Surakarta, 28 Mei 2024 – Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Rapat Koordinasi dengan Wakil Dekan 3 dari masing-masing fakultas pada hari Selasa, 28 Mei 2024. Rapat ini berlangsung di ruang sidang LPPIK.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dari tiap fakultas di lingkungan UMS. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan tilawah Qur’an, dan sambutan dari perwakilan LPPIK, Bapak Drs. Saifudin, M.Ag.

Pemaparan LPPIK dan Diskusi Interaktif

Dalam sambutannya, Bapak Drs. Saifudin, M.Ag menyampaikan berbagai perkembangan terkait pembelajaran AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) dan mentoring di UMS. Setelah pemaparan tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan usulan dari para peserta rapat.

Tanggapan dan Usulan dari Fakultas

Para perwakilan fakultas memberikan pandangan dan saran terkait pembelajaran AIK dan mentoring. Secara umum, kegiatan AIK di fakultas-fakultas telah berjalan dengan baik, namun diperlukan peningkatan khususnya dalam kegiatan praktek ibadah di kampus yang melibatkan seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa.

Mengenai kegiatan mentoring, para peserta rapat menyampaikan bahwa mentoring di tiap fakultas relatif sudah berjalan baik. Namun, terdapat catatan bahwa di beberapa program studi masih ada dosen yang mengadakan kuliah pada jam pelaksanaan mentoring, yaitu Sabtu pagi. Hal ini memerlukan perhatian lebih agar kegiatan mentoring dapat berjalan lebih optimal.

Rapat diakhiri dengan diskusi terbuka antara peserta dan LPPIK, menghasilkan berbagai rekomendasi konstruktif untuk peningkatan pembelajaran AIK dan kegiatan mentoring di UMS. Acara ditutup dengan harapan bahwa koordinasi ini dapat memperkuat kerjasama antar fakultas dan LPPIK dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik di UMS.

Surakarta, 27 Mei 2024 – Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan bangga menyelenggarakan Pembukaan Baitul Arqam 2 Kloter 17, yang bertempat di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa semester 2 Fakultas Teknik dan diisi dengan kuliah umum oleh Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keagamaan dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengutip ayat Al-Quran dari Surah Al-Baqarah ayat 177 yang menegaskan bahwa kebajikan sejati bukanlah sekadar ritual fisik, tetapi juga iman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab-kitab, dan para nabi, serta kepedulian terhadap sesama.

 

“Orang yang beriman adalah mereka yang memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, musafir, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya. Mereka yang melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menepati janji adalah mereka yang sabar dalam kemelaratan dan penderitaan. Mereka itulah yang benar dan bertakwa,” ujar Prof. Kuswaji.

 

Lebih lanjut, Prof. Kuswaji menambahkan bahwa ujian kehidupan, baik berupa kesenangan maupun kesulitan, harus dihadapi dengan kesabaran dan syukur. Beliau mengingatkan para mahasiswa untuk tidak melupakan Allah saat diberikan kenikmatan dan untuk selalu bersabar saat menghadapi kesulitan.

 

Dalam acara tersebut, Prof. Kuswaji juga membahas pentingnya berbagi dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengutip ayat Al-Baqarah ayat 195 yang mengajarkan untuk menginfakkan harta di jalan Allah dan berbuat baik, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

 

“Kuliah itu adalah proses bersama, saling memajukan, dan berusaha untuk mencapai wisuda bersama. Jangan merasa berat. Jika kita niatkan untuk ibadah, insyaAllah kita diringankan,” pesan Prof. Kuswaji kepada para mahasiswa.

 

Acara Baitul Arqam 2 ini juga mencakup diskusi bersama yang dipandu oleh fasilitator dengan tema-tema ibadah dan muamalah. Para peserta diajak untuk sholat berjamaah dan memahami nilai-nilai seperti toleransi, adab, dan sikap saling menghargai.

