Surakarta, 16 November 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Periode ke-39 pada hari Sabtu, 16 November 2024. Acara yang berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS ini dimulai pukul 04.30 hingga 14.30 WIB, diikuti oleh 245 peserta.

Kegiatan dimulai dengan sholat sunnah dan sholat subuh berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta. Sesi pertama dimulai pukul 05.00 WIB dengan materi tentang Kepemimpinan Spiritual (Spiritual Leadership) yang disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.

Pada sesi kedua, Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., memberikan materi mengenai Karakter Sarjana Muhammadiyah, dengan menekankan pentingnya “9 Golden Habits” untuk mencapai karakter tersebut.

Setelah sesi kedua, peserta diberikan waktu istirahat selama satu jam mulai pukul 07.50 hingga 08.45 WIB.

Setelah istirahat, sesi ketiga diisi oleh Kabid Pengamalan AIK, Bapak Yayuli, M.P.I., yang memaparkan Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pengamalan ibadah yang sesuai dengan ajaran Muhammadiyah.

Sesi keempat diisi oleh Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang membahas Aqidah dan Akhlak dalam Islam, mengingatkan peserta untuk senantiasa menjaga iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi terakhir ditutup oleh Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., dengan materi Persiapan Berkarir Pasca Studi. Dalam sesi ini, Prof. Ihwan memberikan panduan dan kiat-kiat penting bagi para peserta untuk memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang matang, baik dari segi akademis maupun keterampilan pribadi.

Setelah istirahat, sesi ketiga diisi oleh Kabid Pengamalan AIK, Bapak Yayuli, M.P.I., yang memaparkan Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pengamalan ibadah yang sesuai dengan ajaran Muhammadiyah.

Sesi keempat diisi oleh Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang membahas Aqidah dan Akhlak dalam Islam, mengingatkan peserta untuk senantiasa menjaga iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi terakhir ditutup oleh Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., dengan materi Persiapan Berkarir Pasca Studi. Dalam sesi ini, Prof. Ihwan memberikan panduan dan kiat-kiat penting bagi para peserta untuk memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang matang, baik dari segi akademis maupun keterampilan pribadi.

Surakarta, 15 November 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan bangga menyelenggarakan kuliah umum dan pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 16 pada hari Jum’at, 15 November 2024. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Sudalmiyah Rais dan akan dilaksanakan selama empat hari, bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai aqidah, akhlak, dan kehidupan Islami.

Acara dimulai dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Miftakhul Huda, S.Pd., M.Pd., Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMS. Dalam kuliahnya, Dr. Miftakhul Huda mengangkat tema penting mengenai keimanan dan akhlak dalam Islam. Beliau mengutip ayat Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah: 155-157 yang menyebutkan, “Mereka yang ditimpa musibah, dan mereka mengucapkan innalillahi wa innailaihi roji’un. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan-Nya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Lebih lanjut, Dr. Miftakhul Huda menjelaskan bahwa aqidah yang kuat membentuk sifat ikhlas dalam setiap amal perbuatan. Dalam surah Al-Bayyinah:5, Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).

“Ketika aqidah kita kuat, maka akhlak mulia akan muncul dengan sendirinya. Kita akan menjadi pribadi yang tawakal, berserah diri kepada Allah, serta senantiasa bertakwa, yang merupakan nilai utama yang lahir dari aqidah yang benar,” ujar Dr. Miftakhul Huda.

Beliau juga menekankan pentingnya memperbaiki aqidah dalam pendidikan karakter. Seorang pribadi yang memiliki aqidah yang benar akan tercermin dalam sikap dan perilakunya, menjauhi sifat-sifat buruk dan semakin dekat dengan nilai-nilai Islam yang hakiki.

Kuliah umum ditutup dengan doa bersama agar Allah senantiasa membimbing hati kita untuk tetap dalam aqidah yang benar dan memberi kemudahan dalam membentuk akhlak yang mulia. Semoga dengan bekal aqidah yang kuat, kita bisa menjadi manusia yang lebih baik, memperoleh husnul khatimah di akhir hayat, dan menjadi umat yang mendapat rahmat-Nya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para mahasiswa baru yang mengikuti Baitul Arqam sebagai sarana pembentukan karakter Islami yang lebih kuat.

