Surakarta, 14 Oktober 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum dan pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 11. Acara yang berlangsung selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais ini dimulai dengan kuliah umum oleh Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., Wakil Dekan IV Fakultas Teknik UMS, yang mengusung tema “Implementasi nilai-nilai aqidah dalam membentuk akhlaq bagi mahasiswa”.

Dalam kuliah umumnya, Dr. Nur Aklis menekankan pentingnya aqidah dan akhlak sebagai fondasi utama untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Beliau menjelaskan bahwa kesuksesan dapat dicapai melalui iman dan amal soleh serta dengan menjalankan aqidah yang telah ditetapkan oleh Allah. Pendidikan, menurutnya, bertujuan untuk membentuk akhlak yang sesuai dengan fitrah manusia, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 172.

Dr. Nur Aklis juga menyampaikan bahwa aqidah Islam adalah fitrah manusia yang mencakup keyakinan yang kokoh dalam hati, mengikat, dan mendatangkan ketentraman jiwa. Aqidah dan iman, yang sering dianggap sama, sebenarnya saling melengkapi. Iman melibatkan keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan perbuatan, sementara aqidah adalah bagian dari iman itu sendiri.

Lebih lanjut, Dr. Nur Aklis membahas tentang tauhid, yang berarti mengesakan Allah. Beliau menjelaskan syarat-syarat tauhid, seperti ilmu yang menafikan kebodohan, yakin yang menafikan keraguan, menerima yang menafikan penolakan, patuh yang menafikan meninggalkan, ikhlas yang menafikan syirik, jujur yang menafikan dusta, dan cinta yang menafikan kebencian.

Selain itu, Dr. Nur Aklis menguraikan konsep akhlak dalam Islam. Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, muncul secara spontan tanpa dorongan luar, dan selaras dengan moral serta etika. Akhlak Islam mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk akhlak kepada Allah, manusia, diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan alam. Beliau menegaskan bahwa akhlak adalah tolok ukur keimanan seseorang, di mana akhlak yang baik menunjukkan tingkat keimanan yang tinggi.

Dr. Nur Aklis berharap bahwa melalui kuliah umum ini, para mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya meneladani akhlak Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meraih kesuksesan yang sejati di dunia dan akhirat.

Surakarta, 9 Oktober 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan acara kuliah umum serta pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 10. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari berturut-turut di Masjid Sudalmiyah Rais.

Kuliah umum yang menjadi bagian dari pembukaan Baitul Arqam ini disampaikan oleh Dr. Muchamad Iksan, S.H., M.H., selaku Direktur Dana Pensiun Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beliau membawakan materi dengan topik “Implementasi Nilai-Nilai Aqidah dalam Membentuk Akhlak Mulia bagi Mahasiswa.”

Dalam kuliah umumnya, Dr. Iksan menekankan pentingnya sikap sami’na wa’ato’na, yaitu mendengar dan taat. Beliau merujuk pada QS. Ali Imran: 19 yang berbunyi,

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama yang diridhoi (di sisi) Allah adalah Islam.” Dr. Iksan menegaskan bahwa semakin berat seseorang menjalani agama, semakin besar balasan yang akan diterimanya di akhirat, tentunya dengan ikhtiar yang besar. Beliau juga mengutip ayat, “Barang siapa yang mencari (agama) selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” Dr. Iksan menjelaskan empat aspek penting dalam Islam, yaitu:
  1. Aqidah: Merupakan dasar pemikiran dan sistem keyakinan yang menjadi pondasi terpenting dalam Islam. Aqidah Islam yang utama adalah tauhid, mengesakan Allah.
  2. Ibadah: Tindakan ibadah yang dilakukan sesuai dengan ajaran Islam.
  3. Akhlak: Perilaku mulia yang harus dimiliki oleh setiap Muslim.
  4. Muamalah (duniawiyah): Hubungan sosial dan aktivitas duniawi yang sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam kuliah umumnya, Dr. Iksan memberikan tiga nasihat penting untuk mencapai keselamatan di dunia dan akhirat:
  1. Bertakwalah kepada Allah di manapun kalian berada:

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di manapun kalian berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskan (keburukan). Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik.” (HR. At-Tirmidzi). Beliau menekankan pentingnya bertakwa baik dalam keramaian maupun kesendirian, serta selalu taat kepada Allah dalam segala kondisi. Khusus bagi mahasiswa yang tinggal di kos jauh dari keluarga, Dr. Iksan berpesan untuk mengontrol diri sendiri dan menanamkan dalam diri bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah.

  1. Iringilah keburukan dengan kebaikan:

Dr. Iksan mengingatkan bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, namun yang penting adalah menyadari kesalahan tersebut, bertaubat, dan menggantinya dengan amal kebaikan. Beliau mencontohkan percakapan antara Umar bin Khattab RA dan Ubay bin Ka’ab tentang makna takwa, di mana Ubay menjelaskan bahwa takwa adalah berjalan hati-hati di jalan yang penuh duri.

  1. Pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia:

Standar akhlak mulia adalah akhlaknya Rasulullah SAW. Sayidina Aisyah menjelaskan bahwa akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Dr. Iksan menegaskan bahwa mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang baik akhlaknya. Beliau menekankan bahwa akhlak yang baik harus didasari iman yang kuat, agar berbuah pada perilaku yang mulia. Akhlak mulia Rasulullah meliputi kejujuran (sidiq), amanah, kecerdasan (fatonah), kemampuan mengajak yang baik dan mencegah yang mungkar (tabligh), serta sifat-sifat seperti cinta kasih, penyayang, empatik, pekerja keras, ahli ibadah, rendah hati, murah hati, sabar, santun, dan pemberani.

Dr. Iksan mengakhiri kuliah umumnya dengan mengajak para mahasiswa untuk meneladani akhlak dan sifat Rasulullah SAW, agar mencapai keselamatan di dunia dan akhirat.

Surakarta, 5 Oktober 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) berhasil melaksanakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Periode ke-37 pada hari Sabtu, 5 Oktober 2024, di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS. Acara ini dihadiri oleh 807 peserta, yang berkumpul sebelum pukul 04.30 WIB untuk mengikuti sholat sunnah dan sholat subuh berjamaah.

BAPS kali ini dibuka oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., selaku Kepala LPPIK UMS, yang menyampaikan materi tentang Aqidah-Akhlak dalam Islam pada sesi pertama. Materi kedua disampaikan oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., yang menjelaskan mengenai Karakter Sarjana Muhammadiyah dan bagaimana karakter tersebut dapat dicapai melalui 9 golden habits.

Setelah istirahat selama satu jam, sesi ketiga dilanjutkan oleh Bapak Hartono, M.Ag., yang membahas Spiritual Leadership. Pada sesi keempat, Bapak Suwinarno, M.P.I, memberikan wawasan tentang Prinsip-Prinsip Ibadah menurut Manhaj Tarjih.

Sesi terakhir diisi oleh Prof. Ihwan Susila, M.Si., Ph.D., selaku Wakil Rektor III UMS, yang memberikan materi mengenai Persiapan Berkarir Pasca Studi sebagai bekal bagi para alumni UMS.

Seluruh peserta diwajibkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Sudalmiyah Rais dan menyusun resume dari materi yang disampaikan. Para peserta juga diharapkan untuk menaati peraturan yang telah ditetapkan selama acara berlangsung.

Dengan terselenggaranya BAPS ini, diharapkan peserta dapat memperoleh wawasan dan bekal yang bermanfaat dalam menjalani kehidupan akademis dan profesional mereka setelah menyelesaikan studi.

Surakarta, 1 Oktober 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 8 pada hari Selasa, 1 Oktober 2024. Acara ini berlangsung selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais, UMS.