 

Prof. Kuswaji menekankan bahwa pendidikan aqidah dan akhlak harus mencakup aspek kognitif, sikap, dan psikomotorik, untuk mencapai kesempurnaan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Beliau berharap kegiatan ini dapat membawa perubahan positif dalam tingkah laku mahasiswa, membuat mereka lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dengan diadakannya Baitul Arqam 2 ini, Universitas Muhammadiyah Surakarta berharap dapat terus membina dan membentuk karakter mahasiswa yang berakhlak mulia dan berintegritas tinggi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Surakarta, 22 Mei 2024 — Pembukaan Baitul Arqam 2 serta kuliah umum telah berlangsung hari ini di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, dengan menghadirkan Bapak  Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Teknik semester 2 dari UMS.

Dalam kuliah umum ini, Dr. Muzakar Isa menyampaikan beberapa poin penting tentang kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti kuliah, organisasi, pekerjaan, dan bisnis. Beliau memaparkan 11 kunci sukses sebagai berikut:

 

  1. Punya keahlian – Menguasai keahlian yang dapat memberikan nilai tambah.
  2. Punya visi – Memiliki pandangan ke depan yang jelas dan terencana.
  3. Punya pasangan – Dukungan dari pasangan hidup sangat penting.
  4. Tunjukkan kamu ada – Aktif menunjukkan keberadaan dan kontribusi dalam lingkungan.
  5. Bukan yang terbaik tapi terkenal – Ketenaran dan reputasi yang baik bisa menjadi modal.
  6. Bisa dipercaya dan tidak boleh bohong ke pembeli, meski harus rugi – Kejujuran adalah fondasi utama.
  7. Tampil beda – Menjadi unik dan berbeda dari yang lain.
  8. Dekat dengan Tuhan – Menjaga spiritualitas dan hubungan dengan Tuhan.
  9. Siap ilmu ngirit – Pintar dalam mengelola sumber daya.
  10. Follow the money – Mengikuti aliran ekonomi dan peluang.
  11. Kepemimpinan – Memiliki kemampuan memimpin yang baik.

Dr. Muzakar Isa juga menyoroti bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi. Banyak orang sukses yang memiliki IPK rendah atau bahkan pernah Drop Out (DO), namun mereka memiliki kualitas tertentu yang memungkinkan mereka bangkit dan mencapai kesuksesan. Beliau juga menekankan pentingnya tidak sombong bagi yang pintar dan tidak minder bagi yang kemampuannya pas-pasan.

Berikut adalah 10 faktor sukses yang juga dibahas:

 

  1. Jujur
  2. Disiplin
  3. Gaul (Good Interpersonal Skill)
  4. Dukungan dari pasangan hidup
  5. Bekerja lebih keras dari yang lain
  6. Mencintai apa yang dikerjakan
  7. Kepemimpinan yang baik dan kuat
  8. Semangat dan berkepribadian kompetitif
  9. Pengelolaan kehidupan yang baik
  10. Kemampuan menjual gagasan dan produk

Dalam konteks VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk meraih kesuksesan. Dr. Muzakar Isa menekankan pentingnya mata kuliah AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) yang menjadi daya tarik utama bagi para alumni PTMA. Mata kuliah AIK mengajarkan kejujuran, semangat, dan disiplin, serta membentuk soft skill yang sangat berguna bagi para mahasiswa saat lulus nanti.

 

Baitul Arqam ini diadakan untuk mengondisikan dan membentuk akhlak yang baik, baik berbasis moral maupun kinerja. Ketika karakter atau akhlak ini sudah dikuasai, baik dalam hal kinerja maupun moral, maka Insya Allah para peserta akan meraih kesuksesan dunia akhirat.

Surakarta, 18 Mei 2024 — Pembukaan Baitul Arqam 2 serta kuliah umum telah berlangsung hari ini di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, dengan menghadirkan Bapak Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara ini dihadiri oleh mahasiswa hukum semester kedua dari UMS.

Dalam kuliahnya, Bapak Nurgiyatna menekankan pentingnya melakukan sholat dengan khusyuk, menyoroti bahwa praktik spiritual ini memperkuat hubungan kita dengan Allah. Beliau menjelaskan bahwa dengan merasakan sujud secara mendalam saat sholat, seseorang dapat mengembangkan tawadu’ (kesederhanaan).

