Pembukaan Baitul Arqam Kloter 23

Oleh Bapak Dr. Miftakhul Huda, M.Ag.

 

Aqidah : intisari atau pokok dalam agama islam, yaitu menegaskan bahwa Allah satu-satunya tuhan dan satu-satunya yang berhak disembah atau diibadahi, menegaskan bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah yang harus diteladani oleh seorang muslim, serta mengetahui, meyakini, dan mengamalkan rukun islam dan rukum iman.

Tujuan aqidah: wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. al-Baqarah:21)

Pemaknaan: mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah) (QS al-Bayyinah:5)

 

Macam-macam tauhid :

  • al-Uluhiyah (al-Fatihah ayat 5 dan an-Nahl ayat 3)

Mengesakan Allah dalam perbuatan hamba, yaitu kita selaku hamba hanya beribadah kepada Allah saja, tidak boleh satu pun ibadah diserahkan kepada selain Allah. Ibadah seperti berdoa, thawaf, menyembelih kurban, bernadzar hanya boleh ditujukan kepada Allah semata.

Ibadah hanya ditujukkan kepada Allah, tidak mengharapkan pujian dari orang lain.

  • al-Rububiyah (al-Fatihah ayat 2 dan an Naas ayat 1)

Mengesakan Allah dalam perbuatannya, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan, menguasai dan mengatur alam semesta ini.

  • al-Asma’ wa as-Sifat (as ayat 1-4 dan an  nahl ayat 62)

Mengesakan Allah dalam asma dan sifat-Nya, artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah dalam hal zat, asma, maupun sifat. 

Sehingga apabila kita meyakini hal itu maka perilaku kita otomatis akan terkontrol.

Kita tidak pernah dikecewakan oleh Allah, buktinya kita sudah diberi banyak nikmat oleh Allah

 

Pada surat al-Baqarah ayat 186 : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

“Apabila aqidah kita kokoh, akhlak kita akan terbentuk menjadi akhlak yang mulia.”

an-Nisa ayat 80 : “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.”


Catatan kaki : 159)

“Rasul tidak bertanggungjawab atas perbuatan perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.”

Apabila kita memegang Al-qur’an dan as sunah maka insyaallah kita akan selamat dunia dan akhirat.

Al-Maidah ayat 3 : “…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu…”

Ketika meyakini ada agama yang benar selain Islam maka rusaklah dia.

Al Araf ayat 158 : “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain Dia, serta Yang menghidupkan dan mematikan.”

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 22

Oleh Bapak Dr. Imron Rosyadi, M.Ag.

 

Konsep Ketuhanan dalam Islam.

Pada umumnya semua agama itu punya titik kesamaan. Misal, kepada orangtua. Semua agama menganjurkan untuk menghormati orangtua, berbuat baik kepada orangtua. Menolong orang. kesamaan itu ada maksudnya. Bukan berarti kalo ada kesamaan lebih baik pilih agama selain islam. Karena konsep ketuhanan berbeda, konsep beribadahnya berbeda, tapi kesamaan itu ada pada konsep kemanusiaan dan sosial. 

  • Allah itu Tuhan Yang Esa (QS. Al-Ikhlas:1-4)

Dalam islam Allah itu satu, surat ini turun Ketika ada seorang tokoh yg datang kepada nabi Muhammad SAW. Lalu Allah menurunkan ayat itu, 

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ  ١ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ  ٢ لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ  ٣ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ  ٤

  1. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
  3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
  4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

 

  • Tuhan Allah itu ada sebelum alam ini ada dan alam ini musnah kecuali Allah. Jadi, Allah itu yang pertama dan terakhir. (QS. Al-Hadid:3)

هُوَ ٱلۡأَوَّلُ وَٱلۡأٓخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلۡبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ  ٣

 

  • Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٖ  ٢٦ وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ  ٢٧

Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26). Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (27). (QS. Ar-Rahman:26-27)

 

  • Apa yang ada di alam ini merupakan bukti adanya Allah (QS. Al-Baqarah:117)

بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرٗا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ  ١١٧

  1. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.

