ums.ac.id, SOLO – Puasa memiliki manfaat yang tinggi untuk kesehatan fisik seseorang melalui proses autophagi dan detoksifikasinya. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes. Sp.S., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat mengisi Tabligh Akbar dalam rangkaian Gema Kampus Ramadan (GKR) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Dalam pemaparannya ketika menerangkan hasil penelitian dr. Yoshinori Ohsumi, peraih penghargaan Nobel, disebutkan bahwa autophagi berjalan lebih baik ketika orang berpuasa. Oleh karenanya, di depan mahasiswa dan masyarakat umum, dia menekankan bahwa kita harus bersyukur karena sebagai seorang muslim memiliki tuntunan puasa.

“Proses autophagi itu semacam proses dari tubuh, di mana tubuh itu akan mengenali sel-sel yang sudah rapuh, sel-sel yang rusak untuk kemudian ada proses reses, bahkan ada proses untuk memperbaiki sistem tubuh itu,” papar dr Agus saat mengisi Tabligh Akbar di Masjid Sudalmiyah Rais UMS, Rabu (13/3).

Tubuh dapat memilih mana yahg harus dirusak, dirombak, atau dimatikan. Sehingga kematian oleh autophagi adalah untuk memperbaiki tubuh itu.

Dia menambahkan bahwa jika autophagi bagus, maka kondisi fisik seseorang jauh lebih baik, bahkan bisa menghadapi agen penyakit termasuk terduga kanker.

“Proses autophagi itu jauh lebih baik ketika orang itu berpuasa,” tekannya.

Dia juga menambahkan bahwa muslim seharusnya bersyukur karena tuntutan berpuasa yaitu puasa wajib di bulan Ramadan menyehatkan tubuh.

Penelitian dari dr. Yoshinori menyebutkan bahwa ketika manusia melakukan puasa dalam waktu tidak kurang dari 8 jam dan tidak lebih dari 16 jam, maka akan terjadi proses autophagi. Di mana, seorang muslim ketika melakukan puasa setidaknya menahan lapar sekitar 12-14 jam.

Begitu pula dalam hal kecantikan dalam ilmu anti-aging (awet muda). Puasa dapat menjadikan seseorang menjadi awet muda.

“Sebetulnya proses anti aging akan berjalan dengan baik kalau autophagi itu berjalan dengan baik,” terang Ketua PP Muhammadiyah itu.

Selain menerangkan tentang manfaat puasa dalam autophagi, dia juga menerangkan manfaat puasa dalam proses detoksifikasi dari sisa racun metabolik di dalam tubuh yang harus dikeluarkan.

Dia memberikan contoh melalui hasil riset berkaitan dengan kondisi fungsi ginjal seseorang ketika melakukan puasa Ramadan. Dalam minggu pertama dan kedua, fungsi ginjal terpantau belum membaik, namun ketika memasuki minggu ketiga dan seterusnya, kondisi ginjal menjadi lebih baik sebelum saat mengikuti puasa Ramadan.

“Kalau ingin puasa itu bermanfaat sehat, puasa lah dengan dosisnya Allah,” pesannya.

Melalui penjelasan kasus tersebut, ketika memasuki hari ke 21, kondisi ginjal mulai membaik. Di sisi lain, pada literatur lain menyebutkan bahwa puasa akan berfungsi proses detoksnya dengan bagus jika puasa dilakukan minimal 21 hari dan bisa mencapai 40 hari.

Maka jika dalam ajaran Islam, dengan berpuasa 30 hari Ramadan dan ditambah dengan 6 puasa Syawal, akan membantu proses detoks di dalam tubuh.

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan atas nama civitas akademika, mengungkapkan terima kasih kepada Agus Taufiqurrahman yang sudah menyemarakkan GKR.

Dia juga berpesan kepada mahasiswanya untuk gunakan momentum kegiatan-kegiatan yang telah dirancang panitia bisa untuk tolabul ilmi dan menjadi salah satu langkah untuk beradaptasi.