 

“Mereka yang benar-benar menjalankan kesederhanaan secara alami akan menunjukkan sifat positif lainnya, seperti bersyukur, meminta maaf, ramah, sopan, dan menghormati orang lain,” kata Bapak Nurgiyatna. Beliau juga mencatat bahwa puasa dapat membantu dalam mengembangkan kesabaran.

 

Bapak Nurgiyatna mendorong mahasiswa hukum yang berpartisipasi dalam batch ini untuk melaksanakan kewajiban agama dengan tulus dan bijaksana untuk membangun karakter yang baik, tanggung jawab, dan disiplin. Tujuan dari sesi Baitul Arqam ini, yang merupakan bagian dari batch 15, adalah untuk menginspirasi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ibadah dan perilaku antar pribadi (muamalah) dalam kehidupan sehari-hari mereka.

 

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang luas, Bapak Nurgiyatna memberikan wawasan berharga tentang signifikansi ibadah tulus dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bagaimana sholat yang dilakukan dengan khusyuk dan bentuk ibadah lainnya dapat membantu individu mengembangkan sifat positif seperti kesederhanaan, kesabaran, dan disiplin.

 

Diharapkan melalui kuliah umum ini, mahasiswa akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang konsep ibadah dan muamalah, dan belajar bagaimana menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen UMS untuk mendidik mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat.

Surakarta, 15 Mei 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali berhasil menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-31. Acara ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS, dimulai pukul 4.30 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB. BAPS merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi. Pada sesi ini, peserta sangat antusias dengan kuis dadakan yang diberikan oleh Pak Rektor. Peserta yang beruntung diberikan hadiah dari Pak Rektor.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Drs. Saifudin, M.Ag yang menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi ketiga, Bapak Yayuli, MPI, menjadi pembicara pada sesi empat dengan materi yang mendalam. Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa.

Terakhir, sesi kelima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkarir pasca studi, termasuk pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-31 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Surakarta, 14 Mei 2024  – Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan bangga mengumumkan pembukaan Baitul Arqam 2 dan penyelenggaraan kuliah umum yang diadakan di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa semester 2 dari berbagai fakultas dengan pembicara utama Bapak Rois Fatoni, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dalam kuliah umumnya, Bapak Rois Fatoni menyampaikan tentang tujuan hidup manusia yang mencakup tiga aspek utama:

 

  1. Ibadah kepada Tuhan:Menekankan pentingnya beribadah kepada Allah sebagai tujuan utama penciptaan manusia.
  2. Fungsi Khalifah:Menggambarkan peran manusia sebagai pengganti yang bertanggung jawab untuk melestarikan kehidupan di bumi. Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk berbakti kepada orangtua dan mempersiapkan generasi penerus yang kuat.
  3.  Pemakmuran Bumi:Menyadari bahwa Allah menciptakan bumi sebagai tempat tinggal yang nyaman, manusia dilarang merusak dan saling membunuh. Manusia diharapkan untuk membantu sesama agar bisa bahagia di dunia dan akhirat.

 

Hikmah dari Kuliah Umum:

 

Bapak Rois Fatoni juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap Islam yang sebenar-benarnya melalui kesatuan antara fungsi khalifah, isti’marah, dan ibadah. Generasi Ulul Albab, yang bangun pagi dan beraktivitas dengan kesadaran penuh akan fungsi dan tujuan hidup, adalah contoh ideal yang diharapkan dari mahasiswa UMS.

Apa yang Harus Dilakukan Mahasiswa UMS?

 

  1. Penguatan Aqidah:Memahami tujuan hidup masing-masing:

   – Ibadah kepada Allah.

   – Menjadi khalifah yang bertanggung jawab menjaga kelestarian spesies manusia.

   – Memakmurkan bumi dengan mengelola sumber daya alam sebaik-baiknya.

Makna Takbir dan Salam:

 

– Takbiratul Ihram:  Mengagungkan Allah dan mengikhlaskan ibadah hanya untuk-Nya.

– Salam:  Mengharapkan keselamatan, rahmat, dan barakah Allah untuk sesama manusia.

 

Mahasiswa UMS diajak untuk selalu berpegang pada nilai-nilai ini dalam setiap aspek kehidupan mereka, baik dalam konteks akademik maupun sosial.

