Author name: hes121

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 12

Pembukaan BA Kloter 12

Oleh Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si. (Dekan FEB UMS)

Perlunya memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai sebagai makhluk sosial kita tak mempunyai rasa peduli.

Kuliah umum yang disampaikan Prof. Anton membahas pendekatan dalam hubungan antara produsen, konsumen, dan etika ekonomi, dengan fokus pada ajaran Quran dan Hadis dalam Islam. Pendekatan ini memandang ekonomi sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan dan pemerataan, yang tercermin dalam ajaran agama. Bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Islam memengaruhi tindakan produsen, konsumen, dan pemangku kepentingan lainnya, serta bagaimana nilai-nilai moral dan etika berperan dalam proses ini.

Sebagai manusia yang berada dalam ranah ekonomi, dituntut untuk mengingat dan menjalankan nilai-nilai yang diberikan oleh Tuhan dalam Quran dan Hadis. Prinsip-prinsip ini mencakup pencegahan eksploitasi, peran zakat dan sedekah dalam pemerataan ekonomi, serta pentingnya menjalani bisnis dan konsumsi dengan etika yang baik. Dengan demikian, tujuan utama kita bukan hanya mencapai kesuksesan materi, tetapi juga kesuksesan spiritual.

Menurut prof Anton, Islam memiliki beberapa pandangan tentang ekonomi, diantaranya:

  1. Pendekatan Islam dalam Ekonomi: Prinsip-prinsip ekonomi Islam menekankan pentingnya berbisnis dan mengelola sumber daya dengan etika yang baik, menghindari eksploitasi, dan memastikan pemerataan ekonomi.
  2. Pendidikan Tinggi: Meskipun presentase orang dengan pendidikan tinggi mungkin rendah, penting untuk memastikan bahwa mereka yang mempelajari ekonomi atau terlibat dalam dunia bisnis memahami prinsip-prinsip Islam. Ini bisa mencakup pengetahuan tentang ekonomi Islam dan kaitannya dengan ajaran agama.
  3. Akhlak yang Baik: Islam mendorong individu untuk memiliki akhlak yang baik dalam semua aspek kehidupan, termasuk bisnis. Memahami bahwa perilaku yang baik akan mendapat pahala dari Allah adalah motivasi untuk menjalani bisnis dengan etika yang baik.
  4. Zakat dan Sedekah: Penting untuk mengingatkan bahwa zakat dan sedekah adalah bagian penting dari ekonomi Islam dan digunakan untuk pemerataan ekonomi. Dalam konteks pemerintahan, pendekatan ini bisa tercermin dalam bentuk pajak dan subsidi yang bertujuan membantu yang membutuhkan.
  5. Pendidikan Keagamaan: Selain pendidikan ekonomi, penting juga untuk memberikan pendidikan keagamaan yang baik kepada individu. Ini termasuk pemahaman tentang ibadah, shalat, dan tindakan amar makruf nahi mungkar.
  6. Peran Pengusaha: Pengusaha memiliki peran yang tinggi dalam komunitas, dan pendekatan berlandaskan pada Quran dan Hadis bisa menjadi panduan bagi mereka. Mereka harus memimpin dengan baik, memberikan contoh yang baik kepada karyawan, dan berkontribusi pada masyarakat.
  7. Kompetensi kader Muhammadiyah ada 4 yaitu:
    • Paham keberagaman, Muhammadiyah itu sadar hidup di Indonesia itu memiliki banyak suku, ras, agama sehingga pemahaman keberagaman itu mutlak
    • Kompetensi akademik dan intelektual
    • Kompetensi sosial kemanusiaan. Watak kepedulian sosial Muhammadiyah dalam konteks kebangsaan sudah menjadi spirit gerakan sejak awal masyarakat. Kader Muhammadiyah harus peduli dengan problem lingkungan masyarakat sekitarnya.
    • Kompetensi kepemimpinan. Kapasitas kepemimpinan ini merupakan syarat mutlak untuk bisa menggerakkan persyarikatan. Ada dua hal yang menjadi ciri khas Muhammadiyah dalam konteks kepemimpinan, yaitu Pimpinan dan Memimpinkan. Karena struktur mulai dari Pusat sampai Ranting yaitu Pimpinan, termasuk sistem kolektif kolegial dan kebersamaan menjadi salah satu prinsip kepemimpinan di Muhammadiyah.

