ums.ac.id, SOLO – Hari ini, Senin, (12/8), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menginjak Gelombang ke-2 pada kegiatan Munadhoroh Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Batch II Tahun 2024 yang diselenggarakan untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) UMS, dilaksanakan di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus II UMS. Kabid Pengalaman AIK dan Kaderisasi Pondok Lembaga Pengembangan Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS, Yayuli, S.Ag., M.P.I., menjeaskan pada Munadhoroh Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Batch II ini berfokus pada Ibadah.  

“Batch pertama berkaitan dengan Aqidah, kemudian batch ke-2 ini berkaitan dengan Ibadah,” terang Yayuli.

Maka di dalam materi munadhoroh ini, jelas Yayuli, tendik bisa memaknai bacaan shalah dan bisa di ejawantahkan dalam kehidupan kesehariannya.

Kegiatan itu diikuti oleh 186 Tendik UMS, dengan menghadirkan Pembicara Prof. Dr. Harun, S.H., M.Hum., yang membahas tentang Ibadah dan Karakteristik Ahli Ibadah. Harun menyampaikan Ibadah adalah satu kata yang mencangkup segala hal yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik itu perkataan maupun perbuatan, perkara batin maupun zahir.

“Ibadah itu ada yang Umum dan ada yang Khusus, yang umum adalah segala amalan yang diizinkan Allah. Yang khusus adalah apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya, tingkah dan cara-caranya tertentu,” jelas Harun.

Jadi, lanjutnya, Ibadah itu tidak hanya ibadah khusus, tapi kehidupan ini adalah ibadah. Ibadah yang sifatnya umum itu banyak sekali, apa yang kita lakukan itu merupakan ibadah, maka hukumnya itu ‘lakukanlah semaumu kecuali yang dilarang.’ Maka sebagai kata penutup, meminta untuk menghabiskan waktu kita, umur kita, untuk beribadah.

“UMS ini sudah dibangun dengan susah payah, harus kita jaga marwahnya dengan cara sekecil apapun kita ini punya peran, jangan sampai peran kita sampai menjatuhkan marwah UMS,” kata Harun.

Harun juga menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta, Maria Husnun Nisa, yang menanyakan ‘Bagaimana jika ada orang yang ibadah Mahdhahnya rajin namun meninggalkan ibadah Ghairumahdhah, dalam hal ini dicontohkan bekerja.’

“Kita melakukan peran kita sesuai dengan job deskripsi kita yang sudah kita ukur bahwa itu adalah perbuatan baik. Kita menjalankan job deskripsi itu merupakan ibadah kita,” papar Harun.

Jika sebagai Dosen, tambahnya, ya harus mengajar, harus penelitian, harus pengabdian, pun demikian juga karyawan juga harus menjalankan job deskripsi sesuai yang telah ditentukan.

“Semoga setelah mengikuti munadhoroh ini, peserta mendapat semangat baru dalam memaknai hidup ini serta berusaha seluruh waktu yang kita habiskan merupakan suatu ibadah,” pungkas Harun. (Yusuf/Humas)

Sumber: https://news.ums.ac.id/id/08/2024

PWMJATENG.COM, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar acara Munadhoroh Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Batch II tahun 2024 pada Sabtu (10/8), bertempat di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus II UMS. Acara ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) UMS sebagai kelanjutan dari batch pertama yang diadakan pada bulan Ramadan sebelumnya.

Hartono, perwakilan dari Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK UMS), menjelaskan bahwa Munadhoroh Batch II ini berfokus pada pembahasan ibadah, terutama shalat. “Tujuannya agar dosen dan tendik dapat menjalankan ibadah sesuai dengan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah,” ujar Hartono.

Pada acara ini, Wakil Rektor IV UMS, Em Sutrisna, memberikan materi tentang ‘Aqidah, Ibadah, dan Akhlak Kader Muhammadiyah’. Dalam pemaparannya, Sutrisna menekankan pentingnya akidah yang murni, bebas dari kemusyrikan, bid’ah, dan khurafat. “Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada rasulnya sebagai hidayah dan rahmat bagi umat manusia sepanjang masa,” jelasnya.

Sutrisna juga menyoroti pentingnya memiliki akhlak mulia dengan meneladani Nabi Muhammad Saw., meninggalkan akhlak tercela, dan melaksanakan birrul walidain serta adab Islami dalam setiap kegiatan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya tertib dalam melaksanakan ibadah wajib dan memaksimalkan ibadah sunnah.

