmat bagi semesta alam.

Rakor ini juga menjadi ajang pemantapan teknis perkuliahan AIK, baik dari segi persyaratan akademik, bahan ajar, hingga alur pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Pengembangan Persyarikatan Kemuhammadiyahan (PKL-PP). Khusus untuk AIK 4, mahasiswa diwajibkan melaksanakan perkuliahan klasikal dan kegiatan pengabdian di PRM/Masjid Muhammadiyah dengan porsi seimbang (50:50).

Ketua LPPIK UMS, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., menjelaskan bahwa PKL-PP tidak hanya bertujuan melatih mahasiswa dalam aktivitas dakwah dan pengembangan ranting, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bermuhammadiyah yang nyata di tengah masyarakat. Kegiatan ini mencakup observasi kondisi sosial-keagamaan, pemetaan ranting Muhammadiyah, hingga penyusunan dan pelaksanaan program kerja mahasiswa di lapangan.

Dalam sesi teknis, perwakilan LPMPP UMS turut memberikan penjelasan mengenai penggunaan sistem informasi PKL-PP berbasis web (pklpp.ums.ac.id) untuk pelaporan dan pemantauan kegiatan mahasiswa. Dosen pembimbing lapangan (DPL) diharapkan terlibat aktif dalam supervisi serta penguatan implementasi kegiatan PKL mahasiswa.

Rakor yang dihadiri lebih dari 45 dosen AIK dari berbagai fakultas di UMS ini menegaskan komitmen institusi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penggerak nilai-nilai Islam berkemajuan di masyarakat.

Surakarta, 23 Januari 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) sukses menyelenggarakan acara Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Periode ke-41 pada hari Kamis, 23 Januari 2025. Acara ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, dimulai pukul 04.30 hingga 14.30 WIB dan diikuti oleh 367 peserta.

Kegiatan diawali dengan sholat sunnah dan sholat subuh berjamaah, yang menjadi pembuka bagi rangkaian acara yang dihadiri oleh seluruh peserta. Sesi pertama dibuka dengan materi mengenai Kepemimpinan Spiritual yang disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. Dalam penyampaiannya, Prof. Sofyan menekankan pentingnya aspek spiritual dalam kepemimpinan seorang sarjana, serta bagaimana mereka dapat memimpin dengan hati yang tulus dan penuh integritas.

Pada sesi kedua, Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., memberikan materi bertajuk Karakter Sarjana Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa setiap sarjana Muhammadiyah harus mengedepankan nilai-nilai akhlak Islam dan berperan aktif dalam dakwah serta membangun peradaban yang lebih baik.

Setelah sesi kedua, peserta diberi waktu istirahat selama satu jam sebelum melanjutkan ke sesi ketiga. Dalam sesi ini, Kabid Pengamalan AIK, Bapak Yayuli, M.P.I., memaparkan Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih, memberikan wawasan lebih dalam mengenai pentingnya pengamalan ibadah yang sesuai dengan ajaran Muhammadiyah.

Sesi keempat disampaikan oleh Kaur Mentoring UMS, Bapak Hartono, M.Ag., yang membahas Aqidah dan Akhlak dalam Islam. Materi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali peserta tentang pentingnya menjaga iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun dalam peran mereka sebagai bagian dari masyarakat.

Sesi terakhir diisi oleh Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang memberikan materi mengenai Persiapan Berkarir Pasca Studi. Dalam sesi ini, Prof. Ihwan memberikan panduan dan kiat-kiat penting bagi para peserta untuk memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang matang, baik dari segi akademis maupun keterampilan pribadi.

Sepanjang acara, peserta diwajibkan untuk melaksanakan sholat berjamaah, meresume materi yang telah disampaikan, serta menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh panitia. BAPS Periode ke-41 ini merupakan bagian dari komitmen UMS untuk mempersiapkan para lulusannya menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga unggul dalam karakter dan kepemimpinan yang berbasis pada nilai-nilai spiritual dan akhlak Islam.

Dengan berakhirnya acara ini, para peserta diharapkan dapat membawa bekal ilmu dan pemahaman yang lebih mendalam untuk menghadapi tantangan pasca studi dan berperan dalam masyarakat sebagai agen perubahan yang berkualitas.

Surakarta, 22 Januari 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk para Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Rapat ini dihadiri oleh para Kaprodi dari seluruh fakultas di UMS.

Rakor yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut mengusung beberapa agenda utama, di antaranya:

  1. Pembukaan.
  2. Penjelasan Perkuliahan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) oleh Dr. Mujazin, yang menyampaikan detail teknis pelaksanaan perkuliahan AIK pada semester genap 2024/2025. Beberapa poin penting adalah:

– Persyaratan: Mahasiswa harus lulus membaca Al-Qur’an untuk mengambil AIK 3 dan lulus mentoring untuk AIK 4.