Acara pembukaan diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Bapak Rois Fatoni, S.T., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik UMS. Dalam kuliah umumnya, Bapak Rois Fatoni membahas tentang penciptaan alam semesta dan peran manusia di bumi. Beliau menjelaskan bahwa Jupiter tidak bisa didarati oleh manusia karena permukaannya terdiri dari gas, sementara Mars terlalu keras untuk ditinggali. Allah menciptakan bumi sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia, seperti yang tertulis dalam QS. Al-Baqarah: 22.

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

Bapak Rois Fatoni menjelaskan bahwa kata “Earth” berasal dari bahasa Arab, yaitu “ardh,” yang berarti bumi. Bumi diciptakan dengan kondisi yang ideal, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak, sehingga dapat dihuni, diolah, dan dimakmurkan oleh manusia.

Beliau menekankan bahwa agar manusia dapat terus eksis dan lestari, kita tidak boleh merusak bumi dan tidak boleh menumpahkan darah satu sama lain. Hal ini sesuai dengan pernyataan malaikat bahwa manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tugas untuk memakmurkan bumi.

Dalam kuliah umumnya, Bapak Rois Fatoni menyampaikan bahwa tujuan hidup manusia mencakup tiga aspek utama:

  1. Ibadah kepada Tuhan:Menekankan pentingnya beribadah kepada Allah sebagai tujuan utama penciptaan manusia.
  2. Fungsi Khalifah:Menggambarkan peran manusia sebagai pengganti yang bertanggung jawab untuk melestarikan kehidupan di bumi. Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk berbakti kepada orangtua dan mempersiapkan generasi penerus yang kuat.
  3. Pemakmuran Bumi:Menyadari bahwa Allah menciptakan bumi sebagai tempat tinggal yang nyaman, manusia dilarang merusak dan saling membunuh. Manusia diharapkan untuk membantu sesama agar bisa bahagia di dunia dan akhirat.

Bapak Rois Fatoni juga menyoroti pentingnya amal usaha Muhammadiyah, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, untuk menjalankan tiga fungsi tersebut. Pendidikan di Muhammadiyah selalu mengajarkan ibadah kepada Allah, beristiklafah (berterima kasih dan menjaga kesejahteraan manusia), dan isti’maroh (menciptakan kehidupan yang makmur dan menyenangkan).

Beliau menutup kuliah umum dengan pertanyaan reflektif kepada para mahasiswa, “Peran apa yang kalian berikan kepada masyarakat setelah menjadi profesional?” Beliau menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi muda yang memiliki fisik yang kuat dan akhlak yang baik, serta menjalankan peran isti’maro (memakmurkan bumi).

Kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 8 ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam serta membentuk karakter mahasiswa yang berakhlak mulia. Selama empat hari, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan diri dan spiritual mereka.

Dengan demikian, melalui kuliah umum dan kegiatan Baitul Arqam ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami dan menjalankan peran mereka sebagai khalifah di bumi, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat aqidah para mahasiswa serta meningkatkan akhlak mereka, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan berdaya guna bagi umat dan bangsa.

Surakarta, 27 September 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan acara pembukaan Baitul Arqam untuk mahasiswa kloter 7 pada hari Jum’at, 27 September 2024. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais dan diawali dengan kuliah umum oleh Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.

Dalam kuliah umumnya, Dr. Muzakar Isa menekankan pentingnya memiliki aqidah yang kuat sebagai pondasi utama untuk mencapai kesuksesan. “Jika kalian ingin sukses, maka harus kokoh dan kuat. Aqidah yang kuat adalah dasar untuk menghasilkan akhlak yang baik,” ujar Dr. Muzakar Isa. Beliau juga menyoroti pentingnya memiliki kekuatan internal dan ketahanan dalam menghadapi perubahan lingkungan.