Salah satu poin utama yang disampaikan dalam Munadhoroh ini adalah penerapan 9 kebiasaan emas atau nine golden habits sebagai strategi untuk membentuk karakter unggul. Kebiasaan-kebiasaan tersebut meliputi:

  1. Membiasakan shalat fardhu di awal waktu dan berjamaah, serta shalat sunnah seperti rawatib, dhuha, dan tahajjud.
  2. Membiasakan puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Nabi Daud.
  3. Menunaikan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS) sebesar 2,5% dari penghasilan.
  4. Menerapkan adab Islami dalam setiap kegiatan sehari-hari.
  5. Membiasakan tadarus Al-Qur’an secara rutin.
  6. Meluangkan waktu minimal 1 jam per hari untuk membaca.
  7. Mengaji minimal seminggu sekali.
  8. Berorganisasi untuk mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran.
  9. Membiasakan berpikir positif dalam setiap situasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk memperdalam pemahaman materi serta merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor : Fika

Sumber: https://pwmjateng.com/

Surakarta, 6 Agustus 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali berhasil menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-35. Acara ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS, dimulai pukul 4.30 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB. BAPS merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Bapak Nur hidayat, M.Pd. memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa. Terakhir, sesi lima diisi oleh Bapak Yayuli, MPI. dengan materi yang mendalam tentang ibadah dan Taharah.

Peserta BAPS ke-35 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Surakarta, 2 Agustus 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali berhasil menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-34. Acara ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS, dimulai pukul 4.30 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB. BAPS merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Bapak Suwinarno, MPI. menjadi pembicara pada sesi ketiga, dengan materi yang mendalam.

Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa. Terakhir, sesi lima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-34 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Rapat Kerja (RAKER) tahunan pada tanggal 31 Juli 2024 di Ruang Sidang LPPIK. Acara ini tidak hanya melibatkan LPPIK, tetapi juga mengundang perwakilan dari Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan Pondok Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH. Mas Mansur.

Rapat dibuka dengan sambutan dari Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, yang menekankan pentingnya peningkatan berkelanjutan dan inovasi dalam program-program LPPIK. Beliau juga menyoroti pentingnya sinergi antara LPPIK, Pondok Hajjah Nuriyah Shabran, dan Pesma KH. Mas Mansur untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.

Selama rapat, berbagai area kunci dibahas, salah satunya Perencanaan Strategis untuk 2024: Diskusi tentang inisiatif baru, peningkatan program, dan kolaborasi strategis antara LPPIK dan pondok-pondok tersebut untuk lebih memajukan tujuan bersama.

Rapat ini ditutup dengan komitmen dari seluruh peserta untuk bekerja sama secara kolaboratif demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. RAKER ini menjadi platform untuk memperkuat dedikasi LPPIK, Pondok Hajjah Nuriyah Shabran, dan Pesma KH. Mas Mansur dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan spiritual dan intelektual mahasiswa UMS.

Surakarta, 29 Juli 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali berhasil menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-33. Acara ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS, dimulai pukul 4.30 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB. BAPS merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Bapak Yayuli, MPI. menjadi pembicara pada sesi ketiga, dengan materi yang mendalam.

Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa. Terakhir, sesi lima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-33 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Surakarta, 27 Juli 2024 – LPPIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Dauroh Manhaj Tarjih yang ditujukan bagi tenaga kependidikan (tendik) UMS pada tanggal 26-27 Juli 2024. Acara yang berlangsung selama dua hari ini diadakan di ruang sidang LPPIK UMS dengan dihadiri oleh 45 peserta dari berbagai unit kerja di UMS.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan yang diiringi oleh menyanyikan mars Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Rektor 4 UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes. Dalam sambutannya, Prof. Em Sutrisna menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang manhaj tarjih dan istinbath hukum, yang tidak lepas dari kaidah dan metode yang digariskan oleh para ulama ushul agar dapat dipertanggungjawabkan dan diterima oleh umat.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi yang berfokus pada prinsip-prinsip dasar tarjih dan penerapannya dalam hukum Islam. Dr. Ali Trigiyatno, M.Ag., yang juga merupakan MT PWM Jateng, menyampaikan materi tentang “Praktek MMT dalam Istimbat Hukum terhadap Nash al-Qur’an dan Hadis: Penerapan Kaidah Ushuliyah dalam Fatwa Tarjih.” Sesi ini diikuti oleh materi tentang “Hadis sebagai Hukum Kedua menurut Tarjih: Otentitas dan Pemahamannya” yang disampaikan oleh Prof. Dr. M. Zuhri, M.A. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan tentang “Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT)” oleh Ruswa Darsono, S.T. dari MTT PWM Jateng. Pada setiap sesi, peserta aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan para pembicara, memperkaya diskusi dan pemahaman mereka.

