Surakarta, 6 Februari 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bagi para Kepala Program Studi (Kaprodi) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara daring. Acara ini dihadiri oleh para Kaprodi UMS.

Agenda Rapat:

  1. Pembukaan
  2. Koordinasi Pembuatan SOP LPID
  3. Penutup

Pelaksanaan:

  1. Pembukaan dengan Basmalah
  2. Materi oleh Drs. Saifuddin, M.Ag, yang mencakup:

   – Struktur dan pelaksanaan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UMS selama empat semester.

   – Perkuliahan Pendidikan Agama I & II dalam bentuk Baitul Arqam dan mentoring.

   – Persyaratan kelulusan, termasuk sertifikat lulus membaca Al-Qur’an dan mentoring.

   – Perlunya kontrol dan pembinaan perilaku Islami bagi mahasiswa oleh dosen.

   – Implementasi praktek kuliah lapangan untuk mata kuliah Kemuhammadiyahan.

Penekanan:

– AIK sebagai mata kuliah wajib dan misi di UMS.

– Profil lulusan diharapkan memiliki pribadi muslim dengan aqidah lurus, ibadah benar, dan akhlak mulia.

– Setiap mata kuliah dimulai dengan doa dan membaca Al-Qur’an.

– Koordinasi dan kontrol ujian AIK, serta pentingnya BAPS sebagai syarat wisuda.

Rapat Koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan konsistensi dalam pelaksanaan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Semua Kaprodi diharapkan dapat menerapkan hasil koordinasi ini dalam program studi masing-masing demi tercapainya tujuan pendidikan yang Islami dan berkualitas di UMS.

Pada hari Minggu, tanggal 28 Januari 2024, Lembaga Pengembangan Pondok Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Surakarta (LPPIK UMS) menggelar pelatihan manasik haji bagi fasilitator di Firdaus Fatimah Zahra. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para fasilitator dalam memberikan pembinaan kepada peserta Baitul Arqam dengan baik dan profesional.

Pelatihan ini dihadiri oleh puluhan fasilitator. Mereka dibimbing langsung oleh Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang memiliki keahlian dan pengalaman luas dalam bidang manasik haji. Dengan penuh antusiasme, para peserta mendapatkan pengetahuan yang berharga seputar tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari persiapan fisik, mental, hingga spiritual.

Dalam sambutannya, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., menegaskan bahwa pemahaman yang baik tentang manasik haji sangatlah penting untuk memastikan ibadah haji dilaksanakan sesuai dengan tuntunan agama Islam.

Para peserta pelatihan juga diajak untuk berdiskusi aktif, bertukar pengalaman, serta mempraktikkan langsung berbagai tahapan manasik haji. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan para fasilitator dalam memberikan pembinaan kepada peserta Baitul Arqam.

Pada tanggal 29 Januari 2024, LPPIK UMS kembali sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-29 di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS. Acara yang dimulai pukul 4.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 14.30 WIB ini merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menyampaikan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Bapak Suwinarno, MPI. menjadi pembicara pada sesi empat, dengan materi yang mendalam.

Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa. Terakhir, sesi lima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-29 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Pada tanggal 20 Januari 2024, LPPIK UMS kembali sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-28 di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS. Acara yang dimulai pukul 4.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Bapak Suwinarno, MPI. dengan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa.

Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menjadi pembicara pada sesi empat, menyampaikan materi yang mendalam. Terakhir, sesi lima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-28 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

✨ LPPIK menyediakan Layanan Konsultasi Agama untuk:

🕋 Haji dan Umroh – Rencanakan perjalanan spiritual Anda dengan bimbingan ahli.

💑 Pernikahan – Temukan panduan Islami untuk hubungan harmonis dan kebahagiaan pernikahan.

📜 Waris – Pahami aturan waris Islam untuk menyelesaikan masalah hukum warisan.

📝 Kursus baca Al-Qur’an Dasar dan Tajwid

📖 Al-Qur’an dan Hadits – Pelajari dan renungi ajaran suci Al-Qur’an dan Hadits dengan pengetahuan yang mendalam.