“Dan tentu semua yang kita lakukan itu di samping kita tholabul ‘ilmi, tetapi juga sekaligus adik-adik mahasiswa yang masih di semester dua akan mengalami transisi dari kebiasaan-kebiasaan yang ada di rumah masing-masing, maka setelah masuk di kampus tentu tidak hanya sekedar mandiri tapi juga sekaligus harus menyesuaikan-beradaptasi,” ungkap Sofyan Anif.

Karena di kampus itu, tambahnya, menggunakan pendekatan akademik dalam menjelaskan berbagai hal. (Maysali/Humas)

Sumber: https://news.ums.ac.id/id/03/2024/gkr-ums-puasa-ramadan-bantu-proses-perbaikan-sel-termasuk-detoksifikasi-dan-anti-aging/

ums.ac.id, SURAKARTA – Sambut bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening Gema Kampus Ramadhan (GKR). Pembukaan keguatan ini berlokasi di Masjid Sudalmiyah Rais, pada Minggu (10/3) bertepatan dengan malam pertama bulan Ramadhan.

Kegiatan yang diawali dengan shalat Isya’ dan shalat Tarawih berjama’ah ini diikuti oleh civitas akademika, mahasiswa UMS dan umum. Ketua pelaksana GKR 2024, Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D. menyebutkan terdapat berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan GKR selama bulan Ramadhan, mulai dari shalat Tarawih berjama’ah, Tabligh Akbar, kajian buka bersama, Tadarrus Al-Qur’an, I’tikaf hingga shalat Idul Fitri dan berbagai kegiatan lainnya. Nurgiyatna menambahkan kegiatan ini bertujuan sebagai implementasi nilai-nilai islam di UMS.

“GKR tahun ini mengusung tema Implementasi Nilai-nilai Islam Sebagai Pilar Bagi Kampus Berkemajuan. Kita bersiap untuk mengoptimalkan dan berkomitmen meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita,” jelas Nurgiyatna.

Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Rektor UMS secara resmi membuka kegiatan GKR 2024 sekaligus menjadi pembicara pertama pada Tabligh Akbar. Dalam tausiyahnya, Sofyan Anif menyampaikan bahwa kewajiban berpuasa bagi umat Islam bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, hal ini tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.

“Mungkin sebelum masuk UMS, puasa kita hanya untuk menggugurkan kewajiban dan ikut-ikutan saja, tidak merubah perilaku dan akhlak kita,” tutur Sofyan.

Dia menambahkan bahwa terdapat ciri-ciri orang bertakwa sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist di antaranya adalah orang yang bersedekah saat lapang maupun sempit, orang yang mampu mengendalikan nafsu, orang yang memberikan maaf sebelum diminta, hijrah kearah yang lebih baik, memanfaatkan waktu, jujur, dan lain sebagainya. (Eva/Humas)

Sumber: https://news.ums.ac.id/id/03/2024/gkr-ums-2024-sambut-bulan-suci-ramadhan-ajak-untuk-tingkatkan-ketakwaan/

DOA SANTUN BAIK UNTUK ORANG TUA

Bersyukur dalam semua aspek kehidupan

Pembukaan Baitul Arqam 2 Kloter 5 oleh Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. dimulai dengan doa dan ayat dari Al-Quran yang menekankan pentingnya memperlakukan orang tua dengan kasih sayang dan hormat.

(1)

وَقَضٰى رَبُّكَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا ۗ اِمَّا يَـبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 23)

(2)

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا ۗ

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 24)

Konsep kesantunan holistik mencakup tiga pilar utama: kesantunan dalam berbicara (bil lisan), kesantunan emosional/hati (bil qolbi), dan kesantunan dalam tindakan (bil amalan). Kesantunan dalam bil lisan menekankan pentingnya menggunakan kata-kata yang baik dan menghindari ungkapan yang tidak pantas serta menyepelekan, terutama saat berinteraksi dengan orang tua. Kesantunan bil qolbi menekankan kejujuran dan kasih sayang terhadap orang tua sebagai bagian dari keridhaan Allah, sementara kesantunan bil amalan mendorong untuk bersikap baik kepada orang tua. Konsep ini diperkuat oleh ajaran agama yang menekankan kerendahan hati, belas kasihan, dan menghormati orang tua sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah.

