Surakarta, 2 Juli 2024 – Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah dosen tamu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan pada Selasa, 2 Juli 2024. Acara ini berlangsung di ruang sidang LPPIK UMS dan dihadiri oleh para dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Acara ini mengambil tema “Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Kampus.” Kuliah ini menghadirkan Prof. Dr. dr. EM. Sutrisna, M.Kes, Wakil Rektor IV UMS, sebagai pembicara utama.

Dalam kuliah ini, Prof. Dr. dr. EM. Sutrisna, M.Kes menyampaikan berbagai materi terkait dengan pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus. Beliau menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kegiatan akademik dan non-akademik di kampus, serta bagaimana peran dosen dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut kepada mahasiswa.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Para dosen aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai implementasi pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kampus.

Acara ditutup dengan harapan bahwa kuliah dosen tamu ini dapat memperkuat pemahaman dan komitmen dosen dalam mengembangkan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Surakarta, 2 Juli 2024 – Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali mengadakan Pembukaan Baitul Arqam 2 Kloter 25 yang dilaksanakan di masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 Fakultas Agama Islam dengan menghadirkan Ibu Dr. Rizka, S.Ag., M.H sebagai pembicara utama.

Dalam kuliah umum yang bertema “Hubungan Ibadah dengan Etika Mahasiswa”, Dr. Rizka menekankan pentingnya ibadah dalam membentuk etika dan karakter mahasiswa. Beliau menyatakan bahwa ibadah merupakan tiang bagi setiap muslim, dan shalat adalah salah satu ibadah yang paling sering dilakukan. Surah Al-Fatihah, yang dibaca minimal 17 kali sehari dalam shalat, mengingatkan kita untuk senantiasa menyembah dan meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Implementasi Ibadah dalam Kehidupan Mahasiswa

 

Dr. Rizka menggarisbawahi bahwa membaca surah Al-Fatihah tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga memahami terjemahannya agar bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kebiasaan shalat tepat waktu dapat diaplikasikan dalam disiplin waktu saat kuliah. Beliau mengingatkan bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga, sesuai dengan peribahasa “waktu adalah pedang”.

 

Beliau juga menyoroti masalah generasi muda saat ini yang sering merasa sendiri, memiliki banyak masalah, dan mengalami rasa tidak aman yang berlebihan. Menurutnya, jika kita dekat dengan Allah, maka perasaan kesepian itu akan hilang. Melaksanakan shalat dengan benar akan membuat kita merasa tidak pernah sendiri, karena selalu ada Allah yang menemani.

Berbuat Baik dan Menjaga Aurat

 

Dr. Rizka mengingatkan bahwa berbuat baik tidak perlu dipamerkan, kecuali untuk menginspirasi orang lain. Ayat dalam surah Al-Fatihah, “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus,” mengajarkan kita untuk tetap shalat meskipun telah melakukan kesalahan, karena manusia memang sering berbuat salah.

 

Selanjutnya, ayat “Jalan yang Engkau beri nikmat, bukan jalan yang tidak Engkau ridhoi” mengingatkan pentingnya menutup aurat dengan benar. Pakaian yang longgar dan tidak ketat serta menutup aurat adalah bentuk ketaatan yang harus dijaga, karena godaan dari setan yang tidak akan pernah berhenti.

Kesimpulan

Sebagai mahasiswa dan mahasiswi, Dr. Rizka mengajak untuk meningkatkan ibadah baik di kampus maupun di luar kampus. Ibadah yang dilakukan dengan baik dan benar akan membentuk etika dan karakter yang kuat, sehingga dapat menjadi insan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Surakarta, 30 Juni 2024 – Lembaga Pengembangan Pendidikan Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah sukses menggelar Dauroh Tahfidz Juz 30 bagi dosen dan tenaga pendidikan (tendik). Acara yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 28-29 Juni 2024, ini diadakan di Ruang Sidang LPPIK dan diikuti oleh 22 dosen dan tendik.

Ustadz Imron Rosyadi, dalam sambutannya, mengungkapkan harapannya agar para dosen dan tendik mampu menghafal juz 30 dengan baik. Ia menegaskan pentingnya menghafal Al-Qur’an sebagai salah satu upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dauroh tahfidz kali ini menghadirkan musyrif Fazlur Rahman Rosyadi, Lc., yang menyampaikan materi tentang tips menghafal Al-Qur’an dengan mudah. Penyampaian materi yang disertai dengan metode praktis membuat peserta semakin antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini.

Salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti acara ini. “Saya waktu tahu ada kegiatan ini semangat pengen ikut, karena umur 50+ mau apalagi kalau tidak semakin dekat dengan Allah?”, ujarnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, salah seorang peserta lain menyarankan agar program ini tidak berhenti sampai di sini. “Kalau bisa program ini jangan berhenti di sini, setiap seminggu sekali kalau bisa ada setoran hafalan kepada musyrif supaya tidak lupa hafalannya dan terus bertambah,” tambahnya.

Alhamdulillah, kegiatan dauroh tahfidz juz 30 untuk dosen dan tendik selama dua hari ini berjalan dengan lancar. Pihak LPPIK akan menindaklanjuti masukan dari para peserta untuk memperbaiki dan meningkatkan program tahfidz di masa mendatang.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para dosen dan tendik UMS dapat lebih termotivasi untuk terus menghafal Al-Qur’an dan memperkuat hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT.

Surakarta, 24 Juni 2024 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar acara Pembukaan Baitul Arqam 2 dan Kuliah Umum pada tanggal 24 Juni 2024 yang berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa semester 2 Program Studi Informatika dan diisi oleh pembicara utama, Ibu Dra. Muamaroh, M.Hum., Ph.D.

 

Dalam kuliah umum tersebut, Ibu Dra. Muamaroh menyampaikan pentingnya sholat sebagai ibadah yang fleksibel dan dapat dilakukan dalam berbagai kondisi. Beliau menekankan bahwa Allah memudahkan umat-Nya untuk tetap menjalankan ibadah meski dalam keterbatasan fisik. “Jika tidak bisa berdiri, sholat bisa dilakukan dengan duduk. Jika tidak bisa duduk, bisa dengan berbaring. Misal saat ketiduran belum sholat dzuhur, bisa digabung dengan sholat ashar,” ujarnya.

 

Kuliah ini juga berfokus pada penanaman karakter mahasiswa sebagai pencari ilmu. Mengutip QS. Al-Mujadalah:11, beliau mengingatkan bahwa Allah menjanjikan untuk mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Mengutip Imam Syafii, beliau menjelaskan enam syarat utama dalam mencari ilmu, yaitu kecerdasan, semangat, kesungguhan, berkecukupan, bersahabat dengan guru, dan waktu yang panjang.

 

Selain itu, Ibu Dra. Muamaroh menekankan empat sifat baik yang harus dimiliki setiap individu berdasarkan teladan Nabi Muhammad SAW: kejujuran (sidik), dapat dipercaya (amanah), kecerdasan (fathonah), dan menyampaikan kebenaran (tablig).

 

Beliau juga memberikan beberapa nasihat penting kepada para mahasiswa:

– Konsisten dalam sholat (berjamaah dan tepat waktu)

– Rajin membaca Al-Qur’an

– Serius dalam kuliah

– Aktif dalam kegiatan dengan tujuan dan waktu yang jelas

 

“Kuliah adalah tanggung jawab terhadap orang tua yang sudah membiayai, dan menjadi aktivis adalah tanggung jawab Anda untuk masa depan Anda. Jangan sampai jadi orang yang datang tidak menambah, pergi tidak mengurangi. Artinya jangan menjadi orang yang tidak ada valuenya,” pesan beliau.

 

Mengingat meningkatnya masalah kesehatan mental di kalangan anak muda, Ibu Dra. Muamaroh juga menekankan pentingnya ibadah sebagai penopang mental yang kuat. “Kalau ibadah kuat, mental kuat. Karena kita punya backingan Allah,” katanya.

 

Sesi tanya jawab yang interaktif juga menambah dinamika acara. Elma, mahasiswa prodi Informatika, bertanya tentang cara meninggalkan jejak baik di lingkungan baru. Ibu Dra. Muamaroh menjawab dengan menekankan pentingnya melakukan apa yang bisa dilakukan, mengenali potensi lingkungan, meramaikan masjid dengan kegiatan, dan berakhlak baik.