💰 Ziswak (zakat, infaq, shadqah, wakaf) – Dapatkan informasi dan bimbingan terkait amal keuangan Islam untuk berkontribusi pada kesejahteraan umat.

🤝 Topik Agama Lainnya – Konsultasi tentang berbagai aspek kehidupan agama Islam.

Hubungi Kami:

📞 Konsultasi Online:

📍 Konsultasi Offline :

  • 🕌 LPPIK UMS

Senin s.d. Sabtu – pukul 09.00-14.00 (Dengan perjanjian waktu)

Jadwalkan Konsultasi Anda Sekarang! Datang langsung ke kantor atau hubungi kami dan temukan solusi islami untuk setiap aspek kehidupan Anda.

LPPIK UMS telah berhasil menyelenggarakan pelatihan SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) bagi para Dosen AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) pada Hari Rabu, tanggal 10 Januari 2024, dimulai pukul 08.00 WIB di Ruang Sidang LPPIK UMS kampus II. Kegiatan ini berlangsung hingga selesai dan dihadiri oleh sejumlah Dosen AIK UMS.

Narasumber pada pelatihan SPADA ini adalah Bapak Guntur Nurcahyanto, S.T., M.Pd., yang merupakan ahli dalam bidang teknologi pendidikan dan telah memiliki pengalaman luas dalam implementasi sistem pembelajaran daring. Beliau memberikan materi yang sangat berharga tentang “Panduan Pembuatan Kelas Online di Portal LMS SPADA UMS” dan “Panduan Penggunaan SPADA UMS untuk Dosen”, serta membahas mengenai Modul dengan Capaian Pembelajaran (CPMK).

“Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada para Dosen AIK UMS tentang penggunaan platform SPADA sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran daring. Dengan pemahaman yang baik tentang sistem ini, diharapkan para Dosen dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam mendukung pembelajaran,” ungkap Bapak Guntur Nurcahyanto.

Para peserta pelatihan antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh narasumber, bertanya, dan berdiskusi aktif untuk memperdalam pemahaman mereka tentang penggunaan SPADA. Mereka juga berkesempatan untuk mempraktikkan langsung panduan-panduan yang telah disampaikan dalam sesi workshop.

Pelatihan SPADA bagi Dosen AIK ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan LPPIK UMS, khususnya dalam program studi AIK. Dengan penguasaan yang baik terhadap sistem pembelajaran daring, diharapkan pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan efisien, serta lebih mengikuti perkembangan teknologi terkini.

Pada tanggal 6 Januari 2024, LPPIK UMS kembali sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-27 di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS. Acara yang dimulai pukul 4.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda.

Acara dibuka dengan penuh semangat oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga memberikan materi inspiratif tentang “Spiritual Leadership.” Materi ini menjadi landasan penting dalam mempersiapkan para peserta untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan studi.

Sesi-sesi berikutnya juga tidak kalah menarik. Sesi kedua diisi oleh Bapak Yayuli, MPI. dengan materi Prinsip-Prinsip Ibadah Menurut Manhaj Tarjih. Dilanjutkan dengan sesi tiga, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes memberikan materi tentang karakter sarjana Muhammadiyah, memberikan wawasan yang kaya nilai bagi mahasiswa.

Drs. Imron Rosyadi, M.Ag menjadi pembicara pada sesi empat, menyampaikan materi yang mendalam. Terakhir, sesi lima diisi oleh Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D yang memberikan materi yang relevan dan berguna mengenai persiapan berkakir pasca studi, pandangan dan tips praktis terkait persiapan untuk melangkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Peserta BAPS ke-27 tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga mendapatkan arahan praktis untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Acara ini menciptakan suasana yang inspiratif dan mendalam, mencerminkan komitmen LPPIK UMS dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada mahasiswa.

