SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka kegiatan Baitul Arqam Kloter 16 pada Kamis (14/11), yang diawali dengan kuliah umum oleh Dr. Rizka, S.Ag., M.H., Dosen Fakultas Hukum UMS. Pada sesi perdana ini, Dr. Rizka membawakan materi bertema “Implementasi Nilai-Nilai Akidah dalam Membentuk Karakter Mulia dan Berjiwa Progresif Berkemajuan.”
Dalam paparannya, Dr. Rizka menegaskan bahwa akidah merupakan fondasi utama yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak seorang Muslim, termasuk mahasiswa dan pegawai di lingkungan kampus. “Mahasiswa sebagai generasi intelektual memerlukan landasan akidah yang kokoh agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus globalisasi,” ujarnya.
Melalui slide presentasi yang dipaparkan, ia menguraikan nilai-nilai pokok akidah seperti keimanan kepada Allah, Rasul, kitab, hari akhir, dan takdir. Nilai tersebut, menurutnya, melahirkan integritas, tanggung jawab, serta etika akademik yang menjadi karakter dasar insan perguruan tinggi.
Dr. Rizka juga menekankan pentingnya menjadikan aktivitas akademik sebagai ibadah. Ia mengingatkan peserta untuk menjauhi plagiarisme, manipulasi data, dan segala bentuk kecurangan ilmiah. “Kejujuran adalah bagian dari akhlak. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan keberkahan,” tuturnya.
Lebih jauh, ia memaparkan implementasi nilai akidah dalam kehidupan kampus, mulai dari pembiasaan akhlak mulia, kedisiplinan, hingga komitmen sosial. Mahasiswa dan pegawai didorong untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan dan organisasi dengan menjunjung nilai amanah serta musyawarah.
Sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan, Dr. Rizka mendorong peserta untuk mengintegrasikan iman dengan penguasaan sains dan teknologi. Ia meminta civitas akademika UMS menjadi agen perubahan yang membawa nilai kebaikan di tengah masyarakat. Selain itu, ia menyoroti pentingnya beretika di ruang digital, termasuk menghindari hoaks dan ujaran kebencian, serta menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi.
Pembukaan Baitul Arqam Kloter 16 berlangsung khidmat dan diikuti dengan antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UMS memperkuat ideologi, spiritualitas, dan karakter civitas akademika agar selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.



