Surakarta, 7 September 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Periode ke-36 pada hari Sabtu, 7 September 2024. Acara yang berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS ini dimulai pukul 04.30 hingga 14.30 WIB, diikuti oleh 807 peserta.

Kegiatan dimulai dengan sholat sunnah dan sholat subuh berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta. Sesi pertama dimulai pukul 05.00 WIB dengan materi tentang Kepemimpinan Spiritual (Spiritual Leadership) yang disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.

Pada sesi kedua, Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., memberikan materi mengenai Karakter Sarjana Muhammadiyah, dengan menekankan pentingnya “9 Golden Habits” untuk mencapai karakter tersebut.

Setelah sesi kedua, peserta diberikan waktu istirahat selama satu jam mulai pukul 07.50 hingga 08.45 WIB.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ketiga yang diisi oleh Wakil Rektor III UMS, Prof. Ihwan Susila, M.Si., Ph.D., yang membahas Persiapan Berkarir Pasca Studi.

Pada sesi keempat, materi tentang Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih disampaikan oleh Bapak Yayuli, M.P.I., Kepala Bidang Pengamalan AIK. Sesi terakhir diisi oleh Dr. Mujazin, M.A., Kepala Bidang Pembelajaran AIK, yang memberikan materi tentang Aqidah dan Akhlak dalam Islam sebagai bekal bagi para alumni UMS.

Peserta diwajibkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, meresume materi yang telah disampaikan oleh para pembicara, serta menaati peraturan yang telah ditetapkan.

BAPS Periode ke-36 ini merupakan bagian dari upaya UMS untuk memberikan bimbingan akademis dan spiritual yang komprehensif kepada mahasiswa sebelum mereka lulus, sehingga mereka siap menghadapi karir dan pengembangan pribadi di masa depan.

Surakarta, 6 September 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum serta pembukaan Baitul Arqam Mahasiswa Kloter 2 pada hari Jumat, 6 September 2024. Acara ini berlangsung selama 4 hari di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS. Kuliah umum yang menjadi bagian dari acara ini diisi oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. Dalam kuliah umumnya, Prof. Anif menyampaikan materi tentang “Aqidah yang Benar,” yang meliputi beberapa poin utama:
  1. Aqidah yang Benar Terdapat pada Syahadatain – Pentingnya syahadatain sebagai dasar aqidah yang benar.
  2. Orang Beriman Memiliki Lisan yang Baik dan Sering Berdzikir – Orang yang beriman tentunya memiliki lisan yang baik dan selalu berdzikir kepada Allah.
  3. Keselarasan Antara Hati, Lisan, dan Perbuatan – Dalam surah Ibrahim ayat 4, diibaratkan bahwa jika akarnya kuat (iman), batangnya akan kokoh (akhlak). Batang yang kuat akan menghasilkan banyak cabang dan ranting serta daun yang lebat (ibadah).

Prof. Anif juga menjelaskan bahwa mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 1, 2, dan 3 di UMS bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang akan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan pentingnya memiliki janji konsekuensi spiritual dan ukhuwah yang kuat sebagai kekuatan batin yang mampu menyatukan berbagai latar belakang budaya.

Lebih lanjut, Prof. Anif menjelaskan pentingnya ukhuwah yang dapat terbangun dengan empat syarat:

  1. Ta’aruf (Saling Mengenal) – Tingkatan paling dasar dalam ukhuwah, melalui interaksi untuk lebih mengenal karakter individu.
  2. Tafahum (Saling Memahami) – Proses alami untuk memahami kekurangan dan kelebihan saudara kita.
  3. Ta’awun (Saling Menolong) – Lahir dari proses tafahum, dilakukan dengan hati (saling mendo’akan), pemikiran (berdiskusi dan saling menasehati), dan amal (saling membantu).
  4. Takaful (Memiliki Rasa Sayang) – Rasa sedih dan senang diselesaikan bersama. Ketika ada saudara yang memiliki masalah, kita ikut menanggung dan menyelesaikannya.