Semoga kegiatan seperti BAPS terus memberikan manfaat dan memberdayakan mahasiswa untuk menjadi individu yang lebih baik dalam masyarakat dan kehidupan bermasyarakat.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 26

Oleh bapak drg. Dendy Murdiyanto, M. DSc

“Lupakan setelah kamu menolong seseorang, jangan kau harap lagi jika suatu saat kau membutuhkan, meskipun sulit. Semoga Allah menolongmu dengan jalan yang lain”
  1. Kesadaran tanggung jawab sosial

Mahasiswa muslim yang mempraktikkan akhlakul karimah akan memiliki kesadaran yang tinggi akan tanggung jawab sosial mereka. Mereka menyadari bahwa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat, mereka memiliki peran untuk berkontribusi positif. Dalam kehidupan kampus, hal ini tercermin dalam partisipasi aktif mereka dalam kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, dan berbagai bentuk volunteerisme yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Bersama.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad sesuai anjuran Rasulullah SAW : sebaiknya manusia adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Bermanfaatlah untuk manusia yang lain, jangan hanya mikir diri sendiri. Jika memikirkan diri sendiri tujuan tidak akan tercapai, tapi kalau memikirkan orang lain tujuan akan tercapai.

 

  1. Etika berkomunikasi yang baik

Sebagai mahasiswa muslim yang menganut akhlakul karimah, kemampuan berkomunikasi yang baik adalah suatu keharusan. Mereka berbicara dengan sopan, menghormati pandangan orang lain, dan menghindari Bahasa yang kasar atau merendahkan. Berkomunikasi dengan efektif tidak hanya merujuk pada kemampuan verbal, tetapi juga keterampilan mendengarkan yang baik untuk memahami perpektif orang lain.

مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيدٞ  ١٨

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf:18)

Kemampuan verbal harus bisa dikuasai oleh semua manusia. Era sekarang komunikasi tidak hanya lisan, ada verbal dan juga non verbal, ada email, wa, sosial media. Manfaatkan media berkomunikasi dengan baik. Hati hati dalam berkomunikasi dan bersosial media. Curhat di sosial media tidak mencerminakn akhlakul karimah, karena kita punya Allah yang bisa kita jadikan sebagai tempat cerita. Akhlak kita dilihat dari lisannya.

Etika berkomunikasi yang baik mencerminkan akhlakul karimah yang baik.

 

  1. Toleransi dan menghargai keanekaragaman

Akhlakul karimah mendorong mahasiswa muslim untuk bersikap toleran dan menghargai keanekaragaman. Di kampus yang mewadahi berbagai latar belakang budaya, agama, dan suku, mahasiswa muslim harus menjadi agen perdamaian dan mempromosikan sikap saling pengertian. Ini mencakup keterlibatan dalam kegiatan antaragama dan antarbudaya untuk memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat:11)

 

  1. Integritas akademis

Dalam konteks akademis, mahasiswa yang berpegang pada akhlakul karimah menunjukkan integritas tinggi. Mereka tidak tergoda untuk melakukan tindakan plagiat atau curang dalam ujian. Sebaliknya, mereka mengutamakan kejujuran dan ketekunan dalam belajar, menghormati hak cipta orang lain, dan berbagi pengetahuan dengan sesama tanpa kecemburuan.

“Orang orang yang mengaku memiliki sesuatu padahal ia tidak memilikinya bagaikan orang yang memakai dua pakaian dusta .” (HR. Muslim)

Raihlah gelar sarjana kalian dengan jalan barokah

 

  1. Keseimbangan antara kehidupan akademis dan spiritual

Akhlakul karimah juga mencakup keseimbangan antara kehidupan akademis dan spiritual. Mahasiswa muslim yang mempraktikkan etika ini tidak hanya berlaku pada pencapaian akademis semata, tetapi juga menjaga keseimbangan denganmemperkuat hubungan spiritual mereka. Mereka dapat mengintegrasikan ibadah, seperti shalat dan membaca AL-Qur’an, dalam rutinitas harian mereka untuk memberikan arti dan tujuan yang lebih dalam pada setiap tindakan mereka.

