Pembukaan Baitul Arqam Kloter 10

Pembukaan BA Kloter 10

Oleh Bp. Jumadi, Ph.D.

Aqidah Yang Kokoh Dan Implementasi Akhlak Karimah Terhadap Mahasiswa UMS

Walaupun sudah besar aqidah tetap harus ditanamkan, tidak harus forum seperti ini bisa juga dengan kajian kajian. Karena iman kita mudah goyah, kadang meningkat kadang menurun. Oleh karena itu harus konsisten dan terus menerus.

Secara bahasa aqidah artinya keyakinan yang kokoh, tidak ada keraguan.

Tauhid adalah konsep dasar dalam agama Islam yang merujuk pada keyakinan akan keesaan Allah. Kata “tauhid” berasal dari bahasa Arab yang berarti “menyatukan” atau “mengesakan”. Konsep ini merupakan salah satu prinsip fundamental dalam Islam dan menjadi dasar dari keyakinan seseorang.

Jenis-jenis Tauhid dalam Islam :

  1. Tauhid Rububiyah: berkaitan dengan keyakinan akan keesaan Allah dalam penciptaan, pengaturan, dan pemeliharaan alam semesta. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk menciptakan, mengatur, dan memelihara segala sesuatu.
  2. Tauhid Uluhiyah: berkaitan dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diibadahi. Tidak ada yang patut disembah kecuali Allah. Pembahasan mencakup peribadatan, doa, dan pengabdian kepada Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan entitas atau tuhan lain.

Makna ibadah: mendekatkan diri kepada Allah dengan menjauhi larangannya, melaksanakan tugasnya. Ibadah merupakan bentuk rasa nikmat kepada Allah, sarana komunikasi kepada Allah.

  1. Tauhid Asma’ wa Sifat: berkaitan dengan keyakinan bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang unik dan sempurna. Sifat-sifat ini tidak dapat dibandingkan dengan makhluk-Nya. Misalnya, Allah dianggap Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Pengasih, dan lain sebagainya.
  2. Tauhid Akhlak: berkaitan dengan keyakinan bahwa Allah memiliki sifat-sifat moral yang tinggi dan sempurna. Sebagai umat manusia, seorang Muslim diharapkan untuk meniru sifat-sifat moral Allah, seperti keadilan, kasih sayang, dan belas kasihan.

Tidak boleh ibadah selain kepada Allah  semuanya menyembah kepada Allah SWT.

Yang perlu diperhatikan dalam ibadah kita :

  1. Harus dilakukan secara ikhlas, tidak boleh karena selain Allah

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, (QS. Al-An’am : 162)

Dalam hadits lain Rasulullah SAW. bersabda,“ Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.” Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya,“ Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”

  1. Harus sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah

Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelekjelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan”. (H.R. Muslim) (Hajjaj, 2004, hlm. 153–154)

Dalam konteks mahasiswa UMS, pendekatan yang mengintegrasikan aqidah yang kokoh dengan implementasi akhlak karimah sangat penting. Mahasiswa dapat mempraktikkan keyakinan mereka dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan yang mencerminkan akhlak yang baik. Hal ini akan memberikan dampak positif dalam lingkungan kampus dan masyarakat luas, menciptakan lingkungan yang lebih baik dan harmonis.

Dengan demikian memiliki aqidah yang kokoh dan menerapkan akhlak karimah adalah penting bagi mahasiswa UMS, tidak hanya untuk perkembangan pribadi mereka, tetapi juga untuk kontribusi positif mereka dalam masyarakat. Aqidah yang kuat membentuk dasar untuk perilaku yang baik dan moralitas yang tinggi, yang merupakan nilai penting dalam pendidikan di universitas ini.

Scroll to Top