– Bahan Ajar: Materi AIK disesuaikan dengan kebutuhan setiap semester, mulai dari buku Ibadah hingga Kemuhammadiyahan, dengan kombinasi pembelajaran di kelas dan lapangan.

– Evaluasi dan Ploting Dosen: LPPIK bertanggung jawab terhadap review soal UTS/UAS serta koordinasi jadwal perkuliahan.

  1. Arahan Pimpinan LPPIK oleh Bapak Imron, yang menekankan pentingnya konsistensi implementasi nilai-nilai Islami di lingkungan perkuliahan.
  2. Pemaparan Lain-lain oleh Bapak Yayuli, Bapak Suwinarno, dan Bapak Hartono yang mencakup adab perkuliahan, perencanaan mentoring, serta koordinasi pelaksanaan Baitul Arqam Purna Studi.
  3. Tanya Jawab, di mana para Kaprodi berdiskusi langsung terkait kendala maupun masukan teknis.
  4. Penutup.

Dalam paparan yang disampaikan, ditegaskan bahwa AIK 4 akan dilaksanakan dengan pendekatan 50% perkuliahan di kelas dan 50% kegiatan lapangan yang berkolaborasi dengan LPMPP, seperti menggerakkan ranting Muhammadiyah dan masjid sekitar. Hal ini diharapkan mampu membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya berpengetahuan tetapi juga belajar berorganisasi  dan berkontribusi pada Masyarakat.

Rapat ini menjadi momen penting untuk memperkuat koordinasi antara LPPIK dan program studi demi keberhasilan penyelenggaraan mata kuliah AIK yang Islami dan berkualitas di UMS. Para Kaprodi diharapkan dapat menerapkan hasil koordinasi ini dengan baik sehingga visi pendidikan UMS dapat tercapai.

Acara diharapkan agar koordinasi seperti ini terus berjalan secara optimal di masa mendatang.

Surakarta, 19 Januari 2025 – Bertempat di Firdaus Fatimah Zahra, pelatihan manasik haji untuk fasilitator yang akan bertugas pada program Baitul Arqam Studi Islam II tahun 2024/2025 berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan ibadah haji, sehingga fasilitator dapat memberikan bimbingan yang tepat kepada peserta.

Acara ini dipandu langsung oleh Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang membuka pelatihan dengan memberikan gambaran umum mengenai pentingnya pemahaman manasik haji dalam mendukung kualitas Baitul Arqam. Dr. Imron menekankan bahwa fasilitator yang berkompeten akan sangat berpengaruh dalam memastikan peserta mampu memahami ibadah haji secara praktis dan teoritis.

Selain itu, Kabid Pengamalan AIK LPPIK UMS, Ustadz Yayuli, M.P.I., juga turut memberikan materi yang lebih mendalam mengenai tata cara pelaksanaan haji, dari mulai niat, rukun haji, hingga pelaksanaan setiap ritual dengan sempurna. Beliau berharap para fasilitator dapat menjadi agen yang efektif dalam mentransfer ilmu kepada peserta, dengan mengedepankan metode yang mudah dipahami dan aplikatif.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini mendapatkan respons positif dari para fasilitator yang hadir. Para peserta pelatihan merasa lebih siap untuk menjalankan tugas mereka dalam mendampingi peserta Baitul Arqam Studi Islam II, agar bisa memahami dan melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan fasilitator yang terlibat dalam Baitul Arqam dapat memberikan pengajaran yang berkualitas dan dapat menjawab kebutuhan spiritual peserta dalam menyongsong ibadah haji yang sesungguhnya.

Surakarta, 16 Januari 2025 – LPPIK UMS sukses menyelenggarakan Dauroh Manhaj Tarjih Fasilitator UMS selama dua hari berturut-turut, yakni pada 15-16 Januari 2025. Acara yang diadakan di Ruang Sidang LPPIK ini diikuti oleh fasilitator Baitul Arqam Mahasiswa UMS yang antusias untuk mendalami manhaj tarjih dalam rangka meningkatkan kualitas dakwah dan pembelajaran di kampus.

Acara dimulai dengan pembukaan yang penuh antusias, ditandai dengan menyanyikan Mars Muhammadiyah, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala LPPIK UMS, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. Beliau membuka kegiatan ini dengan menggarisbawahi pentingnya pemahaman metodologi tarjih dan ijtihad yang didasarkan pada kaidah dan manhaj yang benar, agar kegiatan istinbath dapat dipertanggungjawabkan dan diterima oleh umat.

