Surakarta, 23 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS mengadakan kuliah umum sekaligus pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 25 pada hari Senin, 23 Desember 2024. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut diselenggarakan di Masjid Sudalmiyah Rais UMS.

Kuliah umum kali ini diisi oleh Bapak Hartono, M.Ag., Kaur Mentoring LPPIK UMS. Dalam materinya, Bapak Hartono mengajak mahasiswa untuk mengimplementasikan iman dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang baik dan tawadhu. “Sebagai orang mukmin, iman kita bukan hanya sekadar percaya, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengaplikasikannya dalam hidup kita,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang akan menghadapi UAS dengan mengutip QS. Al-Maidah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Bapak Hartono menekankan agar mahasiswa menjauhi pemahaman yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti tahayul, bid’ah, dan churafat. Selain itu, beliau menjelaskan bahwa akhlak merupakan buah dari iman dan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pergaulan kampus. “Akhlak adalah kebiasaan yang harus dijaga dan dipraktikkan terus-menerus,” tambahnya.

Kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 25 ini bertujuan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan akhlak, dan membekali mahasiswa dengan pengetahuan untuk menghadapi tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari.

Surakarta, 21 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kuliah umum AIK dengan topik “Pemuda Muhammadiyah sebagai Kader Perubahan” yang disampaikan oleh Bapak M. Izzul Muslimin, S.IP., Sekretaris PP Muhammadiyah. Kuliah umum ini diadakan secara daring melalui Zoom dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube UMS. Acara ini diikuti oleh mahasiswa semester 3 atau mereka yang sedang mengambil mata kuliah Islam dan IPTEK.

Dalam pemaparannya, Bapak M. Izzul Muslimin menekankan pentingnya peran pemuda Muhammadiyah sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa setiap kader Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk membawa perubahan positif dan menjaga prinsip-prinsip Muhammadiyah hingga akhir hayat. Menjadi kader Muhammadiyah tidak hanya berarti menjadi pemimpin, tetapi juga mendukung dan mengikuti dengan ilmu, atau disebut ittiba’. “Pengikut itu juga dibutuhkan. Kita tidak boleh taklit, tapi ittiba’, pengikut harusnya begitu. Ittiba’ adalah mengikuti tapi dengan ilmu. Jangan seperti yang sekarang, orang-orang mengikuti hal yang viral tapi tidak tahu maksud dan tujuannya apa,” ujar beliau.

Pada sesi tanya jawab, Fadlan Anshori, mahasiswa PAI, mengajukan pertanyaan tentang tantangan menjadi kader Muhammadiyah di kalangan mahasiswa yang tidak semuanya aktif sebagai kader. Menanggapi hal ini, Bapak M. Izzul Muslimin menegaskan bahwa tidak semua orang harus menjadi pemimpin; peran sebagai pendukung juga sangat penting. Beliau menekankan bahwa setiap individu harus menyadari posisinya dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

Pertanyaan berikutnya diajukan oleh Fauzan, mahasiswa manajemen, yang menanyakan solusi Muhammadiyah ketika ada kader yang menjabat namun tidak sesuai dengan prinsip Muhammadiyah. Menjawab pertanyaan ini, Bapak M. Izzul Muslimin menekankan pentingnya memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam menjalankan peran apapun. “Perubahan bisa dilakukan bersama-sama dengan menyesuaikan posisi. Kadang di depan menjadi pemimpin, kadang di belakang sebagai pengikut,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menyatakan bahwa Islam adalah agama yang siap menghadapi perubahan zaman. Meskipun metode pembelajaran seperti menggunakan Zoom tidak ada pada zaman dahulu, prinsip-prinsip ilmu pengetahuan tetap dapat diperoleh. Perubahan, menurut beliau, haruslah terkontrol dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada agar Muhammadiyah tidak tertinggal atau dilupakan.

Kesimpulan dari kuliah umum ini adalah bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang berkemajuan dan selalu relevan dalam berbagai aspek umat, bangsa, dan organisasi. Entah sebagai pelopor, pelangsung, atau penyempurna, setiap kader Muhammadiyah diharapkan dapat memberikan kontribusi sekecil apapun. Prinsip yang harus dipegang adalah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang progresif dan terus berkontribusi bagi umat, bangsa, dan organisasi.

Kuliah umum ini memberikan wawasan baru dan memotivasi para mahasiswa untuk terus berperan aktif dalam gerakan Muhammadiyah, baik sebagai pemimpin maupun pendukung, dengan memegang teguh prinsip-prinsip agama dan ilmu pengetahuan.

