SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Qiyamulail dan Do’a Bersama ke-189 pada Jumat, 31 Oktober 2025 M / 09 Jumadil Awal 1447 H. Kegiatan yang digelar secara daring ini berlangsung mulai pukul 03.30–04.00 WIB dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan UMS.
Pada kesempatan ini, tausiyah disampaikan oleh Ustadah Dr. Endah Sudarmilah, ST., M.Eng., yang mengangkat tema tentang pentingnya etika akademik dan penguatan budaya akademis di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Dr. Endah menyoroti maraknya pelanggaran etika akademik di dunia pendidikan, terutama praktik kecurangan yang dilakukan mahasiswa. Fenomena ini, menurutnya, dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal dan kini semakin mengakar di lingkungan akademik.
Ia menegaskan bahwa etika akademik merupakan pedoman bagi seluruh civitas akademika untuk berperilaku selama proses pembelajaran. Kurangnya kejujuran dan lemahnya integritas, katanya, menjadi penyebab utama belum terciptanya etika mahasiswa yang baik.
Lebih lanjut, Dr. Endah menjelaskan bahwa budaya akademik (academic culture) mencakup seluruh aktivitas, nilai, dan praktik akademik yang dijalani oleh civitas akademika di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Budaya ini bersifat universal dan harus dijaga bersama.
“Membangun budaya akademik bukanlah tugas yang mudah, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Ia kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan tuntunan dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, yang menjadi panduan untuk mengembangkan profesi, mengelola amal usaha, menegakkan nilai keilmuan, serta menjadi teladan (uswah hasanah) dalam berbagai aspek kehidupan.
Dr. Endah juga menyampaikan pesan spiritual melalui firman Allah dalam QS. Maryam: 50:
“Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi mulia.” Ayat ini mengingatkan pentingnya membangun pribadi yang berakhlak, jujur, dan berintegritas dalam setiap aktivitas, termasuk akademik.
Kegiatan Qiyamulail ke-189 kemudian ditutup dengan doa bersama, yang menjadi sarana memperkuat spiritualitas dan komitmen seluruh peserta dalam menjaga etika dan membangun budaya akademik yang berkemajuan di lingkungan UMS.



