Workshop Penulisan Buku AIK UMS Perkuat Materi Keimanan dan Kemanusiaan

SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui LPPIK menyelenggarakan Workshop dan Penulisan Buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada Selasa (27/1). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., serta Ketua LPPIK UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag. sebagai narasumber. Workshop ini bertujuan untuk menyeragamkan susunan materi AIK serta merumuskan program dan materi AIK yang relevan untuk jenjang pascasarjana.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Dr. Triyono Ali Mustofa. Ia menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan kerangka dan sistematika materi AIK agar selaras dengan visi UMS, sekaligus menghadirkan pembaruan materi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan akademik.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Suwinarno, M.P.I. Ia menjelaskan bahwa materi Baitul Arqam (BA) akan diperbarui dengan pembagian tema, yakni semester 1 “Keimanan dan Kemanusiaan” dan semester 2 “Akhlak”. Selain itu, akan dibentuk tim penulis untuk menyusun materi secara sistematis dan terstruktur.

Memasuki sesi utama, Materi 1 bertajuk “Paradigma Baru, Body of Knowledge Al-Islam dan Kemuhammadiyahan” disampaikan oleh Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. Ia menjelaskan bahwa AIK bersumber dari hasil Muktamar Muhammadiyah yang dijalankan melalui sistem organisasi yang kuat. Menurutnya, sistem yang baik menjadi faktor utama yang menjaga eksistensi dan kemajuan Muhammadiyah hingga saat ini.

“AIK lahir dari sistem dan keputusan organisasi. Dari sistem yang baik inilah Muhammadiyah mampu bertahan dan terus berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti tantangan relevansi Muhammadiyah di masa depan serta peran fasilitator dalam menuntun mahasiswa Baitul Arqam agar mampu mengamalkan ajaran ibadah, khususnya shalat, sesuai dengan Tarjih Muhammadiyah. Selain itu, ia menegaskan bahwa materi AIK dapat diterapkan di luar UMS dengan penyesuaian terhadap kebutuhan, kondisi, dan latar belakang daerah masing-masing.

Selanjutnya, Materi 2 berjudul “Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis Pendidikan AIK serta Materi Pendidikan AIK 1 (Kemanusiaan dan Keimanan)” disampaikan oleh Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag. Ia menekankan bahwa AIK harus mendorong pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“AIK tidak cukup dipahami secara konsep, tetapi harus dihidupkan dan diamalkan dalam keseharian,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran dalam menjalankan ibadah agar tidak sekadar menjadi rutinitas tanpa pemahaman.

Kegiatan workshop ini ditutup dengan sesi penutup, disertai harapan agar hasil diskusi dan perumusan materi dapat menjadi pijakan kuat dalam penyusunan buku AIK yang sistematis, relevan, serta mampu memperkuat karakter keislaman dan kemuhammadiyahan sivitas akademika UMS

Scroll to Top