 

  • Allah yang menciptakan manusia (QS. Ar-Rum:40)

ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ ثُمَّ رَزَقَكُمۡ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡۖ هَلۡ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفۡعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَيۡءٖۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ  ٤٠

  1. Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

 

  • Allah yang mengatur alam ini (QS. Al-Baqarah:255)

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ… ٢٥٥

  1. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. 

 

  • Allah itu Maha Kuasa (QS. Ali Imron:26)

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ تُؤۡتِي ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُۖ بِيَدِكَ ٱلۡخَيۡرُۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ  ٢٦

  1. Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

قُلۡ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيّٗا فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَهُوَ يُطۡعِمُ وَلَا يُطۡعَمُۗ قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَسۡلَمَۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ  ١٤

  1. Katakanlah: “Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik”. (QS. Al-An’am:14)

 

  • Allah mengutus Nabi Muhammad dan ajaran Islam (QS. At-Taubah:33)

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ  ٣٣

  1. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

صِبۡغَةَ ٱللَّهِ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبۡغَةٗۖ وَنَحۡنُ لَهُۥ عَٰبِدُونَ  ١٣٨ قُلۡ أَتُحَآجُّونَنَا فِي ٱللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمۡ وَلَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَلَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡ وَنَحۡنُ لَهُۥ مُخۡلِصُونَ  ١٣٩

  1. Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
  2. Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,

 

  • Keyakinan ketuhanan Yesus pernah dikonfirmasi kepada Nabi Isa, seperti dijelaskan dalam al-Maidah:116-117

وَإِذۡ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ءَأَنتَ قُلۡتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيۡنِ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ قَالَ سُبۡحَٰنَكَ مَا يَكُونُ لِيٓ أَنۡ أَقُولَ مَا لَيۡسَ لِي بِحَقٍّۚ إِن كُنتُ قُلۡتُهُۥ فَقَدۡ عَلِمۡتَهُۥۚ تَعۡلَمُ مَا فِي نَفۡسِي وَلَآ أَعۡلَمُ مَا فِي نَفۡسِكَۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّٰمُ ٱلۡغُيُوبِ  ١١٦ مَا قُلۡتُ لَهُمۡ إِلَّا مَآ أَمَرۡتَنِي بِهِۦٓ أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمۡۚ وَكُنتُ عَلَيۡهِمۡ شَهِيدٗا مَّا دُمۡتُ فِيهِمۡۖ فَلَمَّا تَوَفَّيۡتَنِي كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيۡهِمۡۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ  ١١٧

  1. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.
  2. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

   

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 21

Oleh Bapak Suwinarno, MPI

“Jaga iman, jaga salat dan perbaiki akhlak”

Hamba (salat)-mewarisi surga

Yang bisa masuk ke surganya Allah adalah hambanya, dan yang membentuk seorang hamba adalah ibadah, bentuk ciri khas ibadah adalah salat.

Perhatikan orang yang sujud. Kepala, lutut, dan kaki berada di tempat yang sejajar. Artinya, meskipun kaki selalu berada di bawah ia tetap sama di hadapan Allah SWT ketika manusia bersujud. Kalau diperhatikan kembali, kepala justru lebih rendah dari pada pantat padahal pantat adalah tempat pengeluaran kotoran manusia. Tapi, ketika manusia bersujud pada Allah SWT, pantat justru lebih tinggi posisinya dari pada kepala.

Bukankah Allah SWT sudah berfirman dalam al-Qur’an surat al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia di hadapan Allah SWT adalah sama derajatnya yang membedakan hanyalah tingkat ketaqwaannya pada Allah SWT.

Dengan bersujud, kita mengaku pada Allah SWT bahwa kita lemah dan butuh pada Allah SWT. Kita ciptaan-Nya dan memang sudah seharusnya bersujud.

Apapun yang ada diatas kepalamu, apapun pangkat kekuasaan dan jabatanmu, apabila salat kepala akan rendah daripada pantat. Diawali dengan yang pertama takbir. Itu semua menunjukkan bahwa salat itu dimensi sebuah pengakuan seorang hambanya

Ada 7 golongan yang pada akhir zaman dinaungi oleh Allah yaitu salah satunya pemuda yang hatinya terpaut pada masjid. Laki-laki ini memiliki hubungan yang kuat dengan masjid sebagai tempat ibadah dan tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dia hadir di masjid tidak hanya untuk shalat, tetapi juga untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan meningkatkan pemahaman agamanya.