Lafadz Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin adalah potongan ayat dari Al-Qur’an yang terdapat dalam surat Al-An’am ayat 162. Ayat ini menyampaikan pesan penting tentang pengabdian seorang hamba kepada Allah SWT dalam segala aspek kehidupannya.

  1. Kerjasama dan kolaborasi yang produktif

Mahasiswa muslim yang mengamalkan akhlakul karimah cenderung menjadi individu yang mampu bekerja sama dan berkolaborasi secara produktif. Mereka menghormati pendapat orang lain, menyelesaikan konflik dengan cara yang baik, dan mendorong atmosfer kerja sama yang positif di kampus. Sikap ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pertumbuhan intelektual dan sosial.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah:2)

 

  1. Keadilan dan empati

Akhlakul karimah juga mencakup prinsip keadilan dan empati mahasiswa muslim yang menganut etika tidak hanya melihat kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan orang lain. Mereka bersikap adil dalam interaksi sehari-hari dan memiliki empati terhadap orang-orang yang mengalami kesulitan inisiatif untuk membantu sesame baik secara finansial maupun moral adalah bagian dari nilai-nilai mereka.

Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya. (HR. Muslim).

 

  1. Kualitas diri dan pengembangan diri

Akhlakul karimah mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan diri mereka. mereka menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga melibatkan pengembangan pribadi dan karakter. Mahasiswa muslim yang mencari kemajuan dalam akhlakul karimah akan sering terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan kepemimpinan, dan program pengembangan diri untuk memaksimalkan potensi mereka.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq:1-5)

Jangan mudah berpuas hati. Ingat dunia itu berubah lingkungan itu berubah. Jadi jangan sampai kita berhenti berproses.

 

  1. Keselarasan dengan etika profesional

Mahasiswa muslim yang menginternalisasi akhlakul karimah juga menciptakan keselarasan dengan etika professional. Mereka memahami pentingnya integritas dalam dunia kerja dan bersiap untuk menjadi professional yang berkualitas, jujur, dan bertanggung jawab. Etika ini membantu mereka menghadapi tantangan di dunia kerja dengan sikap yang positif dan konsisten.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا  ٧٠

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,” (QS. Al-Ahzab:70)

Sesuatu yang kita lakukan sekarang akan mempengaruhi kita di masa mendatang.

 

  1. Kepemimpinan berbasis moral

Akhlakul karimah menciptakan pemimpin yang berbasis moral. Mahasiswa muslim yang mempraktikkan etika ini berpotensi menjadi pemimpin yang memimpin dengan teladan, mengutamakan kepentingan bersama, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab secara moral. Mereka mengintegrasikan nilai-nilai dalam setiap langkah kepemimpinan mereka, menciptakan dampak positif dalam masyarakat dan bangsa.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal:27)

 

Pada tahun politik ini, jika ada kandidat calon pemimpin untuk dipilih ada yang berkarakter baik dan berkarakter buruk maka carilah orang yang baik, apabila kandidat calon pemimpin semuanya orang baik maka carilah orang yang kebaikannya paling banyak, apabila buruk semua pilihlah yang keburukannya paling sedikit. Jangan sampai kita tidak menggunakan hak pilih kita, karena pilihan kita itu nasib negara kita nanti. Jadilah mahasiswa yang kritis, tidak apatis, tidak acuh, tidak menghiraukan lingkungan. Mahasiswa itu peduli lingkungan, masyarakat, sosial bahkan peduli bangsa dan negara. Sebagai mahasiswa yang kritis tentunya akan melakukan hal-hal baik untuk negara

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 25

Oleh bapak apt. Peni Indrayudha, M.Biotech, Ph.D

“Kenalilah Allah, Hidupmu Akan Bahagia”

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 Indonesia lebih didominasi oleh Generasi milenial dan generasi Z merupakan sumber daya yang luar biasa, kedepan akan menjadi orang-orang yang akan menikmati Indonesia emas.

Rendahnya spiritual generasi Z. Generasi Z menghadapi beberapa problem :

Pertama, pandangan mereka tentang makna agama bagi kehidupan. Mereka menganggap bahwa agama itu bukanlah sesuatu yang begitu diperlukan dalam kehidupan.

