SURAKARTA – Kajian Tafsir Online ke-75 kembali digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025, dengan menghadirkan Ustadz Ainur Rha’in sebagai pemateri. Kajian kali ini mengupas tafsir QS. Al-Baqarah ayat 75–86 dengan tema besar “Bani Israil Mengubah Kitab Suci dan Konsekuensinya”, yang mengungkap berbagai bentuk penyimpangan akidah, kemunafikan, serta dampak serius dari merusak ajaran agama.
Dalam penjelasannya, Ustadz Ainur menyampaikan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 75 menegaskan agar kaum mukmin tidak berharap Bani Israil akan beriman, karena telah terbukti mereka berulang kali mengingkari Allah dan rasul-Nya dengan sengaja, padahal mereka mengetahui kebenaran tersebut. Pada masa Nabi Muhammad ﷺ, mereka diketahui terus-menerus melakukan perubahan terhadap kitab suci. Ustadz Ainur menekankan bahwa umat Islam tidak mengubah teks Al-Qur’an, namun tantangan yang sering muncul adalah mengubah maknanya sesuai hawa nafsu dan kepentingan pribadi.
Selanjutnya, pada ayat 76 dibahas bentuk kemunafikan Bani Israil. Mereka di Madinah pernah berjanji akan beriman kepada Nabi akhir zaman yang disebutkan dalam Taurat, dan mereka mengetahui bahwa Nabi tersebut adalah Muhammad ﷺ. Namun, kebenaran itu justru mereka tutupi. “Di hadapan khalayak mereka berkata baik, tetapi di belakang berkata sebaliknya. Kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kebenaran,” jelas Ustadz Ainur.
Ayat 77 menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang disembunyikan maupun yang diucapkan. Tidak ada satu pun tipu daya manusia yang luput dari pengetahuan Allah.
Pada QS. Al-Baqarah ayat 78, Ustadz Ainur menjelaskan praktik mengubah ajaran agama tanpa dasar ilmu. Pada masa jahiliah, kemampuan membaca sangat terbatas sehingga banyak orang awam yang mudah terpengaruh. Sebagian Bani Israil menyampaikan ajaran agama hanya berdasarkan dugaan dan cerita lisan tanpa landasan ilmu, yang dikenal dengan istilah Israiliyyat. Hal ini merupakan dosa besar karena agama harus dibangun di atas ilmu. “Agama yang tidak didasari ilmu akan menyesatkan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, ayat 79 memberikan ancaman keras bagi mereka yang mengarang ajaran agama lalu mengatasnamakannya sebagai firman Allah. Ustadz Ainur menjelaskan makna “celaka” sebagai ancaman dimasukkan ke lembah neraka, akibat dua kejahatan besar: mengarang kitab suci (berdusta atas nama Allah) dan mengubah ajaran agama demi kepentingan dunia. Perbuatan ini disebut sebagai kejahatan intelektual yang sangat berbahaya, termasuk praktik menjual agama untuk keuntungan pribadi.
Pada ayat 80, dibahas kesombongan Bani Israil yang mengklaim bahwa mereka tidak akan masuk neraka kecuali hanya beberapa hari. Mereka mengubah perjanjian dengan Allah yang tertulis dalam Taurat, yaitu kewajiban beriman kepada Nabi akhir zaman. Padahal, Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Ustadz Ainur menegaskan bahwa penghuni neraka adalah mereka yang ingkar, termasuk orang-orang yang hidupnya tenggelam dalam dosa dan kesyirikan, yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai ashḥābun-nār.
Melalui Kajian Tafsir Online ke-75 ini, Ustadz Ainur Rha’in mengajak peserta untuk mengambil pelajaran agar senantiasa menjaga kemurnian ajaran Islam, beragama dengan ilmu, serta menjauhi sikap sombong dan manipulasi agama demi kepentingan dunia. Kajian ini menegaskan bahwa kebenaran tidak boleh ditutupi, dan agama harus dijalankan dengan kejujuran serta ketundukan penuh kepada Allah SWT.