Beliau menjelaskan bahwa aqidah adalah input penting dalam teori ekonomi yang akan menghasilkan output berupa akhlakul karimah. Mengutip QS. Ibrahim: 24-25, beliau menggambarkan bahwa aqidah yang kuat ibarat pohon dengan akar yang kokoh dan cabang yang menjulang tinggi. “Akhlak yang baik adalah cerminan dari aqidah yang kuat dan menjadi manifestasi dari aqidah tersebut,” tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab, Dr. Muzakar Isa menanyakan kepada mahasiswa peserta Baitul Arqam tentang penilaian diri mereka. Beberapa mahasiswa menilai diri mereka dengan angka 6, 7, 8, hingga 9. Beliau berpesan agar tidak ada yang sombong dengan nilai tinggi dan tidak minder dengan nilai rendah. “Yang paling penting adalah kita mampu menjadi diri kita sendiri karena kepintaran tidak ada hubungannya dengan rezeki,” tegasnya.

Dr. Muzakar Isa juga menjelaskan konsep akhlakul karimah, yang merupakan akhlak mulia, luhur, dan baik. Akhlakul karimah mencakup prinsip-prinsip moral yang mengarah pada perilaku bermartabat terhadap Allah SWT dan sesama manusia. Ini mencerminkan karakter positif seperti kejujuran, kesabaran, kebaikan hati, rasa hormat, dan kasih sayang.

Beliau menekankan bahwa nilai-nilai akhlakul karimah termasuk keadilan (adl), kepedulian (ihsan), kesabaran (sabr), kejujuran (sidq), kasih sayang (rahmah), dan tanggung jawab (taqwa). Implementasi aqidah akhlakul karimah menjadi tantangan penting dalam meningkatkan kualitas moral dan etika dalam masyarakat.

Acara pembukaan Baitul Arqam mahasiswa kloter 7 ini diakhiri dengan semangat dan motivasi dari Dr. Muzakar Isa untuk para peserta, agar terus memperkuat aqidah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Pada hari Senin, 23 September 2024, Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum sekaligus pembukaan kegiatan Baitul Arqam mahasiswa kloter 6. Acara ini berlangsung selama empat hari di Masjid Sudalmiyah Rais.

Kuliah umum ini diisi oleh Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi UMS. Dalam kuliah umum yang diberikan, Prof. Taufik menekankan pentingnya memiliki mimpi dan tujuan hidup yang jelas.

Beliau menyampaikan bahwa mimpi memberikan arah dalam hidup kita. Tanpa mimpi, kita akan bingung mengenai apa yang akan kita capai. Allah SWT menjawab mimpi-mimpi kita dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang kita impikan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Isra’ : 19 yang menyatakan, “Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.”

Prof. Taufik juga menekankan pentingnya menjalankan peran sesuai dengan kodrat masing-masing, baik sebagai laki-laki maupun perempuan, serta pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai kunci kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Beliau mengingatkan bahwa Allah SWT melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan, dan perempuan yang menyerupai laki-laki.

Dalam pesannya, Prof. Taufik menyampaikan bahwa mimpi adalah sesuatu yang bisa diraih dan jangan menilai mimpi berdasarkan kondisi saat ini. Beliau mengajarkan untuk berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan meminta yang terbaik tanpa ragu-ragu, terutama di waktu-waktu mustajab seperti antara adzan dan iqamah.

Beliau mengibaratkan para mahasiswa sebagai intan-intan yang terus digosok hingga menjadi berlian. Oleh karena itu, mereka harus belajar dengan giat dan membahagiakan orang tua dengan hasil yang baik, seperti ijazah dan transkrip nilai yang memuaskan. Menurut Prof. Taufik, kunci untuk mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat adalah dengan berbakti kepada orang tua dan tidak durhaka kepada mereka.

Selain itu, Prof. Taufik juga mengingatkan agar mahasiswa tidak segan-segan meminta doa restu dari orang tua, terutama saat menghadapi ujian. Keridhoan Allah terletak pada keridhoan orang tua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan orang tua. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga hubungan baik dan berusaha mendapatkan ridho dari orang tua.