Pendekatan ini merupakan pandangan ekonomi yang sangat didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, dan dapat memberikan pedoman yang kuat untuk individu dan komunitas yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dengan etika yang baik dan moral yang kuat.

Dalam Islam, ekonomi tidak hanya tentang akumulasi kekayaan materi, tetapi juga tentang akumulasi kekayaan moral. Kita harus menjalani bisnis dengan etika yang baik, menghindari eksploitasi, dan mendukung upaya pemerataan ekonomi melalui zakat dan sedekah.

Prinsip-prinsip ini juga memberikan landasan untuk tindakan amar makruf nahi mungkar, mengingatkan kita untuk selalu mempromosikan kebaikan dan melawan keburukan. Sebagai kader Muhammadiyah, kita harus memiliki pemahaman yang kuat tentang pendekatan ini dan mengaplikasikannya dalam tindakan sehari-hari.

Semoga kuliah umum ini dapat memberikan wawasan yang berharga dan memotivasi kita untuk menjalani bisnis dengan etika Islam yang benar. Amin

 

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 12 Read More »

Mentoring Spesial Telah Dibuka

Mentoring Spesial Telah Dibuka

Mentoring spesial ditujukan kepada :

▶️ Mahasiswa Semester 7 keatas

▶️ Mahasiswa transfer, Internasional, PMS dan RPL

▶️ Mahasiswa non muslim

Pendaftaran ditutup sampai

25 Oktober 2023

Contact Person📱

👳‍♀️ = +6289653477280

🧕🏻 = +6288229508078

Jazaakumullahu khairan katsiran

Baarakallahu fiikum

📡 Presented by

KMP (Koordinator Mentoring Pusat)

Mentoring Spesial Telah Dibuka Read More »

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 11

Pembukaan BA Kloter 11

Oleh Bp. Nurgiyatna S.T., M.Sc., Ph.D.

"Cintai orang lain sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri"

Tujuan Penciptaan Manusia Menurut Islam

Dalam Islam, tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Ini tercermin dalam ayat Al-Qur’an (Al-Baqarah: 30) ketika Tuhan berfirman kepada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Para malaikat bertanya mengapa Allah akan menjadikan makhluk yang cenderung merusak dan menumpahkan darah, sementara mereka, para malaikat, senantiasa bertasbih dan menyucikan nama-Nya. Allah menjawab bahwa Dia mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Manusia sebagai Khalifah dan Aktivitas dalam Kehidupan Sehari-hari

Meskipun tujuan utama manusia adalah beribadah kepada Allah, aktivitas sehari-hari seperti belajar, bepergian, dan lainnya bukanlah halangan. Namun, pertanggungjawaban manusia nantinya akan bergantung pada niatnya. Aktivitas apa pun dapat dijadikan ibadah asalkan dilakukan dengan niat ikhlas dan dengan tujuan mencari keridhaan Allah. Seluruh aspek kehidupan dapat disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islam, dan aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan niat ibadah, baik itu maghdoh (sesuai tuntunan) atau ghairu maghdoh (misalnya, olahraga, makan, bekerja), selama prinsip-prinsip Islam dipatuhi, seperti menutup aurat, waktu sholat, dan menghindari perbuatan buruk seperti ghibah.

Kepemimpinan dalam Islam

Setiap individu dianggap sebagai pemimpin, terutama dalam hal memimpin diri sendiri. Tanggung jawab ini juga mencakup peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Seorang mukmin tidak boleh bersikap acuh tak acuh terhadap dunia dan lingkungannya. Dunia dilihat sebagai amanah dari Allah yang harus dikelola dengan baik.