Hari pertama kegiatan dauroh diisi dengan materi-materi yang mendalam dan aplikatif. Pembicara pertama, Bapak Ghoffar Ismail, S.Ag., M.A. (MTT PP Muhammadiyah), menyampaikan wawasan mengenai Pendekatan Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Manhaj Tarjih, yang membuka wawasan peserta dalam mengintegrasikan berbagai pendekatan dalam metodologi tarjih. Materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang juga merupakan MTT PWM Jateng, mengulas tuntas tentang Penggunaan Metode Bayani dalam Manhaj Tarjih, serta bagaimana metode ini dapat diadaptasi dalam konteks kekinian.

Hari pertama diakhiri dengan pembahasan mengenai Otentisitas dan Pemahaman Hadis oleh Bapak Ruswa Darsono, S.T., yang sangat krusial dalam menguatkan dasar hukum dalam fatwa tarjih.

Hari kedua dauroh tidak kalah menarik, dengan materi yang lebih kompleks namun tetap aplikatif. Prof. Dr. M. Zuhri, M.A. mengajak peserta untuk lebih memahami Penggunaan Maqashid Syariah dalam Fatwa Tarjih, memberikan perspektif yang lebih luas mengenai tujuan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sesi berikutnya, Bapak Yayuli, M.P.I., menjelaskan Sumber Paratektual dalam Manhaj Tarjih, sebuah topik yang sangat relevan untuk memahami konteks dan sumber hukum di luar teks utama.

Tak ketinggalan, Bapak Ruswa Darsono, S.T., memberikan materi tentang Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT), yang semakin menambah wawasan peserta mengenai keseragaman waktu dalam kegiatan keagamaan.

Acara ditutup dengan sesi praktek tarjih yang dipandu langsung oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., di mana peserta diajak untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama dauroh ke dalam situasi nyata.

Dengan berakhirnya acara dauroh ini, diharapkan fasilitator UMS dapat memperkuat kualitas dakwah dan pembelajaran dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip tarjih yang sahih dan tepat. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memberikan bekal metodologi yang kuat untuk mencetak generasi yang cakap dan berintegritas.

Acara ditutup dengan penuh kesan mendalam, menandakan bahwa para peserta siap untuk membawa ilmu yang telah didapatkan ke dalam kegiatan dakwah dan pengajaran mereka, serta dapat menginspirasi umat untuk lebih memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip Islam yang moderat dan berkeadilan.

Kegiatan Dauroh Manhaj Tarjih Fasilitator UMS ini membuktikan bahwa pengembangan keilmuan dalam dakwah tidak hanya penting, tetapi juga sangat mendesak dalam menjawab tantangan zaman.

Surakarta, 14 Januari 2025 – LPPIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Pelatihan Strategi dan Materi Baitul Arqam yang ditujukan bagi para fasilitator Baitul Arqam mahasiswa pada tanggal 13-14 Januari 2025. Pelatihan ini berlangsung di LPPIK UMS dan dihadiri oleh para fasilitator yang akan terlibat dalam kegiatan Baitul Arqam Studi Islam II Tahun 2024/2025.

Acara dimulai dengan menyanyikan mars Muhammadiyah, diikuti oleh sambutan dari Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., Kepala LPPIK UMS. Beliau menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas fasilitator dalam menyampaikan materi dan mengimplementasikan strategi yang tepat dalam Baitul Arqam, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap berbagai isu kontemporer yang sering muncul dalam konteks pembinaan mahasiswa.

Pada hari pertama, peserta menerima materi yang sangat relevan. Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. membuka sesi dengan pemaparan mengenai problematika pernikahan, waris, dan perbankan. Kemudian, materi dilanjutkan oleh Bapak Yayuli, MPI, yang membahas mengenai problematika sujud, shalat gerhana, dan jenazah. Sesi terakhir di hari pertama kembali diisi oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang membahas tentang Zakat, Infaq, dan Sodaqah.

Pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada pendalaman strategi dan teknik fasilitasi, untuk memperkuat keterampilan para fasilitator dalam menyampaikan materi Baitul Arqam secara efektif. Pelatihan ini ditutup dengan sesi pemecahan masalah (problem solving), yang diikuti oleh diskusi aktif antar peserta, sebelum akhirnya acara ditutup secara resmi.

Melalui pelatihan ini, LPPIK UMS berharap para fasilitator dapat lebih siap dalam menjalankan tugas mereka dengan pemahaman yang mendalam mengenai isu-isu keagamaan dan strategi penyampaian materi yang lebih efektif. Pelatihan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa para fasilitator dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa peserta Baitul Arqam Studi Islam II Tahun 2024/2025.

Surakarta, 31 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 27 pada hari Selasa, 31 Desember 2024.

Acara pembukaan yang berlangsung di Masjid Sudalmiyah Rais ini dirangkai dengan kuliah umum oleh Dr. Muh Nur Rochim Maksum, M.Pd.I, Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam UMS.

