Kajian Tafsir Online ke-74: Menyingkap Kekerasan Hati Bani Israil dalam QS. Al-Baqarah 67–74

SURAKARTA – Kajian Tafsir Online ke-74 kembali diselenggarakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, dengan menghadirkan Ustadz Ainur Rha’in sebagai pemateri. Pada kajian kali ini, pembahasan difokuskan pada tafsir QS. Al-Baqarah ayat 67–74 yang mengungkap kisah perintah Allah kepada Bani Israil untuk menyembelih seekor sapi serta pelajaran besar di balik sikap keras hati mereka.

Ustadz Ainur menjelaskan bahwa ayat 67–71 mengisahkan perintah Allah kepada Bani Israil untuk menyembelih seekor sapi sebagai bagian dari penyelesaian sebuah kasus pembunuhan. Namun, alih-alih melaksanakan perintah tersebut dengan sederhana, Bani Israil justru berulang kali mempertanyakan rincian perintah Allah. Mereka mempersempit syarat sapi yang harus disembelih, mulai dari usia, warna, hingga sifatnya, sehingga proses pelaksanaannya menjadi rumit dan berlarut-larut.

“Kisah ini menunjukkan kecenderungan Bani Israil untuk mempersulit perintah yang pada dasarnya mudah. Ini mencerminkan kerasnya hati dan lemahnya kepatuhan mereka kepada Allah,” ungkap Ustadz Ainur. Menurutnya, sikap semacam ini menjadi peringatan agar umat Islam tidak terjebak dalam banyak alasan dan pertanyaan yang justru menghalangi ketaatan.

Selanjutnya, pada ayat 72–74, Allah memperlihatkan tanda kekuasaan-Nya dengan menghidupkan kembali korban pembunuhan tersebut. Allah memerintahkan agar mayat itu dipukul dengan sebagian dari sapi yang telah disembelih, sehingga kebenaran pun tersingkap dan pelaku pembunuhan dapat diketahui. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Namun demikian, Ustadz Ainur menegaskan bahwa meskipun bukti kekuasaan Allah telah diperlihatkan secara jelas, sebagian dari Bani Israil tetap mengeraskan hati mereka. Al-Qur’an menggambarkan hati mereka bahkan lebih keras daripada batu. “Batu saja bisa memancarkan air, terbelah, atau jatuh karena takut kepada Allah, sementara hati yang beku tetap menolak cahaya petunjuk,” jelasnya.

Melalui kajian ini, Ustadz Ainur mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri. Kisah Bani Israil bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi cermin bagi umat agar tidak menunda-nunda ketaatan, tidak mempersulit ajaran agama, serta senantiasa membuka hati terhadap petunjuk Allah.

Kajian Tafsir Online ke-74 ini kembali menegaskan bahwa kunci keselamatan bukan hanya pada pengetahuan tentang kebenaran, tetapi pada kelapangan hati untuk menerima dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Scroll to Top