Surakarta, 11 November 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar acara Baitul Arqam bagi mahasiswa. Pembukaan kegiatan ini ditandai dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Zakki Azani, S.Th.i., M.Ed., Ph.D., selaku Kepala LPPIK UMS. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Sudalmiyah Rais dan akan berlangsung selama empat hari.

Dalam kuliah umumnya, Dr. Zakki Azani menyampaikan beberapa poin penting yang berfokus pada akhlak, disiplin, dan panduan hidup berdasarkan ajaran Islam. Beliau memulai dengan menyoroti bahaya judi, termasuk judi online, yang bisa mengakibatkan berbagai kejahatan, penyiksaan, bahkan kematian.

“Judi itu merugikan. Banyak sekali kejahatan, penyiksaan, pembunuhan, bunuh diri, dan lainnya karena faktor terjerat judi online. Jangan terlalu suka kemewahan yang sesaat atau tergiur tren kekinian. Ukuran kita adalah perintah Allah dan Rasul, bukan ukuran orang lain,” ujar Zakki Azani.

Beliau juga menekankan pentingnya bersyukur dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Dalam menghadapi kehidupan modern, mahasiswa diajak untuk tidak hanya melihat segala sesuatu dari sisi lahiriah tetapi juga batiniah.

“Kegalauan, kesengsaraan, gejolak jiwa berpotensi menghinggapi hidup kita karena selalu mengejar sesuatu yang kita tidak tahu. Penting bagi mahasiswa untuk melihat esensi dari setiap tindakan dan tren yang diikuti. Kenali diri kita dengan mengenal tujuan hidup sesuai ajaran Allah dan Rasul,” lanjutnya.

Dalam sesi tanya jawab, Galang dari jurusan Teknik Mesin menanyakan tentang makna hidup dan kebebasan dalam Islam. Menjawab pertanyaan tersebut, Dr. Zakki Azani menjelaskan bahwa makna hidup selalu berubah sesuai zaman dan konteks.

“Maknanya selalu berubah-ubah. Ibaratnya yang tetap itu perubahan. Akhlaknya berubah, makanya di Barat selalu menciptakan hero seperti Batman, Spiderman, karena mereka tidak ada standar hidup. Di Islam, kebebasan diartikan sebagai ikhtiar atau usaha mencari kebaikan sesuai ketentuan Allah SWT,” jawabnya.

Dr. Zakki Azani juga menegaskan bahwa pendidikan adalah proses mendisiplinkan diri yang berujung pada pembentukan karakter manusia yang bernilai dan berakhlak mulia. “Pendidikan itu hakikatnya disiplin, mendisiplinkan diri. Bukan hanya di ranah pribadi tapi juga institusi. Itu semua untuk membentuk karakter hidup kita agar menjadi manusia bernilai dan berakhlak mulia. Karena tidak ada akhlak tanpa disiplin,” jelasnya.

Acara Baitul Arqam ini diharapkan dapat memberikan bekal spiritual dan moral bagi mahasiswa UMS agar mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan baik dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam. Dengan demikian, mereka tidak hanya meraih prestasi di dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.

Surakarta, 8 November 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses mengadakan pelatihan SPADA khusus untuk dosen AIK. Pelatihan dengan tema “Pelatihan Mendesain Pembelajaran dan Assasement dengan SPADA” ini diadakan pada hari Jumat, 8 November 2024, di ruang sidang LPPIK.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Biro Inovasi dan Pembelajaran (BIP) UMS, yaitu Bapak Afriza Animawan Arifin, S.Psi., M.A. dan Ibu Inda Fresti Puspitasari, S.Pd., M.Sc. Mereka memberikan penjelasan mendalam tentang SPADA (Sistem Pembelajaran Daring Indonesia), sebuah platform pembelajaran daring yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengajaran dan penilaian.

 

Peserta pelatihan, yang terdiri dari dosen-dosen AIK, menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi berlangsung. Pemateri memberikan penjelasan komprehensif mengenai SPADA dan langsung mengajak peserta untuk mempraktikkannya. Peserta dibimbing secara langsung oleh pemateri dalam membuat kelas online di portal LMS SPADA UMS, sehingga mereka dapat merasakan pengalaman praktis dalam mendesain pembelajaran dan assessment secara efektif. Hal ini memungkinkan para dosen untuk lebih memahami dan menguasai penggunaan SPADA dalam mendesain pembelajaran dan assessment yang lebih efektif dan efisien.