Prof Harun menyoroti bahwa kesantunan dalam Islam bukan hanya tindakan eksternal yang terlihat oleh orang lain, tetapi juga melibatkan keadaan batin yang suci dan niat yang tulus. Dengan mengintegrasikan kesantunan dalam bil lisan, bil qolbi, dan bil amalan, seorang Muslim diharapkan dapat mencapai kesempurnaan dalam berinteraksi dengan Allah, sesama manusia, dan alam semesta. Tema keseluruhan menekankan rasa syukur dalam segala aspek kehidupan, menekankan pentingnya menunjukkan apresiasi dan rasa terima kasih.

Secara keseluruhan, kuliah umum ini menekankan pentingnya memperlakukan orang tua dengan kasih sayang dan hormat sesuai dengan ajaran Al-Quran, dan memperkenalkan konsep kesantunan holistik dalam Islam, yang mencakup aspek verbal, emosional, dan perilaku. Kuliah umum ini menegaskan bahwa kesantunan bukan hanya tampilan luar tetapi juga memerlukan kebersihan batin dan niat yang tulus. Selain itu, rasa syukur dijelaskan sebagai aspek penting dalam kehidupan.

Kuliah umum kali ini Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. membahas tentang Ibadah bisa membangun karakter seseorang. Ibadah yang dimaksud dalam paparannya adalah ibadah puasa dan Shalat.

Puasa adalah ibadah yang ditetapkan Allah SWT untuk umat Islam dengan tujuan membentuk karakter yang bertakwa. Selain menunjukkan ketaatan kepada Allah, puasa juga melibatkan pengendalian diri, kesabaran, dan kejujuran. Dalam Al-Quran, Allah SWT menyatakan bahwa puasa diwajibkan agar umat manusia dapat bertakwa (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Selama bulan Ramadan, umat Islam diperintahkan untuk menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas yang membatalkan puasa dari fajar hingga terbenamnya matahari. Melalui puasa, seseorang diajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat kemauan untuk berbuat baik. Puasa juga mengajarkan empati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang beruntung.

Selain puasa, ibadah lain seperti shalat juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter seseorang. Shalat merupakan kewajiban bagi umat Islam dan diwajibkan untuk dilakukan lima kali sehari. Dalam Al-Quran, Allah SWT menyatakan bahwa shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥
45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut [29]: 45).
Dengan melaksanakan shalat secara konsisten, seseorang diajarkan untuk menjauhi hal-hal yang tidak baik dan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT.

Secara keseluruhan, ibadah-ibadah dalam agama Islam, termasuk puasa dan shalat, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter yang baik dan bertakwa. Melalui pengendalian diri, kesabaran, kejujuran, dan empati terhadap sesama, seseorang dapat mencapai tingkat ketakwaan yang diinginkan oleh Allah SWT.

Pembukaan Baitul Arqam 2 Kloter 3

Oleh Prof. Dr. Muhammad Da'i, M.Si., Apt.

"Jaga lisan dan perbuatan karena apa yang keluar dari mulut kita, mencerminkan apa yang ada didalam isi hati kita."

Menjadi orang bertakwa itu harus senantiasa meningkatkan amal ibadahnya. Kunci menjaga agar jiwa diberi ketenangan hati tetap sehat adalah salah satu hadits nabi menyebutkan: 
“Ittaqillah haitsuma kunta, wa atbi’issayyiatal hasanata tamhuha, wa kholiqinnasa  bi khuluqin hasanin.”
Artinya: Bertakwalah kepada Allah dimanapun kita berada, iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, dan pergaulilah manusia dengan adab yang baik.

Kedekatan dengan Rasulullah SAW dan Rasul menempatkan begitu mulia adalah cita-cita semua umat tapi tidak semua mendapatkan kesempatan. Kenapa Muadz bin Jabal bisa disayangi oleh Rasul? Karena Muadz punya keistimewaan :

  1. Rujukan belajar Al-Qur’an

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat:

“belajarlah al-Qur’an kepada empat orang, dari Ibnu Ummi Abdin (Abdullah bin Mas’ud), Mu’adz bin Jabal, dan Ubai bin Ka’ab serta Salim mantan sahayanya Abu Hudzaifah“.  HR Bukhari no: 3758. Muslim no: 2464.