Indikator seorang hamba adalah salat

Kenapa kita harus salat? Apa manfaatnya kita disuruh salat minimal sehari 5x?

Untuk mengingat Allah, mengistirahatkan jiwa/hati, manfaat salat mendapat ketenangan hati

Manfaat salat menurut alqur’an dan hadist:

  1. Hadits Rasulullah SAW: “Yang pertama kali akan dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik, akan baik pula seluruh amalnya. Jika salatnya rusak akan rusak pula seluruh amal perbuatannya”. Salat menjadi tolak ukur apakah kita berhak untuk masuk surga atau neraka.  Kalau kita ingin sukses dan selamat di dunia dan akhirat maka benahi salatmu.
  1. Surat al-fath:29, wajahnya bersinar

Ketika semua dikumpulkan di padang mahsyar, semuanya akan cemas ketakutan karena dia akan mempertanggungjawakan perbuatan mereka sendiri sendiri. Dia hanya memperhatikan dirinya sendiri, teman bahkan keluarga pun tidak diperhatikan. Apakah dia akan selamat atau tidak.

Yang akan selamat adalah ahli sujud wajahnya akan bercahaya dan itu menunjukkan akan selamat dan masuk surga.

  1. Akan mendapat jaminan sukses dari Allah.

Allah memanggil sehari 15x kenapa allah meminta kita untuk salat? Karena langsung dijawab oleh Allah Hayya ‘alashshalaah dan dijawab Allah Hayya ‘alalfalaah. Janji Allah terdapat pada adzan yang akan menjamin kebahagiaan, kesuksesan hidup. Ketika ingin sukses maka jaga salat pasti Allah jamin. Apabila hidup tidak jelas, bingung, takut masa depan tidak jelas, supaya menjadi hidup yang jelas maka rubahlah cara salat kita insyaallah Allah akan menata hidup kita.

 

Selain ibadah, yang menjamin kesuksesan seseorang adalah adab /akhlak.

Kenapa akhlak penting? Karena menunjukkan kualitas hidup yang baik ditunjukkan dengan akhlak yang baik.

Kalo ingin menjadi orang yang sukses, orang baik, orang yang terhormat maka perbaiki akhlakmu. Gajah mati meninggalkan gadingnya, manusia mati meninggalkan nama. Artinya, nama menunjukkan sikap perilaku ketika hidup. Kita mau dikenal sebagai apa? sebagai pribadi yang baik atau buruk tergantung perilaku kita. Kalo sering mengikuti orang yang baik maka kita akan membangun menjadi pribadi yang baik.

Orang yang masyhur dengan akhlaknya yaitu Rasulullah SAW. Maka kita harus meneladani Rasulllah, mengamalkan sifat tauladan Rasul pada kehidupan sehari-hari kita agar hidup kita menjadi teratur dan insyaallah akhlak kita menjadi akhlak yang mulia.

“Jujur, amanah, ikhlas, tawadhu itu yang akan menjadi poin tresendiri bagi kita hidup di dunia dan itu tidak mudah, maka kita perlu latihan supaya kita punya kualitas professional dan kualitas karakter yang luar biasa.”

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 20

Oleh Bapak Dr. Noor Alis Setiyadi, S.KM., M.K.M, Ph.D

“Kalau cinta dengan Allah maka jalankan apa perintahnya dan tidak akan melaksanakan larangannya tanpa alasan apapun”

Kuliah umum hari ini tanggal 4 Desember 2023 diisi oleh bapak Dr. Noor Alis Setiyadi, S.KM., M.K.M, Ph.D selaku Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Kesehatan UMS. Beliau menyampaikan materi yang berkaitan dengan “Pemuda Muslim”. Beliau memulai dengan menyampaikan Hadist Bukhori nomor 6308.

Setiap dari kita pasti akan berproses. Tidak ada yang tidak ingin masuk surga. Tetapi apa upaya kita ingin menjadi bagian dari anggota penghuni surga?