 

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya LPPIK untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan UMS, khususnya dalam mata kuliah AIK. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para dosen dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran dan penilaian, sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi para mahasiswa.

 

LPPIK berharap bahwa melalui pelatihan ini, para Dosen AIK dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan efektif. Diharapkan penggunaan SPADA akan memperkaya metode pengajaran dan evaluasi, sehingga kualitas pendidikan di UMS semakin meningkat. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat memotivasi para dosen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, demi tercapainya visi dan misi UMS sebagai universitas yang unggul dan Islami.

Surakarta, 8 November 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kuliah umum sekaligus pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 14. Acara ini berlangsung selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais.

Kuliah umum diisi oleh Apt. Peni Indrayudha, M.Biotech, Ph.D, Wakil Dekan III Fakultas Farmasi UMS. Dalam ceramahnya, beliau membahas pentingnya aqidah dalam Islam serta kaitannya dengan pembentukan akhlakul karimah.

Menurut Peni Indrayudha, aqidah berasal dari kata ‘aqada yang berarti simpul atau ikatan yang kokoh. Aqidah merupakan keyakinan yang tersimpul kuat dalam hati dan bersifat mengikat. Sumber aqidah dalam Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah, yang wajib diimani dan diamalkan oleh setiap Muslim.

Aqidah yang kuat menjadi dasar bagi terbentuknya akhlakul karimah, yaitu akhlak yang mulia dan luhur. Akhlakul karimah mencakup sifat-sifat positif seperti kejujuran, kesabaran, kebaikan hati, dan rasa hormat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya yang terbaik dari kalian adalah yang terbaik akhlaknya.”

Peni Indrayudha juga menekankan pentingnya beribadah dengan niat yang ikhlas, sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW, serta membentuk karakter yang baik melalui berbagai aktivitas keagamaan dan organisasi.

Di akhir ceramahnya, Apt. Peni Indrayudha mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga iman, shalat, dan memperbaiki akhlak. Beliau menekankan bahwa sifat-sifat seperti jujur, amanah, ikhlas, dan tawadhu merupakan poin penting yang harus dimiliki oleh setiap individu.

Dalam bukunya “Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim,” Buya Hamka menyampaikan bahwa menjadi seorang Muslim adalah menjadi kain putih yang dicelup dengan warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta; rahmat bagi semesta alam.

“Jaga iman, jaga shalat, dan perbaiki akhlak. Jujur, amanah, ikhlas, tawadhu adalah poin penting bagi kita hidup di dunia, dan itu tidak mudah. Maka kita perlu latihan supaya memiliki kualitas profesional dan kualitas karakter yang luar biasa,” ujar Peni Indrayudha.

Acara Baitul Arqam ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan aqidah yang teguh dan akhlak yang mulia, sebagai fondasi dalam kehidupan mereka sebagai seorang Muslim. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk generasi muda yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan zaman dengan landasan iman dan ilmu yang kuat.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Periode ke-38 pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024. Acara ini diadakan di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, dengan dihadiri oleh 710 peserta.

Acara dimulai pada pukul 04.30 WIB dengan sholat sunah dan sholat subuh berjamaah yang dipimpin oleh Bapak Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. Setelah sholat subuh, beliau melanjutkan acara dengan memberikan materi sesi pertama yang bertemakan Spiritual Leadership.

Sesi kedua diisi oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., Kepala LPPIK UMS, yang memberikan materi tentang Aqidah-Akhlak dalam Islam. Peserta kemudian diberikan waktu istirahat selama satu jam dari pukul 07.50 hingga 08.45 WIB.

Pada sesi ketiga, Bapak Yayuli, M.P.I., Kabid Pengamalan AIK, menyampaikan materi mengenai Prinsip-Prinsip Ibadah menurut Manhaj Tarjih. Materi dilanjutkan oleh Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., Wakil Rektor IV UMS, yang menjelaskan Karakter Sarjana Muhammadiyah dengan fokus pada sembilan kebiasaan emas.

Sesi terakhir ditutup dengan pemaparan dari Prof. Ihwan Susila, M.Si., Ph.D., Wakil Rektor III UMS, mengenai Persiapan Berkarir Pasca Studi.

