Kapan Takbir Iduladha Dimulai? Ini Penjelasannya
SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tarjih yang diselenggarakan secara rutin setiap hari Selasa sebagai bagian dari penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi dosen dan tenaga kependidikan. Kajian Tarjih Online ke-225 yang berlangsung melalui Zoom Meeting pada Selasa (2/6/2026) menghadirkan Ustadz Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H. dengan tema “Tuntunan Takbir Hari Raya Iduladha dan Hari Tasyrik.”
Dalam pemaparannya, Isman menjelaskan bahwa syariat Islam memberikan perhatian besar terhadap amalan takbir pada momentum Iduladha. Takbir tidak hanya dianjurkan pada malam menjelang Hari Raya, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang mengiringi sepuluh hari pertama bulan Zulhijah hingga berakhirnya hari-hari Tasyrik.
Menurutnya, sepuluh hari pertama Zulhijah merupakan waktu yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Pada hari-hari tersebut umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, seperti bertakbir, bertahlil, bertahmid, berpuasa, dan memperbanyak berbagai bentuk ibadah lainnya.
Isman mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah SWT selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Keutamaan tersebut menjadi dasar dianjurkannya umat Islam memperbanyak zikir dan ibadah selama periode tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dalam tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah terdapat dua bentuk takbir pada Iduladha, yaitu takbir mutlak dan takbir muqayyad.

Takbir mutlak dianjurkan sejak memasuki tanggal 1 Zulhijah hingga berakhirnya hari Tasyrik. Takbir ini dapat dikumandangkan kapan saja dan di mana saja sebagai bentuk mengagungkan Allah SWT selama hari-hari yang dimuliakan.
Sementara itu, takbir muqayyad dilaksanakan setelah salat fardu. Berdasarkan keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, pelaksanaannya dimulai setelah salat Subuh pada hari Arafah, 9 Zulhijah, hingga setelah salat Asar pada 13 Zulhijah atau akhir hari Tasyrik.
Isman menegaskan bahwa ketentuan tersebut didasarkan pada riwayat-riwayat yang menunjukkan praktik Rasulullah SAW serta para sahabat. Dalam sejumlah atsar disebutkan bahwa Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud memulai takbir setelah salat Subuh pada hari Arafah dan meneruskannya hingga akhir hari Tasyrik.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa syariat takbir Iduladha tidak terbatas pada malam takbiran ataupun hari penyembelihan kurban, melainkan terus dikumandangkan sepanjang hari-hari Tasyrik sebagai bagian dari syiar Islam.
Selain menjelaskan waktu pelaksanaannya, Isman juga mengulas lafaz takbir yang digunakan dalam tuntunan Muhammadiyah. Berdasarkan keputusan Muktamar Tarjih XX, lafaz takbir diawali dengan dua kali ucapan Allahu Akbar, kemudian dilanjutkan dengan kalimat tahlil dan tahmid.

Ia menjelaskan bahwa bentuk lafaz tersebut didasarkan pada riwayat hadis dan atsar sahabat, sehingga menjadi pedoman yang digunakan dalam lingkungan Muhammadiyah.
Lebih lanjut, Isman mengingatkan bahwa hari Tasyrik bukan hanya dikenal sebagai hari makan dan minum setelah pelaksanaan kurban, tetapi juga merupakan hari-hari yang dipenuhi dengan zikir kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 203 yang memerintahkan umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.
Melalui kajian tersebut, peserta diajak memahami bahwa takbir merupakan bagian dari syiar Islam yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, hadis, dan praktik para sahabat. Dengan memahami tuntunan tersebut, pelaksanaan ibadah Iduladha diharapkan semakin sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW dan keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Kajian Tarjih yang rutin dilaksanakan setiap Selasa menjadi salah satu sarana pembinaan AIK di UMS dalam memperkuat pemahaman dosen dan tenaga kependidikan terhadap berbagai persoalan fikih. Melalui pembahasan yang berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan hasil ijtihad Majelis Tarjih Muhammadiyah, sivitas akademika diharapkan mampu mengamalkan ajaran Islam secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Kapan Takbir Iduladha Dimulai? Ini Penjelasannya Read More »


