Menurut Prof. Anif, buah dari iman dan aqidah yang benar adalah kecerdasan dan rajin beribadah. Orang yang imannya kuat dan lurus, aqidahnya benar, pasti ibadahnya baik.

Selama menyampaikan materi, Prof. Anif juga memberikan pertanyaan kepada mahasiswa tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa tujuan pertama didirikannya Muhammadiyah adalah untuk meluruskan aqidah dan tauhid, serta sebagai gerakan tajdid.

Sebagai penutup, Prof. Anif memberikan pesan kepada mahasiswa untuk berjanji pada diri sendiri agar menjadi mahasiswa yang berprestasi, apapun hasilnya, harus berprestasi.

Acara Baitul Arqam Mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para peserta dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai aqidah dan ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari.

Surakarta, 2 September 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan program Baitul Arqam untuk mahasiswa sebagai bagian dari pembekalan nilai-nilai keislaman dan profesionalisme serta untuk menempuh mata kuliah agama. Baitul Arqam Kloter 1 yang diadakan selama empat hari di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais ini dibuka secara resmi pada hari Senin, 2 September 2024.

Acara pembukaan diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes, selaku Wakil Rektor IV UMS. Dalam paparannya, Prof. Em mengajak para mahasiswa untuk tidak melewatkan sehari pun tanpa membaca Al-Qur’an. “Tidak hanya membaca dan menghafal, yang terpenting adalah memahami dan mengamalkannya,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa semakin dalam seseorang mempelajari agama, maka semakin kuat rasa takutnya kepada Tuhan.

Prof. Em juga menyampaikan bahwa sebagian mahasiswa mungkin tidak memilih jurusan sesuai keinginan atau passion mereka, tetapi lebih karena keinginan berbakti kepada orang tua. Fenomena ini dikenal sebagai birrul walidain, sebuah konsep penting dalam Islam tentang ketaatan dan berbakti kepada orang tua. “Jalan takdir kita terkadang membawa kita ke pilihan yang berbeda, namun selalu ada berkah dalam ketaatan kepada orang tua,” tambahnya.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam kuliah umum ini meliputi:

  1. Berbakti kepada orang tuasebagai jalan menuju ridho Allah.
  2. Takdir hidupyang harus diterima dengan ikhlas dan dijalani dengan penuh kesabaran.
  3. Akhlakul karimahsebagai dasar karakter seorang muslim.
  4. Pentingnya laki-laki berjamaah di masjid tepat waktusebagai bentuk ketaatan.

Selain itu, Prof. Em juga mengingatkan tentang dua kata kunci yang menjadi pedoman bagi mahasiswa di UMS, yaitu profesional dan islami. Profesional diartikan sebagai menjalankan tanggung jawab sesuai standar di masing-masing bidang, sedangkan islami mengacu pada penerapan syariat Islam bagi mahasiswa muslim serta nilai-nilai Islam yang universal bagi mahasiswa non-muslim.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta Baitul Arqam menanyakan tentang peran dokter dan pasien dalam perspektif Islam. Prof. Em menjelaskan bahwa setiap manusia lahir dalam fitrah yang suci, dan seorang dokter dapat menjadikan profesinya sebagai wasilah (perantara) untuk berbuat kebaikan, dengan mengedepankan empati dan akhlak mulia dalam berinteraksi dengan pasien.

Sebagai penutup, Prof. Em memberikan nasihat agar mahasiswa mampu mengalahkan hawa nafsu mereka. Ia juga menekankan pentingnya memilih lingkungan yang baik, terutama saat mencari tempat tinggal. “Hidup itu mengalir seperti air, namun kita harus berhati-hati agar tidak terseret ke lingkungan yang buruk. Cari kos yang baik, yang mendukung pembentukan karakter positif,” pesan beliau.

Acara ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa UMS menjadi pribadi yang berakhlak mulia, profesional sekaligus islami, siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal keilmuan dan nilai-nilai moral yang kuat.

Surakarta, 29 Agustus 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan acara Koordinasi dan Pendalaman Strategi-Materi Pengajaran untuk Semester Ganjil 2024/2025. Acara ini berlangsung di ruang sidang LPPIK pada Kamis, 29 Agustus 2024, mulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB.

Acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang akan menjadi fasilitator Baitul Arqam 1 (Agama) bagi mahasiswa baru UMS. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal yang memadai bagi para fasilitator dalam mengajar dan membimbing mahasiswa dalam program Baitul Arqam 1, yang akan dimulai pada hari Senin, 2 September 2024.

Dalam acara ini, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, selaku Kepala LPPIK, menyampaikan materi yang mendalam mengenai hubungan antara aqidah, ibadah, dan akhlak. Materi ini dirancang untuk memperkuat pemahaman fasilitator mengenai konsep-konsep fundamental dalam Islam yang akan diajarkan kepada mahasiswa, dengan fokus pada integrasi antara keyakinan, praktik ibadah, dan perilaku sehari-hari yang baik.

“Dalam Baitul Arqam, kita tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang aqidah, ibadah, dan akhlak sangat penting untuk ditanamkan sejak awal,” ujar Dr. Imron Rosyadi dalam sesi pembukaan.

Selama kegiatan ini, para fasilitator juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman, sehingga dapat saling memperkaya metode pengajaran yang akan digunakan. Dengan demikian, diharapkan para fasilitator dapat mengajarkan materi Baitul Arqam 1 dengan lebih efektif dan berdampak positif bagi perkembangan spiritual dan moral mahasiswa.

Acara ini menegaskan komitmen LPPIK UMS dalam menjaga kualitas pengajaran dan bimbingan keislaman bagi seluruh mahasiswa. LPPIK berharap, melalui persiapan yang matang ini, program Baitul Arqam 1 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi mahasiswa baru UMS.

Surakarta, 28 Agustus 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada Rabu, 28 Agustus 2024. Rapat ini dilaksanakan di ruang sidang LPPIK dengan dihadiri oleh 38 dosen AIK dari berbagai fakultas di UMS.

Rakor ini difokuskan pada pembahasan dan evaluasi terkait pembelajaran AIK pada Semester Gasal 2024/2025. Para dosen bersama-sama meninjau efektivitas metode pengajaran yang telah diterapkan, serta mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran AIK di UMS.

Dalam rapat ini, dibahas pula berbagai aspek yang meliputi kurikulum, materi ajar, serta pendekatan pedagogis yang digunakan dalam mengajar mata kuliah AIK. Para peserta rakor juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan memberikan masukan terkait pelaksanaan pembelajaran selama semester berjalan.

“Rapat koordinasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran AIK berjalan sesuai dengan visi dan misi UMS dalam mendidik mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan takwa,” ujar salah satu peserta rakor.

Hasil dari evaluasi ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk perbaikan dan penyempurnaan proses pembelajaran AIK di semester-semester berikutnya. LPPIK berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada dosen AIK dalam mengembangkan metode pengajaran yang inovatif dan efektif, demi tercapainya tujuan pendidikan yang holistik di UMS.

Rapat koordinasi ini juga diakhiri dengan penetapan langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk meningkatkan mutu pembelajaran AIK, serta penguatan kerja sama antar dosen dalam membimbing mahasiswa untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam secara mendalam.

Surakarta, 27 Agustus 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Tes Baca Al-Qur’an (TBA) bagi mahasiswa baru angkatan 2024 pada tanggal 26-27 Agustus 2024. Kegiatan ini diadakan di masing-masing fakultas, dengan peserta kurang lebih 6500 mahasiswa baru yang dibagi menjadi 64 kelompok.

Tes Baca Al-Qur’an ini merupakan salah satu langkah penting yang diselenggarakan oleh LPPIK UMS untuk mengukur kemampuan dasar baca Al-Qur’an para mahasiswa baru. Hasil dari tes ini akan digunakan sebagai dasar untuk membagi kelompok mentoring sesuai dengan tingkat kemampuan mahasiswa, sehingga bimbingan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan efektif.

“Tes ini sangat penting sebagai langkah awal dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang Al-Qur’an,” ujar perwakilan dari LPPIK UMS.

