SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melanjutkan Kajian Tafsir Online ke-68 dengan menghadirkan Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th., sebagai pembicara. Pada kesempatan ini, ia membedah Surah Al-Baqarah ayat 11–20 yang mengungkap karakter mendasar kaum munafik dan dampak buruk perilaku mereka dalam kehidupan masyarakat.
Dalam kajiannya, Ainur menjelaskan bahwa ayat 11–12 menyoroti golongan munafik yang menyebarkan kerusakan namun meyakini bahwa mereka sedang melakukan perbaikan. Ia menegaskan bahwa kerusakan terbesar adalah kesyirikan, sementara praktik seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme termasuk bagian dari fasad yang merusak tatanan sosial.
Ia menguraikan sejumlah ciri kemunafikan sebagaimana dijelaskan Nabi, yaitu berbohong, mengingkari janji, dan mengkhianati amanah. Menurutnya, perilaku tersebut banyak ditemukan pada orang-orang yang menampilkan kebaikan hanya untuk pencitraan, bukan karena keikhlasan.
Ainur juga menyoroti sikap kaum munafik yang kerap meremehkan orang beriman serta membentuk kelompok kejahatan yang terorganisir. Dalam ayat-ayat selanjutnya digambarkan bahwa iman mereka rapuh layaknya api yang menyala sekejap lalu padam, sementara hati mereka tertutup dari cahaya kebenaran.
Ia menambahkan bahwa Allah membiarkan kaum munafik tenggelam dalam maksiat hingga tiba waktunya balasan yang setimpal. Mereka disebut sebagai kelompok yang selalu mengambil keuntungan pribadi dan hanya bergerak jika ada manfaat duniawi.
Melalui kajian ini, Ainur mengajak jamaah untuk memahami tanda-tanda kemunafikan agar tidak terjerumus ke dalamnya, sekaligus memperkuat keimanan melalui kejujuran, amanah, dan ketulusan. Kajian tafsir ini menjadi wujud komitmen UMS dalam menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat masa kini.