Pada hari kedua, peserta diajak untuk mendalami “Penggunaan Maqashid Syariah dalam Fatwa Tarjih” yang disampaikan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., dan materi tentang “Manhaj Tarjih Muhammadiyah dan Praktek Tarjih” oleh Dr. Ruslan Fariadi A.M, S.Ag., M.S.I. Kedua sesi ini menekankan pentingnya pendekatan maqashid syariah dan aplikasi praktis dari manhaj tarjih dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada hari pertama, setiap sesi di hari kedua juga diwarnai dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri melalui tanya jawab.

Kegiatan ini ditutup dengan acara penutupan resmi yang dihadiri oleh seluruh peserta. Melalui Dauroh ini, LPPIK UMS berharap dapat meningkatkan pemahaman tendik UMS terhadap prinsip-prinsip tarjih dan istinbath hukum, serta memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan tugas dengan berlandaskan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan manhaj Muhammadiyah.

Surakarta, 13 Juli 2024 – Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Dauroh Manhaj Tarjih Dosen UMS selama dua hari pada tanggal 12-13 Juli 2024. Acara ini diadakan di Ruang Sidang LPPIK dan dihadiri oleh 37 dosen UMS.

Kegiatan ini dibuka dengan menyanyikan Mars Muhammadiyah, yang diikuti oleh sambutan dari Wakil Rektor 4, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes. Dalam sambutannya, Prof. Sutrisna menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dosen terhadap manhaj tarjih dalam fatwa dan keputusan hukum Islam. Beliau juga secara resmi membuka kegiatan Dauroh Manhaj Tarjih Dosen UMS.

Hari pertama kegiatan diisi dengan beberapa materi penting. Dr. Ali Trigiyatno, M.Ag, dari MT PWM Jateng, memberikan materi tentang “Praktek MMT dalam Istimbat Hukum terhadap Nash al-Qur’an dan Hadis: Penerapan Kaidah Ushuliyah dalam Fatwa Tarjih”. Selanjutnya, Prof. Dr. M. Zuhri, M.A., menyampaikan materi mengenai “Hadis sebagai Hukum Kedua Menurut Tarjih: Otentitas dan Pemahamannya”. Sesi terakhir pada hari pertama dibawakan oleh Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, yang membahas “Penggunaan Maqashid Syariah dalam Fatwa Tarjih”.

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan materi mengenai “KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal)” yang disampaikan oleh Ruswa Darsono, S.T., dari MTT PWM Jateng. Materi terakhir mengenai “Manhaj Tarjih Muhammadiyah dan Praktek Tarjih” disampaikan oleh Dr. Ruslan Fariadi A. M, S.Ag., M.S.I. Kegiatan ini ditutup dengan sesi penutupan yang penuh dengan semangat dan antusiasme.

Kegiatan Dauroh Manhaj Tarjih ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan keilmuan dosen UMS, khususnya dalam bidang tarjih dan fatwa, serta memperkuat komitmen UMS dalam mengembangkan kajian-kajian keislaman yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadis.

Surakarta, 6 Juli 2024 – Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menyelenggarakan acara Pembukaan Baitul Arqam 2 Kloter 26 yang diadakan di masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa semester 2 dari berbagai fakultas dan diisi oleh pembicara Bapak Dr. Imron Rosyadi, M.Ag.