Peserta diwajibkan untuk sholat berjamaah di Masjid Sudalmiyah Rais, meresume materi yang telah disampaikan oleh para pembicara, serta mematuhi peraturan yang ditetapkan selama acara.

Surakarta, 25 Oktober 2024 – Masjid Sudalmiyah Rais kembali dipenuhi oleh 1.500 jamaah dalam kegiatan Cinta Subuh yang digelar pada Jumat, 25 Oktober 2024. Peserta kegiatan kali ini terdiri dari mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara ini diisi dengan ceramah oleh Ustadz Daud Akhyari, S.Pd., M.Pd., seorang da’i muda yang merupakan alumnus Fakultas Agama Islam (FAI) UMS.

Cinta Subuh merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa semester 1, yang diawali dengan shalat Subuh berjamaah. Setelahnya, para peserta mendapatkan kuliah Subuh yang disampaikan oleh Ustadz Daud Akhyari. Dalam ceramahnya, beliau menyinggung tema taubat kematian, menekankan pentingnya kesadaran akan akhir hayat dan perlunya memperbaiki diri sebelum terlambat.

Program Cinta Subuh sendiri merupakan bagian dari pembinaan akhlak dan spiritual mahasiswa baru UMS. Selain memperoleh pahala dari shalat berjamaah dan ilmu dari ceramah yang disampaikan, peserta juga mendapatkan sarapan pagi yang disiapkan oleh panitia Gerakan UMS Cinta Subuh.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen mahasiswa dalam menjalankan ibadah serta sebagai sarana silaturahmi antar mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan Cinta Subuh juga menjadi salah satu pondasi spiritual bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik yang lebih islami di kampus, sejalan dengan program AIK kemahasiswaan seperti Baitul Arqam dan Mentoring.

Surakarta, 22 Oktober 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum serta pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 13, yang dimulai pada hari Selasa, 22 Oktober 2024, di Masjid Sudalmiyah Rais. Rangkaian kegiatan Baitul Arqam yang berlangsung selama empat hari ini dibuka secara resmi oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, Kepala LPPIK UMS.

Dalam kuliah umumnya, Dr. Imron Rosyadi menekankan “Implementasi Nilai-Nilai Aqidah dalam Membentuk Akhlaq Mulia bagi Mahasiswa”. Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah, dan bila terdapat lebih dari satu tuhan, maka akan terjadi kekacauan di alam ini, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anbiya ayat 22:

لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah, Tuhan pemilik ʻArasy, dari apa yang mereka sifatkan. 

Lebih lanjut, Dr. Imron juga menjelaskan tentang sifat Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Ia menyampaikan bahwa Allah adalah Tuhan yang mengetahui apa yang disembunyikan di dalam hati dan apa yang terlihat di langit dan bumi, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 29:

قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗوَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”. Ayat ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim bahwa tidak ada yang luput dari pengawasan Allah.

Dr. Imron juga mengajak para mahasiswa untuk memahami bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta dan Pemelihara seluruh alam, yang memberi rezeki, mematikan, dan menghidupkan kembali makhluk-Nya. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam surat Ar-Rum ayat 40:

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْۗ هَلْ مِنْ شُرَكَاۤىِٕكُمْ مَّنْ يَّفْعَلُ مِنْ ذٰلِكُمْ مِّنْ شَيْءٍۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ࣖ

“Allahlah yang menciptakanmu, kemudian menganugerahkanmu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu persekutukan (dengan Allah) yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.”, beliau menekankan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan atas kehidupan dan kematian, serta memberikan rezeki kepada hamba-Nya.

Dr. Imron mengingatkan bahwa setiap manusia diciptakan dengan tujuan. Perbedaan manusia dengan makhluk lainnya adalah kehidupan manusia berlanjut setelah kematian. Oleh karena itu, ia mengutip hadis Nabi yang menyatakan bahwa orang yang paling cerdas adalah yang mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Pembukaan Baitul Arqam ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman keislaman dan ketauhidan para mahasiswa UMS, sehingga mereka dapat mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.