Kita adalah pemimpin, bahwa setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Yang kita pimpin adalah:

  1. Mata
  2. Telinga, menolak ketika diajak bergibah
  3. Gerakan (tangan, kaki): menolak untuk diajak ke diskotik atau ke tempat yg tidak baik. Jari kita tidak digunakan untuk menyebar informasi hoaks
  4. Nafas
  5. Semua organ dan sel dalam tubuh kita

Ada 7 golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah

Dibawah naungan arsynya pada hari tidak ada naungan selain naungan Allah Azza wa jalla (yaitu) :

  1. Imam yang adil

Adil: menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Langkah kita tidak mendatangi tempat diskotik

Mulut kita tidak digunakan untuk bicara yang tidak baik, membenci orang lain dan bergosip

  1. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Azza wa jalla
  2. Seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesunyian (kesendirian) kemudian dia menangis (karena takut kepada azab Allah)
  3. Seorang laki-laki yang hatinya selalu bergantung dengan masjid-masjid Allah
  4. Dua orang yang saling mencintai, mereka berkumpul dan berpisah karena Allah Azza wa Jalla
  5. Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang memilili kedudukan dan cantik akan tetapi dia menolak dan berkata, “sesungguhnya aku takut kepada Allah”
  6. Seorang laki-laki yang bersedekah dengan sesuatu yang ia sembunyikan, sampai-sampai tangan kirinya ridak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. [HR. Al-Bukhori dan Muslim]

Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Q.S. Al-Alaq, bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!

Allah meninggikan derajat orang berilmu.

Kenapa harus berilmu? Karena, dengan berilmu memudahkan hamba mengenal sang pencipta.

Dengan Ilmu sang pencipta tidak akan menyelewengkan

Puncak dari penghambaan

  • Selalu tunduk
  • Semakin berilmu semakin menundukkan kepala (mengilmuni sholat)
  • Tidak berani membusungkan dada

Imam ibnu katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa pemuda selalu menjadi garda depan dalam memperjuangkan kebenaran dan melawan kebatilan. Terbukti, selain tujuh pemuda Ashabul kahfi, para sahabat pada masa perjuangan dakwah Rasulullah juga didominasi oleh para pemuda. Sebaliknya, para pejuang nabi Muhammad justru didominasi kalangan tua suku Quraisy. (ibnu katsir, tafsir al-qur’anil ‘Adzim, [2000], juz IX, halaman 109).

Tundukkan nafsumu dengan akalmu. Dan tundukkan akalmu dengan ilmumu, karena ilmu bisa menundukkan akal.

Surakarta, 2 Desember 2023 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-26, yang merupakan syarat bagi mahasiswa yang akan wisuda atau telah menempuh minimal 80 SKS hingga semester 6. Kegiatan BAPS ini diadakan setiap bulan dengan tujuan membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa sesuai dengan manhaj Muhammadiyah.

BAPS 26 dimulai pada pukul 03.30 WIB dengan agenda presensi, sholat sunnah, dan sholat subuh berjamaah. Pada kesempatan ini, sebanyak 800 peserta dari berbagai fakultas di UMS turut ambil bagian.

Para pembicara dalam acara ini menyampaikan materi yang sangat bermanfaat, di antaranya:

  • Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, Rektor UMS, memberikan materi tentang Spiritual Leadership
  • Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, Kepala Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK), menyampaikan materi tentang Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih
  • Prof. Dr. Em Sutrisna, Wakil Rektor 4 UMS, membahas Karakter Sarjana Muhammadiyah
  • Prof. Dr. Ihwan, M.Si, Wakil Rektor 3 UMS, memberikan materi tentang Persiapan Berkarir Pasca Studi

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal spiritual dan intelektual kepada mahasiswa, mempersiapkan mereka untuk dunia kerja dan kehidupan setelah kampus. Dengan mengikuti BAPS, diharapkan mahasiswa UMS tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga memiliki kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 19

Oleh Bapak Dr. Muzakar Isa

Akhlak adalah cerminan aqidah, artinya perilaku seseorang mencerminkan keyakinan dan keimanan yang dimilikinya. Dalam Islam, aqidah atau keyakinan yang benar akan tercermin dalam akhlak yang baik, dan sebaliknya, aqidah yang lemah atau salah akan tercermin dalam akhlak yang buruk. Rasulullah selalu mencontohkan akhlak yang mulia, dan akhlak beliau dianggap sebagai implementasi langsung dari ajaran-ajaran aqidah Islam. Oleh karena itu, penting bagi seorang Muslim untuk memperbaiki akhlaknya sebagai cerminan dari keimanan dan keyakinannya.