Sebagai khalifah di bumi, setiap individu bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan yang tidak benar dengan tangan dan lisan. Ini mencerminkan konsep tanggung jawab sosial dalam Islam, dimana kita harus berupaya menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik.

Pemimpin yang baik dalam Islam harus bersikap tawadhu (kerendahan hati). Sikap sombong adalah sesuatu yang perlu dihindari, karena dapat merusak karakter yang baik. Tawadhu adalah pondasi bagi sifat-sifat lain yang baik.

Meremehkan orang lain adalah tindakan yang tidak dianjurkan dalam Islam. Kita harus menghormati semua individu tanpa memandang status sosial, ekonomi, atau etnis mereka.

Kepemimpinan dalam Islam harus mencakup sifat-sifat Islami seperti keadilan, kebijaksanaan, dan ketegasan dalam menjalankan tugas.

Sifat sombong harus dihindari, sekecil apa pun. Kepemimpinan yang baik harus selalu dijalankan dengan kerendahan hati dan kesadaran bahwa Allah adalah sumber segala daya dan kekuatan.

Akhlak Mulia

Islam mendorong akhlak mulia seperti cinta dan kasih sayang. Prinsip “Cintai orang lain sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri” menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan sesama. Doa-doa untuk orang lain juga dianjurkan, karena mereka dapat mendatangkan berkah dan kebaikan. Bahkan Mendoakan sesama muslim secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang yang didoakan akan diaminkan malaikat

Aqidah dan Pencarian Ilmu

Penguatan aqidah dan pencarian ilmu sangat penting dalam Islam. Belajar dan berdiskusi dengan teman adalah cara untuk memperdalam keyakinan dan pemahaman agama.

Kesimpulan:

Dalam Islam, tujuan utama manusia adalah beribadah kepada Allah. Namun, aktivitas sehari-hari dapat menjadi ibadah jika dilakukan dengan niat ikhlas dan kesadaran akan kehadiran Allah. Tanggung jawab sebagai khalifah mencakup kepemimpinan dalam hidup pribadi dan hubungan dengan lingkungan serta pemeliharaan akhlak mulia. Pencarian ilmu dan penguatan aqidah juga menjadi bagian penting dari tugas manusia sebagai khalifah.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 11 Read More »

Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Periode ke-24

Surakarta, 14 Oktober 2023 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) yang ke-24. Acara ini menjadi prasyarat bagi mahasiswa yang akan wisuda atau telah menyelesaikan minimal 80 SKS hingga semester 6.

BAPS dirancang untuk membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa sesuai dengan nilai-nilai manhaj Muhammadiyah. Kegiatan ini diadakan setiap bulan, dimulai pada pukul 03.30 WIB dengan agenda presensi, sholat sunnah, dan sholat subuh berjamaah.

Pada BAPS 24 kali ini, sejumlah pembicara yang dihadirkan antara lain:

  • Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, Rektor UMS
  • Dr. Imron Rosyadi, M.Ag, Kepala Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK)
  • Prof. Dr. Em Sutrisna, Wakil Rektor 4 UMS
  • Prof. Dr. Ihwan, M.Si, Wakil Rektor 3 UMS

Kegiatan ini diharapkan memberikan bekal spiritual dan intelektual bagi mahasiswa, mempersiapkan mereka untuk dunia kerja dan kehidupan pasca kampus. Dengan mengikuti BAPS, mahasiswa UMS tidak hanya diharapkan unggul dalam akademik tetapi juga memiliki kepribadian yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) Periode ke-24 Read More »

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 10

Pembukaan BA Kloter 10

Oleh Bp. Jumadi, Ph.D.

Aqidah Yang Kokoh Dan Implementasi Akhlak Karimah Terhadap Mahasiswa UMS

Walaupun sudah besar aqidah tetap harus ditanamkan, tidak harus forum seperti ini bisa juga dengan kajian kajian. Karena iman kita mudah goyah, kadang meningkat kadang menurun. Oleh karena itu harus konsisten dan terus menerus.

Secara bahasa aqidah artinya keyakinan yang kokoh, tidak ada keraguan.

