SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melanjutkan rangkaian Kajian Webinar Series dengan penyelenggaraan seri ke-53 pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si, Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dengan mengangkat tema “Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Berkemakmuran Perspektif Muhammadiyah,” Prof. Bambang memaparkan pentingnya umat Islam memahami skala besar potensi ekonomi halal, baik di tingkat global maupun nasional. Dalam materi yang disampaikan, beliau menegaskan bahwa industri halal bukan sekadar sektor kecil, tetapi merupakan ruang ekonomi strategis yang nilainya sangat besar.
Berdasarkan data yang dipaparkan, nilai pasar produk halal global telah mencapai 2,7 triliun USD, atau sekitar Rp 43.200 triliun, sementara total pasar halal Indonesia berada pada kisaran Rp 4.600 triliun. Adapun sektor-sektor utamanya meliputi pangan halal, obat dan farmasi, fashion, dan perjalanan halal. Namun, Prof. Bambang menyoroti bahwa ketergantungan Indonesia pada impor masih cukup tinggi, terutama pada komoditas pangan, farmasi, hingga fashion, dengan total ketergantungan mencapai sekitar 12,5%.
Prof. Bambang juga menjelaskan bahwa ruang komoditas umat tidak boleh dibatasi hanya pada empat sektor halal utama tersebut. Masih terdapat potensi besar pada komoditas mubah dengan nilai mencapai Rp 16.000 triliun, mulai dari kebutuhan pokok, perumahan, kendaraan, teknologi, alat-alat rumah tangga, hingga berbagai jasa seperti pendidikan, kesehatan, keuangan, dan hiburan.

Dalam perspektif Muhammadiyah, penguatan ekonomi halal harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan peran perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Prof. Bambang menekankan bahwa struktur ekonomi umat masih didominasi oleh pelaku UMKM hingga 90%, sementara sektor industri besar hanya sekitar 10%. Kondisi SDM juga memperlihatkan ketimpangan antara sektor informal dan formal. Di sinilah PTMA diharapkan mengambil peran strategis dalam meningkatkan literasi, pendampingan, dan inovasi agar ekonomi umat dapat naik kelas dan berdaya saing.
Webinar yang dipandu oleh Dodi Afianto, M.Pd.I. ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman civitas akademika UMS dan masyarakat luas mengenai urgensi pembangunan industri halal yang dirancang untuk menciptakan kemakmuran berkeadilan, sejalan dengan visi Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah.
Dengan terselenggaranya Webinar Series ke-53 ini, UMS kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kajian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan ekonomi masa kini—sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem industri halal yang lebih kuat, mandiri, dan berkemakmuran.



