Surakarta, 10 November 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam kloter 15. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan kampus UMS ini diawali dengan kuliah umum pembuka oleh Muchamad Iksan, Ketua Takmir Masjid UMS sekaligus Direktur Dapensya UMS.
Dalam penyampaiannya, Muchamad Iksan menekankan pentingnya memperkuat aqidah dan menata kembali pemahaman keislaman yang murni sesuai tuntunan Rasulullah. Ia mengingatkan peserta agar selalu menghormati guru dan kyai, namun jangan sampai penghormatan tersebut melebihi penghormatan kepada Allah. “Mau mereka bersedekah, beramal, atau melakukan banyak hal baik, jika tidak beriman kepada Allah, maka semuanya tidak akan berarti apa-apa,” ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rukun iman merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. “Kalau seseorang mengatakan beriman kepada Allah dan malaikat, tetapi tidak percaya kepada takdir, berarti keimanannya belum konsisten,” terangnya.

Dalam materinya, Muchamad Iksan juga menyoroti hubungan antara aqidah dan ibadah. Menurutnya, aqidah yang kuat seharusnya tercermin dalam perilaku dan ibadah sehari-hari. “Jika aqidah kuat tapi ibadahnya masih lemah, berarti keyakinan kepada Allah belum benar-benar kokoh,” jelasnya.
Ia turut membedakan antara ibadah mahdhah (ibadah khusus) dan ghairu mahdhah (ibadah umum). Ibadah mahdhah, seperti shalat dan puasa, pada prinsipnya dilarang kecuali yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sementara ibadah ghairu mahdhah dapat dilakukan selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi salah satu wadah pembinaan ideologis dan spiritual bagi sivitas akademika UMS. Melalui kuliah umum tersebut, diharapkan para peserta semakin memahami makna keimanan, memperkokoh aqidah, serta mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan akademik dan sosial mereka.