 

Acara ini diharapkan dapat memperkuat iman dan pemahaman mahasiswa terhadap tujuan hidup mereka, serta menginspirasi mereka untuk terus berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh Muhammadiyah.

Surakarta, 7 Mei 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al- Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali berhasil menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-30. Acara ini berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS, dimulai pukul 4.30 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB. BAPS merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Drs. Imron Rosyadi, M.Ag yang menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi ketiga, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa.

Keunikan BAPS ke-30 kali ini adalah sesi keempat yang digunakan untuk aksi bela Palestina. Seluruh peserta BAPS, mahasiswa, dosen, dan karyawan dikerahkan untuk mengikuti aksi ini di gedung induk Siti Walidah UMS.

Sesi kelima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkarir pasca studi, termasuk pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-30 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Surakarta, 6 Mei 2024 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan bangga mengumumkan pembukaan Baitul Arqam 2 dan kuliah umum yang diadakan di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais. Acara ini diisi dengan pembicara bapak Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D dengan peserta mahasiswa semester 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.

Prof. Supriyono dalam kuliah umumnya menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam Islam. Menurutnya, karakter atau akhlak tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama. “Pendidikan karakter menurut Islam adalah usaha sadar dan terencana untuk membentuk, mengarahkan dan membimbing akhlak, membentuk moral, etika dan rasa berbudaya yang baik (berakhlak mulia), mampu mewujudkan dalam perilaku sehari-hari dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis dan ijtihad,” ujar Prof. Supriyono.

Menurut Prof. Supriyono, akhlak dalam Islam memiliki tiga dimensi, yaitu hubungan dengan Allah, hubungan dengan manusia, dan hubungan dengan alam. Ia menekankan bahwa ajaran Islam menuntun kita untuk menjalankan kehidupan yang berimbang antara dunia dan akhirat.

Ia juga menjelaskan tentang fungsi manusia dalam pandangan Islam, yaitu untuk beribadah, bertakwa, dan sebagai khalifah di muka bumi. “Kehidupan di dunia berpengaruh pada fase kehidupan selanjutnya. Begitu juga dengan ketaqwaan,” tutur Prof. Supriyono.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Supriyono mengulas ritual ibadah dalam Islam yang dapat membentuk karakter baik, seperti shalat khusyuk, puasa yang mengendalikan feeling, willing, dan thinking, serta ibadah haji yang dilakukan dengan benar. Menurutnya, dengan melatih diri melakukan ritual ibadah, manusia akan memiliki karakter baik dalam berbagai dimensi.

“Melatih diri dengan mengamalkan ritual ibadah, maka kita akan menjadi manusia yang berkarakter baik dalam dimensi yang luas. Baik dalam hubungannya dengan Allah (Hablum minallah) seperti ibadah shalat, puasa dan haji. Dengan sesama manusia (hablum minannas) seperti ibadah shalat berjamaah, zakat, infak, shadakah dan wakaf. Maupun ibadah yang berhubungan dengan alam sekitar (hablum minal’alam) seperti menjaga kelestarian alam, tidak membuang sampah sembarangan, reboisasi dan sebagainya,” pungkas Prof. Supriyono.

Pembukaan Baitul Arqam 2 dan kuliah umum pada tanggal 30 April 2024 yang dilaksanakan di masjid Hj. Sudalmiyah Rais ini diisi dengan pembicara bapak Drs. Saifudin, M.Ag dengan peserta mahasiswa semester 2 Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bapak Saifudin mengajak mahasiswa fakultas Farmasi UMS untuk membiasakan 9 kebiasaan emas (9 golden habits). 9 kebiasaan emas itu adalah :

 

