SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Qiyamulail dan Do’a Bersama ke-191 pada Jumat, 14 November 2025. Kegiatan yang dimulai pukul 03.30–04.00 WIB ini diikuti oleh sivitas akademika UMS secara daring.
Pada kesempatan ini, tausiyah disampaikan oleh Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., yang mengangkat tema unik namun sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu prinsip merawat kulit (skincare) dalam perspektif Islam. Ia menjelaskan bahwa merawat kulit bukan hanya persoalan estetika, tetapi bagian dari ajaran Islam dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan amanah tubuh yang diberikan Allah.
Dalam penjelasannya, dr. Flora memaparkan beberapa prinsip perawatan kulit yang selaras dengan tuntunan Islam, di antaranya:
1. Wudhu dan mandi
Wudhu dan mandi menjadi cara utama menjaga kebersihan kulit karena dapat menghilangkan kotoran sekaligus meningkatkan kesegaran tubuh.
2. Penggunaan bahan alami
Islam menganjurkan penggunaan bahan-bahan alami seperti minyak zaitun, madu, dan lidah buaya untuk merawat kulit, karena lebih aman dan memiliki manfaat kesehatan.
3. Menghindari bahan kimia berbahaya
Beliau mengingatkan agar umat Islam menghindari produk skincare dengan kandungan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon yang dapat merusak kulit.
4. Menjaga kelembaban kulit
Kulit yang sehat adalah kulit yang terjaga kelembabannya, dan Islam mendorong penggunaan bahan alami untuk tujuan tersebut.
5. Melindungi kulit dari paparan sinar UV berlebih
Menurut dr. Flora, menjaga diri dari bahaya sinar matahari juga merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan, misalnya dengan memakai pelindung seperti topi atau payung.
Selain itu, beliau juga memberikan contoh skincare alami yang sangat dianjurkan dan sesuai syariat, seperti minyak zaitun, madu, lidah buaya, dan kunyit—yang masing-masing memiliki manfaat melembabkan, menenangkan, hingga mengatasi masalah kulit.
Dr. Flora menegaskan bahwa dalam Islam, perawatan kulit bukan hanya bertujuan mempercantik diri, tetapi juga bentuk tanggung jawab menjaga kesehatan sebagai amanah dari Allah SWT.
Kegiatan Qiyamulail ke-191 ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan serta kesehatan bagi seluruh peserta, dan berharap agar nilai-nilai kebersihan serta kesehatan yang diajarkan Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.