Tauhid adalah konsep dasar dalam agama Islam yang merujuk pada keyakinan akan keesaan Allah. Kata “tauhid” berasal dari bahasa Arab yang berarti “menyatukan” atau “mengesakan”. Konsep ini merupakan salah satu prinsip fundamental dalam Islam dan menjadi dasar dari keyakinan seseorang.

Jenis-jenis Tauhid dalam Islam :

  1. Tauhid Rububiyah: berkaitan dengan keyakinan akan keesaan Allah dalam penciptaan, pengaturan, dan pemeliharaan alam semesta. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk menciptakan, mengatur, dan memelihara segala sesuatu.
  2. Tauhid Uluhiyah: berkaitan dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diibadahi. Tidak ada yang patut disembah kecuali Allah. Pembahasan mencakup peribadatan, doa, dan pengabdian kepada Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan entitas atau tuhan lain.

Makna ibadah: mendekatkan diri kepada Allah dengan menjauhi larangannya, melaksanakan tugasnya. Ibadah merupakan bentuk rasa nikmat kepada Allah, sarana komunikasi kepada Allah.

  1. Tauhid Asma’ wa Sifat: berkaitan dengan keyakinan bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang unik dan sempurna. Sifat-sifat ini tidak dapat dibandingkan dengan makhluk-Nya. Misalnya, Allah dianggap Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Pengasih, dan lain sebagainya.
  2. Tauhid Akhlak: berkaitan dengan keyakinan bahwa Allah memiliki sifat-sifat moral yang tinggi dan sempurna. Sebagai umat manusia, seorang Muslim diharapkan untuk meniru sifat-sifat moral Allah, seperti keadilan, kasih sayang, dan belas kasihan.

Tidak boleh ibadah selain kepada Allah  semuanya menyembah kepada Allah SWT.

Yang perlu diperhatikan dalam ibadah kita :

  1. Harus dilakukan secara ikhlas, tidak boleh karena selain Allah

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, (QS. Al-An’am : 162)

Dalam hadits lain Rasulullah SAW. bersabda,“ Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.” Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya,“ Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”

  1. Harus sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah

Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelekjelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan”. (H.R. Muslim) (Hajjaj, 2004, hlm. 153–154)

Dalam konteks mahasiswa UMS, pendekatan yang mengintegrasikan aqidah yang kokoh dengan implementasi akhlak karimah sangat penting. Mahasiswa dapat mempraktikkan keyakinan mereka dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan yang mencerminkan akhlak yang baik. Hal ini akan memberikan dampak positif dalam lingkungan kampus dan masyarakat luas, menciptakan lingkungan yang lebih baik dan harmonis.

Dengan demikian memiliki aqidah yang kokoh dan menerapkan akhlak karimah adalah penting bagi mahasiswa UMS, tidak hanya untuk perkembangan pribadi mereka, tetapi juga untuk kontribusi positif mereka dalam masyarakat. Aqidah yang kuat membentuk dasar untuk perilaku yang baik dan moralitas yang tinggi, yang merupakan nilai penting dalam pendidikan di universitas ini.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 10 Read More »

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 9

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 9

Oleh Prof. Dr. Drs. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum. (Wakil Rektor I )

Strategi KTW (Kelulusan Tepat Waktu)

  • Harus memiliki niat belajar dari dalam/motivasi dari diri sendiri dengan SIDIA (Strategi, Ikhlas, Do’a kepada Allah)
  • Learning to how, Learning to do, Learning to know
  • Doa, ridho serta menghormati orang tua
  • Ketika belajar ilmu apapun itu kita harus memiliki minat untuk mendapat ilmu yang bermanfaat

Hakikat belajar di perguruan tinggi :

  • Untuk mendewasakan diri yaitu dewasa dalam pikiran dan amalan
  • Memandirikan diri
  • Agar memiliki kompetensi holistik, diukur dari 4 hal :
    1. Kompetensi untuk hidup
    2. Kompetensi untuk kehidupan
    3. Kompetensi untuk penghidupan
    4. Kompetensi untuk kehidupan bermasyarakat
  • Kurikulum OBE dengan system pembelajaran 50% kelas dan 50% luar kelas/masyarakat
  • Pembelajaran tidak hanya berpusat pada materi namun juga outcome

