Pembukaan BA Kloter 12
Oleh Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si. (Dekan FEB UMS)
Perlunya memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai sebagai makhluk sosial kita tak mempunyai rasa peduli.
Kuliah umum yang disampaikan Prof. Anton membahas pendekatan dalam hubungan antara produsen, konsumen, dan etika ekonomi, dengan fokus pada ajaran Quran dan Hadis dalam Islam. Pendekatan ini memandang ekonomi sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan dan pemerataan, yang tercermin dalam ajaran agama. Bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Islam memengaruhi tindakan produsen, konsumen, dan pemangku kepentingan lainnya, serta bagaimana nilai-nilai moral dan etika berperan dalam proses ini.
Sebagai manusia yang berada dalam ranah ekonomi, dituntut untuk mengingat dan menjalankan nilai-nilai yang diberikan oleh Tuhan dalam Quran dan Hadis. Prinsip-prinsip ini mencakup pencegahan eksploitasi, peran zakat dan sedekah dalam pemerataan ekonomi, serta pentingnya menjalani bisnis dan konsumsi dengan etika yang baik. Dengan demikian, tujuan utama kita bukan hanya mencapai kesuksesan materi, tetapi juga kesuksesan spiritual.
Menurut prof Anton, Islam memiliki beberapa pandangan tentang ekonomi, diantaranya:
- Pendekatan Islam dalam Ekonomi: Prinsip-prinsip ekonomi Islam menekankan pentingnya berbisnis dan mengelola sumber daya dengan etika yang baik, menghindari eksploitasi, dan memastikan pemerataan ekonomi.
- Pendidikan Tinggi: Meskipun presentase orang dengan pendidikan tinggi mungkin rendah, penting untuk memastikan bahwa mereka yang mempelajari ekonomi atau terlibat dalam dunia bisnis memahami prinsip-prinsip Islam. Ini bisa mencakup pengetahuan tentang ekonomi Islam dan kaitannya dengan ajaran agama.
- Akhlak yang Baik: Islam mendorong individu untuk memiliki akhlak yang baik dalam semua aspek kehidupan, termasuk bisnis. Memahami bahwa perilaku yang baik akan mendapat pahala dari Allah adalah motivasi untuk menjalani bisnis dengan etika yang baik.
- Zakat dan Sedekah: Penting untuk mengingatkan bahwa zakat dan sedekah adalah bagian penting dari ekonomi Islam dan digunakan untuk pemerataan ekonomi. Dalam konteks pemerintahan, pendekatan ini bisa tercermin dalam bentuk pajak dan subsidi yang bertujuan membantu yang membutuhkan.
- Pendidikan Keagamaan: Selain pendidikan ekonomi, penting juga untuk memberikan pendidikan keagamaan yang baik kepada individu. Ini termasuk pemahaman tentang ibadah, shalat, dan tindakan amar makruf nahi mungkar.
- Peran Pengusaha: Pengusaha memiliki peran yang tinggi dalam komunitas, dan pendekatan berlandaskan pada Quran dan Hadis bisa menjadi panduan bagi mereka. Mereka harus memimpin dengan baik, memberikan contoh yang baik kepada karyawan, dan berkontribusi pada masyarakat.
- Kompetensi kader Muhammadiyah ada 4 yaitu:
- Paham keberagaman, Muhammadiyah itu sadar hidup di Indonesia itu memiliki banyak suku, ras, agama sehingga pemahaman keberagaman itu mutlak
- Kompetensi akademik dan intelektual
- Kompetensi sosial kemanusiaan. Watak kepedulian sosial Muhammadiyah dalam konteks kebangsaan sudah menjadi spirit gerakan sejak awal masyarakat. Kader Muhammadiyah harus peduli dengan problem lingkungan masyarakat sekitarnya.
- Kompetensi kepemimpinan. Kapasitas kepemimpinan ini merupakan syarat mutlak untuk bisa menggerakkan persyarikatan. Ada dua hal yang menjadi ciri khas Muhammadiyah dalam konteks kepemimpinan, yaitu Pimpinan dan Memimpinkan. Karena struktur mulai dari Pusat sampai Ranting yaitu Pimpinan, termasuk sistem kolektif kolegial dan kebersamaan menjadi salah satu prinsip kepemimpinan di Muhammadiyah.
Pendekatan ini merupakan pandangan ekonomi yang sangat didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, dan dapat memberikan pedoman yang kuat untuk individu dan komunitas yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dengan etika yang baik dan moral yang kuat.
Dalam Islam, ekonomi tidak hanya tentang akumulasi kekayaan materi, tetapi juga tentang akumulasi kekayaan moral. Kita harus menjalani bisnis dengan etika yang baik, menghindari eksploitasi, dan mendukung upaya pemerataan ekonomi melalui zakat dan sedekah.
Prinsip-prinsip ini juga memberikan landasan untuk tindakan amar makruf nahi mungkar, mengingatkan kita untuk selalu mempromosikan kebaikan dan melawan keburukan. Sebagai kader Muhammadiyah, kita harus memiliki pemahaman yang kuat tentang pendekatan ini dan mengaplikasikannya dalam tindakan sehari-hari.
Semoga kuliah umum ini dapat memberikan wawasan yang berharga dan memotivasi kita untuk menjalani bisnis dengan etika Islam yang benar. Amin







