UMS Soroti Edukasi Lingkungan sebagai Mitigasi Bencana Sejak Dini

SURAKARTA – Upaya membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai keislaman kembali ditegaskan dalam Webinar Series UMS yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Budi Setiawan, S.T., Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai narasumber utama dengan tema “Edukasi Lingkungan sebagai Upaya Mitigasi Bencana Sejak Dini.”

Dalam pemaparannya, Ustadz Budi menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak secara eksplisit menyebut kata “bencana”, namun memberikan gambaran yang sangat jelas melalui berbagai istilah dengan konteks yang beragam. Beberapa istilah yang digunakan antara lain azab, fasad, dan musibah, yang masing-masing memuat pesan moral dan spiritual terkait sebab, dampak, serta cara menyikapi bencana.

“Melalui istilah-istilah tersebut, Al-Qur’an memberikan petunjuk tentang bagaimana manusia seharusnya menjaga lingkungan dan menanggulangi potensi bencana,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa dalam menghadapi bencana, keimanan dan ketakwaan memiliki peran sentral. Kesadaran bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, termasuk ujian berupa musibah, membentuk sikap tawakal sekaligus tanggung jawab. Menurutnya, solusi kebencanaan dalam Islam mencakup dua dimensi sekaligus, yakni hubungan vertikal dengan Allah melalui ketaatan, serta hubungan horizontal dengan sesama makhluk dan alam semesta.

Lebih lanjut, Ustadz Budi menjelaskan konsep fasad sebagai bentuk kerusakan yang tidak hanya bersifat fisik pada lingkungan, tetapi juga mencakup ketidakseimbangan sosial, ekonomi, dan spiritual. Kerusakan tersebut, kata dia, membawa dampak luas bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Ayat-ayat tentang fasad menjadi peringatan bahwa perilaku manusia memiliki konsekuensi besar terhadap alam. Kerusakan yang tampak merupakan teguran agar manusia melakukan introspeksi dan kembali kepada Allah,” jelasnya.

Dalam konteks bencana alam, fasad kerap dikaitkan dengan perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab, seperti eksploitasi lingkungan, ketidakadilan, dan kemaksiatan, yang pada akhirnya memicu bencana sebagai akibat alamiah maupun peringatan ilahi.

Melalui webinar ini, peserta diajak memahami bahwa ketakwaan bukan hanya pelindung spiritual, tetapi juga memiliki fungsi preventif dalam mencegah kerusakan dan bencana. Dengan memperbaiki hubungan dengan Allah dan menjaga amanah sebagai khalifah di bumi, keseimbangan alam yang terganggu dapat dipulihkan.

Webinar Series UMS ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa mitigasi bencana tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membutuhkan pendekatan edukatif, moral, dan spiritual yang berkelanjutan.

Scroll to Top