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 9 Read More »

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 8

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 8

Oleh Rois Fatoni, S.T., MSc., Ph.D

 “Sesulit apapun masalahmu pasti ada jalan keluarnya”

Manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ini sesuai dengan QS. At Tin [95]: 4 yang berbunyi: “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

Tujuan penciptaan manusia pastinya bukan sebuah kesia-siaan. Sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna dibanding makhluk lain, sudah semestinya manusia mengetahui tujuan penciptaan manusia. Memahami tujuan penciptaan manusia, akan membuat manusia lebih bersyukur dan menghargai sesama makhluk hidup.

Dalam Islam, tujuan penciptaan manusia bisa dilihat dalam ayat-ayat Al Qur’an. Tujuan penciptaan manusia menurut pandangan Islam adalah tiga hal utama:

  1. Beribadah kepada Allah : Tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Ini mencakup berbagai aspek ibadah, seperti shalat, puasa, zakat, dan ketaatan lainnya kepada perintah-perintah Allah.
  2. Beristifalah kepada sesama Manusia : Selain beribadah kepada Allah, manusia juga diharapkan untuk saling beristifalah atau tolong-menolong dengan sesama manusia. Ini mencakup menjalani kehidupan sosial yang penuh empati, kepedulian, dan kasih sayang terhadap sesama.
  3. Beristimaroh kepada bumi : Manusia juga memiliki tanggung jawab untuk beristimaroh atau merawat bumi. Ini berarti menjaga alam dan lingkungan hidup, serta memperlakukan bumi dengan penuh tanggung jawab dan kebijaksanaan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang

Dalam Islam, pemahaman tentang tujuan hidup manusia ini dianggap sebagai panduan untuk menjalani kehidupan yang seimbang dan bermakna. Melalui beribadah kepada Allah, berinteraksi dengan sesama manusia dengan kebaikan, dan merawat alam semesta, manusia diharapkan dapat mencapai tujuan hidup yang sesuai dengan ajaran agama dan moralitas Islam.

Yang harus dilakukan mahasiswa UMS:

  1. Penguatan Akidah : memahami tujuan hidup mereka dalam kerangka agama Islam dan memperkuat keyakinan (akidah) mereka.
  2. Kuatkan Ilmu : Peningkatan ilmu pengetahuan dan pendidikan dianggap penting, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka.
  3. Akhlak : menjaga akhlak yang baik dan etika dalam semua aspek kehidupan, sebagai bagian dari beribadah kepada Allah.

Optimisme dan Kepercayaan: dalam menghadapi segala masalah dan tantangan dalam kehidupan, optimisme dan kepercayaan kepada Allah harus tetap ada. Setiap masalah memiliki jalan keluarnya, dan segala sesuatu yang Allah ciptakan memiliki tujuan.

Pesan-pesan ini mencerminkan nilai-nilai agama Islam dan pandangan tentang tujuan hidup serta tanggung jawab manusia terhadap Allah dan sesama. Pesan-pesan tersebut mungkin menjadi panduan dan inspirasi dalam menjalani kehidupan mereka sesuai dengan ajaran agama dan prinsip moral.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 8 Read More »

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 7

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 7

Oleh Prof. Dr. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si.

Akhlakul Karimah adalah istilah dalam Islam yang mengacu pada akhlak yang mulia, luhur, dan baik. Ini mencakup serangkaian prinsip moral yang mengarah pada perilaku yang bermartabat, baik terhadap Allah SWT maupun terhadap sesama manusia. Akhlakul Karimah mencerminkan sifat-sifat positif seperti kejujuran, kesabaran, kebaikan hati, rasa hormat, dan kasih sayang. Makna Akhlakul Karimah adalah menciptakan karakter yang baik dan moral yang kuat, menjalani kehidupan yang benar, dan berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang baik dan bermartabat.

