Pembukaan Baitul Arqam Kloter 14
Oleh Prof. Dr. Muhtadi, M.Si.
“Tegaknya umat dan bangsa sangat tergantung pada akhlaknya.”
A. Aqidah
Aqidah adalah pemahaman komprehensif tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan. Ini mencakup keyakinan tentang kehidupan sebelum dan sesudah, serta hubungan antara dunia dan kehidupan setelah mati. Aqidah didasarkan pada kepastian, realitas, dan bukti. Aqidah dalam Islam didirikan pada pilar-pilar iman, termasuk kepercayaan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, para nabi, Hari Kiamat, dan takdir. Bukti untuk aqidah berasal dari sumber rasional dan teks, seperti Al-Quran dan Hadis. Al-Quran menantang orang-orang untuk menghasilkan sesuatu yang serupa dengan itu jika mereka meragukan asal ilahi-Nya. Al-Quran dianggap sebagai sumber utama aqidah. Akhlak, atau karakter moral, adalah aspek penting dalam Islam dan erat kaitannya dengan aqidah. Akhlak yang baik dipandang sebagai cerminan iman yang kuat dan ditekankan oleh Nabi Muhammad. Pengembangan akhlak yang baik dipengaruhi oleh faktor genetik, pendidikan psikologis, lingkungan sosial, dan keyakinan agama. Akhlak penting karena merupakan bentuk ibadah, menentukan posisi seseorang di akhirat, dan merupakan cerminan iman seseorang. Untuk mencapai akhlak yang baik, seseorang harus memulai dengan dirinya sendiri, fokus pada tindakan kecil, dan memulainya segera. Selama masa kuliah, penting untuk bersyukur, memprioritaskan studi, mengelola waktu dengan efektif, dan bertujuan untuk menjadi di atas rata-rata untuk mencapai kesuksesan.
- Keyakinan yang kokoh adalah aqidah.
Keyakinan dapat dijadikan aqidah : Adanya kepastian, sesuai realitas, dan berdasarkan dalil
Al-îmân: tashdîq jâzm muthâbiqun li al-wâqi’ ‘an dalîl Meyakini pada keyakinan yang pasti & kokoh, berdasarkan realitas & dalil (bukti)
- Sesuai realitas
- Dalil ‘aqliy : suatu pembuktian oleh akal untuk mencapai sebuah pembenaran yang bersifat pasti pada suatu rukun akidah.
- Dalil naqliy : suatu berita yang bersifat pasti yang memberitakan kepada kita tentang rukun aqidah. Contohnya : ayat-ayat al-qur’an & hadist-hadist yang shohih.
2. Dasar Aqidah islam adalah Al-Qur’an dan al-Hadis.
Firman Allah:
Artinya : “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadanya (Al[1]Quran) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya (Mereka berkata), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun dari rasul-rasul-Nya’. Dan mereka berkata, ‘Kami dengar dan kami taat’. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (Q.S. Al-Baqarah: 285).
Sabda Rasulullah Saw:
Artinya: “Telah kutinggalkan kepadamu dua pedoman. Jika kamu tetap berpegang kepada keduanya, kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (al[1]Qura’an) dan Sunnah Rasulullah (al-Hadis).” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Prinsip Aqidah Islam
- Menumbuhkan dan membina dasar-dasar ketuhanan yang terdapat dalam jiwa manusia sejak lahir.
- Aqidah Islam sebagai sesuatu yang diwahyukan oleh Alloh Swt
- Aqidah Islam pada dasarnya tidak berbeda dengan aqidah yang diajarkan oleh para Nabi terdahulu.
- Meluruskan akidah-akidah yang telah diselewengkan.
- Menghindarkan manusia dari kemusyrikan
- Membimbing akal pikiran agar tidak tersesat.
- Mendatangkan ketentraman jiwa.
4. Kedudukan Aqidah dalam Islam
Dalam ajaran Islam, aqidah memiliki kedudukan yang sangat penting, karena aqidah merupakan pondasi dari ajaran islam yang lain seperti ibadah dan akhlaq. Maka, aqidah yang benar merupakan landasan bagi tegaknya agama dan diterimanya suatu amal
B. Akhlak
Dari segi bahasa, kata akhlak berasal dari Bahasa Arab yang telah diserap ke dalam Bahasa Indonesia. Yang dalam Bahasa Arab kata akhlak merupakan jama’ kata khuluqun yang mengandung arti:
- Tabi’at, yaitu sifat yang telah terbentuk dalam diri manusia tanpa dikehendaki (tanpa kemauan) atau tanpa diupayakan (tanpa usaha).
- Adat, yaitu sifat dalam diri manusia yang diupayakan (berusaha) melalui latihan yakni berdasarkan keinginan.
- Watak, jangkauannya meliputi hal yang menjadi tabi’at dan hal yang diupayakan sehingga menjadi adat kebiasaan.
Jadi pengertian akhlak menurut istilah adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan suatu perbuatan dengan mudah karena kebiasaan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu.
- Mengapa Akhlak itu Penting?
- Nabi Muhammad diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak manusia, perintah ini sekaligus menjadi guide bagi juru dakwah dan umat Islam secara umum.
- Melalui akhlak ini Rasulullah membangun keadaban, dan tentang keadaban itu bukan benar dan salah, tapi lebih condong tentang baik & buruk -> Karakter/Kepribadian /Personality ُ
Dari Abu Hurairah r.a berkata: “Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” (H.R. al-Baihaqi)
- Syeikh Ahmad Syauqi Beik, seorang penyair dari Mesir pernah bersenandung tentang pentingnya akhlak mulia dalam menjaga keutuhan suatu bangsa.
Sesungguhnya kejayaan suatu umat terletak pada akhlaknya, jika akhlak telah hilang dari mereka, maka binasalah umat itu.
Implementasi akhlak karimah juga mencakup keseimbangan antara tuntutan akademik dan kehidupan sosial. Mahasiswa UMS diharapkan mampu mengelola waktu dengan efektif, bersikap adil dalam interaksi dengan sesama, dan menunjukkan tanggung jawab terhadap tugas-tugas akademik dan sosial.
Dalam konteks ini, mahasiswa UMS dapat memanfaatkan pengalaman kuliah sebagai waktu untuk memperdalam aqidah, mengasah akhlak karimah, dan merajut hubungan yang harmonis dengan sesama mahasiswa serta lingkungan sekitar. Kesadaran akan pentingnya aqidah yang kokoh dan implementasi akhlak karimah diharapkan dapat membentuk generasi mahasiswa yang berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan berkualitas dalam segala aspek kehidupan.


