Surakarta, 18 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kuliah umum sekaligus pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 24 di Masjid Sudalmiyah Rais. Acara yang berlangsung selama empat hari ini dihadiri oleh para mahasiswa UMS dan dibuka dengan kuliah umum oleh Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., selaku Kabid Pengembangan Persyarikatan LPMPP UMS.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Kuswaji menyampaikan pentingnya mengikhlaskan niat selama mengikuti rangkaian Baitul Arqam. “Mari kita ikhlaskan niat kita selama empat hari ini untuk memperoleh ilmu terkait dengan Islam. Semua ini insyaAllah akan mengantarkan kita pada keselamatan di dunia dan akhirat,” ujar Prof. Kuswaji.

Beliau juga membahas implementasi nilai-nilai aqidah dalam membentuk akhlak mulia bagi mahasiswa UMS. Prinsip-prinsip aqidah Islam yang disampaikan meliputi keyakinan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, hari akhir, dan takdir, baik dan buruknya. Prof. Kuswaji menekankan bahwa tauhid adalah inti dari aqidah Islam, dan pentingnya menolak segala bentuk penyembahan selain kepada Allah.

Selain itu, beliau menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip aqidah ini dapat diterapkan dalam kehidupan akademik mahasiswa. “Keikhlasan dalam belajar, mengutamakan kebenaran, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bertindak adalah beberapa cara untuk menerapkan aqidah dalam aktivitas akademik,” kata Prof. Kuswaji.

Prof. Kuswaji juga menekankan pentingnya menjaga akhlak dalam pergaulan sehari-hari. Menurutnya, adab terhadap sesama mahasiswa, menjaga pergaulan, dan menjadi teladan yang baik merupakan bagian dari aplikasi aqidah Islam. Beliau mengajak mahasiswa untuk menjauhi segala bentuk penyimpangan dan menegakkan prinsip-prinsip Islam dengan berani melawan kebatilan dan menegakkan kebenaran.

Acara Baitul Arqam ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa UMS yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan kokoh dalam keimanan. Dengan mengikuti kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan dapat menguatkan iman sebagai fondasi kehidupan Islami yang membawa keselamatan di dunia dan akhirat.

Selama empat hari ke depan, para peserta Baitul Arqam akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperdalam pemahaman mereka tentang Islam dan mengaplikasikan nilai-nilai aqidah dalam kehidupan sehari-hari. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta dan membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka.

Surakarta, 14 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pendidikan Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah sukses menggelar Dauroh Tahfidz Juz 30 bagi dosen dan tenaga pendidikan (tendik). Acara yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 13 dan 14 Desember 2024 ini diadakan di Ruang Sidang LPPIK dan diikuti oleh 25 dosen dan tendik.

Ustadz Imron Rosyadi, dalam sambutannya, mengungkapkan harapannya agar para dosen dan tendik mampu menghafal juz 30 dengan baik. Ia menegaskan pentingnya menghafal Al-Qur’an sebagai salah satu upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dauroh tahfidz kali ini menghadirkan musyrif Fazlur Rahman Rosyadi, Lc., yang menyampaikan materi tentang tips menghafal Al-Qur’an dengan mudah. Penyampaian materi yang disertai dengan metode praktis membuat peserta semakin antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini.

Salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti acara ini. “Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan semangat untuk belajar Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujarnya.

Alhamdulillah, kegiatan dauroh tahfidz juz 30 untuk dosen dan tendik selama dua hari ini berjalan dengan lancar. Pihak LPPIK akan menindaklanjuti masukan dari para peserta untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatan ini di masa mendatang.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para dosen dan tendik UMS dapat lebih termotivasi untuk terus menghafal Al-Qur’an dan memperkuat hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT.

Surakarta, 12 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Periode ke-40pada hari Kamis, 12 Desember 2024. Acara yang berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS ini dimulai pukul 04.30 hingga 14.30 WIB.

Kegiatan dimulai dengan sholat sunnah dan sholat subuh berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta. Sesi pertama dimulai pukul 05.00 WIB dengan materi tentang Kepemimpinan Spiritual (Spiritual Leadership) yang disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.

Pada sesi kedua, Kabid Pembelajaran AIK Mahasiswa & Kerjasama Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Dr. Mujazin, M.A. memberikan materi mengenai Karakter Sarjana Muhammadiyah.