Perbedaan antara Akhlakul Karimah dengan Akhlak yang Lainnya :

Perbedaan antara Akhlakul Karimah dengan akhlak yang lainnya terletak pada tingkat kedalaman, kebaikan, dan kesempurnaannya. Akhlakul Karimah mencakup nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku moral yang tinggi, sedangkan akhlak yang lainnya mungkin lebih bersifat umum dan tidak selalu mencerminkan tingkat moral yang tinggi. Akhlakul Karimah memiliki standar moral yang sangat tinggi dan dianggap sebagai akhlak yang paling mulia dalam Islam.

Landasan Filosofis Akhlakul Karimah :

  1. Tauhid (Pengesahan Ke-Esaan Allah SWT) : Keyakinan dalam tauhid adalah landasan utama bagi akhlak dalam Islam. Ketika seseorang yakin bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berdaulat, maka perilaku moralnya akan tercermin dalam penghormatan dan ketaatan kepada Allah.
  2. Risalah (Kenabian) : Keyakinan akan kenabian, yaitu bahwa Allah telah mengutus nabi-nabi sebagai panduan untuk manusia, memainkan peran penting dalam membentuk etika dan moral dalam Islam.
  3. Akhirat (Kehidupan Akhirat) : Keyakinan akan hari kiamat dan kehidupan akhirat mendorong individu untuk bertindak dengan baik dan mengikuti nilai-nilai moral dalam hidup ini karena pertanggungjawaban di akhirat.
  4. Adil dan Kasih Sayang Allah SWT : Keyakinan akan sifat-sifat Allah yang adil dan penuh kasih sayang mengilhami orang untuk mengadopsi sifat-sifat yang serupa dalam perilaku mereka. Mereka harus adil dalam tindakan dan mengasihi sesama manusia.
  5. Contoh Teladan Nabi Muhammad SAW : Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai teladan akhlak yang paling sempurna dalam Islam. Teladan hidupnya memainkan peran besar dalam membentuk etika dan moral umat Islam.

Hubungan antara Akidah (Keyakinan) dengan Akhlak (Moral) :

Hubungan antara akidah dan akhlak dalam Islam sangat erat. Keyakinan atau akidah seseorang akan membentuk dasar moral mereka. Jika seseorang memiliki keyakinan yang kuat dalam tauhid, risalah, dan akhirat, maka ini akan memengaruhi perilaku dan moral mereka. Keyakinan dalam sifat-sifat Allah yang adil dan kasih sayang juga akan memotivasi individu untuk berperilaku dengan baik.

Jadi, dalam Islam, akidah dan akhlak saling terkait. Akidah memberikan landasan moral bagi perilaku seseorang, dan akhlak yang baik adalah hasil dari keyakinan yang benar dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip akhlakul karimah.

Nilai-Nilai Akhlakul Karimah

– Keadilan (‘Adl).

– Kepedulian (Ihsan).

– Kesabar-an (Sabr).

– Kejujuran (Sidq).

– Kasih sayang (Rahmah).

– Tanggung jawab (Taqwa).

Tantangan dalam mengimplementasikan akidah Akhlakul Karimah memang bisa menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam upaya meningkatkan kualitas moral dan etika dalam masyarakat.