Kelulusan dari TBA juga menjadi syarat wajib bagi mahasiswa baru untuk dapat mengambil mata kuliah Islam dan IPTEK, yang merupakan bagian dari kurikulum yang harus ditempuh di UMS. Hal ini menunjukkan komitmen UMS, melalui LPPIK, dalam memastikan seluruh mahasiswa memiliki kemampuan dasar dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, yang menjadi fondasi penting dalam pendidikan Islam di kampus ini.

Pelaksanaan TBA yang diatur oleh LPPIK UMS alhamdulillah berlangsung dengan lancar. Setelah hasil TBA direkap, para mahasiswa akan dikelompokkan dalam mentoring yang sesuai dengan kemampuan mereka, memastikan setiap mahasiswa mendapatkan bimbingan yang optimal.

Dengan terselenggaranya TBA ini, LPPIK UMS berharap dapat terus mendukung perkembangan spiritual dan akademis mahasiswa, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Surakarta, 24 Agustus 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Pengajian Al-Ma’un pada Sabtu, 24 Agustus 2024, bertempat di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS. Kegiatan ini merupakan pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh LPPIK, ditujukan bagi para pekerja harian di UMS serta guru PAUD ‘Aisyiyah di sekitar kampus.

Pada kesempatan ini, tausiyah dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes, Wakil Rektor IV Bidang SDM, AIK & Sistem Informasi UMS, dengan tema “Tuntunan Ibadah Sholat”. Dalam tausiyahnya, Prof. Sutrisna menekankan pentingnya memahami tata cara dan esensi sholat sebagai ibadah utama dalam Islam.

Beliau menjelaskan bahwa sholat bukan sekadar rutinitas harian, melainkan merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjaga hubungan spiritual yang kuat dengan-Nya. Prof. Sutrisna juga memberikan panduan praktis mengenai pelaksanaan sholat yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, mulai dari niat, gerakan, hingga doa-doa yang dianjurkan.

“Sholat adalah tiang agama, dan dengan melaksanakannya dengan benar dan khusyuk, kita tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga memperoleh ketenangan jiwa dan keberkahan dalam hidup kita,” ujar Prof. Sutrisna.

Kegiatan pengajian ini juga dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada para peserta sebagai wujud kepedulian LPPIK terhadap kesejahteraan mereka. Diharapkan melalui pengajian ini, para peserta dapat memperdalam pemahaman mereka tentang ibadah sholat serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian Al-Ma’un terus menjadi agenda penting bagi LPPIK UMS dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mengajarkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat sekitar. Dengan bimbingan yang diberikan, diharapkan peserta dapat lebih memahami dan menjalankan ibadah sholat dengan baik dan benar, sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Surakarta, 19 Agustus 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah sukses melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) pada hari Senin, 19 Agustus 2024. Audit ini dilaksanakan di ruang sidang LPPIK dengan tujuan memastikan bahwa standar mutu dan tata kelola LPPIK telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Audit AMI kali ini melibatkan dua auditor internal yang kompeten, yaitu Siti Azizah Susilawati, S.Si., MP, dan Dra. Wuryaningsih Dwi Lestari, M.M. Keduanya bertugas untuk memeriksa berbagai aspek dalam operasional LPPIK, mulai dari manajemen administrasi hingga pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan pondok,  Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di UMS.

LPPIK berharap hasil dari audit ini dapat menjadi acuan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas dalam menjalankan fungsinya, terutama dalam mendukung visi dan misi UMS dalam bidang pengembangan keislaman dan kemuhammadiyahan. Hasil audit akan segera ditindaklanjuti untuk memastikan bahwa semua rekomendasi dan temuan dapat diimplementasikan dengan baik.

“Alhamdulillah, audit ini berjalan dengan lancar, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kami di LPPIK,” ungkap salah satu perwakilan LPPIK usai audit.