Kuliah umum oleh Prof. Taufik Kasturi ini memberikan inspirasi dan motivasi kepada para mahasiswa untuk selalu memiliki mimpi dan tujuan yang jelas, serta berusaha keras untuk mencapainya. Pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai kunci kesuksesan juga ditekankan, mengingat keridhoan Allah terletak pada keridhoan orang tua. Semoga pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi pedoman bagi para mahasiswa dalam menjalani kehidupan mereka.

Surakarta, 21 September 2024 – Koordinator Mentoring Pusat (KMP) Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Madrasah Mentor dengan mengangkat tema “Membentuk Mentor yang Berkualitas guna Membangun Peradaban Qur’ani yang Berkemajuan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Masjid Fadlurahman Kampus 1 UMS dan diikuti oleh 219 peserta yang terdiri dari para calon mentor mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Mengawali rangkaian kegiatan mentoring di tahun ajaran ini, Madrasah Mentor menjadi sarana pembekalan awal yang penting untuk membentuk karakter dan kompetensi mentor yang tidak hanya mumpuni dalam penyampaian materi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan keislaman para mentee.

“Alhamdulillah ‘ala kulli haal, kegiatan Madrasah Mentor tahun ini dapat dilaksanakan secara langsung. Hal ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat dan interaksi yang lebih erat antar mentor,” ujar salah satu panitia pelaksana.

Dengan adanya pembinaan melalui Madrasah Mentor, diharapkan para peserta mampu memahami peran strategis mereka sebagai fasilitator pembelajaran nilai-nilai Qur’ani di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membentuk sikap profesional dan integritas tinggi dalam membimbing mentee agar tercapai tujuan utama mentoring, yaitu membentuk pribadi Muslim yang berkemajuan, berakhlak mulia, serta berkontribusi dalam pembangunan peradaban Islam.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen kuat dari para peserta untuk menjadi mentor yang berkualitas. Ke depan, Koordinator Mentoring Pusat berharap kegiatan ini dapat menjadi pondasi yang kokoh bagi berjalannya proses mentoring yang bermakna, menyenangkan, dan berdampak luas bagi kehidupan spiritual mahasiswa UMS.

Surakarta, 14 September 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kuliah umum serta pembukaan Baitul Arqam mahasiswa kloter 4 di Masjid Sudalmiyah Rais. Kegiatan Baitul Arqam yang dilaksanakan selama empat hari ini bertujuan memberikan pembinaan spiritual dan pembentukan karakter islami bagi mahasiswa.

Acara dimulai dengan pembukaan resmi oleh pihak LPPIK UMS. Kuliah umum pada acara pembukaan ini diisi oleh Dr. Noor Alis Setiyadi, S.K.M., M.K.M., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan UMS.

Dalam kuliah umumnya yang berjudul “Implementasi Nilai-Nilai Aqidah dalam Membentuk Akhlaq Mulia bagi Mahasiswa“, Dr. Noor Alis Setiyadi menyampaikan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:

  1. Konsep Nilai dalam Islam:
    • Nilai Ketuhanan (Tawhid): Menegaskan pentingnya ketaatan kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya.
    • Nilai Keadilan (Al-‘Adl): Pentingnya menegakkan keadilan dan kejujuran.
    • Nilai Kemanusiaan (Insaniyah): Menghormati dan memuliakan setiap manusia.
    • Nilai Persaudaraan (Ukhuwwah): Membangun hubungan persaudaraan yang kuat di antara sesama muslim.
    • Nilai Tanggung Jawab dan Amanah: Menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah dengan penuh tanggung jawab
  2. Akhlaq Pemuda:
    • Akhlak Ketaatan kepada Allah: Mengedepankan ketaatan dan keimanan kepada Allah.
    • Akhlak Hormat dan Berbakti kepada Orang Tua: Menghormati dan berbakti kepada orang tua sebagai wujud ketaatan kepada Allah.
    • Akhlak Kesederhanaan dan Menjauhi Kesombongan: Menjauhi sifat sombong dan bersikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
    • Akhlak Menjaga Diri dari Pergaulan Buruk dan Maksiat: Menghindari pergaulan yang buruk dan perbuatan maksiat.
    • Akhlak Kebaikan Sosial dan Tolong-Menolong: Aktif dalam melakukan kebaikan sosial dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.
  1. Nilai-Nilai Islam dalam Kehidupan Mahasiswa:
    • Niat yang Ikhlas: Segala amal perbuatan harus didasari oleh niat yang ikhlas karena Allah.
    • Rasa Hormat kepada Guru: Menghormati dan menghargai guru sebagai orang yang memberikan ilmu.
    • Tawadhu’ (Rendah Hati): Bersikap rendah hati dan tidak sombong dengan ilmu yang dimiliki.
    • Sabar dalam Menuntut Ilmu: Bersabar dalam proses menuntut ilmu dan menghadapi berbagai tantangan.
    • Konsistensi dan Kedisiplinan: Melakukan amal secara konsisten dan disiplin.
    • Memanfaatkan Ilmu untuk Kemaslahatan: Menggunakan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan dan kemaslahatan orang lain.
    • Menjauhi Sifat Malas dan Lalai: Menghindari sifat malas dan lalai dalam menuntut ilmu dan beribadah.
    • Bertawakal kepada Allah: Bertawakal kepada Allah dalam segala hal dan percaya bahwa Allah akan mencukupkan segala kebutuhan.

Dr. Noor Alis Setiyadi menutup kuliah umumnya dengan pesan yang inspiratif, “Selalu bawa value Islam, dimanapun dan dengan siapapun anda bersama. Karena kalau kita menggunakan value itu dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun maka anda akan dihormati oleh teman-teman. Demikian yang bisa saya sampaikan, bisa anda catat, anda resapi, dan anda lakukan dalam studi selama 4 tahun. Jaga diri, jaga akhlak, jaga amanah dari orang tua dan selesaikan studi.”

Acara pembukaan dan kuliah umum ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan panduan bagi para mahasiswa untuk menjalani kehidupan akademis dengan berpegang pada nilai-nilai islami yang kuat, serta membentuk karakter yang mulia sebagai generasi penerus bangsa.

SURAKARTA – Dalam upaya mewujudkan mahasiswa yang berakhlak Islami dan fasih al-qur’an, Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening Mentoring (GO Mentoring) 2024. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/9) ini menandai dimulainya tahun ajaran baru 2024/2025 di UMS.

GO Mentoring 2024 bertujuan untuk membekali mahasiswa baru dengan nilai-nilai akhlak Islami dan keterampilan membaca Al-Qur’an. Program ini merupakan wujud kepedulian UMS dalam mendidik karakter dan spiritualitas mahasiswanya, sejalan dengan misi LPPIK.

Wakil Rektor IV bidang Sumber Daya Manusia, Al-Islam Kemuhammadiyahan, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari realisasi tagline UMS, yaitu “Mencerahkan, Unggul, Mendunia.”

“Mencerahkan berarti memberikan manfaat kepada banyak orang, unggul berarti menjadi profesional, dan mendunia adalah bagian dari syiar UMS serta seluruh sivitas akademika,” jelas Prof. Em Sutrisna.

Beliau juga menekankan bahwa mata kuliah Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan mata kuliah wajib di UMS. Hal ini sejalan dengan status UMS sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Persyarikatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Menurutnya, UMS tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan dan Islam, tetapi juga pada pengembangan akhlak dan keterampilan mahasiswa.

“UMS mendesain mata kuliah klasikal AIK di kelas, serta menciptakan kegiatan ekstra berupa mentoring untuk mendukung pembentukan karakter mahasiswa,” tambahnya.