  • Pluralisme (sentuhan yang berbeda) : Pluralisme adalah kenyataan dalam masyarakat yang memunculkan berbagai pandangan dan nilai-nilai yang berbeda. Untuk mengatasi ini, penting untuk mempromosikan dialog antarbudaya dan berusaha mencari kesamaan nilai-nilai moral yang mendasari berbagai kepercayaan.
  • Waktu (jadwal yang menarik) : Dalam kesibukan sehari-hari, waktu menjadi faktor penting. Penting untuk mengatur waktu dengan baik dan menetapkan prioritas. Jadwal yang menarik bisa diintegrasikan dengan prinsip-prinsip Akhlakul Karimah, seperti kejujuran dan komitmen pada nilai-nilai moral.
  • Sosial kontemporer (pergaulan bebas, narkoba, dll) : Tantangan ini dapat dihadapi dengan mengedukasi diri sendiri dan orang lain tentang dampak negatif dari perilaku tersebut. Organisasi dan komunitas sosial juga dapat berperan dalam memberikan alternatif yang lebih positif.
  • Kesulitan dalam menerapkan abstrak (perlu kesabaran, kejujuran, kepedulian) : Penerapan nilai-nilai abstrak memerlukan kesadaran diri yang tinggi. Mungkin perlu mengembangkan keterampilan kepemimpinan diri dan refleksi untuk lebih baik dalam menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari.
  • Kesulitan menilai akhlak : Untuk menilai akhlak, penting untuk memahami standar dan nilai-nilai yang diterapkan. Pendidikan moral dan etika dapat membantu orang untuk lebih baik dalam menilai dan memahami akhlak.
  • Punya komitmen yang tinggi terkait implementasi dan tantangan-tantangan akhlak dari pimpinan : Pemimpin memiliki peran penting dalam membentuk budaya organisasi yang berlandaskan pada Akhlakul Karimah. Pemimpin harus menjadi contoh yang baik dan mendorong komitmen dari seluruh anggota organisasi.
  • Kesadaran yang tinggi : Kesadaran diri dan sosial sangat penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan akhlak. Kesadaran ini dapat ditingkatkan melalui pendidikan moral, meditasi, dan refleksi diri.
  • Dukungan sumber daya (SDM, sarpras, biaya) : Penting untuk memastikan bahwa ada dukungan yang memadai dari segi sumber daya, baik itu sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun dukungan finansial untuk program-program yang mendukung Akhlakul Karimah.

Pemberdayaan dan komitmen yang tinggi pada peningkatan moral dan etika sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semua individu dapat berperan aktif dalam menerapkan Akhlakul Karimah dan menjadi teladan positif bagi orang lain. Dengan kerja keras, kesadaran, dan dukungan bersama, kita dapat mengatasi tantangan-tantangan ini dan menciptakan masyarakat yang lebih baik secara moral.

 

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 7 Read More »

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 6

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 6

Oleh Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si, Ph.D

“Carilah keberkahan di dunia dengan menghormati dan menyayangi ayah dan carilah keberkahan di dunia dan di akhirat dengan berbakti sepenuhnya kepada ibu.”

Sebagai seorang mahasiswa harus berkorban untuk kedua orangtua. Terdapat dua kisah inspiratif seorang mahasiswa yang berkorban untuk orangtua. Kisah pertama adalah seorang mahasiswa yang rela untuk menjadi tukang becak untuk menopang ekonomi keluarga dan membiayai kuliah. Mahasiswa tersebut selalu menunggu pelanggan di depan kampus UMS. Pelanggan mahasiswa tukang becak adalah dosen dan teman-teman mahasiswanya. Seorang mahasiswa ini mempunyai mentalitas yang sangat tinggi dan tidak pernah malu dalam menjalani aktivitas tersebut. Kisah kedua adalah seorang mahasiswa yang rela untuk menjadi pemulung untuk membantu ekonomi keluarga dan membiayai sekolah adiknya. Pada awalnya, mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang aktif dan mempunyai nilai indeks prestasi yang baik, namun akan tetapi prestasi mahasiswa tersebut selalu turun setiap semesternya. Mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa setiap selesai kuliah ia berjalan kaki untuk mencari barang bekas dan ia jual untuk membantu ekonomi keluarga dan membiayai sekolah adiknya. Lalu pengorbanan apa yang kamu berikan kepada orangtua?