Pada Al-Qur’an surah Ibrāhīm ayat 24-25 :

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ

Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit (QS. Ibrahim: 24).

TAFSIR TAHLILI

(24) Perumpamaan yang disebutkan dalam ayat ini ialah perumpamaan mengenai kata-kata ucapan yang baik, misalnya kata-kata yang mengandung ajaran tauhid, seperti “Lailaha illallah” atau kata-kata lain yang mengajak manusia kepada kebajikan dan mencegah mereka dari kemungkaran. Kata-kata semacam itu diumpamakan sebagai pohon yang baik, akarnya teguh menghunjam ke bumi. Akar bagi pohon memiliki dua fungsi utama: (1) menghisap air dan unsur hara dari dalam tanah dan (2) menopang tegaknya pohon. Apabila akar tidak dapat lagi mengambil unsur-unsur hara dari dalam tanah maka lambat laun pohon akan mati. Sedangkan akar pohon yang berfungsi baik akan dapat menyalurkan unsur-unsur hara dari dalam tanah ke bagian atas pohon dan pertumbuhan pohon akan berjalan dengan baik. Dahannya rimbun menjulang ke langit. Hadis Nabi saw:

عَنْ عَبْدِ اللهِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً لاَ يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَ إِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ. فَحَدِّثُوْنِيْ مَا هِيَ؟ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِى. قَالَ عَبْدُ اللهِ فَوَقَعَ فِيْ نَفْسِيْ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ. ثُمَّ قَالُوْا حَدِّثْنَا مَاهِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: هِيَ النَّخْلَةُ. (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin ‘Umar r.a., ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Di antara jenis pohon, ada suatu pohon yang tidak pernah gugur daunnya. Pohon itu adalah perumpamaan bagi orang Islam. Beritahukan aku, apakah pohon itu? Orang-orang mengira pohon itu adalah pohon yang tumbuh di hutan. Kata Abdullah, “Sedangkan menurut saya pohon itu adalah pohon kurma. Tetapi saya malu untuk berkata. Kemudian para sahabat berkata, “Beritahulah kami pohon apa itu, hai Rasulullah!” beliau menjawab, “Pohon itu adalah pohon kurma.” (Riwayat al-Bukhāri); Agama Islam mengajarkan kepada umatnya agar membiasakan diri menggunakan ucapan yang baik, yang berfaedah bagi dirinya, dan bermanfaat bagi orang lain. Ucapan seseorang menunjukkan watak dan kepribadiannya serta adab dan sopan-santunnya. Sebaliknya, setiap muslim harus menjauhi ucapan dan kata-kata yang jorok, yang dapat menimbulkan rasa jijik bagi yang mendengarnya.

تُؤْتِيْٓ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ ۢبِاِذْنِ رَبِّهَاۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat (QS. Ibrahim: 25).

TAFSIR TAHLILI

(25) Dalam ayat ini digambarkan bahwa pohon yang baik itu selalu memberikan buahnya pada setiap manusia, dengan seizin Tuhannya. Adapun proses pertumbuhan tanaman diperlukan berbagai unsur hara yang cukup banyak macamnya. Menurut jumlah yang diperlukannya, unsur hara ini dibedakan menjadi unsur hara makro yang diperlukan dalam jumlah banyak, dan unsur hara mikro yang diperlukan dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaannya mutlak diperlukan. Untuk sampai pada terjadinya buah, akar harus dapat memasok semua kebutuhan unsur hara ini dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Ada beberapa unsur hara yang apabila dipasok melebihi kebutuhannya akan menjadi racun bagi tanaman dan dapat menyebabkan kematian bagi tanaman (misalnya besi untuk tanaman padi). Sebab itu, manusia yang mengambil manfaat dari pohon itu hendaklah bersyukur kepada Allah karena pada hakikatnya ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya melalui seseorang adalah karunia dan rahmat dari Allah swt.

