Rakor SATGAS AIK UMS Tegaskan Komitmen Perwujudan Kampus Islami

Surakarta, 4 Juli 2025 – Lembaga Pengembangan Pondok al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Rapat Koordinasi SATGAS AIK 2 pada hari Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang LPPIK dengan menghadirkan para pemangku kepentingan kampus, termasuk Rektor, Wakil Rektor, para Dekan, serta anggota Satuan Tugas AIK dari berbagai fakultas.

Rakor diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala LPPIK, Dr. Imron Rosyadi, M.Ag., yang menekankan urgensi penguatan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam seluruh aspek kehidupan kampus. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya sinergi antara LPPIK dan seluruh elemen pimpinan UMS dalam mewujudkan kampus yang benar-benar Islami, tidak hanya secara simbolik, tetapi juga dalam praktik keseharian akademik dan sosial.

Salah satu agenda utama rakor kali ini adalah pengisian kuesioner persepsi indikator Kampus Islami oleh para peserta. Kuesioner ini dimaksudkan untuk memetakan pemahaman dan persepsi pimpinan terhadap aspek-aspek utama dalam pembangunan budaya kampus Islami, termasuk kedisiplinan ibadah, budaya bebas rokok, etika sosial, serta kepemimpinan yang meneladani nilai-nilai Islam.

Selanjutnya, peserta bersama-sama membahas dokumen dan panduan Kampus Islami, termasuk kemungkinan revisi atau penguatan dokumen yang pernah ada sebelumnya, seperti dokumen “Al-Amin” yang sempat dirumuskan pada masa awal kepemimpinan Prof. Dr. Sofyan Anif. Dalam diskusi ini, disepakati pentingnya memiliki SK resmi yang menetapkan panduan dan arah kebijakan Kampus Islami UMS agar dapat diterapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Beberapa masukan strategis juga disampaikan, antara lain:

  • Pentingnya membentuk tim AIK di setiap fakultas untuk mengawal implementasi nilai-nilai Islam secara lebih dekat dengan mahasiswa.

  • Perlunya sosialisasi yang lebih masif tentang larangan merokok dan pentingnya sholat berjamaah.

  • Optimalisasi dokumen panduan dari Dikti sebagai pijakan legal dan konseptual dalam penguatan Kampus Islami.

Acara ditutup dengan kesepakatan bersama untuk mempercepat penyusunan dokumen final Kampus Islami serta mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen kampus untuk mendukung cita-cita UMS sebagai universitas yang unggul, Islami, dan berkemajuan.

Scroll to Top