  1. Pemimpin para ulama di hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa di hari kiamat, Muadz berada jauh di depannya para ulama. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنه يأتي يوم القيامة إمام العلماء بربوة

“Sesungguhnya di datang pada hari kiamat nanti sebagai pimpinan para ulama. Di depan mereka sejauh lemparan yang jauh.” (HR. al-Hakim)

  1. Paham halal dan haram

Rasulullah SAW berkata, “Umatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Muadz bin Jabal”

Meskipun usia masih muda, beliau punya ilmu yang luar biasa, beliau punya kedudukan mulia itu. Oleh karena itu, mahasiswa masih usia muda, tidak ada halangan bahwa anak muda bisa menjadi rujukan dalam hal keilmuan asal ada kesungguhan.

Inna akramakum ‘indallāhi atqākum.
Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.

Maka kalau ketakwaan dipatri dalam kehidupan maka insyaallah ketakwaan yang ada dalam tubuh kita bisa menjadikan jiwa, hati kita menjadi tenang.

الإيمان يزيد وينقص 

Al imanu yazidu wa yanqush, iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang.

Iman dikatakan bertambah ketika melakukan ketaatan, taat terhadap perintah Allah dan rasulnya. Iman akan turun kalau bermaksiat.

Selalu ada relasi antara lisan, perbuatan dan hati kita. Sehingga apabila merasa hati tidak tenang, gelisah maka perbaiki iman. Perbanyak ketaatan kepada Allah dan rasul dengan cara memperbaiki sholat. Jaga sholat dan ketaatan ketaatan yang lain. Insyaallah kalau kita senantiasa menjaga ketaatan dimanapun berada semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan dunia maupun akhirat. Ketakwaan seorang manusia itu ketika berusaha menjalankan kewajibannya dengan baik dan meninggalkan yang diharamkan, mengerjakan yang sunah meninggalkan yang makruh.

Fase pertumbuhan perlu dijaga terutama dalam bergaul. Bergaulah dengan orang baik dan akhlak yang baik. Jaga ketakwaan kita dimanapun berada salah satunya dalam pergaulan. Jangan sampai terpengaruh LGBT, LGBT adalah dosa besar yang harus dihindari. Apabila bisa menjaga kematangan jiwa kita maka kita akan dihindarkan kepada hal-hal- yang negatif.

Bagaimana kita bisa mensyukuri nikmat Allah SWT dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas keimanan dan ketakwaan kita sehingga hati kita merasa tenang dan nyaman. Dan Allah SWT berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ

Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmu kamu dikembalikan. (QS. Al-Jatsiyah Ayat 15)

Pembukaan Baitul Arqam 2 Kloter 2

Ibadah dan Pembentukan Karakter

Oleh Prof., Dr. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam paparannya, Prof. Ihwan Susila membahas tentang ibadah khusus, dengan menekankan bahwa suatu ibadah khusus harus didasarkan pada perintah agama. Contoh dari ibadah khusus tersebut adalah zakat. Beliau juga menyoroti pentingnya pelaksanaan ibadah wajib dengan penuh ketaatan, yang diilustrasikan dengan prinsip “sami’na wa atho’na”. Prof. Ihwan juga menjelaskan perbedaan antara ibadah haji dan umroh, di mana pelaksanaan ibadah haji termasuk pelaksanaan ibadah umroh, tetapi tidak sebaliknya. Selain itu, beliau menekankan bahwa ibadah umroh bisa dilaksanakan kapan saja. Zakat dijelaskan sebagai contoh ibadah khusus yang juga berdampak pada pemberdayaan ekonomi bagi penerima zakat.

