SURAKARTA – Gerakan perubahan ke arah yang lebih positif harus terus dipelihara demi menciptakan tatanan masyarakat yang jauh lebih hidup dan maju. Pernyataan penting ini ditekankan oleh Ketua LPPIK UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag. , dalam kegiatan pembukaan Baitul Arqam 2 Kloter 9 pada Senin (30/3).
Ketua Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag. , membagikan panduan penting ini dalam kuliah umum Baitul Arqam 2 Kloter 9. Menurutnya, bulan Syawal seharusnya menjadi momentum transisi menuju pribadi yang jauh lebih baik.

Makna Mendalam Bulan Syawal
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan mendasar antara kedua bulan suci ini. Ramadhan secara bahasa memiliki arti membakar seluruh dosa dan amalan buruk manusia. Sebaliknya, bulan Syawal mengandung makna filosofis untuk terus meningkatkan kualitas diri.
“Kalo kita menelusuri makna ramadhan artinya membakar (spiritual, amal ibadah). Kalau makna dari Syawal artinya meningkatkan. Bulan Syawal diharapkan ada peningkatan,” ujar Dr. Mahasri Shobahiya.
Atas dasar itulah, beliau menjelaskan empat langkah strategis sebagai tips sukses setelah ramadhan agar masyarakat terus bertumbuh.

Empat Pilar Transformasi Diri
Langkah pertama berfokus penuh pada peningkatan aspek spiritualitas sebagai seorang hamba. Setiap individu wajib melatih kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi mereka. Dengan demikian, manusia akan senantiasa menjaga perilaku positif kapan pun dan di mana pun mereka berada.
Kemudian, pilar kedua adalah mengasah aspek intelektualitas melalui forum kajian keislaman yang rutin. Kegiatan tersebut akan memperdalam pemahaman keagamaan yang lurus dan aplikatif.
Langkah ketiga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai peran sosial kemasyarakatan yang nyata. Terakhir, pilar keempat menitikberatkan pada pengembangan kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.
Peluang Ekonomi Digital
Terkait pilar ekonomi, kemajuan teknologi saat ini membuka peluang yang sangat lebar bagi siapa saja. Masyarakat tidak lagi membutuhkan modal yang besar untuk memulai sebuah roda bisnis.
“Dengan berkembangnya zaman untuk mendapatkan perekonomian saat ini sangat mudah. Dengan berjualan online bermodalkan kuota saja,” ujar Dr. Mahasri Shobahiya.
Melalui optimalisasi seluruh langkah tersebut, tatanan masyarakat akan bergerak ke arah yang lebih berkemajuan. Sikap konsisten dalam melakukan perubahan positif ini akan menjadi bukti nyata kesuksesan ibadah seseorang.



