Surakarta, 21 Oktober 2025 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) ke-50 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan akhir studi bagi mahasiswa lintas fakultas sebelum mereka menyelesaikan masa kuliahnya dan terjun ke masyarakat.
Melalui BAPS, UMS meneguhkan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, spiritualitas tinggi, serta karakter Islami yang kuat. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan lima materi pokok yang mencakup aspek spiritual, ideologis, moral, hingga praktis.

Sesi pertama dibuka oleh Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. dengan materi Spiritual Leadership. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi dalam mengelola diri dan masyarakat.
Dilanjutkan dengan sesi kedua bersama Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., yang membawakan materi Alumni PTMA sebagai Kader Persyarikatan. Ia menegaskan bahwa lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) memiliki tanggung jawab moral dan ideologis untuk menjadi kader persyarikatan yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi dalam dakwah serta pembangunan umat.
Sementara itu, Dr. Triono Ali Mustofa, M.Pd.I. pada sesi ketiga membawakan materi Akhlak dan Aqidah. Ia mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia harus selalu diarahkan menuju ridha Allah melalui keimanan yang kokoh, amal saleh, dan kesiapan menghadapi kematian dengan husnul khatimah.

Sesi keempat menghadirkan Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H. dengan materi Persiapan Karir. Dalam penyampaiannya, ia membahas tantangan dunia kerja masa kini seperti disrupsi teknologi, kesenjangan keterampilan, serta ketidakpastian ekonomi global. Ia juga menekankan pentingnya lifelong learning, kewirausahaan, dan personal branding bagi generasi muda.
Sebagai penutup, Suwinarno, M.P.I. menyampaikan materi Taharoh dan Shalat. Ia menekankan pentingnya kesucian lahir dan batin sebagai dasar ibadah serta menjelaskan bahwa shalat merupakan sumber ketenangan dan kekuatan spiritual bagi seorang muslim.
Melalui rangkaian materi tersebut, BAPS ke-50 menjadi wadah strategis bagi UMS dalam menyiapkan mahasiswa agar menjadi lulusan unggul, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.