 

Danar, mahasiswa lain dari prodi yang sama, bertanya tentang cara mengatur waktu dan prioritas. Ibu Dra. Muamaroh menyarankan untuk membuat agenda harian, mingguan, dan bulanan serta memastikan setiap kegiatan yang dilakukan memiliki manfaat dan fokus pada kuliah.

 

Mengakhiri sesi, Ibu Dra. Muamaroh menyampaikan, “Berikan pekerjaan pada orang sibuk maka akan selesai tepat pada waktunya. Karena orang sibuk akan selalu memanage waktunya dengan sebaik mungkin.”

 

Acara ini ditutup dengan semangat dan inspirasi bagi para mahasiswa untuk terus berusaha dan memberikan kontribusi positif dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Surakarta, 18 Juni 2024 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah melaksanakan pemotongan hewan qurban pada hari Selasa, 18 Juni 2024. Acara ini dimulai pukul 06.30 WIB dan bertempat di lapangan depan Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS.

Dalam kegiatan qurban tahun ini, UMS menyembelih tiga ekor sapi. Proses penyembelihan ini melibatkan panitia khusus yang dibantu oleh mahasiswa yang menjadi sukarelawan dalam berbagai tugas, mulai dari pemotongan daging hingga distribusi daging qurban kepada yang berhak menerima. Partisipasi aktif para mahasiswa menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi di lingkungan kampus UMS.

Setelah seluruh proses pemotongan dan pengemasan daging selesai, Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS mengadakan sesi pembinaan dan pengajian bagi tenaga harian serta tenaga kebersihan di lingkungan UMS. Pengajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pembekalan rohani, mengingat pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian Al Ma’un ini diisi oleh Bapak Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual yang relevan dengan semangat berqurban dan kepedulian terhadap sesama.

Setelah sesi pengajian, acara dilanjutkan dengan pembagian sembako serta daging qurban kepada para tenaga harian dan tenaga kebersihan. Pembagian ini merupakan wujud nyata dari kepedulian UMS terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh warga kampus, terutama mereka yang telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UMS berharap dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa dan seluruh warga kampus. Semoga amal ibadah qurban yang dilaksanakan ini diterima oleh Allah SWT dan membawa berkah bagi kita semua.

Pada tanggal 8 Juni 2024, LPPIK Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan workshop bertajuk “Metode, Strategi, dan Evaluasi Pembelajaran AIK Pascasarjana.” Acara ini dihadiri oleh Dekan dan Dosen AIK dari setiap fakultas dan berlangsung di ruang sidang LPPIK UMS.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd, Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum & Inovasi Pembelajaran dari Biro Inovasi Pembelajaran UMS, serta Prof. Dr. Tobroni, M.A dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Rangkaian Acara:

  1. Penyampaian Materi oleh Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd

   Dr. Laili memaparkan implementasi kurikulum AIK di program pascasarjana, kebijakan terkini yang terkait, serta harapan untuk pelaksanaan kurikulum AIK ke depan. Beliau menekankan pentingnya pembaharuan dan penyesuaian kurikulum agar lebih relevan dan efektif dalam pembelajaran AIK.

  1. Materi oleh Prof. Dr. Tobroni, M.A

   Prof. Tobroni menyampaikan materi melalui Zoom yang membahas secara mendalam kurikulum AIK untuk program Magister dan Doktor. Dalam paparannya, ia menyoroti berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan AIK di tingkat pascasarjana.

  1. Diskusi Peserta Workshop

   Sesi terakhir diisi dengan diskusi interaktif antara para peserta workshop. Para dosen dan dekan berdiskusi mengenai tantangan dan solusi dalam implementasi kurikulum AIK, berbagi pengalaman, serta memberikan masukan untuk perbaikan ke depan.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam pengembangan kurikulum AIK yang lebih baik dan inovatif untuk mahasiswa pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Surakarta, 8 Juni 2024 – Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar acara Pembukaan Baitul Arqam 2 dan Kuliah Umum Kloter 20 di masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa semester 2 dari berbagai fakultas dan diisi oleh pembicara terkemuka, Bapak Noor Alis Setiyadi, S.KM., M.K.M, Ph.D.