Setelah sesi kedua, peserta diberikan waktu istirahat selama satu jam mulai pukul 07.50 hingga 08.45 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ketiga yang diisi oleh Kasubid Baitul Arqam, Bapak Suwinarno,M.P.I.  yang membahas Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih.

Pada sesi keempat, materi tentang Persiapan Berkarir Pasca Studi disampaikan oleh Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D Wakil Rektor III UMS. Sesi terakhir diisi oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., Kepala LPPIK UMS, yang memberikan materi tentang Aqidah dan Akhlak dalam Islam sebagai bekal bagi para alumni UMS.

Peserta diwajibkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, meresume materi yang telah disampaikan oleh para pembicara, serta menaati peraturan yang telah ditetapkan.

BAPS Periode ke-40 ini merupakan bagian dari upaya UMS untuk memberikan bimbingan akademis dan spiritual yang komprehensif kepada mahasiswa sebelum mereka lulus, sehingga mereka siap menghadapi karir dan pengembangan pribadi di masa depan.

Surakarta, 10 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam untuk mahasiswa kloter 22. Acara ini berlangsung selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais dan diawali dengan kuliah umum oleh Dr. Mujazin, M.A., yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pembelajaran AIK Mahasiswa dan Kerjasama LPPIK UMS.

Dalam kuliah umumnya yang bertajuk “Implementasi Akhlak Utama Salafush Sholih”, Dr. Mujazin menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh dan mendalam. Berikut adalah ringkasan materi yang disampaikan:

  1. Mengajak kepada yang Ma’ruf dan Mencegah yang Mungkar

Dr. Mujazin menekankan pentingnya amar ma’ruf nahi munkar, yang merupakan syariat Islam paling mulia. Ia mengutip ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi untuk menjelaskan bahwa ajaran ini adalah kunci terjaganya umat Islam. Amar ma’ruf dilakukan sesuai kemampuan dan mempertimbangkan maslahatnya.

  1. Mendahulukan Sikap Lemah Lembut dalam Berdakwah

Dakwah harus dilakukan dengan lemah lembut, penuh hikmah, dan nasehat yang baik. Allah memerintahkan untuk berdakwah dengan cara yang bijaksana dan menghindari kekerasan.

  1. Sabar dalam Berdakwah

Kesabaran adalah kunci sukses dalam berdakwah. Dr. Mujazin menjelaskan pentingnya sabar menghadapi perilaku jahat manusia, berdasarkan firman Allah dan hadits Nabi. Shalat dan sabar adalah dua pilar utama dalam menghadapi cobaan.

  1. Menjaga Keutuhan Jama’ah Kaum Muslimin

Ahlus Sunnah berprinsip untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Persatuan umat adalah kunci kesuksesan dan kesejahteraan bersama.

  1. Memberi Nasehat kepada Setiap Muslim

Agama adalah nasehat. Dr. Mujazin menekankan pentingnya saling memberi nasehat dalam kebaikan dan takwa, sesuai dengan hadits Nabi.

  1. Bersama Pemerintah Kaum Muslimin dalam Beragama

Menjaga tegaknya syariat Islam dan kebaikan jamaah adalah prinsip utama. Dr. Mujazin mengingatkan pentingnya lingkungan yang beriman dan taat kepada Allah.

  1. Bersegera Melaksanakan Shalat Wajib dan Khusyu’

Ahlus Sunnah bersegera menunaikan shalat wajib di awal waktu dan menjaga kekhusyukan serta ketenangan dalam shalat. Shalat yang khusyu’ adalah tanda keberuntungan orang beriman.

  1. Semangat Melaksanakan Qiyamul Lail

Shalat malam adalah amalan yang sangat dianjurkan. Dr. Mujazin mengajak mahasiswa untuk rajin melaksanakan qiyamul lail sebagai bagian dari petunjuk Nabi.

  1. Tegar Menghadapi Ujian

Ahlus Sunnah tetap teguh dalam menghadapi musibah dan bersyukur dalam kelapangan. Mereka ridho dengan takdir yang pahit.

  1. Tidak Mengharap-Harap Datangnya Musibah

Mereka tidak meminta musibah, namun bersabar jika musibah datang, dan tetap berusaha mencari jalan keluar.

  1. Tidak Berputus Asa dari Pertolongan Allah

Ahlus Sunnah tidak berputus asa dari rahmat Allah saat menghadapi cobaan, karena mereka yakin di balik kesulitan ada kemudahan.

  1. Tidak Kufur Nikmat

Ahlus Sunnah bersyukur atas segala nikmat, baik yang kecil maupun besar, dan menghindari kufur nikmat.

