Webinar BUMITA “Perlunya Mahasiswa Muhammadiyah Membumikan Semangat Literasi”

PERLUNYA MAHASISWA MUHAMMADIYAH MEMBUMIKAN SEMANGAT LITERASI

Muhammadiyah- Koordinator Beasiswa Unggulan Muhammadiyah Internasional Tahfidz Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Webinar dengan tema Krisis Literasi Mahasiswa. Acara ini dilaksanakan secara online melalui platform google meeting. (18/3)

Webinar tersebut diselenggarakan melihat fenomena yang ada dimasyarakat, terkhususnya masyarakat mahasiswa yang lebih suka mencari informasi secara instan lewat mesin pencarian yang familiar kita sebut dengan Googling. Pemahaman akan literasi pada masyarakat umum masih sebatas hanya membaca buku, dan artikel, sehingga mereka kurang memahami secara luas tentang makna literasi itu seperti apa. Bahwa literasi bukan hanya sekedar membaca buku, akan tetapi juga harus dimaknai untuk membaca realitas sosial yang ada disekitar.

Dalam webinar tersebut diikuti oleh 100 peserta yang meliputi dari seluruh mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan Muhammadiyah Internasional Tahfidz Ahmad Dahlan (BUMITA) dan didampingi oleh koordinator beasiswa. Acara ini berjalan dengan lancar dan sukses terlihat dari atensi peserta yang berpartisipasi dalam webinar tersebut. Antusiasme peserta begitu besar terlihat ketika beberapa peserta mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaannya kepada pemateri yang dalam acara ini materi disampaikan oleh Dr. Phil. Ahmad Norma, M.Ag yang merupakan salah satu dosen UIN Sunan Kalijaga dan juga Direktur ISD- Institute UIN Sunan Kalijaga.  Selain dosen, beliau juga aktivis, penulis, penerjemah, editor, juga penerbit.

Dalam penyampainnya, beliau mengatakan bahwa untuk mendorong atau membumikan literasi dalam diri itu bisa melalui banyak cara. Salah satu cara sederhana agar semangat literasi itu ada dalam diri kita yaitu dengan menyempatkan diri walau sebentar saja untuk menuliskan aktivitas yang telah kita lewati dalam satu hari pada satu paragraph pendek. Selain itu juga untuk ranah mahasiswa melakukan aktivitas literature review. Mengkaji, membandingkan, mencari celah-celah teori dari berbagai sumber informasi baik itu jurnal ataupun buku bacaan dan kemudian dituliskan.

Beliau juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah ini bukan hanya sekedar organisasi Islam semata, namun Muhammadiyah adalah dunia ide, dan gagasan. Yang mana gagasan ini digunakan untuk berdakwah, sehingga gagasan tersebut dapat mengantarkan kita menuju surga jannatun na’im. Terakhir beliau berpesan kepada seluruh peserta webinar tersebut untuk menjadi manusia yang ketika sudah tiada, namanya masih tetap ada, tentunya melalui sebuah karya. [Isnaini Sofiana)

 

Dokumentasi Acara:

Scroll to Top