SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka secara resmi Baitul Arqam Kloter 18 pada Kamis (21/11), ditandai dengan penyampaian kuliah umum oleh Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., Wakil Dekan I Fakultas Teknik UMS. Pada pembukaan hari pertama ini, ia mengangkat tema “Implementasi Nilai-Nilai Akidah dalam Membentuk Karakter Mulia dan Berjiwa Progresif Berkemajuan.”
Dalam paparannya, Dr. Nur Aklis menegaskan bahwa akidah merupakan fondasi paling mendasar dalam membentuk orientasi hidup seorang Muslim, termasuk bagi civitas akademika. “Akidah tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi harus menjadi pondasi kehidupan, sumber kemuliaan moral, serta pendorong kemajuan peradaban,” ujarnya di hadapan peserta.
Sesi materi diawali dengan penjelasan mengenai ruang lingkup akidah yang mencakup aspek ilahiyat, nubuwwat, ruhaniyat, dan sam’iyyat. Melalui landasan Qur’ani, ia memaparkan bahwa akidah yang lurus mampu meneguhkan arah hidup serta menumbuhkan ketenteraman jiwa. Dr. Nur Aklis menekankan bahwa pemahaman akidah yang benar memiliki dampak langsung terhadap perilaku, etika, dan integritas seseorang.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa akidah berperan penting dalam membentuk moralitas yang kokoh. Keimanan kepada Allah dan keyakinan akan hari akhir, menurutnya, melahirkan integritas dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas. “Orang yang yakin amalnya akan dipertanggungjawabkan tidak akan pernah curang,” tegasnya.
Materi kemudian berlanjut pada penjabaran tentang hubungan akidah dengan kemajuan peradaban. Ia memaparkan bagaimana ajaran Islam yang menekankan integrasi antara zikir dan fikir telah menjadi pendorong pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di era kejayaan peradaban Islam. Akidah, menurutnya, justru menjadi motor inovasi, bukan penghambat kemajuan.

Dr. Nur Aklis juga menguraikan nilai akidah yang berperan membentuk karakter mulia seperti shidiq (jujur), amanah, fathanah (cerdas), dan tabligh (komunikatif). Nilai-nilai ini, katanya, merupakan karakter fundamental yang wajib dimiliki mahasiswa sebagai intelektual Muslim.
Pada sesi berikutnya, ia menjelaskan ciri-ciri mahasiswa berkarakter progresif berkemajuan, di antaranya mencintai ilmu dan riset, berpikir kritis namun tetap beradab, adaptif terhadap perubahan teknologi, peduli sosial, serta memiliki kreativitas dan inovasi. Hal ini sejalan dengan visi Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah.
Sebagai penutup, Dr. Nur Aklis memberikan panduan implementatif bagi peserta, mulai dari penguatan ibadah harian, kedisiplinan, literasi, kejujuran akademik, hingga etika dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa harus menjauhi plagiarisme, kecurangan, serta konten tidak bermartabat di ranah digital, dan sebaliknya menjadi penyebar narasi kebaikan.
Pembukaan Baitul Arqam Kloter 18 berlangsung dengan khidmat dan mendapat respons antusias dari peserta. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya UMS meneguhkan komitmen dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi dalam memajukan masyarakat.