Dalam kuliah umum yang mengusung tema “Tundukkan Nafsumu dengan Akalmu & Tundukkan Akalmu dengan Ilmumu”, Bapak Noor Alis Setiyadi menyampaikan pentingnya pengendalian diri dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengingatkan bahwa dengan mengendalikan nafsu melalui akal dan mengarahkan akal dengan ilmu, manusia dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

 

7 Golongan yang Dinaungi Allah di Hari Kiamat

Salah satu highlight dari ceramah beliau adalah penjelasan tentang tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di hari kiamat:

  1. Imam yang adil.
  2. Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah.
  3. Seorang yang hatinya bergantung ke masjid.
  4. Dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya.
  5. Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah.’
  6. Seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya.
  7. Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

 

Bapak Noor Alis Setiyadi juga mengingatkan para pemuda akan kisah Ashabul Kahfi, yang dalam Al-Qur’an disebut dengan dua kata, yaitu fata dan fityah, serta dalam hadist disebut sebagai syab dan syabab. Beliau menegaskan bahwa pemuda selalu menjadi garda depan dalam memperjuangkan kebenaran dan melawan kebatilan, sebagaimana dicontohkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW.

 

Inspirasi dari Sejarah dan Tafsir

Mengutip Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya, beliau menegaskan bahwa pemuda selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan kebenaran dan melawan kebatilan. Hal ini dibuktikan tidak hanya oleh tujuh pemuda Ashabul Kahfi, tetapi juga oleh para sahabat Nabi Muhammad yang mayoritasnya adalah pemuda. Sebaliknya, para penentang ajaran Nabi justru didominasi oleh kalangan tua dari suku Quraisy.

 

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan dan inspirasi bagi para peserta, tetapi juga memperkuat semangat juang dan keimanan mereka dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan semangat yang sama, para pemuda Indonesia diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membangun bangsa dan agama.

ums.ac.id, SOLO – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional Call For Paper Risalah Islam Berkemajuan dalam Dakwah dan Pendidikan dengan tema “Membangun Masa Depan Pendidikan Berkualitas: Reaktualisasi Institusi dan Pola Kaderisasi Muhammadiyah”.

Kegiatan seminar ini berlangsung di Auditorium Mohamad Djazman UMS, Kamis (6/6) dan disiarkan secara langsung di akun resmi youtube universitas.

Pada kesempatan tersebut menyampaikan Wakil Rektor IV UMS Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., menegaskan bahwa AIK menjadi pedoman berperilaku bagi sivitas akademika di kampus.

“Tentu kita semua berharap kaitannya dengan kehidupan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) di kampus UMS. Kita sudah mencanangkan AIK itu sebagai ruh dan living value kehidupan sivitas akademika UMS. Sehingga yang terkena kewajiban AIK bukan hanya mahasiswa saja, dosen dan tendik pun juga kena kewajiban AIK,” tutur Em Sutrisna.

Dia juga menyampaikan, di kampus ini AIK menjadi syarat untuk kenaikan pangkat atau jabatan tertentu.

Untuk menjadikan AIK menjadi ruh dari sivitas akademika, beberapa upaya dilakukan. Di antaranya adalah kajian tiap pekan pada hari Selasa yaitu Kajian Tarjih bersama ust Syamsul, Kajian Qiyamul Lail setiap hari Jumat jam 3 pagi, Webinar Kemuhammadiyahan, Baitul Arqam untuk dosen, tendik, dan pimpinan, Munadhoroh, serta Kajian Tafsir Quran.

Wakil Rektor IV UMS itu juga menyampaikan AIK itu adalah usaha-usaha untuk mewujudkan kampus yang islami, bukan hanya kampus yang modern dan mendunia, tetapi juga kampus yang mensyiarkan nilai-nilai Islam.

UMS sendiri bukan merupakan kampus yang eksklusif karena mahasiswanya tidak homogen dari satu agama saja melainkan ada mahasiswa yang dari dari agama lain. Maka kemudian AIK diambil sebagai living value bagi mahasiswa tersebut.

Seminar ini menekankan pada bagaimana institusi pendidikan Muhammadiyah bisa lebih adaptif terhadap perkembangan zaman memastikan nilai-nilai keislaman dan keunggulan akademik tetap terjaga. Selain itu, mengeksplorasi pola kaderisasi Muhammadiyah untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkualitas dan berintegritas

Pada seminar tersebut kemudian menghadirkan tiga narasumber.Pembicara Pertama adalah Dr. Mohamad Ali, M.Pd yang merupakan Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat juga sebagai Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam (FAI) UMS. Dia menyampaikan, terdapat empat konstruksi sekolah Muhammadiyah Berkemajuan menurut Risalah Islam Berkemajuan.

