SURAKARTA – Ustadz Imron Rosyadi menekankan bahwa menambah doa saat sujud hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan, asalkan tetap mengikuti kaidah syar’i agar tidak membatalkan salat. Penjelasan tersebut disampaikan narasumber di hadapan ratusan jamaah daring Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 10 Maret 2026.
Ustadz Imron menjelaskan bahwa sujud merupakan posisi paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak permohonan pada momen tersebut. Namun, beliau menekankan pentingnya menjaga kesucian salat dengan mengikuti tuntunan yang benar.
“Rasulullah SAW bersabda bahwa saat sujud adalah waktu paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya, maka perbanyaklah doa di dalamnya,” ujar Ustadz Imron saat memaparkan materi dalam Kajian Tarjih UMS ke-215. Beliau menambahkan bahwa penambahan doa ini bersifat sunnah dan sangat dianjurkan bagi setiap muslim.
Hukum Menambah Doa Saat Sujud dalam Salat
Mengenai hukum menambah doa saat sujud, narasumber menegaskan bahwa hal tersebut diperbolehkan selama tidak merusak rukun salat. Pembacaan doa tambahan dilakukan setelah membaca bacaan sujud yang utama. Hal ini berlaku baik dalam salat fardu maupun salat sunnah.
“Doa yang dipanjatkan sebaiknya menggunakan bahasa Arab yang bersumber dari Al-Qur’an atau hadis untuk menjaga keabsahan salat menurut mayoritas ulama,” tegas Ustadz Imron. Beliau mengingatkan agar jamaah tidak sembarangan menyisipkan kata-kata di luar konteks ibadah yang telah ditetapkan.
Ketentuan Doa Sesuai Sunnah
Selanjutnya, kajian ini membedah jenis-jenis doa yang afdal untuk dibaca. Meskipun diperbolehkan meminta kebutuhan duniawi, prioritas tetap pada doa-doa kebaikan akhirat. Ustadz Imron juga menyarankan agar durasi sujud tetap proporsional dengan gerakan salat lainnya.
“Jangan sampai karena terlalu lama berdoa, jamaah justru tertinggal dari gerakan imam dalam salat berjamaah,” kata Ustadz Imron. Melalui Kajian Tarjih UMS, masyarakat diharapkan semakin memahami syarat doa dalam salat agar ibadah menjadi lebih sempurna. Pemanfaatan waktu mustajab berdoa ini harus dibarengi dengan pemahaman ilmu yang tepat.



