Keluarga Sakinah Bukan Tanpa Masalah, Ini Rahasia Ketenangannya menurut Dr. Mahasri

SURAKARTA – Ketenangan jiwa menjadi kunci utama dalam membangun keluarga sakinah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Hal tersebut ditegaskan oleh Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., Dosen Agama Islam sekaligus Ketua LPPIK UMS, dalam Kajian Tarjih UMS seri ke-213 yang berlangsung via Zoom pada Selasa (24/2) pagi.

Konsep keluarga sakinah sering kali disalahpahami hanya sebagai kondisi tanpa konflik. Padahal, Ustadzah Mahasri menegaskan bahwa esensi sakinah terletak pada kemampuan pasangan dalam mengelola dinamika batin dan spiritual.

“Sakinah itu bukan berarti tidak ada masalah, melainkan adanya ketenangan jiwa dalam menghadapi setiap persoalan rumah tangga,” ujar ustadzah Mahasri. Beliau menekankan bahwa ketenangan ini bersumber dari pemahaman agama yang mendalam.

Asas Kokoh Membangun Keluarga Sakinah

Pondasi utama dalam pernikahan bukan sekadar materi atau fisik semata. Sebaliknya, setiap pasangan harus memiliki visi spiritual yang selaras untuk mencapai kebahagiaan jangka panjang. Tanpa asas yang kuat, komitmen pernikahan akan mudah goyah saat diterjang badai persoalan.

“Keluarga harus tegak di atas prinsip mitsaqan ghalizha atau perjanjian yang sangat kuat di hadapan Allah,” jelas ustadzah Mahasri. Oleh karena itu, edukasi mengenai arti sakinah mawaddah warahmah menjadi krusial bagi setiap pasangan.

Langkah Praktis Menjaga Keharmonisan

Selain aspek spiritual, aspek komunikasi juga memegang peranan vital dalam tips rumah tangga harmonis. Pasangan perlu mempraktikkan sikap saling menghargai dan memahami hak serta kewajiban masing-masing secara proporsional.

“Asas kesetaraan dan keadilan dalam rumah tangga akan menciptakan ruang bagi setiap anggota keluarga untuk tumbuh dengan bahagia,” tambah beliau dalam paparannya. Beliau berharap kajian ini memperkuat asas keluarga dalam Islam bagi masyarakat luas.

Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa keluarga sakinah adalah proses belajar yang terus-menerus. Ketenangan sejati akan terwujud ketika suami dan istri menjadikan rida Allah sebagai tujuan utama dalam berinteraksi setiap hari.

Scroll to Top