Prof. Em Sutrisna berharap, setelah mengikuti kegiatan mentoring selama dua semester, mahasiswa akan menjadi profesional yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akidah yang kuat dan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan fasih.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Urusan Mentoring dan Kerjasama Persyarikatan LPPIK UMS, Hartono, M.Ag., menjelaskan bahwa program mentoring ini memiliki visi besar, salah satunya adalah “Literasi Bebas Buta Huruf Al-Qur’an” dengan tema “Hidup Cerdas Bersama Al-Qur’an.”

Bapak Hartono menegaskan pentingnya mahasiswa baru untuk mendalami setiap huruf dan ayat dalam Al-Qur’an. “Bagi mahasiswa yang kesulitan membaca Al-Qur’an, jangan khawatir. Kami akan mendampingi hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ucap Bapak Hartono.

Kegiatan mentoring ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru selama dua semester dan dilaksanakan setiap Sabtu pagi, sesuai dengan Surat Keputusan Rektor UMS. Bapak Hartono menambahkan, “Fakultas dan program studi juga diminta untuk tidak mengadakan perkuliahan pada Sabtu pagi agar mahasiswa dapat fokus mengikuti kegiatan mentoring.”

Dengan kegiatan Mentoring ini, LPPIK UMS berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, sesuai dengan visi dan misi UMS.

Surakarta, 10 Agustus 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS menyelenggarakan Baitul Arqam Kloter 3 selama empat hari di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini dimulai pada tanggal 10 Agustus 2024 dengan kuliah umum yang dibawakan oleh Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Wakil Rektor I UMS.

Dalam sambutannya, Bapak Suwinarno, M.P.I. menyampaikan bahwa pilihan hidup ada dua, yaitu hidup dengan tenang dan hidup dengan senang. Kebanyakan orang di zaman sekarang cenderung menikmati hidup dengan senang, yang seringkali membuat jiwa mereka kosong.

“Jika jiwa kita kosong dan hanya mengikuti arus, kita akan menjadi hampa tanpa arah tujuan,” ujarnya.

Oleh karena itu, mempelajari ilmu agama sangatlah penting. Ilmu agama akan mengantarkan kita ke mana pun, termasuk dalam menggapai keinginan dengan cara yang halal. Ridho Allah SWT tergantung dari ridho orang tua, maka menjaga sikap terhadap orang tua sangatlah penting karena berhubungan dengan nasib kita.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan oleh mahasiswa yang ingin lulus tepat waktu:

  1. Prioritaskan Ibadah dengan Niat yang Tulus  

“Utamakan untuk beribadah dengan niat yang tulus, tanpa kesombongan atau riya’. Kita akan kembali kepada asal di mana kita diciptakan. Lakukan shalat Subuh di masjid dan belajar dengan hati,” jelasnya.

  1. Lakukan Kebaikan karena Allah SWT

“Lakukan kebaikan semata-mata karena Allah SWT (fisabilillah),” tambahnya.

  1. Komunikasi yang Baik dengan Orang Tua

Berkomunikasilah dengan sopan dan santun kepada orang tua agar doa mereka diridhoi oleh Allah. Jangan membuat hati mereka sakit. Perkataan yang baik termasuk sedekah (HR Bukhari). Dalam berdoa juga harus berkomunikasi dengan baik dan dengan kerendahan hati.

  1. Patuh Terhadap Perintah Allah

Seni berkomunikasi yang baik adalah ketika kita berdoa atau beribadah kepada Allah SWT, patuhi perintah-Nya dengan menjauhi larangan dan melaksanakan perintah-Nya.

  1. Sikap Sopan dan Santun

Bersikap sopan dan santun kepada orang lain baik dalam tutur kata maupun tingkah laku.

Setelah mengikuti Baitul Arqam ini, diharapkan semakin banyak orang yang datang beribadah karena Allah. Dengan mempraktikkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mencapai kebahagiaan yang sejati dan hidup dengan penuh makna.

Scroll to Top