 

Meneladani Nilai Ibadah Umroh dan Haji

 

Dalam kuliah umum yang disampaikan, Dr. Imron Rosyadi mengangkat tema tentang makna dan nilai-nilai ibadah umroh dan haji. Beliau menjelaskan bahwa ibadah tawaf yang dilakukan saat umroh dan haji memiliki simbol-simbol yang sangat mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Beliau mengutip QS. Al-Baqarah: 158, “Sesungguhnya (amalan umroh/haji) di safa dan marwa adalah termasuk lambang-lambang agama Allah.” Dr. Imron kemudian menguraikan beberapa poin penting dalam ibadah umroh dan haji, sebagai berikut:

 

  1. Berpakaian Ihram:

   – Dua helai kain putih melambangkan kesucian dan kebersihan hati saat menghadap Allah SWT.

   

  1. Niat dalam Hati:

   – Dimulai dengan niat yang dilanjutkan dengan membaca talbiyah, yang melambangkan penyerahan total kepada Allah SWT dan pengakuan tidak menyekutukan-Nya.

 

  1. Tiga Problem Politisme pada Manusia:

   – Menyembah berhala

   – Mencintai benda

   – Mengedepankan hawa nafsu

 

  1. Thawaf:

   – Mengelilingi Ka’bah tujuh kali putaran.

   – Thawaf dilakukan dengan khusyuk, tertib, dan tidak menyakiti orang lain.

Filosofi Thawaf dalam Kehidupan Sehari-hari

Dr. Imron menekankan bahwa thawaf mengelilingi Ka’bah tujuh kali melambangkan perjalanan hidup manusia dari hari Senin hingga Ahad. Beliau menekankan pentingnya menjalani hidup dengan khusyuk, tertib, dan senantiasa menyadarkan diri kepada Allah SWT. Beliau mengutip sebuah doa yang biasa dibaca saat thawaf: “Aku berserah diri kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan kepasrahan yang ikhlas. Aku tidak mau menjadi bagian dari orang-orang yang berbuat syirik.”

Implementasi Nilai Ibadah dalam Kehidupan Mahasiswa

Dalam penutup kuliahnya, Dr. Imron mengajak para mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah umroh dan haji dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa sikap khusyuk, tertib, dan tidak menyakiti orang lain harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menjalani perkuliahan.

Acara ini memberikan wawasan dan inspirasi bagi para mahasiswa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas, serta menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan para mahasiswa dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan agama.

Surakarta, 3 Juli 2024 – Lembaga Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum daring dengan tema “Aqidah dan Akhlak (Pembinaan AIK dan Etika Pergaulan Mahasiswa).” Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, terutama mereka yang sedang mengambil mata kuliah Kemuhammadiyahan, dan menampilkan Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, Kepala LPPIK UMS, sebagai narasumber.

Kuliah Umum yang Mencerahkan

Dr. Imron Rosyadi menyampaikan pentingnya aqidah yang kuat dan akhlak yang baik dalam kehidupan mahasiswa. Beliau menekankan bahwa pembinaan AIK dan etika pergaulan mahasiswa harus berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Sesi Tanya Jawab yang Inspiratif

Saat sesi tanya jawab, para peserta aktif berpartisipasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Salah satu pertanyaan dari peserta dari fakultas Hukum mengenai cara mengajak teman untuk melaksanakan shalat dan ibadah lainnya dengan halus. Dr. Imron menanggapi dengan menjelaskan bahwa pendekatan harus disesuaikan dengan karakter orang yang didakwahi. “Kita harus mengetahui kondisi dan karakter orang tersebut. Pendidikan aqidah dan kecintaan kepada Allah perlu terus menerus dilakukan,” jelasnya. Beliau menambahkan bahwa mengikuti teladan Nabi Ibrahim dalam menuruti Allah di atas hawa nafsu adalah salah satu cara yang efektif.

Pertanyaan lain yang diajukan oleh peserta adalah mengenai pengaruh negatif media sosial terhadap akhlak dan etika. Dr. Imron menjelaskan bahwa media sosial adalah variabel netral dan pengaruhnya tergantung pada pengguna. “Bagi yang memiliki aqidah dan filter yang kuat, media sosial tidak akan mempengaruhi jalan hidup dan akhlak mereka. Pilih informasi yang bermanfaat dan hindari penggunaan yang berlebihan,” sarannya.

Menambah Wawasan dan Inspirasi

Kuliah umum ini diharapkan dapat menambah wawasan dan inspirasi bagi mahasiswa UMS dalam memperkuat aqidah dan meningkatkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pergaulan di lingkungan kampus dan penggunaan media sosial.

 

Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi langkah nyata dalam pembinaan AIK dan etika pergaulan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Scroll to Top