  1. Membiasakan sholat tepat waktu berjamaah dan sholat sunah
  2. Membiasakan puasa sunah 3 hari setiap bulan (ayamul bidh), senin Kamis, atau seperti puasa Nabi Daud
  3. Membiasakan diri menunaikan zakat infaq sodaqoh (ZIS) = 2.5 persen dari total penghasilan
  4. Membiasakan beradab islami dalam setiap kegiatan
  5. Membiasakan tadarus Al-Qur’an = 1juz/hari dan khatam dalam sebulan
  6. Membiasakan membaca 1 jam perhari (terutama buku yang bermanfaat, lebih bagus lagi tentang agama)
  7. Membiasakan mengaji minimal seminggu sekali (mengikuti kajian)
  8. Berjamaah dan berorganisasi. Dalam rangka mengajak kepada kebaikan, menyuruh pada yang ma’ruf (perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah) dan mencegah dari yang munkar yaitu dengan berjamaah dan berorganisasi.
  9. Membiasakan berpikiran positif (husnudzon) dalam segala hal terutama ketika menyikapi sesuatu.

 Saifudin mengharapkan mahasiswa akan memiliki 9 kebiasaan emas ini akan menjadikan karakter mahasiswa yang baik yang berakhlak mulia diantaranya menunjukkan etika yang baik kepada siapapun. Kepada Allah, Rasulullah, kepada sesama dan dimiliki oleh semua mahasiswa UMS.

 

Kuliah umum pagi ini mengambil tema Ibadah menentukan karakter mahasiswa UMS. “Dengan ibadah yang baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah akan membentuk karakter yang baik yang diharapkan oleh Muhammadiyah ataupun Islam,” pungkas Saifudin yang juga Kabid Pembelajaran AIK pada LPPIK UMS itu.

ums.ac.id, SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Iktikaf atau berdiam di masjid selama 10 hari terakhir di bulan Suci Ramadan. Pembukaan kegiatan iktikaf ini dilaksanakan pada di Masjid Sudalmiyah Rais, Sabtu (30/3) bertepatan dengan malam ke 10 terakhir.

Ketua Takmir Masjid UMS Dr. Muh Ikhsan, S.H., M.H. pada kesempatan tersebut mengajak peserta iktikaf Masjid Sudalmiyah Rais untuk bersyukur atas nikmat dari Allah SWT untuk menjadi tamu menemui bulan penuh keberkahan, Ramadan.

Ikhsan menyampaikan, dalam mengikuti kegiatan ini, tidak ada harapan lain selain Allah meridhoi ibadah yang dijalankan.

Dia juga menyampaikan bahwa malam ini mungkin adalah malam lailatul qadar.

“Tetapi yang jelas setiap dari kita semua yang melewati malam hari ini sampai malam 30 besok itu berarti sebenarnya menikmati, mengalami satu waktu yang namanya malam lailatul qadar,” ungkap Ikhsan.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang diistimewakan seperti 1000 bulan. Akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkan keutamaan malam 1000 bulan. Mereka adalah orang-orang yang tidak memanfaatkan waktu-waktu malamnya untuk melakukan amal sholeh.

Dicontohkan oleh Dosen Fakultas Hukum UMS itu, misalnya seseorang hanya tidur saja dari waktu isya hingga subuh, berarti orang itu mendapatkan keutamaan tidur seperti orang yang tidur 83 tahun.

“Tapi celaka lagi kalau ada orang melakukan malam-malam 10 hari terakhir melakukan perbuatan maksiat,” kata Ikhsan.

Alih-alih mendapat keutamaan, malah mungkin maksiatnya dikalikan 1000 bulan.

“Nah ini tentu saja akan menjadi satu kerugian yang terangat sangat,” tekannya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua dari Gema Kampus Ramadan (GKR) UMS, Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D menyatakan bahwa kegiatan ini adalah program rutin. Pada tahun ini, peserta iktikaf tidak perlu dibatasi, jadi siapa pun yang datang ke Masjid Sudalmiyah Rais akan dilayani dengan sebaik-baiknya.

Bagi peserta iktikaf yang masih di umur 10-17 tahun, peserta diwajibkan untuk registrasi dengan didampingi oleh wali. Kegiatan pada iktikaf ini di antaranya adalah kajian, khataman bersama dan khataman mandiri. (Maysali/Humas)

 

Sumber: https://news.ums.ac.id/id/03/2024/iktikaf-ums-jangan-menjadi-orang-merugi-saat-malam-lailatul-qadr/

Scroll to Top