Audit ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam pengelolaan LPPIK, sehingga dapat terus berkontribusi secara maksimal dalam pengembangan keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Surakarta, 16 Agustus 2024 — Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan pertemuan Evaluasi Implementasi Kehidupan Islami di Kampus pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, pukul 13.00 WIB di Ruang Sidang Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK). Pertemuan ini dihadiri oleh 22 anggota Satuan Tugas (Satgas) AIK yang bertugas untuk memastikan penerapan nilai-nilai Islami di lingkungan kampus UMS.

Pertemuan diawali dengan sambutan dan arahan dari Kepala LPPIK UMS, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya shalat sebagai sarana untuk menumbuhkan ketaatan kepada Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa shalat yang dilakukan secara berulang-ulang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan seorang Muslim kepada Allah. Untuk mencapai shalat yang menghadirkan ketaatan yang mendalam, Dr. Imron mengingatkan pentingnya pemahaman yang substantif mengenai makna dan hakikat shalat.

Selain itu, Dr. Imron juga mengingatkan Satgas AIK untuk mengajak dosen dan karyawan (Doskar), serta mahasiswa untuk senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid-masjid yang direkomendasikan oleh UMS. Beliau juga menegaskan pentingnya melaporkan dan menindak tegas segala bentuk pelanggaran aturan Islami di kampus, seperti merokok, berkhalwat, dan aktivitas lain yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh UMS.

Pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen UMS untuk memastikan bahwa seluruh civitas akademika, termasuk dosen, karyawan, dan mahasiswa, mematuhi dan mengimplementasikan kehidupan Islami di kampus. Evaluasi ini juga menjadi ajang untuk memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih Islami dan kondusif bagi perkembangan spiritual seluruh warga kampus.

Surakarta, 14 Agustus 2024 — Rapat Koordinasi Kepala Program Studi (Prodi) S1 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Agustus 2024, pukul 09.00 WIB melalui Zoom Meeting. Rapat ini dihadiri oleh 22 peserta, termasuk Kaprodi dari berbagai jurusan. Acara dibuka dengan sambutan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., Kepala Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), yang menekankan pentingnya integrasi mata kuliah AIK di setiap semester. Selanjutnya pemaparan materi oleh Bapak Dr. Mujazin, M.Ag. selaku Kabid Pembelajaran AIK Mahasiswa & Kerjasama LPPIK.

Dalam rapat tersebut, berbagai isu terkait pelaksanaan mata kuliah AIK dibahas. Pak Anto dari Prodi Teknik Sipil mengajukan pertanyaan mengenai penempatan mata kuliah Kemuhammadiyahan di semester gasal dan apakah memungkinkan untuk diambil pada semester ini, mengingat adanya permintaan dari Prodi Akuntansi untuk memasukkan MHK di semester 5. Bu Fitri dari Prodi PGSD menambahkan bahwa kelas pada hari Sabtu, yang merupakan mata kuliah pilihan yang diajar oleh dosen luar dari ISI, saat ini memengaruhi jadwal semester 7, yang tetap memiliki kelas pada hari Sabtu.

Pak Hartono memberikan penjelasan tambahan terkait Surat Keputusan (SK) Rektor mengenai kegiatan mentoring mahasiswa, yang dinilai sangat penting dalam pembinaan mahasiswa. Dr. Imron juga menekankan pentingnya literasi Al-Qur’an bagi mahasiswa, dengan menyinggung pengalaman terbaru di mana seorang alumni UMS saat mengikuti wawancara kerja di ITS PKU Muhammadiyah ditemukan belum bisa membaca Al-Qur’an.

Bu Yuli dari Prodi Kesehatan Masyarakat melaporkan bahwa urutan mata kuliah AIK telah disusun per semester sesuai arahan dari Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK). Ia juga meminta agar dosen AIK, khususnya yang berpangkat lektor, dapat memastikan standar pengajaran yang tinggi.

Rapat ini menegaskan kembali komitmen UMS untuk tidak hanya mengejar keunggulan akademis, tetapi juga memastikan pengembangan spiritual mahasiswa, sehingga mereka lulus dengan pemahaman dan praktik yang kuat terhadap prinsip-prinsip Islam sesuai dengan visi Muhammadiyah.

Scroll to Top