SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menegaskan perannya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap lulus secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-52 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas fakultas sebagai bagian dari pembinaan akhir studi sebelum mereka menyelesaikan pendidikan dan memasuki kehidupan bermasyarakat. BAPS ke-52 dirancang sebagai ruang penguatan nilai, refleksi diri, sekaligus persiapan menghadapi realitas dunia pascakampus.
Selama kegiatan, peserta dibekali lima materi pokok yang menyentuh aspek spiritual, ideologis, moral, hingga praktis. Pada sesi kedua, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. mengajak mahasiswa memahami Karakteristik Sarjana Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa lulusan Muhammadiyah dituntut tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, memiliki kepedulian sosial, serta berpihak pada kemaslahatan umat.

Memasuki sesi ketiga, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag. menyampaikan materi Akhlak dan Aqidah. Ia mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia harus selalu berorientasi pada ridha Allah melalui iman, amal saleh, dan kesiapan menghadapi kematian sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual seorang muslim.
Sesi keempat diisi oleh Suwinarno, M.P.I. dengan materi Taharoh dan Shalat. Ia menegaskan pentingnya bersuci sebagai syarat sah ibadah serta menjelaskan hikmah shalat sebagai sumber ketenangan dan kekuatan hidup seorang muslim.

Sementara itu, sesi kelima menghadirkan Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H. dengan materi Persiapan Karir. Ia menyoroti tantangan dunia kerja seperti kesenjangan keterampilan, disrupsi kecerdasan buatan (AI), hingga ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, mahasiswa juga diajak membuka wawasan terhadap peluang di sektor teknologi, ekonomi hijau, dan kewirausahaan, serta pentingnya lifelong learning dan personal branding.
Melalui rangkaian materi tersebut, BAPS ke-52 menjadi wadah strategis bagi UMS untuk membekali mahasiswa agar menjadi lulusan unggul, berkarakter Islami, berakhlak mulia, serta mampu bersaing secara global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.