Selain itu, Prof. Ihwan juga membahas tentang konsep ibadah dan pembentukan karakter. Beliau menjelaskan bahwa ibadah memiliki makna taat, mengikuti, dan tunduk, serta mencakup doa, menyembah, dan pengabdian. Tujuan ibadah ditekankan sebagai usaha untuk mencapai keridhoan Allah dan mengharap pahala. Beliau juga menyoroti dasar perintah ibadah yang terdapat dalam Al-Qur’an, dengan menekankan ayat yang menyatakan bahwa manusia dan jin diciptakan agar beribadah kepada Allah. Prof. Ihwan juga membahas tentang thaharah (kesucian) sebagai bagian dari persiapan melakukan ibadah, serta perintah untuk melaksanakan sholat, zakat, puasa, dan haji yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Dalam keseluruhan paparannya, Prof. Ihwan Susila membahas tentang pentingnya pelaksanaan ibadah khusus yang didasarkan pada perintah agama, serta konsep ibadah dan pembentukan karakter. Beliau menekankan bahwa ibadah harus dilaksanakan dengan ketaatan dan tujuan untuk mencapai keridhoan Allah, serta menyediakan penjelasan tentang perintah ibadah yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Perintah untuk melakukan ibadah zakat terdapat dalam dokumen pada bagian yang menyatakan bahwa zakat adalah salah satu contoh ibadah khusus yang juga berdampak pada pemberdayaan ekonomi bagi penerima zakat. Selain itu, perintah zakat juga terdapat dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah At-Taubah ayat 103.

Pembukaan Baitul Arqam 2 Kloter 1

KARAKTER UNIVERSITAS YANG BERKARAKTER ISLAMI

Oleh Prof. Dr. dr. Em Sutrisna

Universitas Muhammadiyah Surakarta merupakan Universitas yang berkarakter Islami. Indikator Universitas Islami adalah menerapkan peraturan untuk ibadah sholat fardhu, menerapkan peraturan untuk tidak merokok, menerapkan peraturan untuk melaksanakan rukun islam. Universitas yang berkarakter Islami akan menekankan kepada para mahasiswa untuk melaksanakan amal sholih, diantaranya:

  1. Pelaksanaan Ibadah Sholat Dengan Disiplin

    Sholat merupakan ibadah yang dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar. Perbuatan keji adalah perbuatan manusia yang jelek, sedangkan mungkar adalah perbuatan yang tidak dikenal oleh syariat islam. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Al-Ankabut ayat 45 yang berbunyi:

    اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ -٤٥-

    Artinya: “Bacalah Kitab (al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut ayat 45)

    Universitas Muhammadiyah Surakarta mempunyai peraturan dalam pelaksanaan sholat di Universitas Muhammadiyah Surakarta. sholat wajib di lingkungan universitas sangat ditekankan untuk dilaksanakan. Pelaksanaan sholat fardhu di UMS dilaksanakan di masjid Fadhlurrahman, masjid Sudalmiyah Rais dan masjid KH. Mas Mansur. Pelaksanaan ibadah sholat adalah ibadah utama dalam islam, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi: “Dari Ibnu Mas’ud ia berkata, aku bertanya kepada Rasulullah, “amalan  apa yang paling dicintai Allah?” Rasulullah bersabda”shalat pada waktunya”. “Lalu apa?” Beliau bersabda “berbuat baik kepada kedua orang tua”, “Lalu apa?” Beliau bersabda “berperang di jalan Allah. (HR. Bukhari Muslim).

  2. Pelaksanaan Zakat, Infak dan Sedekah

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada manusia untuk membelanjakan dan membagi harta kita kepada orang-oranng yang berhak menerimanya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti akan memberikan pahala yang besar di dunia maupun akhirat bagi setiap muslim yang bersedekah, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Al-Hadid ayat 7 yang berbunyi:

    ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَأَنفِقُواْ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسۡتَخۡلَفِينَ فِيهِۖ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَأَنفَقُواْ لَهُمۡ أَجۡرٞ كَبِيرٞ ٧

    Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar (QS. Al-Hadid ayat 7)

  3. Melaksanakan Ibadah Puasa

    Bulan Ramadhan seringkali disebut dengan bulan pendidikan (Syahrut tarbiyah) karena bulan Ramadhan merupakan bulan pendidikan jasmani, ruhani, dan mental. Bulan Ramadhan sebagai bulan pendidikan jasmani karena ummat muslim lebih disiplin dalam mengatur pola makan, mengatur menu makan, mengatur pola istirahat maupun olahraga. Bulan Ramadhan sebagai bulan pendidikan rohani karena ummat muslim lebih sering berinteraksi dengan al-Qur’an dan hadits, memperbanyak sholat sunnah dan lebih banyak mendengarkan tausiah. Ramadhan juga disebut dengan bulan pembakaran karena puasa  Ramadhan diharapkan mampu melebur dosa yang telah dilaksanakan ummat muslim. Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang dilaksanakan ummat muslim, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Qs. Al-Baqoroh ayat 183 yang berbunyi:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ -١٨٣-

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.) (Qs. Al-Baqoroh ayat 183).