Kedua, gen z juga cenderung untuk longgar dalam relasi-relasi. Relasi antar kawan, bahkan juga relasi antar agama, mereka sangat longgar karena lebih terbuka dan menerima nilai-nilai universal daripada nilai-nilai yang memisahkan mereka.

Ketiga, gen z cenderung serba digital. “seorang ibu membayangkan bahwa belajar menggunakan buku, tetapi anaknya belajar sudah menggunakan ponsel. Kelompok mereka ini memang sudah serba digital dan bisa mengakses informasi yang ada di genggaman tangannya.”

Persoalan yang dihadapi gen z adalah lifestyle media sosial, mudahnya akses melihat kehidupan orang lain di medsos, akhirnya keluar kata insecure di dirinya. Kadang kita asik dengan diri kita sendiri hingga tidak peduli lingkungan sekitar. Adanya digital tidak selalu membawa kemanfaatan.

Ada 3 problem generasi Z dalam mengakses informasi :

  1. Mereka belum mampu menyeleksi mana-mana sumber informasi keagamaan yang benar dan mana sumber informasi keagamaan yang tidak benar.
  2. Mereka tidak bisa konsentrasi lama. Jadi, mereka mudah tidak fokus. Bukan hanya tidak focus dalam pikiran, tetapi juga dalam kehidupan.
  3. Mereka sering merasakan kesepian, kekosongan, dan merasa tidak dihargai. Generasi seperti ini menjadi generasi yang sangat susah. Dinasihati melawan, dibiarkan ya seenaknya.

Generasi Z miskin dalam literasi.

Budaya membaca generasi Z rendah. Akibatnya, nilai-nilai budaya, agama, kesenian, dan kebangsaan bergeser, karena penyerapan informasi pada generasi Z begitu instan.

 

Penguatan aqidah

Keyakinan dan cita-cita hidup warga Muhammadiyah :

“Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid’ah dan khurafat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.”

Setiap warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran Imani, berupa tauhid kepada Allah SWT yang benar, ikhlas, dan penuh ketundukan sehingga terpancar sebagai ibad arRahman yang menjalani kehidupan dengan benar-benar menjadi mukmin, muslim, muttaqin, dan muhsin yang paripurna.

Setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup, tidak boleh mengingkari keimanan berdasarkan tauhid itu, dan tetap menjauhi serta menolak syirik, takhayul, bid’ah, dan khurafat yang meneodai iman dan tauhid kepada Allah SWT.”

Aqa’id (bentuk hamak dari aqidah) adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati(mu), mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur sedikitpun dengan keragu-raguan.

Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum (axioma) manusia di dalam hati serta diyakini kesahihan dan keberadaannya (secara pasti) dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.

Sumber aqidah Islam adalah al-qur’an dan sunnah. Artinya apa saja yang disampaikan oleh Allah dalam al-qur’an dan oleh Rasulullah dalam sunnahnya wajid diimani (diyakini dan diamalkan).

Akal pikiran tidaklah menjadi sumber aqidah, tetapi hanya berfungsi memahami nash-nash yang terdapat dalam kedua sumber tersebut dan mencoba, kalau diperlukan, membuktikan secara ilmiah kebenaran yang disampaikan oleh al-qur’an dan sunnah.

Aqidah

Intisari atau pokok dalam Islam, yaitu menegaskan bahwa Allah satu-satunya yang berhak disembah atau diibadahi, menegaskan bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah yang harus diteladani oleh orang muslim, serta mengetahui, meyakini, dan mengamalkan rukun Islam dan rukun iman.

Tujuan Aqidah :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ  ٢١

  1. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah:21)

Pemaknaan :

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ  ٥

  1. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah:5)

Secara Bahasa aqidah artinya keyakinan yang kokoh, tidak ada keraguan.

Tauhid adalah konsep dasar dalam agama Islam yang merujuk pada keyakinan akan keesaan Allah.