Mencari Ridho Allah SWT

Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala tergantung pada ridho kedua orangtua. Seorang anak wajib memohon ridho orangtua dalam setiap aktivitas kehidupan. Ridho orangtua akan menyebabkan terbukanya pintu kesuksesan dunia dan akhirat. Kemarahan orangtua kepada anak akan membuat kehancuran kehidupan dunia dan akhirat. Allah memberikan perintah untuk berbakti kepada oangtua lewat firman-Nya yang berbunyi:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra’ ayat 23)

Pahala Berbakti Kepada Orangtua

Seorang anak yang masih mempunyai orangtua wajib untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bersyukur kepada orangtua. Seorang mahasiswa dapat bersyukur kepada orangtua dengan taat kepada kedua orangtua. Mahasiswa dapat mewujudkan ketaatan kepada orangtua dengan cara melaksanakan pembelajaran di Universitas dengan semangat, penuh tanggungjawab dan menunjukkan prestasi belajar. Seorang yang berbakti kepada orangtua akan mendapatkan pahala surga. Seorang anak harus bersyukur ketika kedua orangtua masih hidup, berbakti dan berbuat baik pada orangtua merupakan jalan termudah menuju surga.

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kemudahan bagi seorang anak dalam berbakti kepada orangtua. Seorang anak dapat berbakti kepada orangtua yang masih hidup dengan cara sebagai berikut, diantaranya adalah (a) patuh, taat dan hormat dengan segala nasehat orangtua, (b) semangat dalam belajar, (c) tidak membantah nasehat dan perintah orangtua, (d) menatap orangtua dengan pandangan yang menyejukkan, (e) memperbanyak doa untuk kebaikan orangtua. Seorang anak dapat berbakti kepada orangtua yang telah meninggal dunia dengan cara memperbanyak doa dan melakukan amal sholih.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 6 Read More »

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 5

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 5

Oleh Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D. (Wakil Rektor V)

Di era informasi digital yang begitu cepat dan luas seperti sekarang, kita berada dalam lingkungan di mana dihadapkan pada banyak sekali informasi setiap harinya. Informasi ini datang kepada dalam berbagai bentuk: dari media sosial, berita, internet, dan sumber-sumber lainnya. Tantangan terbesar bukan lagi untuk mengakses informasi, tetapi untuk menyaringnya dan membuat keputusan yang tepat.

Tentu saja, dalam menjalani hidup sehari-hari, kita semua berupaya untuk menjaga perilaku dan akhlak yang baik. Menjadi individu yang bermoral, peduli pada orang lain, dan berperan positif dalam masyarakat. Namun, dalam kebanjiran informasi dan tekanan yang datang dari berbagai arah, seringkali kita merasa bingung dan terombang-ambing oleh berbagai pengaruh.

Inilah mengapa, dalam kuliah umum ini, saya akan sampaikan konsep tentang aqidah, yaitu keyakinan agama kita, sebagai fondasi yang kuat yang dapat membimbing manusia melalui kebisingan informasi modern. Bagaimana kekuatan aqidah dapat menjadi benteng yang kokoh yang membantu untuk memahami dan menilai informasi yang diterima, dan pada gilirannya, memengaruhi perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Saat membahas hal ini, kita akan merenungkan konsep-konsep agama yang mendasar, moralitas, dan etika, serta bagaimana dapat menerapkan prinsip-prinsip ini dalam tindakan kita sehari-hari. bagaimana keimanan dan keislaman dapat menjadi pedoman yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman dan teknologi, sekaligus menjaga integritas pribadi dan sosial kita.

Kami berharap bahwa kuliah umum ini akan memberikan wawasan yang berharga dan memberdayakan kita semua untuk menjadi individu yang lebih kuat dalam iman, perilaku, dan akhlak.

Pesan utama yang dapat diambil adalah menghadapi perubahan zaman dan teknologi, keimanan, keislaman, dan nilai-nilai Islam harus tetap menjadi landasan yang kuat. Ini adalah cara untuk memastikan bahwa kita dapat menjalani hidup dengan bijaksana, menjaga akhlak yang baik, dan membuat keputusan yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama.

 

Terima kasih atas perhatiannya, dan mari kita mulai perjalanan kita untuk menjadikan kekuatan aqidah sebagai benteng dalam menghadapi informasi di dunia yang penuh dengan tantangan ini.

Pembukaan Baitul Arqam Kloter 5 Read More »

Scroll to Top