Seorang muslim mencerminakn karakteristik sebuah pohon yang kuat dan banyak manfaatnya. Empat sifat “pohon tauhid” :

  1. Pertama, Ketauhidan dan mahabbatullah akan terhunjam dalam lubuk hati bagaikan sebuah pohon yang akarnya teguh menghunjam ke bumi. Ia senantiasa lentur diterpa angin, kokoh tidak tercerabut.
  • Ketauhidan yang telah tertancap kokoh di hati akan membawa seorang Muslim ke puncak prestasi. Ia akan menjadi mercusuar bagi umat yang lain seperti sebuah pohon yang cabangnya menjulang ke langit.
  1. Kedua, ketauhidan mereka dapat kita saksikan pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat. Berbekal ketauhidan mereka dapat menggapai puncak prestasi dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam politik, militer, ilmu pengetahuan, hingga lapangan spiritual.
  • Kalimat tauhid telah pula membawa mereka dari kegelapan kepada cahaya terang benderang; dari suku barbar menjadi suku paling disegani sebagai pembawa cahaya kemajuan bagi dunia.
  1. Ketiga, ketauhidan akan melahirkan ketaatan dan penghambaan total kepada Allah, seperti sebuah pohon yang menghasilkan buah-buahan segar, harum, lezat, dan bergizi pula.
  • Ketauhidan akan berbuah ketaatan dan amal serta pembebasan manusia dari segala macam belenggu. Seseorang yang mengenal Allah tentu akan memahami tujuan hidupnya. Tujuan untuk apa ia diciptakan, sehingga ia akan menjalani hidup dengan penuh vitalitas dan beribadah dengan penuh keikhlasan.
  1. Keempat, seorang Muslim yang telah bertauhid akan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungannya, menjadi peneduh orang yang kepanasan, dan akhlaknya sedap dipandang mata; bagaikan sebuah pohon yang selalu ramah lingkungan, teduh, dan menyedapkan pandangan.

Iman manusia memang naik turun, dan akan meningkat dengan ketaatan kepada Allah. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah untuk memperoleh keteguhan iman adalah “Yaa Muqollibal Quluub, Tsabbit Qalbii ‘alaa Diinik” yang artinya “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”. Selain itu, iman juga dikaitkan erat dengan ketaatan. Iman adalah ketaatan dalam melaksanakan kehendak Allah, tanpa banyak bertanya, mengeluh, atau protes kepada-Nya. Ketaatan dan iman tidak dapat dipisahkan, ketaatan adalah bagian atau bukti dari iman. Ketika iman sedang turun, disarankan untuk memperbanyak dzikir, mendengarkan lantunan Al-Qur’an, dan menjalin hubungan yang dapat mengingatkan tentang ibadah. Kehidupan Nabi Ibrahim juga merupakan teladan ketaatan dan iman yang kuat kepada Allah.

Pemberdayaan dan komitmen yang tinggi pada peningkatan moral dan etika sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semua individu dapat berperan aktif dalam menerapkan Akhlakul Karimah dan menjadi teladan positif bagi orang lain. Dengan kerja keras, kesadaran, dan dukungan bersama, kita dapat mengatasi tantangan-tantangan ini dan menciptakan masyarakat yang lebih baik secara moral.

Kesimpulannya, aqidah yang kuat merupakan pondasi yang kokoh dalam membangun keimanan dan akhlak yang baik. Oleh karena itu, belajar agama, khususnya aqidah, sangat penting bagi setiap Muslim untuk memperkuat keyakinan dan mengarahkan perilaku ke arah yang benar.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 18

Oleh Bapak Yayuli, M.P.I.