  1. Menghiasi Diri dengan Akhlak yang Mulia

Ahlus Sunnah selalu berusaha menghiasi diri dengan akhlak yang mulia dan baik.

Dengan materi yang mendalam dan aplikatif, Dr. Mujazin berharap para mahasiswa dapat mengimplementasikan akhlak utama salafush sholih dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan Baitul Arqam ini diharapkan dapat memperkuat iman dan ketakwaan mahasiswa serta menumbuhkan semangat beramal ma’ruf nahi munkar dalam setiap aspek kehidupan.

Surakarta, 6 Desember 2024 — Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS melaksanakan kuliah umum dan pembukaan Baitul Arqam bagi Mahasiswa Kloter 21 pada hari Jum’at, 6 Desember 2024, bertempat di Masjid Sudalmiyah Rais. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dan bertujuan untuk memperkuat pondasi iman serta karakter mahasiswa.

Kuliah umum ini diisi oleh Dr. Triyono, M.Si., Kabiro Administrasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang membahas pentingnya iman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam presentasinya, Dr. Triyono menekankan bahwa iman harus dibangun di atas enam rukun iman, dengan penjelasan mendalam tentang iman kepada Allah, malaikat, kitab-Nya, dan nabi serta rasul. Ia mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang menguatkan pentingnya keikhlasan dalam beribadah dan membentuk karakter yang baik.

Iman kepada Allah menjadi fokus utama, di mana beliau mengingatkan bahwa setiap tindakan kita, termasuk shalat dan ibadah, harus ditujukan semata-mata untuk Allah. “Keberanian untuk menjauhi maksiat akan membawa kita kepada janji Allah bagi orang-orang yang beriman,” tuturnya.

Selain itu, Dr. Triyono juga menjelaskan mengenai iman kepada malaikat yang diharapkan menjadi teladan dalam disiplin, integritas, dan rasa saling percaya dalam berinteraksi dengan sesama. Dr. Triyono mengajak mahasiswa untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an, yang merupakan petunjuk hidup dan sumber kekuatan spiritual. Ia menekankan pentingnya membaca dan memahami Al-Qur’an agar hati kita tidak kosong dan terhindar dari pengaruh negatif.

Meskipun banyak hal yang disampaikan, Dr. Triyono mengakui bahwa waktu yang terbatas membuatnya belum sempat menjelaskan beberapa aspek penting seperti iman kepada hari akhir dan iman kepada qadha dan qadar. Ia berencana akan melanjutkan pembahasan tersebut di kesempatan lain, agar mahasiswa dapat memahami secara menyeluruh tentang rukun iman yang merupakan fondasi penting dalam ajaran Islam.

Surakarta, 3 Desember 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 20. Acara ini berlangsung di Masjid Sudalmiyah Rais dan akan dilaksanakan selama empat hari. Pembukaan ditandai dengan kuliah umum yang dibawakan oleh Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., Kabiro Kemahasiswaan UMS.

Dalam kuliah umum yang bertema “Implementasi Nilai-Nilai Aqidah dalam membentuk Akhlaq Mulia bagi Mahasiswa UMS” Bapak Ahmad Kholid menekankan pentingnya empat pilar relasi dasar manusia. Ia menjelaskan bahwa manusia harus memiliki hubungan yang baik dengan dirinya sendiri, Tuhan, sesama, dan dunia (alam, Iptek, profesi). “Manusia yang baik adalah manusia yang memiliki relasi yang baik dengan dirinya sendiri, sesama, dunia, dan Tuhan,” ujar Ahmad Kholid.

Lebih lanjut, beliau memberikan contoh konkret tentang cara tolong menolong dan memberikan sesuatu kepada orang tua, menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. “Sebagai khalifah di muka bumi, kita diberi tiga perangkat oleh Allah, yaitu kalbu, akal, dan nafsu. Dengan ketiga perangkat ini, kita harus mampu menyempurnakan akhlak yang baik,” tambahnya, merujuk pada hadis Rasulullah yang menyatakan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.

Selain itu, Ahmad Kholid juga menekankan bahwa implementasi nilai-nilai yang dipelajari di Baitul Arqam akan menghantarkan kesuksesan bagi para mahasiswa. “IPK bukan segalanya, jangan sampai berbuat kecurangan. Jangan sampai punya teman yang menghantarkan kita ke dalam kemaksiatan,” pesannya.

