Qiyamulail UMS ke-190: Menguak Hakikat Perjanjian Primordial Manusia dengan Allah

SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan Qiyamulail dan Do’a Bersama ke-190 pada Jumat (7/11/2025). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini berlangsung mulai pukul 03.30–04.00 WIB dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan UMS.

Tausiyah pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Ustadz Dr. Moh Ali, S.Pd., M.Pd., yang membawakan kajian tafsir Surah Al-A’raf ayat 172. Ayat ini membahas tentang perjanjian primordial, yaitu kesaksian jiwa seluruh keturunan Adam bahwa Allah merupakan Tuhan mereka. Dalam ayat tersebut, Allah bertanya, “Bukankah Aku Tuhanmu?” dan seluruh jiwa menjawab, “Benar, kami bersaksi.”

Dalam pemaparannya, Ustadz Dr. Ali menjelaskan bahwa perjanjian primordial ini menjadi dasar pertanggungjawaban manusia di Hari Kiamat. Dengan adanya kesaksian tersebut, manusia tidak memiliki alasan untuk mengingkari atau mengabaikan keesaan Allah.

Ia kemudian menguraikan beberapa pokok tafsir terkait ayat tersebut:

Pertama, fitrah tauhid, yaitu bahwa manusia diciptakan dengan fitrah untuk mengakui keesaan Allah. Pengakuan ini melekat dalam jiwa sejak awal penciptaan.

Kedua, bukti penciptaan, di mana proses penciptaan manusia dari setetes air mani hingga menjadi makhluk sempurna merupakan tanda nyata dari kekuasaan Allah yang tak terbantahkan.

Ketiga, tujuan kesaksian, yakni agar manusia tidak dapat berdalih pada Hari Kiamat bahwa mereka tidak mengetahui keesaan Allah.

Keempat, relevansi dengan kehidupan, bahwa ikatan batin antara manusia dan Allah harus dijaga sepanjang hidup. Meskipun hawa nafsu atau keyakinan yang menyimpang dapat membuat seseorang lupa, hati nurani akan selalu mengingatkannya kepada fitrah tauhid.

Kelima, konsekuensi kelalaian, yaitu bahwa manusia yang mengabaikan kesaksian fitrahnya akan menyimpang dari jalan Allah. Pada Hari Kiamat, mereka tidak dapat lagi beralasan karena bukti kesaksian tersebut tetap ada dan akan diungkap.

Kegiatan Qiyamulail ke-190 diakhiri dengan doa bersama, memohon kekuatan dari Allah SWT agar seluruh sivitas akademika UMS senantiasa menjaga fitrah tauhid, memperkuat iman, serta menjalani kehidupan sesuai petunjuk-Nya.

Scroll to Top