Pembukaan Baitul Arqam UMS pada Sabtu, 25 November 2023, diisi oleh Bapak Yayuli dengan materi tentang Aqidah yang Kokoh dan Implementasi Akhlak Karimah terhadap mahasiswa UMS. Berikut ini beberapa poin penting dari pembukaan tersebut:

  1. Aqidah merupakan istilah yang berasal dari kata aqoda ya’qidu “aqidatan” yang berarti ikatan, simpulan, sangkutan, perjanjian dan kokoh. Sifatnya berkaitan dengan keimanan yang tumbuh dalam hati seseorang. Secara terminologi artinya landasan yang mengikat yaitu keimanan, oleh karena itu ilmu tauhid disebut jama’ akidah artinya ilmu yang mengikat. Ajaran Islam sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits merupakan ketentuan yang pokok dan memuat petunjuk keimanan.

Pengertian akhlak dapat diartikan sebagai tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sengaja, diawali dari proses latihan yang menjadi kebiasaan, bersumber dari dorongan jiwa untuk melakukan perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian.

  1. Akhlak dibagi menjadi 2, yaitu akhlak terpuji (akhlakul mahmudah) dan akhlak tercela (akhlakul madzmumah).
    • Akhlak mulia atau terpuji disebut juga dengan Akhlakul Mahmudah atau Akhlakul Karimah yaitu sikap dan tingkah laku yang mulia atau terpuji terhadap Allah, sesama manusia dan lingkungannya. sifat mulia tersebut bagi setiap muslim perlu diketahui yang bersumber dari Al Quran dan hadis. Sifat terpuji sangat memberikan jaminan keselamatan kehidupan manusia, dalam hubungan dengan Allah, kehidupan pribadi, bermasyarakat dan negara.
    • Akhlak tercela disebut juga Akhlakul mazmumah  yaitu  Sikap dan tingkah laku yang buruk terhadap Allah, sesama manusia dan makhluk lain serta lingkungan.  Berdasarkan pengertian akhlak buruk, maka diharapkan agar setiap muslim menghindari sifat tercela karena ini sangat merusak kehidupan manusia,  baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat maupun kehidupan bernegara, dan  begitu juga hubungan dengan Allah.

Ayat yang berkaitan dengan aqidah yang kokoh adalah QS. Ibrahim ayat 24-26.

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ  ٢٤ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينِۢ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ  ٢٥ وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجۡتُثَّتۡ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ  ٢٦

  1. “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,”
  2. “pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”
  3. “Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.”

Pada ayat 24 terdapat kalimat tayiba (tauhid). Indra yang pertama kali berfungsi menerima informasi dari luar adalah telinga. Kalimat tayiba adalah kalimat tauhid yang dilafalkan dengan laailaha ilallah. Aqidah yang baik bisa membuahkan hasil yang baik.

Pembukaan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kesadaran mahasiswa UMS tentang aqidah yang kokoh dan implementasi akhlak karimah, serta mendorong mereka dalam menjadi individu yang mulia dan berkelanjutan dalam kehidupan yang sejalan dengan ajaran Islam.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 17

Oleh Bapak Dr. Suranto

Pembukaan Baitul Arqam UMS pada Selasa, 21 November 2023 diisi kuliah umum oleh Dr. Suranto, dengan topik “Aqidah yang Kokoh dan Implementasi Akhlak Karimah terhadap Mahasiswa UMS.” Isi materi menekankan pentingnya keimanan yang kuat (aqidah) dan penerapan akhlak karimah yang berakhlak mulia di kalangan mahasiswa UMS. yang membahas pentingnya iman dan karakter yang baik dalam Islam. Konteks ini didasarkan pada materi yang diberikan oleh bapak Dr. Suranto, yang mencakup berbagai ayat Al-Qur’an yang membahas tentang aqidah, ibadah, amal, dan akhlak dalam kehidupan Muslim.

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ  ٣٣

  1. “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِ‍َٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ  ١٩

  1. “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ  ٨٥

  1. “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Orang beriman yang khusyu’ dalam beribadah itu akhlaknya mulia. Setelah takbir iapun tebarkan salam, seseorang semakin mengenal Allah, semakin menghinakan diri dihadapan Allah, maka tidak heran kalau seseorang banyak istigfar, buahnyapun ia sangat rendah hati pada umat manusia. Dalam Al-Qur’an, iman ibadah, iman amal, iman akhlak (QS Al Mu’minuun1-10) menunjukkan bahwa orang beriman yang khusyu’ ibadah itu akhlaknya mulia.