Kata “tauhid” berasal dari Bahasa Arab yang berarti “menyatukan” atau “mengesahkan”.

Konsep ini merupakan salah satu prinsip fundamental dalam Islam dan menjadi dasar dari keyakinan seseorang.

Jenis-jenis tauhid dalam Islam :

  1. Tauhid rububiyah

Berkaitan dengan keyakinan akan keesaan Allah dalam penciptaan, pengaturan dan pemeliharaan alam semesta. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk menciptakan, mengatur dan memelihara segala sesuatu.

  1. Tauhid uluhiyah

Berkaitan dengan keyakinan hanya Allah yang berhak disembah dan diibadahi. Tidak ada yang patut disembah kecuali Allah. Pembahasan mencakup peribadatan, doa, dan pengabdian kepada Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan entitas atau tuhan lain.

Makna ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan menjauhi larangannya, melaksanakan tugasnya. Ibadah merupakan bentuk rasa nikmat kepada Allah, sarana komunikasi kepada Allah. Cara kita bersyukur salah satunya rajin beribadah.

  1. Tauhid asma’ wa sifat

Berkaitan dengan keyakinan bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang unik dan sempurna. Sifat-sifat ini tidak dapat dibandingkan dengan makhluk-Nya. Misalnya, Allah dianggap Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Pengasih, dan lain sebagainya.

Tidak boleh ibadah selain kepada Allah, semuanya menyembah kepada Allah SWT.

Yang perlu diperhatikan dalam ibadah kita adalah:

  • Harus dilakukan secara ikhlas, tidak boleh karena selain Allah

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ  ١٦٢

  1. Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’am:162)
  • Harus sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah

Rasulullah bersabda:

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)

 

Akhlakul Karimah adalah istilah dalam Islam yang mengacu pada akhlak yang mulia, luhur dan baik.

Ini mencakup serangkaian prinsip moral yang engarah pada perilaku yang bermartabat baik terhadap Allah SWT maupun terhadap sesame manusia.

Akhlakul Karimah mencerminkan sifat-sifat positif seperti kejujuran, kesabaran, kebaikan hati, rasa hormat, dan kasih saying.

Makna akhlakul karimah adalah menciptakan karakter yang baik dan moral yang kuat, menjalani kehidupan yang benar dan berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang baik dan bermartabat.

 

Hubungan aqidah dengan akhlak, karena akhlak tersarikan dari aqidah dan pancaran dirinya. Oleh karena itu, jika beraqidah dengan baik maka akhlaknya akan baik. Begitu pula sebaliknya.

Landasan filosofis Akhlakul Karimah :

  1. Tauhid (Pengesahan Ke-Esaan Allah SWT)
  2. Risalah (Kenabian)
  3. Percaya Akhirat (Kehidupan Akhirat)
  4. Adil dan kasih saying Allah
  5. Contoh teladan nabi Muhammad

Keyakinan atau aqidah seseorang akan membentuk dasar moral seseorang.

Jika seseorang memiliki keyakinan yang kuat dalam tauhid, risalah, dan akhirat, maka akan mempengaruhi perilaku dan moral seseorang.

Keyakinan akan sifat-sifat Allah yang adil dan kasih sayang juga akan memotivasi individu untuk berperilaku dengan baik.

Jadi dalam Islam , aqidah dan akhlak saling terkait. Aqidah memberikan landasan moral bagi perilaku seseorang dan akhlak yang baik adalah hasil dari keyakinan yang benar dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip akhlakul karimah.

Aqidah yang mendasar, akhlak adalah manifestasi dari aqidah

“Jaga iman, jaga sholat dan perbaiki akhlak”

“Jujur, amanah, ikhlas, tawadhu itu yang akan menjadi poin penting bagi kita hidup di dunia dan itu tidak mudah, maka kita perlu latihan supaya kita punya kualitas profesional dan kualitas karakter yang luar biasa.”

Pembukaan BA Kloter 24

Oleh bapak Muhammad Zakki Azani, S.Th.i,. M.Ed., Ph.D

 

Ilmu agama harus membersamai kita setiap saat, apapun profesi kita.

