SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an Online sebagai upaya meningkatkan pemahaman spiritual para tenaga pendidik. Kajian yang berlangsung pada Minggu (23/11) ini menghadirkan Dr. Ainur Rha’in Bakrun, S.Th.I., M.Th., Dosen Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) FAI UMS, yang mengupas kandungan surat Al-Baqarah ayat 40–50.
Dalam pemaparannya, Rha’in memulai dengan menjelaskan identitas Bani Israil sebagai keturunan Nabi Ya’qub AS. Ayat demi ayat kemudian diuraikan mulai dari perintah untuk mengingat nikmat Allah, memenuhi janji, hingga kewajiban beriman kepada Al-Qur’an sebagai kitab yang membenarkan Taurat.
Rha’in juga menyoroti sikap Bani Israil yang menutup-nutupi kebenaran Nabi Muhammad SAW karena kecewa nabi terakhir tidak berasal dari golongan mereka. Menurutnya, sikap ini relevan dengan kondisi sebagian pemimpin masa kini yang enggan menyuarakan kebenaran demi menjaga jabatan.
Memasuki ayat 43–44, ia menekankan pentingnya salat, zakat, serta menjaga persatuan, sekaligus ajakan untuk mengintrospeksi diri sebelum menyeru orang lain kepada kebaikan. Pada ayat berikutnya, ia menjelaskan bahwa sabar dan salat menjadi jalan utama untuk memohon pertolongan Allah, sebagaimana ditafsirkan oleh Ibn Jarir bahwa sabar dalam ayat tersebut bermakna puasa.
Kajian ditutup dengan penjelasan ayat 49–50 yang menggambarkan bagaimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari kekejaman Fir’aun, sebagai bukti kekuasaan dan pertolongan Allah bagi hamba yang beriman. Ayat-ayat ini juga menjadi pengingat agar manusia mempersiapkan amal sebelum datangnya hari kiamat.



