UMS Kupas Makna Tauhid dan Kisah Penciptaan Adam dalam Kajian Al-Baqarah 21–29

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengadakan Kajian Tafsir Al-Qur’an Online sebagai upaya meningkatkan pemahaman keislaman sivitas akademika. Pada kesempatan ini, Dr. Ainur Rha’in Bakrun, S.Th.I., M.Th., Dosen Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI), hadir sebagai narasumber dan mengupas kandungan QS. Al-Baqarah ayat 21–29.

Dalam kajiannya, ustadz Ainur menjelaskan bahwa rangkaian ayat ini berisi seruan penting kepada manusia untuk mengesakan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Seruan tersebut ditegaskan melalui bukti-bukti kekuasaan Allah yang nyata, seperti penciptaan bumi dan langit, turunnya hujan, hingga tumbuhnya tanaman sebagai rezeki bagi seluruh makhluk.

“Allah menegaskan keesaan-Nya melalui tanda-tanda penciptaan alam semesta. Semua itu menunjukkan bahwa hanya Dialah Tuhan yang pantas disembah,” jelas ustadz Ainur dalam pemaparannya.

Ia kemudian menyoroti ayat yang menantang manusia untuk mendatangkan satu surat saja yang setara dengan Al-Qur’an, sebagai bentuk penegasan kemukjizatan wahyu. Tantangan ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa tidak ada satu pun ciptaan manusia yang mampu menandingi kalamullah.

“Ini bukan sekadar tantangan retoris. Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki kedudukan yang tidak bisa ditandingi oleh kemampuan manusia mana pun,” tambahnya.

Selain itu, narasumber juga menekankan adanya ancaman bagi orang-orang kafir yang mengingkari kebenaran Al-Qur’an, serta janji surga bagi orang beriman yang beramal saleh. Dua hal ini, menurut ustadz Ainur, menjadi pengingat kuat tentang konsekuensi keimanan dan pilihan hidup manusia.

Memasuki pembahasan akhir, ustadz Ainur menguraikan kisah penciptaan Nabi Adam AS yang disebut dalam ayat-ayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT memilih Adam sebagai khalifah di bumi karena hikmah dan pengetahuan yang Dia anugerahkan kepadanya.

“Kisah ini menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui kemaslahatan manusia. Tugas kekhalifahan bukan sekadar kedudukan, tetapi amanah untuk menjaga dan memakmurkan bumi,” ungkapnya.

Kajian ditutup dengan ajakan agar umat Islam kembali meneguhkan tauhid, memperkuat keimanan, dan menjalankan peran sebagai khalifah di bumi dengan penuh tanggung jawab. Melalui kajian ini, UMS berharap para peserta semakin memahami kedalaman pesan Al-Qur’an serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Scroll to Top