Sabtu, 19 Oktober 2024 – LPPIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Cinta Subuh di Masjid Sudalmiyah Rais dengan menghadirkan Ust. Dr. Hakimudin Salim sebagai narasumber. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 1500 jamaah, yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Cinta Subuh merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa semester 1 UMS. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan serta membiasakan diri melaksanakan sholat subuh berjamaah. Acara dimulai dengan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan ceramah atau kuliah subuh yang disampaikan oleh Ust. Dr. Hakimudin Salim, dan diakhiri dengan sarapan pagi yang disediakan oleh panitia Gerakan UMS Cinta Subuh.

Panitia Gerakan UMS Cinta Subuh menyediakan sarapan pagi bagi peserta yang hadir. Selain mendapatkan pahala besar karena melaksanakan sholat subuh berjamaah dan menuntut ilmu, peserta juga mendapatkan rezeki berupa sarapan pagi. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang disiplin, berilmu, dan bertakwa.

Surakarta, 18 Oktober 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kuliah umum dan pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 12 pada Jumat, 18 Oktober 2024. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Sudalmiyah Rais ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dan akan berlangsung selama empat hari.

Dalam kuliah umum ini, Dr. Jumadi, S.Si., M.Sc, Ph.D, Dekan Fakultas Geografi UMS, membahas tema tentang “Implementasi nilai-nilai aqidah dalam membentuk akhlaq bagi mahasiswa”, yang merupakan konsep pokok dalam agama Islam yang menjelaskan tentang keesaan Allah. Beliau menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis tauhid, yaitu:

  1. Tauhid Rububiyah: Keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, pemilik, dan pengendali alam semesta. “Allah yang menghidupkan dan mematikan dengan takdir-Nya, serta mengendalikan seluruh alam semesta,” ujar Dr. Jumadi. Pemahaman ini bertujuan agar manusia mengakui keagungan Allah SWT atas semua makhluk yang diciptakan-Nya.
  2. Tauhid Uluhiyah: Mengesakan Allah SWT dalam ibadah. Dr. Jumadi menekankan, “Niatkan belajar hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Tidak boleh untuk kepentingan lain selain kepada Allah. Mendapat pekerjaan itu urusan belakangan. Seperti berqurban adalah untuk beribadah kepada Allah, dan mendapat daging qurban itu bonusnya.” Tauhid ini menjelaskan bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah.
  3. Tauhid Asma wa Sifat: Beriman kepada nama-nama dan sifat Allah SWT yang terdapat dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya. “Beriman kepada nama Allah dan sifat-Nya ini bertujuan untuk mengetahui bahwa apa yang Allah SWT sifatkan untuk dirinya adalah benar dan mutlak,” katanya. Ia mengutip ayat Al-Qur’an, “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik” (QS. Thaha: 8).

Dr. Jumadi juga menyinggung isu megathrust yang sempat membuat panik masyarakat Indonesia. “Sesungguhnya yang memiliki takdir adalah Allah, yang mengendalikan akan adanya bencana adalah Allah, sedangkan manusia hanya meramal. Kalau Allah berkehendak bencana, maka bencana terjadi. Kita tidak tahu akan takdir Allah SWT,” jelasnya.

Menurut Dr. Jumadi, ibadah memiliki makna penting dalam kehidupan seorang Muslim. Ibadah adalah cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. “Ibadah merupakan manifestasi penghambaan manusia kepada Sang Pencipta, bentuk rasa syukur atas semua kebaikan dan berkah, serta sarana komunikasi antara manusia dan Allah SWT,” jelasnya.

Dr. Jumadi menekankan pentingnya iman dan akhlak dalam kehidupan seorang Muslim. “Iman itu tempatnya dalam hati yang membenarkan semua yang dibawa Rasul Muhammad SAW, baik yang bersifat wajib maupun yang mustahil bagi Allah SWT,” jelasnya. Beliau juga mengutip beberapa hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik adalah kunci utama untuk masuk surga. “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik,” tambahnya mengutip salah satu hadis.

Baitul Arqam ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman tauhid dan akhlak islami para mahasiswa, sehingga mereka dapat mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran tauhid dan akhlak yang baik, diharapkan mahasiswa dapat menjadi individu yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan ini, kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 12 resmi dibuka, diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam dan aplikasi nyata tentang tauhid dan akhlak islami dalam kehidupan sehari-hari.

Scroll to Top