Kegiatan Baitul Arqam ini diharapkan dapat membentuk akhlak mulia bagi para mahasiswa UMS dan mempersiapkan mereka untuk menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan pembekalan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjalani kehidupan kampus dengan lebih baik dan membawa dampak positif dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Dengan penuh semangat, para peserta Baitul Arqam Kloter 20 siap mengikuti rangkaian kegiatan selama empat hari ke depan, mengisi hari-hari mereka dengan berbagai kegiatan yang membangun karakter dan meningkatkan spiritualitas.

Surakarta, 23 November 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara kuliah umum sekaligus pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 18 pada hari Sabtu, 23 November 2024. Acara yang dilaksanakan di Masjid Sudalmiyah Rais ini diikuti oleh para mahasiswa baru dan berlangsung selama empat hari. Kuliah umum pada acara tersebut diisi oleh ibu Dr. Rizka, S.Ag., M.H Dosen Fakultas Hukum UMS.

Dalam kuliah umumnya, Ibu Dr. Rizka menekankan pentingnya akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengawali dengan menyatakan, “Aqidah sangat berpengaruh pada akhlak seseorang, oleh karena itu kita harus memperkuat aqidah kita untuk membentuk akhlak yang baik.”

“Membaca Al-Qur’an adalah kebiasaan yang harus kita tanamkan. Al-Qur’an menjadi sumber petunjuk hidup yang bisa mendekatkan kita kepada Allah,” ujarnya.

Ibu Rizka menjelaskan pentingnya amanah dengan berkata, “Kita perlu menjaga kejujuran dan amanah dalam setiap tindakan, dan ini dimulai dari hal kecil, termasuk menjaga sholat dan memahami makna bacaan sholat.”

“Kesehatan adalah bagian penting dalam menjalankan ibadah. Kita harus menjaga kesehatan agar dapat beribadah dengan lebih baik,” tambahnya.

Kegiatan Baitul Arqam bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang akhlak karimah dan akhlak mahmudah. Ibu Rizka berharap, “Semoga semua peserta dapat menerapkan pelajaran yang diperoleh selama baitul arqam ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.”

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan diri dan menjalin ukhuwah dengan sesama, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Surakarta, 19 November 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara kuliah umum sekaligus pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 17 pada hari Selasa, 19 November 2024. Acara yang dilaksanakan di Masjid Sudalmiyah Rais ini diikuti oleh para mahasiswa baru dan berlangsung selama empat hari.

Kuliah umum pada acara tersebut diisi oleh Ustadz Jazuli, M.P.I, selaku Kepala Bidang Pengamalan AIK dan Kaderisasi Pondok Shabran. Dalam kuliah umum yang disampaikan, Ustadz Jazuli menekankan pentingnya dasar aqidah yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menggunakan lisan, mata, telinga, tangan, dan kaki.

“Lisan yang didasari dengan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah akan menghasilkan perkataan yang lembut dan penuh adab”, ujar ustadz Jazuli. Begitu pula dengan penglihatan, yang harus diarahkan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah baik dalam ayat qauliyah (firman-Nya) maupun ayat kauniyah (keadaan alam semesta), seperti yang tertera dalam QS. Al-Ghasiyah ayat 17. Telinga juga harus digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah, seperti yang diingatkan dalam QS. Al-A’raf ayat 179.

Lebih lanjut, Ustadz Jazuli mengingatkan bahwa hidup kita harus senantiasa didasarkan pada aqidah yang lurus dan benar, yaitu aqidah Islamiyah. Beliau mengutip kisah Imam Syafi’i yang mengingatkan kita bahwa kemaksiatan dapat merusak hafalan dan ilmu, yang sejatinya merupakan cahaya dari Allah.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Jazuli juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk senantiasa menjaga kejujuran dalam setiap aktivitas, terutama dalam kuliah dan ujian. Kejujuran adalah bentuk ibadah yang menunjukkan bahwa kita selalu menghadirkan Allah dalam setiap perbuatan.

Kuliah umum ini ditutup dengan pengingat bahwa akhlak yang baik, yang merupakan salah satu tujuan utama hidup umat Islam, dapat tercapai jika kita selalu ingat kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan. Beliau mengutip hadits Rasulullah yang menegaskan pentingnya akhlak mulia dalam berinteraksi dengan sesama:

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi).

Selama 4 hari 3 malam Baitul Arqam, mahasiswa akan menggali dan mengeksplorasi ajaran Islam, terutama dalam hal aqidah dan akhlak, sebagai dasar kehidupan mereka.

Scroll to Top