Empat kata kunci tersebut adalah Menggembirakan, Berkemajuan, Gerakan Ilmu, dan Inklusif-Multikulturalisme.

“Jadi sekolah berkemajuan itu harus menjadi yang mencerahkan dan menggembirakan. Jadi ketika kita mendirikan sekolah Muhammadiyah itu bukan sekedar untuk mencari uang,” tutur Ali.

Wakil Dekan I FAI UMS itu menegaskan bahwa institusi pendidikan harus menjadi wahana mencari ilmu yang mencerahkan dan menggembirakan. Jadi ketika sekolah itu membuat karyawan dan siswanya itu merasa tercerahkan dan bergembira melakukannya.

Narasumber ke dua adalah Dr. Maskuri, M.Ag Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

“Dengan jumlah perkembangan yang cukup menggembirakan, kita jangan berbangga dengan jumlah. Tapi bagaimana peningkatan kualitas lima tahun ke depan, dan output nya adalah menghasilkan kader lulusan yang unggul,” kata Maskuri.

Dia juga menerangkan kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang dihadapi oleh pesantren-pesantren di bawah Muhammadiyah.

Narasumber ke tiga adalah Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A. yang merupakan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah. Dia menerangkan kembali cara mewujudkan tujuan Muhammadiyah yang kemudian diharapkannya menjadi amal shaleh dari founding father dan kader. Untuk menguatkan kader, dilakukan dengan reformasi kaderisasi melalui ideologisasi, internasionalisasi, dan diaspora. (Maysali/Humas)

Sumber: https://news.ums.ac.id/id/06/2024/bahas-masa-depan-pendidikan-lppik-ums-gelar-seminar-risalah-islam-berkemajuan/

Surakarta, 4 Juni 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali berhasil menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-32. Acara ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS, dimulai pukul 4.30 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB. BAPS merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Bapak Suwinarno, MPI. menjadi pembicara pada sesi ketiga, dengan materi yang mendalam.

Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa. Terakhir, sesi lima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-32 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Surakarta, 31 Mei 2024 – Pembukaan Baitul Arqam 2 dan kuliah umum berlangsung hari ini di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini menghadirkan Dr. Muchamad Iksan, S.H., M.H., sebagai pembicara, dengan mahasiswa semester dua Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai peserta.

Dr. Muchamad Iksan menekankan bahayanya mendahulukan kekayaan dan keinginan materi dibandingkan nilai-nilai spiritual dan moral. Beliau mengingatkanagar tidak menjadikan kekayaan sebagai tujuan akhir hidup, dan menyatakan bahwa mereka yang melakukannya akan mengejarnya dengan cara apa pun, sering kali mengabaikan kehendak dan keridhaan Allah.

 

Ia mengingatkan kepada peserta baitul arqam kloter ini bahwa orang yang menyembah selain Allah adalah perbuatan syirik yang termasuk dosa besar. Dr. Iksan menyoroti beratnya syirik dan kemurkaan Allah terhadap orang-orang yang terlibat di dalamnya.

 

Inti pesannya adalah pentingnya membangun landasan keimanan (iman) yang kuat di dalam hati seseorang. Dijelaskannya, orang yang benar-benar meyakini keberadaan dan kehadiran malaikat akan menjalani hidup yang shaleh. Iman yang baik (aqidah) sangat penting bagi ibadah yang baik (ibadah), dan ibadah yang baik pasti akan menghasilkan akhlak yang baik (akhlak).

 

Dr. Iksan menekankan bahwa Nabi Muhammad (SAW) adalah teladan utama karakter yang baik. Meneladani akhlak Nabi dalam pergaulan sehari-hari memastikan bahwa hubungan (muamalah) seseorang dengan orang lain dilakukan dengan integritas dan kebaikan. Ketika individu berinteraksi satu sama lain berdasarkan karakter yang baik, hal ini akan menumbuhkan komunitas di mana rasa saling menghormati dan perilaku etis berlaku.

 

Sebagai penutup, Dr. Iksan menekankan sifat holistik ajaran Islam, di mana iman, ibadah, dan akhlak yang baik saling berhubungan dan penting untuk kesejahteraan pribadi dan komunal.

Scroll to Top