Karena itu, perhatikan bahwa iman dengan ibadah, amal sholeh, dan akhlak mulia itu segaris lurus, memang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan karena saling keterkaitan. Semakin kuat iman seseorang, semakin nikmat ibadahnya, semakin semangat amal sholehnya, dan semakin mulia akhlaknya, sebaliknya lemah iman, malas ibadah, tidak bergairah beramal sholeh, dan akhlakpun menjadi kurang baik.

Bapak Dr. Suranto juga menampilkan skenario yang melibatkan trik sulap untuk menggambarkan pentingnya keyakinan dan ketulusan dalam tindakan seseorang. Skenario ini menekankan konsep bahwa ibadah dan perbuatan yang tulus akan dihargai oleh Allah. Trik sulap yang kedua melibatkan transformasi uang, menyoroti prinsip bahwa amal dan ibadah yang tulus akan dihargai berlimpah.

Kuliah umum pada pembukaan Baitul Arqam ini bertujuan untuk menggarisbawahi pentingnya iman yang kuat dan akhlak mulia dalam kehidupan mahasiswa UMS, serta pentingnya keikhlasan dan keyakinan terhadap tindakan seseorang sebagaimana ditekankan dalam ajaran Islam.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 15

AQIDAH, DASAR KEIMIANAN, KESATUAN UMAT, MENGHINDARI KESESATAN

Oleh Dr. Rizka , S.Ag., M.H.

"Kesadaran kita termasuk dengan Akhlakul Karimah kita"

Kuatkan aqidah karena aqidah dan akhlak adalah salah satu pondasi dalam kehidupan kita

Akhlak adalah Budi pekerti, perangai, tingkah laku.

Akhlakul karimah merupakan buah yang dihasilkan dari proses penerapan ajaran islam meliputi aqidah dan syariah

  • Akhlak mahasiswa kepada dosen :
    1. Bertemu dosen senyum, sapa, salam. Lebih hormat dengan yang lebih tua terutama dengan orang tua sendiri.
    2. Jangan banyak bicara kalo sedang di kelas, perhatikan dosen insyaallah berkah.
    3. ​Jangan mengajukan pertanyaan sebelum minta izin
    4. ​Jangan menyanggah atau menegur ucapan dosen
    5. ​Jangan berprasangka buruk kepada dosen
  • Sesama mahasiswa :
    1. Tolong menolong dalam kebaikan
    2. Bekerjasama mengingatkan dalam kebaikan, menyebarkan salam, dan saling toleransi
  • Lingkungan kampus :
    1. Menjaga kebersihan

​النَّظَافَةُ مِنَ الْإيْمَانِ

Artinya, “Kebersihan adalah Sebagian dari Iman.”

 

Keutamaan akhlak :

Jangan menilai akhlak orang dari pakaiannya, namun dengan perilaku sehari harinya. Kebaikan adalah akhlak yang baik, bahkan senyum aja ibadah.

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Jangan merasa rugi ketika berbuat kebaikan.

إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡۖ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَاۚ … ٧

Artinya : [Dan berkata], “Jika kamu berbuat baik, kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, [kamu melakukannya] untuk dirimu sendiri.” … (QS. Al-Isra’:7)

Bagaimana mahasiswa memantabkan aqidahnya, keyakinan bahwa tiada agama yg benar selain islam.

Kuatkan aqidah dan akhlak kita terutama sholatnya.

Di dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).

Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu agama Islam, merupakan agama yang sempurna untuk seluruh umat manusia sepanjang masa.

Pada tanggal 11 November 2023, LPPIK UMS kembali sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-25 di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS. Acara yang dimulai pukul 4.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Bapak Suwinarno, MPI. dengan materi yang mendalam. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa.

Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menjadi pembicara pada sesi empat, menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Terakhir, sesi lima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-25 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Pada tanggal 11 November 2023, LPPIK UMS kembali sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-25 di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS. Acara yang dimulai pukul 4.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Bapak Suwinarno, MPI. dengan materi yang mendalam. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa.

Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menjadi pembicara pada sesi empat, menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Terakhir, sesi lima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-25 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Scroll to Top