Surakarta, 16 Februari 2024 – LPPIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah sukses menyelenggarakan Workshop Strategi dan Materi Baitul Arqam yang ditujukan bagi para fasilitator Baitul Arqam mahasiswa pada tanggal 15-16 Februari 2024. Workshop ini berlangsung di ruang sidang LPPIK UMS dan dihadiri oleh para fasilitator yang bertugas dalam kegiatan Baitul Arqam mahasiswa.

Workshop ini dimulai dengan menyanyikan mars Muhammadiyah dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala LPPIK UMS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator dalam menyampaikan materi dan strategi Baitul Arqam, serta memperkuat pemahaman mereka tentang berbagai isu kontemporer yang sering dihadapi dalam konteks pembinaan mahasiswa.

Pada hari pertama, peserta menerima berbagai materi penting, dimulai dengan pemaparan dari Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang membahas problematika pernikahan, waris, perbankan, dan muamalah. Sesi berikutnya disampaikan oleh Jazuli, MPI, dengan fokus pada problematika shadaqah, infaq, zakat, dan wakaf. Materi terakhir di hari pertama dibawakan oleh Drs. Saifudin, M.Ag., yang mengupas tuntas problematika puasa dan qurban.

Pada hari kedua, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag. kembali menyampaikan materi dengan fokus pada problematika haji dan umrah. Setelah itu, peserta mengikuti sesi pendalaman strategi yang bertujuan untuk memperkuat teknik fasilitasi dalam Baitul Arqam. Workshop ditutup dengan sesi pemecahan masalah (problem solving) yang diikuti dengan diskusi aktif di antara para peserta, sebelum akhirnya ditutup secara resmi.

Melalui workshop ini, LPPIK UMS berharap para fasilitator dapat lebih siap dalam menjalankan tugas mereka, dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai isu-isu keagamaan dan strategi penyampaian materi yang efektif.

Surakarta, 13 Februari 2024 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bagi para Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di ruang sidang LPPIK. Acara ini dihadiri oleh para Dosen AIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Sebelum acara utama dimulai, Bapak Drs. Ahmad Dahlan Rais, M.Hum, selaku anggota Badan Pengurus Harian (BPH) UMS, memberikan kajian yang sangat berharga.

Agenda utama dalam rakor ini memberikan informasi penting terkait berbagai topik, antara lain:

– Jadwal Kegiatan semester Genap 2023/2024 UMS.

– Peran dan tanggung jawab dosen dalam kegiatan perkuliahan.

– Pedoman kehidupan Islami bagi sivitas akademika dan tenaga kependidikan UMS.

– Aspek-aspek penting lainnya terkait implementasi AIK dalam lingkungan akademik.

Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Islami di kalangan sivitas akademika UMS, memastikan bahwa nilai-nilai tersebut senantiasa tercermin dalam kegiatan sehari-hari dan praktik pendidikan.

Baitul Arqam 2 (Ibadah dan Muamalah)

Pelaksanaan : 19 Februari – 13 Juli 2024

Jadwal kloter lihat di web lppik.ums.ac.id

  • Mahasiswa Semester 2 otomatis sudah terdaftar
  • Mahasiswa Semester lama silahkan daftar mandiri via whatsapp dengan menyertakan foto KTM dan KRS Semester ini (mata kuliah Ibadah dan Muamalah)

Daftar mandiri mulai 25 Februari 2024 dengan format (Nama_NIM_Prodi_No.HP) kirim ke 08174499203

Luring di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS

 

INFO BA : 08174499203 (Bapak Suwinarno)

 

Scroll to Top