Dalam kuliah umum bertajuk “Aqidah sebagai Dasar Akhlak dan Adab”, Dr. Muh Nur Rochim menekankan pentingnya akhlak sebagai manifestasi ibadah dan aqidah yang benar. Ia menjelaskan bahwa akhlak mencerminkan hubungan seorang Muslim dengan Allah SWT dan menjadi tujuan utama ajaran Islam.

“Akhlak adalah buah dari ibadah yang berakar pada aqidah. Seseorang tidak akan memiliki akhlak mulia jika ibadahnya tidak berkualitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Muh Nur Rochim membedakan antara akhlak dan adab. Akhlak, menurutnya, adalah karakter yang berdasarkan aqidah, sedangkan adab lebih terikat pada norma sosial dan tradisi budaya. Ia mencontohkan, “Orang Jepang mungkin beradab, tetapi mereka tidak berakhlak dalam konteks Islam.”

Kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 27 ini akan berlangsung selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk memperkuat aqidah, meningkatkan kualitas ibadah, dan membentuk akhlak mulia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya menjadi pribadi yang taat secara ritual, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Surakarta, 27 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS menggelar kuliah umum dan pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 26 pada hari Jum’at, 27 Desember 2024, yang dilaksanakan di Masjid Sudalmiyah Rais. Kegiatan Baitul Arqam kali ini berlangsung selama 4 hari, dengan tujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam mengenai aqidah, akhlak, serta kehidupan islami yang sesungguhnya.

Kuliah umum dimulai dengan penuh antusias, diisi oleh Dr. Suranto, M.M., S.T., selaku Direktur Sekolah Vokasi UMS. Dalam penyampaiannya, Dr. Suranto mengajak seluruh mahasiswa untuk menanamkan prinsip hidup yang baik, yakni dengan menyebarkan kebaikan di manapun kita berada. Sebagaimana yang tertulis dalam QS. Al-Maun, ketika kita berbuat kebaikan, hati kita akan dijaga, namun jika hati kita kotor, kita akan mudah berbuat maksiat. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya berbuat baik sebagai bagian dari aqidah yang shahihah.

Lebih lanjut, Dr. Suranto menyampaikan sebuah pesan penting mengenai masa depan. Dalam kuliah tersebut, beliau mengungkapkan pentingnya memiliki visi yang jelas terhadap masa depan, karena banyak mahasiswa yang setelah lulus tidak tahu akan menjadi apa. Bahkan, menurut data, 80% mahasiswa bekerja tidak sesuai dengan ijazah mereka. Untuk itu, beliau mengajak para mahasiswa untuk mengetahui dengan pasti tujuan hidup mereka, agar langkah hidup ke depan lebih terarah dan sukses.

Dr. Suranto juga membagikan pesan-pesan dari beberapa ayat Al-Qur’an yang menguatkan kita untuk senantiasa berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah. Di antaranya adalah QS. Al-Maidah ayat 8-15, yang mengingatkan bahwa Allah tidak jauh dari prasangka hamba-Nya, dan QS. Al-Furqan ayat 63-77 yang mendorong kita untuk sering membaca Al-Qur’an sebagai amalan yang membawa keberkahan.

Sebagai bagian dari kuliah umum yang menarik, Dr. Suranto juga menyelipkan penampilan sulap permainan kartu yang mengandung filosofi mendalam. Dalam trik tersebut, uang sebesar 20.000 rupiah milik seorang mahasiswa diubah menjadi 50.000 rupiah setelah dimasukkan ke dalam kantong beliau. Hal ini menggambarkan bahwa dengan ikhlas beribadah dan bersedekah, Allah akan menggantikan dengan lebih banyak kebaikan. Konsep ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an tentang sedekah yang dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah 215, 261, dan 271, bahwa sedekah adalah implementasi aqidah yang baik dan akan membawa kemuliaan bagi yang melakukannya.

Dr. Suranto menutup kuliah umum dengan ajakan agar kita semua senantiasa bertaubat, memperbanyak kebaikan, dan menjadikan orangtua sebagai sumber kebahagiaan kita, karena doa orangtua merupakan kunci lancarnya masa depan kita. “Rajakanlah orangtua Anda, maka rezeki akan dirajakan. Buatlah mereka tersenyum agar hidup Anda bahagia, baik di dunia maupun di akhirat,” ujar beliau.

Kegiatan kuliah umum dan pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 26 ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Suranto, memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dalam keimanan dan keislaman, serta agar setiap langkah yang diambil oleh para mahasiswa selalu diberkahi dan membawa kebaikan.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan penuh kebaikan, keikhlasan, dan tujuan yang jelas menuju masa depan yang lebih gemilang.

Scroll to Top