SURAKARTA – Menjelang akhir masa studi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali diajak menata arah langkah hidupnya melalui Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) periode ke-53 yang dilaksanakan pada Kamis (29/1). Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) ini menjadi ruang pembekalan nilai dan kesiapan diri sebelum lulusan memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Tidak sekadar seremoni akhir studi, BAPS dirancang sebagai proses pematangan karakter dan ideologi. Mahasiswa lintas fakultas mengikuti rangkaian materi yang menyentuh dimensi keislaman, kemuhammadiyahan, hingga kesiapan profesional, sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kesadaran identitas sebagai lulusan Muhammadiyah menjadi fokus pada sesi kedua yang disampaikan Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. Melalui materi Alumni PTMA sebagai Kader Muhammadiyah, ia menegaskan bahwa lulusan PTMA memikul tanggung jawab moral untuk hadir sebagai kader persyarikatan yang berilmu, berakhlak, dan aktif memberi solusi bagi persoalan umat dan bangsa.

Dimensi kesiapan memasuki dunia kerja diulas pada sesi ketiga bersama Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. Ia mengajak mahasiswa membaca dinamika dunia kerja secara realistis, sekaligus menekankan pentingnya kompetensi, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang.
Penguatan nilai keislaman dilanjutkan pada sesi keempat oleh Dr. Mahasri Shobahiya melalui materi Aqidah dan Akhlak dalam Muhammadiyah. Ia mengingatkan bahwa aqidah yang lurus dan akhlak yang mulia merupakan fondasi utama bagi kader Muhammadiyah dalam menjalani peran sosial, profesional, dan dakwah secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, Dr. Azhar Alam, Lc., S.E., M.SEI. menyampaikan materi Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Ia menekankan pentingnya pemahaman ibadah yang benar, rasional, dan berlandaskan tarjih Muhammadiyah sebagai ciri Islam yang mencerahkan dan berkemajuan.
Melalui BAPS ke-53, UMS menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab baru. Mahasiswa diharapkan mampu melangkah ke tengah masyarakat sebagai lulusan yang profesional, berkarakter Islami, serta konsisten menghidupkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam setiap peran yang dijalani.