Kalau aqidah kita kuat maka kita kuat beragama, tidak hanya formalitas saja. Jadi berbuat baik bukan karena manusia, karena kita tau kebaikan datang dari Allah dan rasul maka kita harus senantiasa menanamkan kebaikan.

Program Baitul Arqam itu hanya menstimulus saja, untuk selanjutnya harus ada dorongan dari dalam diri kita. Daya dorong itu datang dari internal dan external, Baitul Arqam termasuk dorongan dari luar dan kita harus mendorong diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik, dan aqidah semakin kuat. Jangan jadikan ini paksaan, harus ada rasa gembira di dalamnya. Karena kita paham ini datang dari Allah. Hidayah itu datang karena dijemput bukan ditunggu.

Melengkapkan ilmu agama kita disemua profesi. Ketika kekayaan kita berada di level crazy rich, ilmu agama, ilmu penghayatan keagamaan harus di level crazy rich juga. Jangan kekayaan ada di level crazy rich ilmu agama dan ilmu penghayatan keagamaan masih di level SMA. Memperkokoh pengetahuan kita terhadap Allah selain mempelajari pengetahuan yang ada di kuliah.

  1. Apakah boleh istirahat izin salat padahal hanya kedok?

Yang tau itu kedok atau bukan itu diri sendiri. Namun, menyalahgunakan izin ini atau menggunakan kedok untuk menghindari kewajiban salat tanpa alasan yang sah dapat dianggap sebagai kelalaian terhadap kewajiban agama. Setiap masa ada konsekuensinya. Apabila meninggalkan sholat konsekuensinya di akhirat nanti.

  1. Apabila teman kita belum salat dan kita memperingatkan untuk salat tapi tidak segera salat bagaimana?

Dalam Islam, memberikan nasehat kepada sesama muslim untuk menjalankan kewajiban salat merupakan suatu tindakan yang dianjurkan. Namun, reaksi teman terhadap nasehat bisa bervariasi tergantung pada keadaan dan situasinya. Berikut adalah beberapa saran yang bisa diambil jika teman belum salat setelah diberi peringatan: berbicara dengan lembut dan penuh kasih sayang, berikan pengertian, saling mendukung, ajak bersama-sama, doa dan harapan baik, jangan memaksa.

Ingatlah bahwa memberi nasehat adalah tindakan mulia, tetapi reaksi seseorang terhadap nasehat bisa bervariasi. Kita tidak memiliki kendali penuh atas keputusan dan tindakan orang lain. Yang terpenting, kita sebagai individu harus berusaha menjadi teladan yang baik dan terus meningkatkan ketaatan kita terhadap agama.

  1. Bergaul pada teman yang belum baik apakah itu salah satu hambatan untuk memperkokoh aqidah?

Teman itu ada dalam satu frekuensi yang sama, harus tau frekuensi yang baik atau buruk kitia mau pada frekuensi yang mana. Mungkin bisa jadi bergaul dengan frekuensi yang baik agar kita menjadi orang yang baik pula. Atau mau pada frekuensi buruk untuk berdakwah disana untuk memperbaiki mereka.

 

Semoga kita semua dapat terus berusaha menjadi sebaik-baik manusia, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dengan sesama. Menjadi sebaik-baik manusia melibatkan usaha untuk meningkatkan diri, memahami nilai-nilai moral, dan berkontribusi positif dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kita senantiasa mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah SWT, serta diberikan kekuatan untuk menjalankan kebaikan dan menghindari keburukan. Jangan ragu untuk selalu memohon pertolongan dan bimbingan-Nya dalam setiap langkah kita.

Mari bersama-sama berupaya menciptakan lingkungan yang penuh kasih, toleransi, dan saling menghormati. Dengan menjalankan nilai-nilai kebaikan, kita dapat memberikan dampak positif pada dunia di sekitar kita. Semoga perjalanan kita menuju kebaikan dan ketaatan terus diberkahi dan mendapatkan ridha-Nya.

Scroll to Top